Category Archives: Fisika

Paradoks Cinta: Jarak antara Dua Hati

Oleh Al Jupri

Seringkali antara dua kekasih, antara dua insan yang saling mencintai, terpisahkan oleh jarak. Gara-gara jarak hubungan bisa jadi perlahan melemah, bahkan purna, berakhir karena tidak ada titik temu.

Satu cara yang sering dilakukan oleh mereka yang saling mencintai namun terpisahkan oleh jarak adalah dengan saling berkomunikasi sebaik mungkin. Komunikasi adalah usaha untuk merekatkan hati yang dipisahkan oleh jarak.

Dalam budaya Indonesia, bila dua orang yang saling mencintai, maka pihak prialah yang cenderung aktif, mengejar pihak wanita yang dicintainya. Dan itu sudah lumrah, lazim di negeri kita yang menjunjung budaya ketimuran yang terkenal santun. Namun seringkali sang wanita seringkali malu-malu, dia akan sengaja lari minta dikejar. :mrgreen:

Hal tersebut berlaku pula saat jarak memisahkan dua hati yang saling mencintai tersebut. Pihak pria harus lebih aktif mengejar wanitanya. Ya, mengejar sang wanita dengan cara mengambil inisiatif untuk berkomunikasi. Seintensif mungkin, seberkualitas mungkin! Agar dia mampu mengejar hati sang wanita dan  tetap mendapatkannya. Tapi hal ini tidak mudah! Seringkali walau sang pria  sudah  berupaya, tapi sepertinya sulit menggapainya. Apa sebabnya? Adakah penjelasan matematisnya? Continue reading

Advertisements

28 Comments

Filed under Curhat, Fisika, Harapan, Humor, Iseng, Matematika, Matematika SMA, Matematika Universitas, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

Otomatis Pandai Matematika

Oleh: Al Jupri

Siang itu, tatkala matahari mulai menyengat, tatkala waktu sholat Jum’at akan segera tiba, segera kuhentikan sebuah angkot*. Pulang ke rumah kontrakan. Untuk segera bersiap menunaikan sholat Jum’at yang sudah di ambang waktu.

Dalam angkot saya duduk dengan beragam orang. Di salah satu pojok belakang, ada beberapa mahasiswa yang sedang asyik mengobrol. Di pojok belakang lainnya ada seorang bapak yang diam merenung. Di sebelahnya ada ibu-ibu yang juga terdiam. Tidak penuh memang angkot itu. Makanya ketika angkot itu saya hentikan, cukup dengan satu lambaian tangan, segera berhenti untuk mengangkut saya.

Entah sebuah keberuntungan atau godaan menurut Anda? Saya kebetulan mendapat tempat duduk di samping seorang gadis cantik nan manis, yang sedang melamun anggun. Continue reading

16 Comments

Filed under Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Fisika, Indonesia, Iseng, Matematika, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

Melawan Langkah Seribu

Oleh: Al Jupri

Mengambil langkah seribu bukan berarti melangkah seribu kali. Tetapi perkataan ini adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang berarti lari. Bila ungkapan ini dipakai dengan benar, tentu akan menambah indahnya suatu kalimat. Bila penggunaannya tepat, kita akan merasakan nuansa lain ketimbang bila kita menggunakan kata lari.

Namun demikian, terkadang, ada juga orang yang iseng kreatif dalam menggunakan memplesetkan ungkapan ini. Salah satu contohnya, dapat kita lihat pada interaksi antara seorang komentator blog, AgusBin, dan sang empunya blog, Yari NK, berikut ini*. Continue reading

15 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Curhat, Fisika, Humor, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

Jangan “Seperti” Ilmu Padi

Oleh: Al Jupri

Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk.

Ya, demikian pribahasa yang sering diungkapkan untuk menggambarkan seseorang yang makin tinggi ilmunya, makin banyak pengetahuannya, maka dia makin rendah hati, tidak sombong, dan tidak membangga-banggakan dirinya. Sifat-sifat seperti ini tentunya sangat terpuji, disuka oleh (hampir) semua orang, dan tentunya pula sesuai tuntunan ajaran agama (Islam). Karenanya perlu kita saya contoh.

Hampir bertolak belakang artinya dengan pribahasa tadi, ada juga pribahasa yang tak kalah populernya yaitu:

Tong kosong nyaring bunyinya.

Pribahasa ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang banyak bicara matematika tetapi sebetulnya miskin ilmu, fakir pengetahuan, sempit wawasan, tetapi suka sombong dan sering membangga-banggakan dirinya. Sifat-sifat seperti ini selain tidak disukai oleh kebanyakan orang, tidak terpuji, tentunya juga tidak layak kita saya teladani.

Terkait dengan kedua pribahasa tersebut, ada satu pertanyaan yang mengusik saya. Continue reading

27 Comments

Filed under Bahasa, Curhat, Fisika, Harapan, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SD, Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

Mungkinkah “Rumus Einstein” itu dari Melayu?

Oleh: Al Jupri

Dulu saya pernah bertanya pada teman saya yang dari jurusan fisika. Kenapa rumus Einstein yang terkenal itu adalah E = mc^2? Kenapa rumusnya bukan E = ma^2 atau E = mb^2 atau yang lainnya?

Mendapat pertanyaan itu, sepertinya teman saya itu menganggap pertanyaan saya tidaklah serius. Dia cuma ketawa saja. Terus, malahan dia balik bertanya ke saya. “Kenapa nama dai sejuta umat itu adalah Zainuddin MZ? Kenapa bukan Zainuddin MA, Zainuddin MB, atau yang lainnya?” begitu katanya.

Saya pun jadi tertawa dibuatnya. Hahaha… :mrgreen:

“Oh, iya. Saya tahu alasanya!” begitu kata teman saya itu.

“Serius nih?” tanya saya.

“Iya serius!” begitu katanya, dengan muka serius. Continue reading

17 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Curhat, Fisika, Iseng, Kenangan, Renungan, Sains

Hasil “Riset” Terbaru–> 3 Bulan = 20 “Menit”

Oleh: Al Jupri

Kabar ditemukannya klip lagu Indonesia Raya “asli” tak hanya menggemparkan dunia nyata. Dunia maya pun ikut-ikutan heboh dibuatnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tulisan mengenai kabar tersebut yang turut mewarnai alam maya ini.

Saya pun terpaksa, terpaksa tak bisa mengelak untuk membaca-baca beragam tulisan mengenai kabar berita tersebut. Saya membaca dari berbagai media online atau pun blog.

Dari aktivitas membaca itulah, ada berita yang menarik perhatian saya. Apa itu? Mari kita simak. Continue reading

14 Comments

Filed under Fisika, Indonesia, Iseng, Matematika, Renungan

Pola Pikir Sains* dan Matematika (Part 2)

Oleh: Al Jupri

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel: Pola Pikir Sains* dan Matematika (Part 1).

Setelah sang professor membahas tentang pola pikir sains, ia pun melanjutkan pembahasannya.

“Setelah kita tahu pola pikir sains, selanjutnya akan kita bahas pola pikir matematika. Seperti apakah pola pikir matematika itu?” begitu pertanyaan retorik sang professor. Suasana yang semula agak ramai karena diskusi, sekarang mulai tenang lagi. Para mahasiswa mulai diam berkonsentrasi, siap menyimak penjelasan selanjutnya.

“Berbeda dengan sains, pola pikir yang digunakan dalam matematika itu adalah pola pikir deduktif. Yakni pola pikir yang didasarkan pada pernyataan yang umum kemudian diturunkan kasus-kasus yang khusus. Jadi pola pikir ini berkebalikan dengan pola pikir induktif. Untuk lebih mudahnya, mari kita lihat contoh proses berpikir deduktif itu,” begitu kata sang professor. Kemudian ia menuliskan sesuatu di papan tulis, seperti berikut ini. Continue reading

15 Comments

Filed under Fisika, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Sains