July 5, 2009

Cara Memprediksi Kemampuan Calon Mahasiswa

Oleh Al Jupri

“Tahun ini materi ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri sedikit berbeda ya?” kata seorang teman, sesama pengawas, saat saya untuk pertama kalinya menjadi pengawas Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tanggal 1 Juli 2009 lalu.

“Maksudnya, apa, Pak?” tanya saya, mencari penjelasan.

“Iya, kalau tahun-tahun sebelumnya, tidak ada TPA (Tes Potensi Akademik). Sedangkan tahun ini ada,” jelas teman saya.

Ya, memang begitulah kenyataan yang terjadi. Untuk tahun ini materi yang diujikan di seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tak hanya materi bidang studi, tetapi mencakup adanya TPA.

Menurut pandangan awam saya, adanya TPA di ujian masuk PTN merupakan sebuah langkah maju dalam menyeleksi calon mahasiswa yang layak duduk di PTN. Mengapa begitu? Keep reading →

June 28, 2009

JK Bicara Matematika

Oleh Al Jupri

Siapa capres yang berslogan “Lebih Cepat Lebih Baik”? Saya yakin, bila Anda tidak buta informasi, Anda akan menjawab JK alias Jusuf Kalla. Menjelang pilpres 8 Juli 2009 mendatang, kini sang capres makin meroket meningkat popularitasnya. Karena itu, menurut analisa beberapa pengamat politik, JK kini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh para kompetitornya.  Bahkan ada yang memprediksi bahwa JK bakal menjadi orang nomor satu di negeri ini. Apa sebabnya? Keep reading →

June 14, 2009

‘Abu Nawas’ Bingung Memilih Capres

Cerpen oleh Al Jupri

Sebentar lagi, untuk yang kedua kalinya, negeri kita akan mengadakan pemilihan umum pasangan presiden dan wakilnya secara langsung. Para capres-cawapres sudah mulai aktif berkampanye. Dengan beragam cara: iklan di media masa, pencitraan lewat survey-survey, dan sebagainya. Mereka pun tiap hari  sangat rajin berkeliling negeri ini. Menebar janji-janji manis bagi calon rakyatnya. Namun, saat berkampanye, tak jarang antar pasangan saling menjelek-jelekkan.

Ada yang mengklaim bahwa hanya pasangannya saja yang layak dipilih karena pasangan-pasangan lain belum  memberi bukti, belum berpengalaman, hanya menebar janji, hanya menghembuskan angin surga, tidak bersih, tidak santun, dan lainnya. Sementara pasangan lain secara gamblang mengatakan bahwa kalau bukan karenanya maka perdamaian di negeri ini bakal sulit tercapai, pemerintah tidak mungkin berjalan dengan baik dan cepat, keputusan-keputusan tidak mungkin cepat dilakukan sebab penguasa utama yang saat ini ada tidak berani ambil keputusan (peragu), dan lain-lain.

Karena sebab tersebut,  rakyat kita banyak yang bingung dibuatnya. Tak terkecuali dengan ‘Abu Nawas’ yang pusing  tujuh keliling karenanya. Siapa Abu Nawas yang dimaksudkan di sini? Ya dia hanyalah seorang sopir angkot biasa–yang kebetulan disebut dengan panggilan itu. Para teman sesama sopir memanggil dengan sebutan itu karena tingkahnya mirip Abu Nawas–tokoh humoris dalam kisah-kisah klasik Timur-tengah yang termasyhur. Salah satu kisah sang “Abu Nawas” terkait pemilu presiden mendatang terurai berikut ini. Keep reading →

June 3, 2009

Mencari Akar Pangkat Tiga Sebuah Bilangan

Oleh Al Jupri

Pak Al Jupri, bagaimana sih menentukan akar pangkat tiga sebuah bilangan itu? Misalnya bagaimana menentukan nilai dari \sqrt[3]{100}

Demikian kurang lebihnya satu pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang komentator di blog ini. Mulanya akan langsung saya jawab pertanyaan tersebut di kolom komentar. Namun, saya berpikir bahwa pertanyaan tersebut akan lebih bermanfaat bila saya jawab dalam bentuk sebuah artikel. Karena itu, inilah jawaban yang (baru) bisa saya berikan! Keep reading →

May 31, 2009

Semuanya Karena Cinta

Oleh Al Jupri

“Mengapa Allah Swt menciptakan alam semesta beserta isinya dengan manusia sebagai khalifahnya? Mengapa Allah menciptakan surga dan neraka? Apa untungnya bagi Allah menghadiahi Surga bagi mereka yang beriman dan mengganjar Neraka bagi mereka yang membangkang?”

Itulah sekumpulan pertanyaan yang dilontarkan salah seorang teman beberapa waktu lalu, saat kami dalam perjalanan. Disodori pertanyaan-pertanyaan seperti itu, bagi saya, cukup sulit untuk menjawabnya. Tetapi karena itu hanyalah diskusi biasa antar teman, saya pun berusaha menjawabnya, sebisa-bisanya.

Sudah bermacam-macam jawaban saya berikan. Tapi sayang, semuanya, katanya belumlah tepat. Saat saya tanyakan apa jawabnya, dia malah memberi tempo pada saya untuk terus mencari jawab atas sekumpulan pertanyaan tadi. Sampai suatu hari, saat jumpa dengannya, dengan rasa penasaran yang memuncak saya pun tak kuasa untuk tidak bertanya padanya.

“Apa sih jawabnya?” tanya saya dengan tak sabar, menahan rasa ingin tahu yang mendalam. Keep reading →

May 16, 2009

Budi Anduk Cawapres? Yes!

Oleh Al Jupri

Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk

Ya, itulah bunyi spanduk yang beberapa hari ini lalu ramai diberitakan. Spanduk tersebut muncul beberapa hari sebelum pendeklarasian salah satu pasangan capres-cawapres di negeri kita–menjelang pemilihan presiden bulan Juli 2009.

Sebagai warga negara yang netral, saat membaca berita tentang hal tersebut, tentu saya tertawa dibuatnya. Bukan karena mentertawai Budiono sebagai cawapres, tetapi karena teringat tingkah polah Budi Anduk–sang komedian yang sering saya tonton di TV. :mrgreen: Mungkin sudah begitu garis hidup sang Budi Anduk: tak hanya di TV dia menjadi obyek bulan-bulanan lawan mainnya, di dunia nyata pun dia mengalami hal yang sama.

Menurut pandangan awam saya, spanduk tersebut sifatnya menguntungkan: baik bagi Budiono ataupun Budi Anduk. Alasannya? Keep reading →

May 9, 2009

Menguji Kecerdasan Anak

Oleh Al Jupri

Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Mangga, dan Ungu. Mana yang salah?” tanya seorang bapak pada anaknya beberapa waktu yang lampau. Diberi pertanyaan demikian, sang anak tampak berpikir, lantas berseru menjawab, Mangga!”

Saat memperhatikan kejadian tersebut, saya tersenyum dan kagum. Sang anak–yang saya perkirakan berusia enam tahun–bisa membuat kesimpulan yang benar dari serangkaian data yang diberikan padanya. Masih dalam kekaguman tersebut, tampak sang bapak kembali memberi pertanyaan lain. Keep reading →

May 2, 2009

Saya Rindu Kamu

Oleh Al Jupri

Mas saya punya tebakan, jawab ya!

Huruf kedua dari 5 + rotasi 180^0 dari huruf W + huruf pertama dari ICE + dua kali huruf sebelum T\frac{3}{4} dari huruf X + huruf ke-15 + U.

Apa coba bacanya? Maaf kalau tebakannya tidak bermutu, tapi ini jujur dari lubuk hati saya yang terdalam. :)

Demikianlah satu pesan singkat yang saya terima dari seseorang nun jauh di sana. Saat mula-mula membacanya, memang tak langsung saya mengerti. Namun dengan sedikit berpikir, maka tahulah apa pesan di balik tebakan tersebut. Dan reaksi saya, hanya bisa senyum-senyum saja. :-p

Apa sih isinya? Keep reading →

April 29, 2009

Daur Ulang Soal-soal Matematika

Oleh Al Jupri

Bila kita mendengar istilah “daur ulang”, maka yang akan terpikir oleh kebanyakan dari kita adalah tentang proses pemanfaatan kembali “sampah” yang sudah dibuang–alias tidak terpakai. Contohnya botol-botol bekas air mineral yang didaur ulang menjadi botol kembali atau produk lain yang menggunakan bahan bekas botol-botol tersebut.

Daur ulang itu sendiri, menurut Wikipedia, terdiri dari kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk yang bisa dipakai (kembali).

Lantas,  apakah istilah “daur ulang” bisa diterapkan dalam matematika? Bila bisa, apa saja yang bisa didaur ulang? Terus, bagaimana caranya? Keep reading →

April 8, 2009

Untukmu yang Kupanggil Cinta

Oleh Al Jupri

Cerpen ini merupakan lanjutan dari kisah “Romantis dengan Matematika (Part1 + Part 2)”

Sabtu siang, sekitar pukul 13:00-an, seperti biasanya Pak Zero menuju toko buku langganannya. Setiba di tempat tujuan, Pak Zero langsung ke tempat buku-buku yang menyangkut matematika.

Sayang seribu sayang, ternyata, setelah mencari-cari dan bertanya-tanya–pada petugas di toko buku tersebut, buku-buku matematika yang dicarinya tidak ada. Kecewa rasanya, tapi Pak Zero tak bisa berbuat apa-apa. Untuk mengganti kekecewaaannya, Pak Zero menuju tempat buku-buku sastra. Sekedar refreshing, mencari bacaan ringan kesukaannya.

Sebetulnya Pak Zero tidak begitu suka dengan sastra. Dia cuma suka membaca-baca buku-buku  sastra, seperti: kumpulan cerita, novel, atau kumpulan dongeng. Jadi, bisa dibilang, Pak Zero cuma sebagai seorang penikmat karya -karya sastra.

Dari sekian karya-karya sastra yang ada di toko buku tersebut, Pak Zero tertarik pada sebuah novel yang judulnya: Keep reading →