X, Y, dan Z

Oleh: Al Jupri

Dalam acara Empat Mata yang saya tonton, di salah satu situs yang katanya diblokir oleh pemerintah Indonesia, terjadi perbincangan menarik antara Tukul, sang pembawa acara, dan dokter Boyke, seorang pakar seks paling terkenal di negeri kita.

Tukul: “Posisi bercinta*ย  bisa menentukan jenis kelamin anak, ini bener apa ga dok?”

Boyke: “Salah! ”

Tukul: “Loh..?”

Boyke: “Itu hanya mitos! Jadi…”

Tukul: “Jadi kalau salah satu, bener delapan lho dok!”

Hua ha ha ha ha… (penonton tertawa)

Boyke: “Iya… tapi ga beneeer! Namanya jenis kelamin anak itu, ditentukan oleh sperma yang membuahi…”

Tukul: “Oooo…”

Boyke: “Kalau spermanya eks (tulis: x), anaknya perempuan…. Kalau spermanya ey (tulis: y) anaknya laki-laki…. Gitu lho…! “

Ketika saya saksikan perbincangan di atas, awalnya saya senyum-senyum saja. Menarik! Selain mendapat informasi dari ahlinya, juga sekalian mengingat pelajaran Biologi sewaktu SMA dulu. Tapi, ketika dokter Boyke menyebut huruf “y” dengan sebutan “ey” saya sedikit tersentak! Heran!

Saya heran kenapa seorang pakar menyebut huruf “y” dengan sebutan “ey”? Begitu pertanyaan saya mula-mula. Yang saya tahu, sejak SD, saya diajari menyebut “y” dengan sebutan “ye”, bukan “ey”! Karena itu, saya berpikir kalau dokter Boyke itu telah melakukan kekeliruan.

***

Jauh-jauh hari sebelum saya saksikan acara Empat Mata tadi, seorang teman saya yang orang Belanda, menyebut nama saya, Al Jupri, dengan sebutan “Al Yupri”. Saya heran! Tapi saya cuek** saja! Keheranan saya terus berlanjut ketika orang-orang Belanda yang lain menyebut nama saya dengan sebutan “Al Yupri”. Lagi-lagi, saya masih diam saja, masih cuek juga!

****

Keheranan saya tentang orang-orang Belanda yang sering salah kalau menyebut nama saya itu sudah berlangsung lama, kurang lebih dimulai sejak satu setengah tahun yang lalu ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di negeri yang pernah menjajah negeri kita, negeri Belanda ini. Hingga, di kemudian hari, setelah menyaksikan acara Empat Mata tadi, keheranan dan tanda tanya saya itu pun membuncah! Saya pun terpaksa iseng bertanya ke seorang teman.

Seorang teman, sebut saja namanya Yusuf, yang sudah lama tinggal dan bekerja di Belanda menjawab keheranan saya. Iseng-iseng terjadilah obrolan berikut.

Saya: “Mas Yusuf, kenapa sih orang-orang Belanda sering salah menyebut nama saya?”

Yusuf: “Salah gemana?”

Saya: “Itu…, kok nama saya disebutnya Al Yupri sih?”

Yusuf: “Ooo… itukan orang Belanda emang gitu, menyebut huruf ‘J’ dengan sebutan ‘ye’. “

Saya: “Ooo gitu ya mas? Terus, kalau menyebut ‘y’ sendiri gemana dong?’

Yusuf: “Ey..”

Saya: “Ooo gitu….”

Kemudian mas Yusuf menjelaskan panjang lebar tentang penyebutan huruf (ejaan) bahasa Belanda khususnya tentang huruf “y” dan “j”.

Dari penjelasan mas Yusuf, saya jadi mengerti kenapa masih ada sebagian orang Indonesia yang menyebut husuf “y” dengan sebutan “ey”. Dan saya pun jadi mengerti kenapa dokter Boyke melakukan hal itu. Ya, saya berkesimpulan kalau dokter Boyke masih terpengaruh oleh ejaan lama yang pernah dipakai di negeri kita. Ejaan lama yang merupakan warisan penjajah Belanda.

Hal lain yang bagi saya menarik dari perbincangan antara Tukul dan dokter Boyke di atas adalah tentang penggunaaan huruf “X” dan huruf “Y” untuk membedakan jenis sperma yang katanya berpengaruh pada jenis kelamin janin yang akan terjadi dalam proses pembuahan di dalam rahim.

Saya jadi bertanya pada diri sendiri. Kenapa untuk membedakannya harus menggunakan huruf “X” dan “Y”? Kenapa tidak pakai huruf yang lain? (Mungkin ini bukanlah pertanyaan yang penting! Dan orang-orang yang ahli di bidang seks atau Biologi mungkin sudah tahu alasannya.)

Kemudian saya pun merenung alias iseng-iseng ‘melamun’.:mrgreen:

Dalam ‘lamunan’ saya, berseliweranlah hal-hal yang terkait dengan huruf ” X” dan “Y’ tersebut. Beberapa yang berseliweran itu saya tuliskan berikut ini. Mau tahu ga? Kalau mau tahu, teruskan ya bacanya….

Yang pertama, saya lagi-lagi teringat sebuah kejadian. Seorang teman pernah sedikit bercanda dan memberikan pernyataan begini pada saya.

“Al, kamu itu, belajar matematika dari dulu sampai sekarang, nyarinya cuma itu-itu aja! Kalau ga nyari X”, pasti nyari ‘Y’! Kalau ga nyari keduanya, pasti nyari ‘Z’! He he he… Ngomong-ngomong, udah ketemu belum si ‘X’, si ‘Y’ sama si ‘Z’ nya? He he he… :D”

Mendapat candaan seperti itu, saya hanya senyum-senyum saja, sedikit tertawa, dan tak banyak komentar. Dipikir-pikir, banyak bener-nya juga candaan teman saya itu, walaupun banyak juga salahnya. He he he…:mrgreen: Menurut Anda bagaimana?

Yang kedua, saya teringat buku-buku matematika yang pernah saya baca dan pelajari sewaktu SMA dulu (tahun 1997-2000). Ya, buku pelajaran matematika yang ditulis oleh Sartono Wirodikromo, yang cover bukunya bertuliskan huruf X, Y, dan Z dalam ukuran besar.

Bagi saya, yang waktu itu baru menyenangi pelajaran matematika, buku tulisan beliau mudah untuk dipahami. Mudah untuk dipelajari secara mandiri. Selain uraiannya jelas, gamblang, juga ditunjang oleh ilustrasi-ilustrasi yang menarik. Setiap penjelasan dilengkapi dengan contoh dan ilustrasi yang mudah dipahami. Karena itu, saya kagum dengan gaya penulisannya yang memudahkan pembaca, seperti saya, bukan mempersulit.

Saking kagumnya, saya sempat ‘bercita-cita’ ingin jadi penulis matematika yang bisa menghidangkan matematika semenarik dan semudah mungkin. Bukan seangker dan sesulit mungkin!!! Ya, saya ingin jadi penulis yang bisa menyajikan matematika yang mudah dibaca, mudah dipelajari, dan mudah dipahami. Walau hingga kini, belum kesampaian cita-cita itu. He he he he…:mrgreen:

Yang ketiga, saya teringat dengan sebuah teorema paling terkenal dalam matematika. Teorema yang saya kenal sejak belajar matematika di SD dulu. Ya, teorema itu tak lain dan tak bukan adalah Teorema Pythagoras, yang bunyinya kurang lebih begini.

Jumlah kuadrat dari panjang sisi-sisi segitiga siku-siku sama dengan kuadrat dari sisi miring-nya.***

Untuk kasus pada gambar di atas, menurut teorema Pythagoras, maka X^2 + Y^2 = Z^2.

Sebetulnya, masih banyak hal lain yang berseliweran di pikiran saya tentang “X”, “Y”, dan “Z” itu. Tapi saya pikir, saya sudahi saja sampai di sini ya. Cukup!!! Sudah kebanyakan tulisannya!

Oh, iya. Kembali ke pertanyaan saya semula. Kenapa untuk membedakan jenis sperma (mungkin tepatnya kromosom yang ada dalam sperma) para ahli menggunakan huruf “X” dan “Y”? Saya hanya baru bisa berkesimpulan, menduga-duga, barangkali karena matematika sudah mempengaruhi sebagian besar hidup para ahli itu (walau mungkin tak disadarinya). Sehingga untuk menyebut dua hal yang belum diketahui sebelumnya, maka mereka namakan dengan sebutan “X” dan “Y”. Serupa halnya dengan yang terjadi di kehidupan kita, sebagai masyarakat biasa, seringkali kita menyebut hal-hal yang belum diketahui, dengan sebutan “X” atau “Y” atau dengan huruf-huruf yang sering diperbincangkan dalam matematika. Iya kan?

=======================================================

Ya sudah segitu saja ya perjumpaan kita kali ini. Semoga kita masih bisa berjumpa di kesempatan mendatang. Saya belum tahu, entah kapan saya akan mengisi blog ini lagi. Apakah akan terbengkalai atau tidak, saya belum tahu!

Besok, 28 April 2008, saya akan pulang kampung, pulang ke Indonesia. Baru bisa pulang besok, setelah sekian lama menuntut ilmu di sini, di negeri Kincir Angin. Duh, rindu rasanya dengan orang tua, teteh, adik-adik saya, dan semuanya (orang-orang yang saya rindukan dan merindukan saya.๐Ÿ˜€ ). Do’akan, semoga saya bisa berjumpa dengan orang-orang yang saya rindukan. Terimakasih!

Mohon maaf bila selama ini ada perkataan (dalam tulisan) yang kurang berkenan bagi Anda, para pembaca blog ini. Maaf ya…

Mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya. Amin.

=======================================================

Catatan:

*Bercinta = Berhubungan seks antara suami dan istri yang sah.

**Cuek dalam kalimat ini berarti acuh-tak acuh (Biarin saja, masa bodo!).

***Sisi miring = hypotenusa. Namun, seingat saya, di SD lebih dikenal dengan sebutan sisi miring.

26 Comments

Filed under Bahasa, Book(s), Cerita Menarik, Curhat, Humor, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh

26 responses to “X, Y, dan Z

  1. baru kali ini sy ketemu orang yg bener2 seneng matematika๐Ÿ™‚ dulu sy waktu sma 3 ada pilihan jurusan. Dan dng pasti, sy masuk kelas bahasa. Saat ngobrol temen2 sekelas mengapa masuk kelas bahasa. Jawabannya satu nada : ngak suka pelajaran matematika

    sorry yah๐Ÿ™‚
    __________
    Al Jupri: Iya gpp. Kalau saya sih suka pelajaran bahasa, makanya belajar nulis nih, biar bisa berbahasa dengan baik dan benar…๐Ÿ˜€

  2. hore pulang kampung … kopdar dong๐Ÿ˜€
    _________
    Al Jupri: Insya Allah Ndoro… kapan?๐Ÿ˜€

  3. Ye makaseh … behesen menerek … Ngomong-ngomong bunga Tulip mekar bulan apa ya, apa sepanjang tahun? Pengin juga ke negeri (mantan) penjajah he he. Salam dari Tanah Air.
    _________
    Al Jupri: Bulan ini Pak kebetulan bunga tulip dan bunga-bunga yang lain sedang mekar…, mekarnya pas spring (musim semi) aja….. ya salam juga, besok saya pulang…๐Ÿ˜€

  4. Cuma pengen bilang kalo “y” yang dalam bahasa indonesia dilafalkan sebagai “ye” itu ternyata dalam alfabet bahasa belanda duluuuu dituliskan dalam bentuk “ij” sehingga bacanya pun “ey”. dulu sih ada huruf sambung resmi untuk “ij” ini namun sekarang sepertinya biasa ditulis terpisah.

    Ngomong-ngomong, mm.. rada norak sih, tapi saya kagum sekali dengan analisis phytagoras bahwa dalam suatu segitiga siku-siku, jarak terpendek adalah hypotenusa-nya meskipun kuadrat dari hypotenusa itu adalah penjumlahan dari kuadrat sisi siku-sikunya. Kalimat saya rada susah dimengerti ya? Hihihi… Maaaaff… Ya gitu deh maksudnya, saking kagumnya ama Phytagoras๐Ÿ˜‰

    Jangan lupa ngeblog ya Pak dari Indonesia nanti meskipun rada sakaw. Hehehe… Selamat beberes, semoga bagasinya gak kelebihan…๐Ÿ™‚
    ___________
    Al Jupri: Makasih infonya.๐Ÿ˜€
    Iya saya mengerti yang kamu maksudkan dengan ‘jarak terpendek’… nanti deh kapan-kapan tentang teorema Pythagoras akan didiskusikan di sini, walaupun di dunia maya ini sudah buanyak yang membahasnya (dalam bahasa Inggris).๐Ÿ˜€

    Ya makasih. MUdah-mudahan ga kelebihan. Dan semoga bisa ngeblog juga dari sana …๐Ÿ˜€

  5. adipati kademangan

    wah pulang kampung nich
    makan – makan dalam kopdar ….

  6. Wah…. nanti kita2 dong yang kehilangan kalo kang Jupri nggak online lama……di tanah air nanti bakalan online nggak, sekali dua kali?? Hahaha… ya udah saya doakan moga2 dapat melepas kerinduan dengan orang2 yang mendapatkan di hati kang Jupri……

    O iya mengenai X dan Y memang tuh seringkali digunakan, tapi A dan B juga sering lho dipergunakan. Contohnya golongan darah, juga nama2 Vitamin, mungkin karena nama2 vitamin dulu diperkirakan akan banyak macamnya maka dimulainya dari huruf A, kalau dari huruf X nanti cepat habisnya….. wakakakakak………๐Ÿ˜† Juga penggambaran sesuatu yang belum pasti misalnya: dari Kota A ke Kota B. Dalam matematika juga ada rumus ABC: {X}_{1,2}=\frac{-b\pm \sqrt{b^{2}-4ac}}{2a} dan lain-lain.

    Juga sering juga dipakai huruf Yunani ฮฑ, ฮฒ, ฮด seperti untuk partikel radioaktif, penamaan sudut: sudut ฮฑ, sudut ฮฒ, dst…… **halaah komennya jadi ngaco neh!*:mrgreen:

  7. Waah ada yang mau pulang kampung! Moga-moga perjalanannya lancar, rencana-rencana di tanah air sukses terlaksana dan jangan lupa oleh-olehnya :p

  8. Selamat Datang di Tanah Air Pak …

  9. Hati-hati Pak. Semoga perjalanannya lancar dan dapat segera bertemu dengan orang-orang yang Bapak cintai๐Ÿ™‚. Btw, teman-temannya x,y, dan z yang lain adalah a,b, dan c. Hm, uniknya kenapa huruf ketiga awal dan huruf ketiga akhir yang dipakai ya? *halah, nggak nyambung banget* hehehe.

  10. wah guru matik, bisa kursus neh… Kebetulan saya juga suka matik๐Ÿ˜›

  11. Ya, buku pelajaran matematika yang ditulis oleh Sartono Wirodikromo, yang cover bukunya bertuliskan huruf X, Y, dan Z dalam ukuran besar.

    Iiihh iya Om buku nya sama ama yg saya pake waktu SMA… Jangan2 ni buku yg Om pinjem dari saya trus blum dibalikin ampe skarang nieh๐Ÿ˜• … Hihihihiii… becanda Om…๐Ÿ˜€

    Iya sih tuh buku lumayan bagus juga (soale gak ada lagi buku yang saya pake waktu dulu :)) ). Tapi kalo tuk blajar mandiri. iddiiiihhh ngggak aaahh… Maaaaapppp….

  12. satu lagi Om ternyata x dan y ntu gak hanya dipake waktu SMU ajah… Kuliah Ilmu Komputer juga suka make tuh “2 huruf ajaib” yang bisa mengantarkan kita pada nilai “A” … hehehe…. tapi klo sy mbacanya Eks dan Yeeee.. Hipup “X” dan “Y”… tambah ngawur aje nih kome๐Ÿ˜€

  13. wah ketiga huruf ini memang sering banget dipakai ya Mas dalam matematika, saya juga kadang bingung kenapa harus huruf tersebut.
    tapi kalau yang rumus pitagoras itu sekarang banyak juga yang pakai a, b, dan c lho Mas๐Ÿ™‚
    Minta oleh-olehnya donk Mas dari Belanda, hehehehe:mrgreen:

  14. sebentar , lagi buka buku matematika

  15. Anonymous

    yah, suka-suka nya yang nemuin kromosom lah Kg.Jup.

    saya juga bingung kenapa klo dalam pemrograman
    itu looping selalu dimulai dari huruf i !

    misalnya
    for ($i=1; $i<=20; $i++) {
    }

    kenapa nggak $m atau $y ngono.

  16. yuli

    Asslmkmwrwb
    Salam kenal mas Jupri

    wah, kalo baca blog mas matematika jadi serasa menyenangkan yach!! padahal selama ini mtk adalah sesuatu yang dianggap momok bagi hampir seluruh siswa kelas berapa aja.

    Salut dah buat mas Jupri (saya ga salah sebut kan?! hehehehe….)

  17. Qyu

    Em,,,

    Salam kenal dari Qyu,,
    Wah,, Q seneng liat orang yang suka math,
    Q kuliah di jurusan math, tapi sampai tingkat tiga belum bisa mencintai math…
    tapi bukan berarti benci.
    karena banyak hal yang menarik dari math,,
    tapi Q sulit untuk mengerti.

  18. Bagi saya Al Jupri adalah Mr. X dan guru matematika saya adalah Mr. Y! Hehe.. Dari dulu saya paling suka pelajaran matematika. Saya suka lihat angka. Paling favorit adalah pelajaran aljabar (untung dulu blm kenal al jupri, bisa-bisa saya pelesetin.. Hehe) Waktu ebtanas SD dan SMP nilai saya mendekati 10 (skala bukan 100 lho). Waktu SMA nilai matematika yg menyelamatkan nilai lainnya.
    Waktu kuliah ekonomi, kemanpuan logika matematika saya juga menyelamatkan saya dalam mengerjakan soal akuntansi, statistik bisnis hingga manajemen stratejik. Makanya kesimpulan saya dunia ini penuh dg angka-angka, penuh dg matematik. Dan tidak salah setiap hari saya penuhi hidup ini dengan tulisan-tulisan Al Jupri. Thx Mr. X!

  19. Iya.. ya.. kenapa orang matematika itu cuma pusing berlama=lama cuma untuk nyari X, Y, dan Z. Ilmu yan aneh

  20. @Untuk semuanya: Terimakasih atas segala komentarnya. Terimakasih atas segala komennya, and mohon maaf komennya saya bales bareng-bareng.๐Ÿ˜€

  21. hair_one

    Emang, dalam ilmu2 fisika, kimia dan matematika kita sering berkutat pada huruf X, Y dan Z. Entah berapa kali ketiga huruf itu muncul dalam buku2 ilmu pasti. Yang pasti, mengutak atik X, Y dan Z sampai ketemu jawabannya memang menarik.
    Tapi dalam 4 tahun terakhir, kita musti juga perhatiin dua huruf lainnya yang tak kalah populer. Karena selain muncul di buku, kedua huruf tersebut juga sering terpampang di headline koran, spanduk demonstran, muncul di berita TV n etc..
    Ya, dua huruf itu adalah S dan B, berpasangan dengan huruf Y
    Jadinya : ………… SBY.
    Mungkin suatu saat, Pak Jupri atau para matematikawan Indonesia perlu membuat suatu formula, persamaan atau apalah dlm matematika dengan memakai abjad S dan B untuk menyaingi kepopuleran X dan Y
    Selamat mencoba……….

  22. saya pernah suka matematika dan pernah benar-benar jatuh cinta dengan matematika. x dan y memang huruf yang ajaib (tanpa bermaksud mendiskriminasikan huruf-huruf indah lainnya)..
    saking cintanya dengan matematika, saya tinggal di blok XY 7… halah ga nyambung…
    anyway terima kasih sdh sharing informasi disini…

  23. saya ga pernah memikirkan sampai sejauh itu tuh soal si X, Y dan Z

    mungkin karena ini adalah huruf huruf bernilai tinggi kalau digunakan dalam permainan scrabble๐Ÿ˜€

  24. farida

    saya juga pnah menanyakan demikian pada saat sma dulu. kesimpulan saya sama, karena ingin menyatakan suatu sebarang (yang entah apa namanya alyas belum diketahui). untuk itu digunakanlah notasi huruf yang jarang digunakan seperti x (memberi makna sebarang/sesuatu yang entah apa), trus untuk memudahkan diteruskan aj x, y, z.

    …….. menurut saya………..

  25. Bela Ronaldoe

    Oya mas…mengenai x dan y tadi….tu memang kebetulan bentuk kromosomnya menyerupai huruf x dan y…terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s