Bertemu dengan Kekasih

Oleh Al Jupri

“Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah swt adalah Adam,” begitu kata Pak Maman, guru agama Islam di sekolah Tom, saat beliau berkisah tentang nabi dan rasul yang diutus oleh Allah di muka Bumi ini.

“Pak, sebelum bapak menceritakan tentang kerasulan Adam di muka Bumi, tolong dong ceritakan sedikit kisahnya hingga dia ada di muka Bumi ini,” pinta Tom pada guru agamanya itu.

“Baiklah kalau begitu. Ringkas ceritanya begini.”

Pak Maman, dengan gaya khasnya,  memulai cerita dengan mimik serius tapi sedikit kocak.😀

“Setelah dialog antara Allah swt, Malaikat, Iblis, dan Adam, hingga Iblis membangkang dan tak mau mengakui kelebihan Adam. Adam tinggal di Surga. Mulanya dia hidup sendiri. Tapi dia merasa kesepian. Dalam hatinya dia berdo’a, meminta pada Allah agar dia mempunyai teman.

Hingga, Allah mendengar keluh kesah Adam tersebut. Maka diciptakanlah Hawa sebagai teman, pendamping, kekasih, dan istri Adam di Surga. Sungguh Adam sangat berbahagia hidup di Surga ditemani oleh Hawa. Mereka hidup dalam kebahagiaan yang tak terkira-kira.

Tapi, Iblis tidak tinggal diam. Dia berusaha menggoda Adam dan Hawa agar melanggar aturan Allah di Surga. Mulanya, Adam dan Hawa tak tergoda. Namun, lama-lama, akhirnya Iblis berhasil menggoda Hawa. Hawa tergoda dan mengajak  Adam secara tak sengaja melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah swt.

Saat mendengar kisah tersebut Tom beserta teman-teman sekelasnya senyap, menyimak kisah tersebut. Walau kisah tersebut pernah mereka dengar berulang-ulang, tapi manakala Pak Maman yang bercerita, maka seperti ada nuansa lain yang menarik tentang sesuatu yang diceritakannya.

“Nah, saat Adam dan Hawa sadar bahwa mereka telah melanggar aturan, mereka bertobat pada Allah swt. Tobat mereka diterima. Namun, mereka diturunkan ke Bumi untuk tinggal dan menetap di sana.

Saat diturunkan, Adam dan Hawa tidak bersama-sama. Mereka diturunkan di tempat yang terpisah!”

Saat Pak Maman mengambil nafas, terhenti sejenak ceritanya, Udin, salah seorang kawan Tom, bertanya.

“Pak di belahan Bumi manakah Adam saat pertama kali diturunkan itu? Di mana pula Hawa?”

“Mengenai tepatnya tempat Adam dan Hawa pertama menginjakkan kakinya di Bumi, bapak sendiri tidaklah tahu. Tetapi, setelah sekian lama mereka terpisah, dengan susah payah akhirnya Adam dan Hawa bertemu di tempat yang sekarang dinamakan sebagai Padang Arafah, di tanah Arab.”

“Wah bagaimana pertemuan mereka Pak? Pasti romantis ya?” tanya Tom dengan iseng, sambil senyum-senyum.

“Ya iya laaah, sebab mereka kan sepasang kekasih! Setelah sekian lama berpisah, maka dengan amat rindu, dengan perasaan rindu yang amat mendalam, dengan api rindu yang membara, akhirnya mereka bertemu. Maka pastilah kebahagiaan yang teramat sangat yang mereka rasakan.”

Siswa-siswi Pak Maman senyum-senyum tanda mengrti. Mereka mengerti bagaimana rasanya rindu pada kekasih, dan akhirnya bertemu, sebab mereka sudah beranjak remaja, masa-masa puber siswa-siswi SMA.

Pasti so sweet banget ya, Pak, pertemuan Adam dan Hawa itu?” he he … celetuk Bela, sambil tertawa, salah seorang teman Tom yang terkenal sedikit centil.😀:mrgreen:

“Pak, maaf, tadikan bapak bilang saat Adam dan Hawa turun ke Bumi, tempatnya taidak jelas diketahui hingga sekarang. Boleh enggak Pak saya mengilustrasikannya secara matematis tempat pertemuan mereka?” usul Tom dengan sedikit serius, tapi masih senyum-senyum.

“Boleh! Tapi nanti kamu jelaskan ya ke bapak dan teman-temanmu biar mengerti,” kata Pak Maman menandakan persetujuan.

Kemudian Tom maju ke depan, membuat ilustrasi di papan tulis, seperti berikut ini.

bertemu-kekasih-mezz

“Begini, Pak,” kata Tom memulai penjelasannya.

“Misalkan, Adam pertama kali diturunkan di Bumi ada di koordinat O (0,0). Kemudian dia terus berjalan mencari kekasihnya, Hawa, hingga berada di  koordinat A (2,2). Dengan mengetahui dua koordinat ini, maka kita akan dapat menggambarkan garis perjalanan Adam–misalkan garis perjalanannya berupa garis lurus seperti tampak pada gambar. Di sini kita bisa menentukan persamaan garisnya secara matematis.”

Teman-teman Tom menyimak penjelasannya, tak terkecuali Pak Maman yang sambil senyum-senyum.

“Nah, misalkan saat Hawa menginjakkan kaki pertamanya di Bumi, dia berada di koordinat B (6, 10). Kemudian, dalam rangka pencarian, dia terus menyusuri muka Bumi ini hingga berada di koordinat C (5, 7). Dengan cara yang sama, maka kita bisa menggambarkan garis perjalanan Hawa–seperti tampak pada gambar. Kita pun bisa mencari persamaan garisnya secara matematis.

Maka, perpotongan garis perjalanan Adam dan Hawa adalah di titik P, yakni di Padang Arafah.”

“Jadi Tom, berapa koordinat P itu?’ tanya Pak Maman, yang jadi penasaran.

Maka, dengan panjang lebar Tom menjelaskan proses pencarian titik perpotongan dua garis–perjalanan Adam dan Hawa–tersebut. Didapatlah titik P (4, 4).

“Bagaiamana cara Tom mendapatkan titik potong tersebut?” mungkin itulah pertanyaan yang muncul di pikiran Anda. Sengaja, caranya tidak ditampilkan di sini. Anggap saja sebagai pekerjaan ringan buat Anda. Yang Anda perlukan adalah sedikit pengetahuan tentang garis lurus yang pernah Anda pelajari saat SMP dulu. Silakan jawab sendiri ya…

Selanjutnya, pembelajaran pun berlangsung normal. Pak Maman kembali meneruskan kisahnya tentang kerasulan Adam, sebagai khalifah pertama di muka Bumi ini.

=======================================================

Ya sudah segitu saja ya jumpa kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ringan ini ada manfaatnya. Amin.

Sampai jumpa di artikel mendatang!

=======================================================

Catatan penting banget:

Artikel ini ditulis untuk seseorang kekasih nun jauh di sana.  Mudah-mudahan dia membaca dan menerima artikel sederhana ini.😀

Catatan yang wajib dibaca:

Saya melarang siapapun Anda yang berminat menerbitkan ulang baik sebagian atau seluruhnya dari karya-karya (tulisan-tulisan) saya di blog ini tanpa seijin dari saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih!

18 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Harapan, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh

18 responses to “Bertemu dengan Kekasih

  1. Wah, Tom… maniak matematika sampai-sampai pelajaran Agama Islam aja diilustrasikan secara matematis.
    Bagus!😀

  2. @mezzalena: kebetulan aja mungkin mba…😀 Karena ada bagian kisah yang belum jelas, Tom mengkonkretkan secara matematis…😀

  3. waw…. postingan yang mantab. dengan meminjam tokoh tom, pak jupri bisa menumpahkan kerinduan Adam terhadap Hawa, hehehe … pada bagian bawah ada catatan penting banget, duh, rupanya pak jupri sedang “bereinkarnasi” jadi Nabi Adam, ya, Pak, kekeke …. tulisan yag mantab dan komplit, pak. semoga seseorang yang nun jauh di sana itu bener2 membaca tulisan yahud ini.

  4. @Sawali Tuhusetya: Makasih, Pak!😀 Waaaaaaaaah, Pak Sawali sepertinya ngerti betul neeh di balik posting ini… he he…:D

  5. Msih ada kaitan dengn Tom and Jerry tempo hari?

  6. Huahaha…….. moso ada pelajaran matematika di tengah pelajaran agama seh?? Lagian juga moso ada anak kecil ngomong ‘so sweet…‘ gitu, tapi apa iya sih anak2 perempuan zaman sekarang udah segenit itu?? **maklum nggak punya anak perempuan seh….**:mrgreen:

  7. @Ersis Warmansyah Abbas:😀 Ada aja…😀

    @ Yari NK: ini kan ceritanya anak SMA Pak…😀

    Mengenai ada matematika dlm pelajarn agama, dalam cerpen ini Tom sudah bilang ke gurunya, seperti dalam kutipan berikut:
    :mrgreen:

    “Pak, maaf, tadikan bapak bilang saat Adam dan Hawa turun ke Bumi, tempatnya taidak jelas diketahui hingga sekarang. Boleh enggak Pak saya mengilustrasikannya secara matematis tempat pertemuan mereka?” usul Tom dengan sedikit serius, tapi masih senyum-senyum.

  8. Huehehehe…iya ya….. nggak lihat kalau ada tulisan ‘puber siswa-siswi SMA’. Habis maklum bacanya super cepat karena keterbatasan waktu… **mencari2 alasan**:mrgreen:

    Lagian, saya ngelihatnya pelajaran agamanya tentang Nabi Adam & Hawa, sepertinya pelajaran SD deh, apa iya ya, SMA pelajaran agamanya nggak maju2 masih Nabi Adam & Hawa aja. Soalnya maklum deh, dari dulu kalau pelajaran agama saya selalu bawaannya tidur, apalagi giliran pelajaran akhlak…. maklum akhlakku minus berat…..:mrgreen:

  9. @Yari NK: Iya, masih, Pak! Kan ceritanya bukan masalah kisahnya, tetapi masalah manusia sebagai khalifah di muka Bumi… tapi supaya nyambung ke matematika, si Tom sengaja bertanya pada Pak Gurunya..😀

    Ooo… suka tidur ya pas sekolah, suka males juga…😀

  10. Mantap postingannya, postingan ini dibuat tgl 24 jan, sekarang tgl 27 jan, sudah 3 hari dong …. ngomong2 sudah ketemu dgn si Hawa belum mas … wah KSO2 dong Kelingan Sing Ora Ora

  11. endsu

    Menarik! Terutama catatannya he he. Kalau koordinatnya dalam bentuk dimensi tiga lebih rame kali yaaa…

  12. masih penasaran nih,
    udah lupa cara menghitungnya…

  13. @wahyubmw: Makasih….😀 Sudah doong!😀

    @endsu: Makasih, pak! Kalau menggunakan koordinat diemnsi tiga, paling yang bisa menikmati siswa SMA kelas 3 ke atas….😀

    @winawang: Coba baca lagi buku SMP-nya…😀 Atau mau dibahas di sini ya?😀

  14. aplos sekali lagi buat akang…pak jupri dengan tdk mengurangi rasa hormat sy klo diijinkan sy panggil akang aja yachh…lebih akrab,,

  15. tika

    wah..wah..

    lucu jga crita_x . . . . sya ru tw lho klo crita pertemuan adam dan hawa scra matematic sprti itu . . . . . . . . .

    truz b’krya y,bleh donk laen kli qt bca crita cinta yg baru,he..he..he…

  16. Ferdy

    Wah2 tom……
    Kren jga ilstrasi kamu…

    100 buat kamu tom

  17. Anonymous

    bagus banget critax..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s