Menulis Kok Berbunga-bunga?

Oleh Al Jupri

Cobalah tentukan jawaban dari soal berikut!

Diketahui 4^x + 4^{-x} =23, maka nilai dari 8^x + 8^{-x} =...

Saat Anda mulai membaca artikel ini, paling sedikit, ada dua kemungkinan reaksi yang akan Anda lakukan.

Pertama, Anda akan bertanya apa maksud dari judul artikel ini. Bila ini yang terjadi, saya memperkirakan Anda akan membaca artikel ini dengan seksama, kemudian mencari-cari maksudnya. Saat mulai paragraf pertama, Anda mungkin akan terkejut dan bertanya: mengapa awal-awal paragraf disuguhi soal matematika seperti itu? Apa hubungannya judul dan dan soal tersebut?

Yang kedua, Anda tak peduli dengan judul artikel ini. Anda langsung saja membaca artikel ini dengan cermat, baru setelah itu berdasarkan pemahaman hasil membaca, Anda akan menyimpulkan sendiri kenapa saya menulis judul seperti itu.

Atau barangkali, Anda tidak termasuk pembaca yang memiliki reaksi seperti yang dikemukakan di atas. Barangkali Anda hanya melihat artikel ini sekilas saja, terus langsung kabur, tak membaca dengan tuntas.๐Ÿ˜€

Baiklah saya akan menjelaskan mengapa saya menulis artikel ini dengan judul seperti di atas.ย  Judul artikel ini merupakan adaptasi dari judul buku, kiriman dari Pak Ersis beberapa waktu lalu, yang berjudul “Menulis Berbunga-bunga”.

Saat menerima buku tersebut saya tak langsung membacanya. Saya merenung dan bertanya pada diri sendiri: apa maksudย  sang penulis memberi judul tersebut?

Saya berpikir secara sederhana saja. Saya membuat dugaan mengenai maksud dari judul buku Pak Ersis. Saya analogikan dalam matematika. Ya, saya menganalogikan saat menulis tentang matematika dengan maksud judul buku Pak Ersis tersebut.

Menulis tentang matematika bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah menyelesaikan soal matematika. Saat kita berusahaย  menyelesaikan soal matematika, apalagi soalnya relative baru, sulit, dan kita belum pernah menyelesaikan soal yang semacam, maka kita akan berusaha mengerahkan segala kemampuan yang kita miliki untuk menjawabnya.

Seringkali untuk menyelesaikan soal-soal matematika yang sulit–misalnya soal-soal untuk olimpiade, kita memerlukan waktu yang tidak sedikit. Bisa bermenit-menit, berjam-jam, berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan. Bila kita putus asa belum bisa menjawab soal yang kita hadapi, maka kita tak akan mampu menyelesaikannya. Tapi, bila kita pantang menyerah dan terus berpikir untuk menjawabnya, berdasarkan pengalaman yang sering saya alami, maka saat mampu menjawabnya, perasaan tiada terkira-kira senangnya. Sungguh nikmat, sungguh gembira, sungguh bahagia tiada tara, hati pun jadi berbunga-bunga.

Mungkin karena itulah Pak Ersis menamai bukunya dengan judul: “Menulis Berbunga-bunga”. Maksudnya adalah, saat kita menyelesaikan suatu tulisan, maka kita akan merasakan kebahagiaan dan kegembiraan yang tak terkira-kira. Hingga hati kita pun berbunga-bunga, mekar, dan bangga.

Nah, bagi Anda yang belum pernah menyelesaikan soal yang tertulis di awal artikel ini dan Anda merasa kesulitan, silakan cobalah untuk menjawabnya hingga Anda sendiri menemukan cara menjawabnya. Cobalah rasakan betapa bahagia dan berbunga-bunga hati Anda bila mampu menyelesaikannya. Selamat mencoba!

=======================================================

Ya sudah, segitu saja ya jumpa kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya. Amin.

Sampai jumpa di artikel mendatang!๐Ÿ˜€

=======================================================

Catatan penting: Artikelย  ini ditulis untukย  Pak Ersis dan untuk siapa saja yang sudah rindu dengan tulisan-tulisan saya. :D :mrgreen:

Catatan yang wajib dibaca:

Saya melarang siapapun Anda yang berminat menerbitkan ulang baik sebagian atau seluruhnya dari karya-karya (tulisan-tulisan) saya di blog ini tanpa seijin dari saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih!

31 Comments

Filed under Bahasa, Curhat, Harapan, Indonesia, Iseng, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra

31 responses to “Menulis Kok Berbunga-bunga?

  1. Ya, betul sekali. Itu yang menarik dari matematika. ‘Mainan’ yang rasanya puas dan bangga sekali saat bisa menyelesaikannya.

  2. Matematika sama seperti games strategy๐Ÿ™‚

    “Mission Accomplished” jadi puas! Ha ha

  3. Wow … jadi aksi pemaknaannya. Sampeyan justru ‘membelajarkan’ dan ‘menyadarkan’ saya dalam pemaknaannya. Makasih ya. Salam.

  4. Ketika selesai mengerjakan soal matematika hati memang puas berbunga-bunga, apalagi kalau selesai mengerjakan soal tersebut terus dipuji sang pacar: “Aduh…. pacarku pinter deh!”, pasti hatinya jadi lebih berbunga-bunga lagi…. huehehehe…..

  5. Kok baca komen Pak Yari saya jadi berbunga-bunga ya?

    Hehehehe…. Apa coba hubungannya?

    Kok suka ngaco sih, di blog orang? *kabur ah*
    :mrgreen:
    ๐Ÿ˜€

  6. @mezzalena

    Pasti mbak mezzalena abis dipuji pacarnya deh: “Aduh…. kucingnya tetangganya pacar saya lutuuu deh……” Huehehe….:mrgreen:

  7. @Alias: klo ‘mainan’ lain gmn?๐Ÿ˜€

    @ devry:๐Ÿ˜€

    @satria k: Maaf masih blm bener..๐Ÿ˜€

    @ Ersis Warmansyah Abbas: Sama-sama. Makasih juga Pak bukunyaaaaaaaaaaa..๐Ÿ˜€

    @Yari NK: Iya setujuuuuuuuuuuu… tuh Pak, yg komen di bawah udah ngaku2 tuh..๐Ÿ˜€:mrgreen:

    @ mezzalena:๐Ÿ˜€ liat koemn saya yg buat Pak Yari, mba..๐Ÿ˜€

  8. Hammad Fithry Ramadhan

    Setuju sekali…. Rasa berbunga-bunga saat pertama kali menyelesaikan / memecahkan masalah matematika dengan usaha sendiri pada prinsipnya cikal bakal bibit untuk lebih menyukai matematika dan menumbuhkan motivasi untuk mencoba hal lainnya. Bukan begitu mas?

  9. nae_me

    Betul tuh, kalo kita bisa menjawab hatipun berbunga-bunga, ngomong-ngomong, bener nggak nih jawabannya
    4^x + 4^{-x} =23
    8^x+8^{-x}=2.(4^x + 4^{-x})=2.(23)=46
    kalu bener berbunga-bunga nih, kalo salah yah tunggu jawaban yang bener aja deh.

  10. @Hammad Fitry Ramadhan: Ya setuju, benar! Saat kita berhasil menyelesaiakn masalah (soal) matematika, maka kita akan termotivasi untuk menyelesaikan soal-soal yang lkainnya juga.๐Ÿ˜€

    @nae_me: masih belum bener neh… (yang ini variable-variablenya sebagai pangkat, jadi tidak bisa dikalikan langsung begitu…๐Ÿ˜€ )

  11. Pak soalnya diganti ya pak?? kok disini jadi perkalian bukan penjumlahan lagi??

  12. Bageur

    Klo sy liat pa jupri aza uda berbunga – bunga, apalagi dapet soal trus bisa menjawabnya. Jawabanya brapa yah … Duh kacian sy hati ini blum berbunga.

  13. @erny: engga diganti kok…

    @Bageur: ?

  14. Kok saia ga bs liat soalnya y kang? Yg dicari nilai x nya bkan?
    Menulis berbunga2?Klo ngetik sms sambil berbunga2 ada ga y pak?he..

  15. udah baca blog ini… sekali kali komen ach…

    soalnya lom dicoba jadi nnt saja jawabnya…

    dari commen bung ersis di artikel yang ini.. sepertinya judul Menulis Kok Berbunga-bunga? ada arti yang lain nich…. apa arti yang lain itu ya…..???๐Ÿ˜€

  16. ig

    <img src=”http://www.forkosh.dreamhost.com/mathtex.cgi?

    (4^x+4^-^x)^3=(8^2^x+8^-^2^x)+3(4^x+4^-^x)” title=”

    (4^x+4^-^x)^3=(8^2^x+8^-^2^x)+3(4^x+4^-^x)” alt=”

    23^3=(8^x+8^-^x)^2-2+3 . 23

    <img src=”http://www.forkosh.dreamhost.com/mathtex.cgi?

    (8^x+8^-^x)^2=23^3-3.23+2
    ” title=”

    benar gak?tapi koq jawabannya aneh ya?kayaknya saya dah pernah kerjain tapi dulu dapat jawabanya pas deh..

  17. ig

    walah..latex nya gak fungsi (ato saya yang gak bisa make kali ya??)

    udah saya hitung hasil nya 110 ya?dulu saya pernah kerjain tapi 4^x +4^-x nya = 7
    jadi hasilnya dapat 18,hehe..waktu kerjain ini saya sempat ragu2,soalnya seingat saya jawabannya gak segede itu,baru ingat dulu angkanya lain,hehe…

  18. ig

    (4^x+4^-x)^3 = 4^3x + 4 ^-3x + 3.4^x+3.4^-x
    =(8^2x+8^-2x)+3(4^x+4^-x)
    23^3 =(8^x+8^-x)^2 – 2 +3 . 23
    (8^x+8^-x)^2 = 23^3 + 2 – 3.23
    = 12100
    (8^x+8^-x) = 110

  19. ig

    (4^x+4^-x)^3 = 4^3x + 4 ^-3x + 3.4^x+3.4^-x

    (4^x+4^-x)^3 =(8^2x+8^-2x)+3(4^x+4^-x)

    23^3 =(8^x+8^-x)^2 – 2 +3 . 23

    (8^x+8^-x)^2 = 23^3 + 2 – 3.23

    (8^x+8^-x)^2 = 12100

    (8^x+8^-x) = 110

  20. upi

    Pak, saya mah mu curhat aja ya…๐Ÿ˜€

    Kenapa ya, saya tu sulit bgt kalo disuruh nulis…
    suka bingung, mu mulai dari mana…
    org2 bilang mulai dari hal kecil, tapi hal kecil seperti apa yang layak dijadikan titik awal dalam penulisan suatu karya tulis ilmiah???

    Bwt SPM aja, saya masih bingung judulnya apa… ada ide???

    duh, maaf ya… menuh2in aja komen …

  21. Asur

    jawaban saya sama dengan mas ig dan mas hendry.. jawabannya 110
    saya pernah mengerjakan soal serupa dulu..
    setelah selesai dan berhasil mengerjakan soal tersebut, perasaan seneng minta ampun..
    laksana mendaki gunung yang terjal, dan akhirnya sampai pada puncaknya…
    sungguh tidak bisa di lukiskan dg kata-kata..
    [soal ini serupa dg soal UN SMA beberapa tahun yang lalu, hanya saja lebih sulit karena harus menyatakan dalam (a^3+b^3)]

  22. Asur

    alhamdulilah kabar baik..
    tulisannya top bgt lah..
    di tunggu tulisan2 yg lainnya..

  23. yg komen pada nulis rumus,, pussyyingg lah

  24. tulisan yang baguss,, sangat bermanfaat sekali nihhh

  25. artikel ini cukup bermanfaat buat pelajar seperti saya,,,

  26. mudah2an kedepannya bisa diperbanyak lagi kontennya,…

  27. blogwalking sana sini sambil nanem sesuatu,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s