Perbedaan dalam Taraf Berpikir

Oleh Al Jupri

Sebagai guru, seringkali kita merasa kesal dengan siswa-siswi kita yang tidak kunjung mengerti dengan apa yang telah kita jelaskan. Padahal kita sudah dengan segenap kemampuan berusaha menjelaskannya. Apa sebabnya?

Hmmm… barangkali karena kita tidak menyadari bahwa antara kita dan mereka–siswa-siswi kita–memiliki tingkat berpikir yang berbeda.

Mudah-mudahan gambar di atas dengan sendirinya mampu mengungkapkan segenap maksud yang ingin saya sampaikan.

Oiya, boleh kan sekali-kali saya menampilkan artikel super pendek begini?

======================================================

Ya sudah segitu saja ya jumpa kita kali ini? Semoga artikel ini bermanfaat. Amin.

Sampai jumpa di artikel mendatang!

Catatan Penting:

1. Gambar di artikel ini sudah dimodifikasi sesuai kebutuhan. Gambar aslinya diambil dari sini! Silakan klik gambar di atas biar jelas ngelihatnya!

2. Bagi siapa saja yang mempublikasi ulang artikel-artikel tulisan saya dari blog ini, dengan sangat saya mohon untuk mencantumkan sumber dan nama penulisnya, OK? Bila tidak, saya tidak mengijinkannya! Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih! [Saya sering menemukan banyak orang yang mengcopy-paste artikel-artikel dari blog ini, tapi tidak menuliskan sumber dan nama penulisnya].

12 Comments

Filed under Bahasa, Curhat, Harapan, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SD, Matematika SMP, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan

12 responses to “Perbedaan dalam Taraf Berpikir

  1. Pertamax ! benar. Saya sendiri saja lebih mengerti saat digambarkan. Daripada harus menyetarakan penyebutnya terlebih dahulu.

  2. “Apa sebabnya?”

    Saya sendiri sebagai mahasiswa yang rada “telmi” juga kadang bingung dengan penjelasan dosen. Banyak sebab.. Bisa karena pendekatan yang kurang tepat, terlalu cepat, terlalu susah, dsb, etc… hehe

  3. He he ngak bisa dikategorikan artikel tu Kang; masalahnya apa, penyelesainya apa, dan apa kesimpulannya he he.

  4. Sering juga perbedaan pola berfikir dapat menimbulkan kesalahfaman juga…..

    **sekali2 komen singkat juga ngga apa2 kan?**:mrgreen:

  5. @yariNK:
    Sekali2 komen one liner gak papa kan ??๐Ÿ˜€

  6. Itulah sebabnya terkadang dibutuhkan alat peraga untuk berhitung… dengan uang misalnya, akan lebih mudah daripada disuruh menghitung di atas kertas…

  7. kalo udah mentok, capek juga ..

    hafalan nggak bisa diajarkan dengan alat peraga,

    apalagi kalo rumus diagonal, malah bukunya full coret2an..

  8. Klo saya suka bingung kadang karena bahasa guru saya terlalu sulit dimengerti.. =___=

    ato terlalu cepat.. baru 5 menit.. 2 buah papan tulis udah penuh dengan rumus2..

    pas mau dicatat malah bingung catat dari mana …wkwk…

  9. Hasan eL kyubi

    Heuheu.. 25 x 99 =
    pzti anak itu brfikirnya 2500-99,
    tah leureus pak yari
    sok seueur slah faham
    tina prbedaan pola brfikir teh..

  10. adit38

    Kang, gimana ngatasin kalo anaknya ga bisa jumlahkan pecahan kaya gini: http://adit38.wordpress.com/2008/11/08/lucu-juga-ya-mahasiswa-matematika/

  11. Guh

    Ga ngerti-ngerti itu mungkin disebabkan sang anak tertutup mata hatinya Pak, dan mungkin juga kafir :))

  12. Bener pak. Dulu wkt sma ada guru kimia sy yg kalo ngajar neranginnya kaya ama anak sd. Tp akirnya sy tau kalo maksud blio adalah menjangkau pemahaman siswa dr yg plg telmi. Jd pelan2 tp semua siswa bs paham. Karena blio mengajar untuk murid bukan dirinya sdr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s