Cara Matematis Menghitung Rambut

Oleh Al Jupri

Beberapa waktu lalu seorang bloger memberi komentar berikut ini:

“Di keluargaku aku punya kakak dan adik. Jumlah rambut uban aku dan kakakku 300 helai. Jumlah rambut uban aku dan adikku 250 helai dan jumlah rambut uban adikku dan kakakku 275 helai. Pertanyaannya: Berapakah jumlah rambutku yang belum beruban??”:mrgreen:

Saat membaca komentar itu, saya mengerti bahwa sang komentator hanya main-main, tidak serius.  Sebab antara permasalahan yang diketahui dan pertanyaan yang diajukan kurang  nyambung. Tapi bagi saya hal tersebut tidak masalah. Justru di situlah menariknya komentar tersebut!😀

Gara-gara komentar nyeleneh itu, saya jadi teringat sebuah kisah humor yang beberapa tahun lalu pernah saya baca. Humor sang Nasrudin Hoja yang ditantang, adu kepintaran, oleh orang-orang  pandai di jamannya. Singkat kisahnya terurai sederhana berikut ini.

Di jaman Nasrudin, tersebutlah ada tiga orang pandai yang berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Tujuan mereka adalah untuk menantang adu kepintaran dengan orang yang dianggap terpandai di tiap tempat yang mereka singgahi.

Hingga ketiga pengelana pandai tadi sampailah di kota di mana Nasrudin tinggal. Saat memasuki kota  mereka bertanya pada para penduduk, minta ditunjukkan tempat tinggal orang yang dianggap paling pandai atau bijak di antara mereka.

Tak ayal lagi, para penduduk pun menunjuk kediaman orang yang dianggap terpandai di kota mereka. Tak lain dan tak bukan dia adalah Nasrudin. Tak bisa mengelak, Nasrudin pun melayani tamu-tamu pandainya.

Pengelanda 1: “Wahai Nasrudin, bila memang kamu adalah orang yang terpandai, kami bertiga ingin menantang Anda beradu wawasan dan kepandaian.”

Nasrudin: “Waduh, mungkin kisanak bertiga salah alamat. Saya tidaklah sepandai yang dikira orang-orang. Saya orang biasa saja!”

Ketiga pengelana berbisik, “Dia benar-benar orang yang pandai, buktinya dia merendah begitu!”

Pengelana 2: “Nasrudin, kami yakin Andalah orang terpandai di kota ini. Kami tiba ke sini pun berkat petunjuk yang diberikan oleh para penduduk kota yang kami temui. Untuk itu layanilah kami untuk mengadu kepandaian denganmu.”

Pengelana 3: “Ya benar, tiap orang yang kami temui di kota ini, mengakui Anda sebagai orang terbijak di sini!”

Pengelana 1: “Kami tidak akan beranjak dari sini bila Anda tak melayani keinginan kami bertiga!”

Nasrudin: “Bila memang begitu, saya tak bisa mengelak. Tapi saya harap Anda semua tak kecewa bila mendapati saya tak sepandai yang kalian kira. Sebagai tuan rumah yang kedatangan tamu, maka saya wajib menjamu Anda sekalian dengan baik.”

Pengelana 1 pun bertanya, menguji Nasrudin. Dan dengan sederhana Nasrudin mampu menjawabnya. Pengelana 1 menyerah. Begitupula dengan Pengelana 2, diapun mengakui kehebatan Nasrudin. Tinggallah Pengelana 3, dia adalah yang terpandai di antara mereka.

Pengelana 3: “Sekarang giliranku! Bila Anda memang pandai, cobalah tentukan berapa banyak rambut yang ada di Keledai yang Anda punya! Bila Anda mengetahuinya, akan saya akui bahwa engkaulah yang terpandai, kami takluk!”

Dengan sedikit berpikir, Nasrudin pun menjawab pertanyaan dari sang Pengelana 3.

Nasrudin: “Saya tahu banyaknya rambut di keledai saya adalah sama dengan banyaknya rambut di jenggot Anda!” [Kebetulan sang Pengelana 3 mempunyai jenggot yang lebat, seperti jenggot kambing barangkali.:mrgreen: ]

Pengelana 3: “Haaah? Anda ini main-main ya?! Saya tidak percaya, bagaimana Anda yakin pada jawaban Anda?”

Nasrudin: “Bila tidak percaya, mari kita hitung bareng-bareng: tiap kali Anda mencabut sehelai rambut keledai saya, maka saya akan mencabut sehelai rambut dari jenggot Anda!”

Mendengar penjelasan Nasrudin seperti itu, tentu saja sang Pengelana 3 terpaksa mempercayainya. Sebab, mana mungkin dia mau merasakan betapa sakitnya tiap kali sehelai-sehelai rambut jenggotnya dicabuti Nasudin!:mrgreen:

Akhirnya ketiga pengelana pandai tadi menyerah, mengakui kepandaian Nasrudin.

Dari kisah Nasrudin di atas, secara matematis, cara untuk menghitung banyaknya rambut adalah dengan menggunakan konsep korespondensi satu-satu atau perkawanan satu-satu. Tiap helai rambut keledai dikawankan dengan tiap helai jenggot yang dimiliki sang Pengelana 3. Sederhananya, hal ini terilustrasi seperti berikut ini.

Helai pertama jenggot Pengelana 3—-> Helai pertama rambut keledai  Nasrudin

Helai kedua jenggot Pengelana 3—-> Helai kedua rambut keledai  Nasrudin

Helai ketiga jenggot Pengelana 3—-> Helai ketiga rambut keledai  Nasrudin

Dan seterusnya.

Lebih jelas mengenai konsep korespondensi satu-satu,  bisa Anda baca di artikel yang pernah saya tulis di sini! Klik aja kalau mau tahu!

Nah, sekarang, tentu Anda bisa mengetahui banyaknya rambut yang dimiliki oleh sang komentator di atas! Hue he he he…😀:mrgreen:

=======================================================

Ya sudah segitu saja ya jumpa kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ringan ini ada manfaatnya. Amin.

Sampai jumpa di artikel mendatang!

=======================================================

Catatan yang wajib dibaca:

Saya melarang siapapun Anda yang berminat menerbitkan ulang baik sebagian atau seluruhnya dari karya-karya (tulisan-tulisan) saya di blog ini tanpa seijin dari saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih!

27 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Daftar Blogger, Humor, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra, Tokoh

27 responses to “Cara Matematis Menghitung Rambut

  1. Heuheu trkadang dgn melibatkan kritikus menjadi subjek n tdk hny menjadi objek,
    dpat menjadikannya menerima pendapat kita…^_^

  2. endsu

    Ha ha ha…dst. Puas dan segar…makanya jangan nanya yang nyeleneh ya..ada Nasrudin tuuh….

  3. matematikadasar

    jadi ingat, kalo gak salah jaman dulu ngitung banyak ternak juga pake gitu. cuman yang jadi pembanding adalah batu, bukannya jenggot pengembala🙂

    maka dari itu konon nama kalkulus (yang artinya batu) berasal dari situ, kemudian diabadikan untuk cabang matematika.

    jadi kakulus bukan = kuliah hese lulus🙂 , walau ada benernya juga🙂🙂

  4. Sepandai2nya tamu2nya Nasrudin, masih bisa ‘dibodohin’ si Nasrudin….:mrgreen:

  5. Tapi sebenernya, rambut manusia bisa dihitung kan ?

  6. @Hasan eLKayubi: iya.😀

    @endsu: iya, Pak! Makasih.. iya kalau nanya perlu hati2..😀

    @matematikadasar:😀 Makasih atas tambahannya.😀

    @Yari NK::mrgreen:

    @Gibransyah: bisa!😀

  7. putueka

    saya kira artikelnya bener-bener berisi cara menghitung rambut??
    Kalo kayak gitu kan sama aja dengan cara membedakan mana burung janta dan burung betina..(kasi aja makan ulat jantan ma ulat betina..)

  8. nanti saya ikut menghitung deh pakai kalkulator
    hehehehe,,,,;)

  9. abunawas harus ikut beraksi tuh….

  10. Kira2 begini tahapan menghitungnya:

    tahap 1.
    Ukurlah luas bidang kepala yg ditumbuhi oleh rambut.

    tahap 2.
    kemudian bagi menjadi kotak2 kecil.

    tahap 3.
    hitunglah banyak rambut dalam salah satu kotak kecil tersebut.

    tahap 4.
    kalikan jumlah rambut pada tahap 3, dengan jumlah kotak kecil pada tahap 2.

    Dengan demikian bisa didapat jumlah rata2 rambut org tersebut. Bener gak kg. Jups?

  11. Wah ternyata Matematika itu menyenangkan ya Pak..

    Bisa bercerita, bisa tau sejarah, bisa cerdik pula..

    Perasaan saat mempelajari MTK di SMP ma SMA dulu bawannya kok matematika itu susah mulu yaw…

    Salam Pak Guru…

  12. Nadia

    Udah coba ngitung …. blom ketemu

  13. Nah gini dong! Nasrudin muncul kembali😀

  14. Borokokok

    Ihhh mo coba-caoba ach ………

  15. Bisa, pak… asal jadi proyek dan ada donaturnya, mungkin pake pinjaman dari utang luar negeri🙂

  16. Ha ha ha … kirain ngikut rambut benaran helai per helai …

  17. Kapan Update

    Kapan Update Pak?🙂

  18. Bangun…. bangun… bangun…. apdet….apdet….apdet…..

  19. Waduh…..:mrgreen: -nya ketinggalan…… :mrgreen:

  20. hattrick sekalian aaah….:mrgreen:

  21. bthekids

    mau donk nyabutin jenggotnya satu persatu

  22. nn

    garing abiiiiiiissssss

  23. sy maw jmlah rmbut scara sainstifik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s