Mari Kita Mulai dari Nol

Oleh: Al Jupri

Di malam pengantin yang syahdu nan romantis, Romlah dibisiki Juned dengan berbagai kata manis nan optimis.

“Wahai bidadariku, duhai sayangku, mulai malam ini mari kita buka lembaran baru hidup kita, marilah segalanya kita mulai dari nol!”

Itulah kata-kata pembuka yang Juned ungkapkan pada istri tercintanya saat memulai indahnya hidup berumah tangga. Mendengar itu, tentulah Romlah serasa terbang ke awan, terbang dalam awang-awang kebahagiaan, terbang menuju cita-cita impian. Malam itu, kamar pengantin mereka seakan menjadi surga yang sesungguhnya. Ungkapan apapun tak akan cukup untuk melukiskan kebahagiaan mereka berdua.

Di artikel ini, saya tak bermaksud membahas tentang indahnya malam pengantin. Sebabnya jelas, itu bukanlah bidang saya dalam merangkai kata dan cerita. Bila cerita fiktif tadi dilanjutkan, barangkali Anda tak akan berminat membacanya, Anda pasti langsung stop sampai di sini!😀

Lalu, apa yang akan dibahas?

Di sini akan kita diskusikan sedikit hal tentang satu kata yang diungkapkan Juned dalam penggalan cerita tadi serta kaitannya dengan makna ungkapan. Kata tersebut, tak lain dan tak bukan adalah kata ‘NOL“. Ya, kata ini digunakan untuk menyebut sebuah angka yang sangat penting, menarik, aneh, sekaligus luar biasa karena menjadi tonggak lahir dan berkembangnya teknologi canggih yang kita nikmati saat ini. Masa sih? Kok bisa begitu? Kalau tidak percaya, renungkan uraian-uraian berikut!

Apa yang Anda pikirkan saat Anda mendengar sejumlah uang (dalam rupiah), misalnya: seribu, sembilan ribu, tujuh ratus ribu, dua juta, atau bahkan dua milyar? Saya yakin, Anda akan memikirkan banyaknya angka nol setelah angka terdepan untuk menyebutkan jumlah uang tadi. Dengan adanya tiga angka nol di belakang angka sembilan misalnya, maka ini menandakan bahwa itu adalah sembilan ribu. Jika biasanya Anda bergaji dua juta sebulan, lalu pada waktu tertentu Anda mendapati struk gaji dengan angka terdepan 2 diikuti lima angka nol saja, apa yang akan Anda perbuat? Anda pasti langsung akan protes dan mencari tahu sebabnya.😀

Saat pertama kali Anda belajar penjumlahan dan pengurangan, dan andaikan angka nol tidak dikenal, bagaimana Anda menjawab soal-soal berikut?

  • 5 + 5 =….
  • 7 – 7 = …

Hal menarik lain tentang angka nol, dalam matematika, dapat dilihat dalam kasus-kasus berikut:

  • Untuk menentukan hasil 20 \times 20 misalnya, kita cukup melakukan 2 \times 2 = 4, lalu hasilnya adalah 400 (seolah-olah hanya dengan mengambil dua angka nol  dari 20 dan 20 lalu menempatkannya berimpit di belakang 4).
  • 1 + 0 = 1, 5 - 0 = 5, 1234 \times 0 = 0, dan lainnya. Dari contoh ini kita lihat betapa istimewanya sifat penjumlahan, pengurangan, dan perkalian dengan nol. Ya, sebuah bilangan bila ditambah atau dikurangi dengan nol, maka hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Dan, suatu bilangan bila dikali dengan nol, maka hasilnya adalah nol.
  • Berapakah hasil dari \frac{0}{12}, \frac{0}{0} dan \frac{9}{0}? Saya yakin, tidak banyak dari Anda yang dapat dengan sempurna menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.🙂

Bagaimana peran nol dalam lahir dan berkembangnya teknologi serta peradaban manusia saat ini? Lalu, apa pula kaitan antara pembahasan nol dan penggalan cerita di atas? Untuk mendapat jawabannya, akan saya kisah-uraikan dalam artikel mendatang, insya Allah. Sabar ya…

Catatan: Artikel ini ditulis terkhusus untuk istri saya tercinta, yang katanya sudah sangat rindu dengan (tulisan-tulisan) saya. :-p🙂

12 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Curhat, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

12 responses to “Mari Kita Mulai dari Nol

  1. 0/12 = 0. Apa yang mau dibagi?
    0/0 = tak terdefinisi. Bisa 0, bisa 1, bisa 2, dst. Menggunakan hukum pembagian adalah kebalikan dari perkalian.
    9/0 = Tak terhingga. Menggunakan pendekatan.
    Begitu ya?
    Nice posting Pak!

    • 0/0 bukan tidak terdefinisi, tapi tidak tentu.

      9/0 =…? Kebanyakan orang menyebut tak hingga, padahal tidak sepenuhnya tepat, masih keliru.

      Makasih.

      • Sampluk

        berpendapat tentu tidak salah bukan pak Jupri?
        menurut saya “tidak tentu” juga tidak bisa menggambarkan dengan jelas hasil dari 0/0 karena “tidak tentu” agaknya berarti “bisa salah, bisa benar”, lha menurut saya yang ndeso ini hasil dari 0/0 adalah “sembarang bilangan..”
        lha kalau 9/0 tentu tidak ada hasilnya…
        salam kenal…

  2. nice post,,
    salam kenal,,
    mampir juga ya, selamat berkarya..

  3. Sampluk

    ha..ha…bahkan guru2 matematika banyak yang tidak bisa menjawab dengan tepat masalah mendasar ini…aneh bukan?

  4. semua angka bisa diminuskan seperti -1, -2, -3 tapi kok ga ada ya -0

  5. pak..
    1+0=1,5-0=…
    Itu kan penulisannya salah pak.. Masa’ 1=1,5

    Apa bgtu ya. Thx

  6. semoga sukses selalu..

  7. banyak orang tidak tau pelajaran yang paling dasar matematika,,,, karena kita selalu mengandalkan mesin yang namanya kalkulator,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s