Luasnya Sama

Oleh: Al Jupri

“Assalamu’alaikum,” ucap seorang anak kecil berseragam merah putih di waktu pagi yang sedikit mendung, beberapa waktu yang lalu.

“Wa’alaikum salam,” jawab kakak perempuan saya sambil langsung membuka pintu.

Tampak di muka pintu beberapa anak berseragam merah putih berkerumun. Sedangkan saya saat itu masih bermalas-malasan, tiduran di ruang depan, dekat pintu masuk.

“Teh, Alvi ne ana? Wis lunga urung?” tanya salah seorang anak kecil pada kakak perempuan saya. (Terjemahan kalimat yang ada dalam tanda petik berwarna merah jambu:” Teh, Alvinya ada? Sudah berangkat belum?”)

“Urung! Urung lunga. Manjing be dikit. Tonggoni be ya?” begitu kata kakak saya sambil mempersilakan masuk. Kemudian diapun berlalu ke dapur. Sedangkan anak-anak kecil berseragam itu masuk ke dalam. Sementara itu saya masih males-malesan tidur. (“Belum! Belum berangkat! Masuk aja dulu. Tunggu aja ya?”)

Ya, begitulah hampir tiap pagi anak-anak berseragam itu nyamper adik kecil saya, Alvi namanya, untuk berangkat sekolah. Walaupun adik saya, si Alvi itu, kelas 6 SD saat ini, teman-teman yang nyamperin untuk ngajak berangkat sekolah bareng beragam. Bukan hanya yang kelas 6 tapi juga banyak anak yang kelas 5 atau kelas 4 ikutan nyamperin.

Entah saya tidak tahu sebabnya. Saya tidak tahu kenapa mereka selalu nyamperin adik saya. Mungkin karena mereka adalah teman bermain sehari-harinya. Atau teman pengajian, teman sekolah agama di sore hari. Saya tidak tahu! Yang saya tahu, mereka adalah anak-anak yang tinggal di sekitar rumah orang tua saya, yang satu RT, di Kampung nun jauh di sana, di Cilegon, tanah Banten.๐Ÿ˜€

“Engko tonggoni ya, kita ne lagi enggo kelambi dikit kiiiih,” terdengar suara Alvi dari balik kamar. Sepertinya dia sedang bersiap diri, pakai baju seragam. (“Nanti, tungguin ya, sayanya lagi pakai baju niih,”)

Setelah beberapa waktu lamanya. Sudah beres dan siap berangkat Alvi pun keluar dan menemui teman-temannya.

“Vi, PR iki keperemen sih? Gati enja! Kepremen sih?” tanya seorang teman Alvi segera setealh Alvi menemuinya. Sang teman pun menunjukkan buku PR-nya. (“Vi, PR ini gemana sih? Susah ternyata! Gemana sih?’)

Mendengar hal itu, saya pun terbangun. Sambil males-malesan saya ikutan nimbrung, melihat teman-teman Alvi yang sedang bertanya PR pada adik kecil saya itu. Di buku PR teman Alvi itu tampak sebuah soal matematika seperti berikut ini.

Bila ABCD adalah persegi yang panjang sisinya 10 cm. Tentukan luas daerah yang diarsir!

“Vi, kepremen sih? Enja kita mah ora bisa-bisa sing wingi ngerjani,” begitu kata Sofiah, salah seorang teman Alvi. (“Vi, gemana sih? Kok saya ga bisa-bisa dari kemarin negrjain itu,”)

“Kenen kih Sof. Carane, iki kan persegi. Terus sing iki kan (sing ora diarsir) sebenere mah satu lingkaran. Iki kan setengah lingkaran karo setengah lingkaran. Iya kan?” jelas Alvi pada Sofiah dan teman-temannya yang lain. (“Begini nih Sof. Caranya, ini kan persegi. Terus yang ini (yang tidak diarsir) sebetulnya adalah satu lingkaran. Ini kan setengah lingkaran dan setengah lingkaran. Iya kan?”)

“Terus, gelati luas sing diarsire kepremen?” tanya Ayu teman Alvi yang lain. (“Terus, cari luas yang diarsirnya bagaimana?”)

“Ya mengkenen. Berarti luas sing diarsir kuh sama dengan luas persegi dikurangi luas satu lingkaran (dengan diameter sama dengan panjang sisi peresegi)!” begitu Alvi menjelaskan dengan rinci ke teman-temannya. (“Ya begini. Berarti luas yang diarsir itu sama dengan luas persegi dikurangi luas satu lingkaran (dengan diameter sama dengan panjang sisi persegi!”)

“Ooooo iya, enja gampang ya….” seru beberapa teman Alvi setelah mengerti penjelasan adik kecil saya itu. (“Ooooo iya, ternyata gampang ya….”) Sementara itu, saya yang sedari tadi menyaksikan kejadian tersebut hanya senyum-senyum saja. Mengingat-ingat kejadian itu untuk kemudian menuliskannya dan saya hidangkan di blog ini.๐Ÿ˜€

Kemudian setelah melakukan perhitungan dan menyelesaikanya. Alvi dan teman-temannya berangkat ke sekolah. Berangkat dengan berjalan kaki kurang lebih satu kilometer jauhnya.

Saat mereka berangkat, saya hanya bisa menyaksikan dari belakang. Saya hanya bisa tersenyum senang! Senang ternyata adik kecil saya, yang dulu cengengnya luar biasa, adalah seorang anak yang cerdas dan suka membantu teman-temannya. Mungkin karena itu pula dia selalu punya banyak teman, disamper dan ditunggui keberangkatannya bila pergi ke sekolah.๐Ÿ˜€

***

Sepulang sekolah, setelah Alvi makan siang, saya iseng-iseng bertanya padanya.

“Vi, PR-e bener ya sing mesubuh dikerjani karo sira kaen?” tanya saya. (“Vi, PRnya bener ga yang tadi pagi kamu kerjain itu?”)

“Eeee, kita mah ora usah ngerjani PR maning. Wong soal iku sebenere mah soal ning kelas je. Batur-batur mah ora pada bisa. Kita doang sing bisa waktu kaen! He he… Jadine kita mah ora ngerjani maning, ” begitu kata Alvi dengan bangganya bercerita ke saya. (“Eeee, saya mah ga usah ngerjain PR itu lagi. Wong soal itu sebetulnya adalah soal di kelas. Teman-teman saya tidak ada yang bisa! Saya doang yang bisa waktu itu! He he … Jadinya saya mah ga usah ngerjain lagi.”)

“Oooo, ya wis bagus! Tapi, coba kih bisa ora ngerjani soal kien?” begitu kata saya, yang sudah mempersiapkan soal, yang sengaja sedikit mengubah soal sebelumnya, seperti tampak berikut ini. (“Oooo ya udah, bagus! Tapi coba ini kamu bisa engga ngerjain soal ini?”)

Bila ABCD adalah persegi dengan panjang sisi 10 cm, tentukanlah luas daerah yang diarsir!

Diberikan soal itu, Alvi dengan segera mengamati soal. Beberapa saat kemudian.

“Edeee, enja pada bae kuen sebenere mah soale. Jadi luase pada karo soal mesubuh kaen. Ah, gampang!” begitu kata Alvi dengan senangnya. (“Edeee, ternyata sama saja dengan soal tadi yang diatas). Jadi luas daerah yang diarsir untuk soal ini, sama dengan luas gambar pada soal yang tadi pagi (soal pertama).”)

“Ha ha ha… iya wis bagus. Berarti sira ngerti beneran. Kakang mah cuma ngetes doang…” tawa saya diiringi rasa bangga pada adik kecil saya itu. (“Ha ha ha .. iya udah bagus. Berarti kamu bener-bener ngerti. Kakang cuma ngetes aja kok…” ).

***

Sebetulnya masih ada dialog kelanjutannya. Adik saya tertantang setelah saya memberi soal-soal lain yang lebih sulit. Cuma sayang, karena sudah terlalu panjang artikel ini, maka saya sudahi saja sampai di sini. Ga apa-apa ya?๐Ÿ˜€

=======================================================

Ya sudah sampai di sini saja perjumpaan kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya. Amin. Sampai jumpa di artikel mendatang.

Catatan: Kalimat yang tertulis dengan warna merah jambu ditulis dalam bahasa Jawa Banten. Bahasa Jawa Banten itu kini dipakai di wilayah Cilegon-Banten, dan sebagian di daerah Serang, propinsi Banten. Bahasa Jawa Banten mirip dengan bahasa Jawa Cirebon, dengan beberapa perbedaan. Ya, bahasa Jawa Banten inilah bahasa Ibu saya dan keluarga besar saya di kampung sana. Bahasa pertama yang saya kenal.

13 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SD, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

13 responses to “Luasnya Sama

  1. Wah…pertamax dulu….. mumpung harganya belum naik lagi!:mrgreen:

  2. Sebelumnya….. itu seragam SD… merah putih apa putih merah ya?? Nyebutnya dari atas dulu atau dari bawah dulu ya?? Kalau putih merah nyebutnya kurang enak sih yaa…. kok mirip kayak bendera Polandia gitu….. kalau merah putih kan kayak bendera kita gitu….hehehe…….

    Wah…. jadi ingat pelajaran Geometri waktu setingkat SD dulu….. o iya kang Jupri…. orang2 zaman dulu sering nyebut2 pelajaran ‘Goniometri’, pernah dengar nggak?? Sampai sekarang saya bingung apa sih ‘Goniometri’ itu?? Sama persis nggak ya sama Geometri?? Apa berbeda sama sekali?? Saya cari2 di kamus Merriam-Webster’s dan di Google, yang saya tahu adalah Goniometri itu adalah ilmu ukur sudut…. ya kayak2 gituan lah….. Tapi moso sih jadul banget ada pelajaran khusus tentang Goniometri?? Apakah kang Jupri atau yang lainnya terutama orang2 jadul tua dulu, ada yang tau??

  3. komengnya ikut yang atas aza deh! Punten nya kang numpang beken waรฉ hehehe……:mrgreen:

  4. @Yari NK: Iya juga sih, tadinya mau bilang seragam putih merah, tapi ga lazim. Jadinya, ya udah saya sebut sesuai nama bendera aja.๐Ÿ˜€

    Btw, yang saya tahu Goniometri = Trigonometri.

    @Kopel Satpam: Mangga…๐Ÿ˜€

  5. Weew … Pak Al berbahasa Jawa, tapi jawanya kok aneh??
    wah … adik’e pinter yo pak. sapa dulu kakaknya *Ga nyambung*

  6. ho ho disamperi pak Satpam juga rupanya๐Ÿ™‚

    Alvi yang paling bungsukah?

  7. Ooooo….. goniometri = trigonometri toh?? Baru tahu saya! Huehehe…. emang kalau di Belanda namanya Goniometrie gitu ya?? Btw…. thannks ya atas infonya….๐Ÿ˜€

  8. cK

    waaah pelajaran matematikaaa..๐Ÿ˜€ kayaknya dulu saya gak ada deh soal seperti itu.๐Ÿ˜• apa saya lupa ya?๐Ÿ˜„

    ah…saya kangen pelajaran matematika..๐Ÿ˜

  9. adipati kademangan

    itu kelas 6 eS De pak? canggih bener soalnya
    padahal dulu waktu saya kelas 6 eS De masih diajarin tentang perubahan konversi ukuran: Km, mile, kaki, inch, lb, Kg, pound dkk. ndak nyampe kalo diajarin kayak gitu

  10. @mezzalena: aneh ya jawanya? Beda? He he he… itulah bahasa sehari-hari di rumahku…๐Ÿ˜€

    @Yoga: He he iya tuh disamperin juga. Iya Alvi yang paling kecil (bungsu).

    @Ersis: Iya Pak, melepas kangen… neeh

    @Yari NK: sama-sama. Saya tahu itu, pernah baca buku-buku matematika jadul seeh saat kuliah dulu. Atau kalau Pak Yari mau, silakan baca buku yang judulnya: Matematika Pendahuluan. (banyak sepertinya di Palasari tuh..๐Ÿ˜€ )

    @cK: ga ada ya mba Chika?๐Ÿ˜€ Soal itukan adanya di SD kampung…๐Ÿ˜€ Kan mba Chika SD nya di kota ya?๐Ÿ˜€

    @Adipati Kademangan: Oya?

  11. hair_one

    Wah, baca posting ini jadi ingat masa kecil dulu
    Aku sering belajar kelompok sama teman2 sekelas, ngerjain PR
    Matematika jadi momok, ngerjain PR bareng2 tapi yang ngerjain cuma 1 orang
    Tapi asyik….
    Salam kenal….

  12. wah, bahasae jawa banten ternyata meh podo karo bahasae wong pemalangan, peace ae wes………^-^……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s