Bukan (Lagi) Dongeng Pengantar Tidur

Oleh: Al Jupri

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para orang tua untuk menidurkan anak-anaknya yang masih kecil, masih usia anak-anak. Salah satunya yaitu dengan bercerita alias mendongeng.

Menurut berbagai sumber, dongeng, yang baik tentunya, yang diceritakan para orang tua pada anak-anaknya sangat bermanfaat bagi perkembangan mental mereka. Bermanfaat dalam hal meningkatkan daya pikir dan imajinasi anak, meningkatkan interaksi dan komunikasi antara anak dan orang tua, mempererat hubungan emosional anak dan orang tua, dan yang terpenting meningkatkan kecerdasan emosi yang bakal bermanfaat bagi kehidupan sang anak di kemudian hari.

Jujur, mengingat berbagai manfaat dongeng tersebut, saya merasa sungguh beruntung. Sebab sewaktu kecil, seingat saya, sambil mengipasi saya agar nyaman dan juga tidak digigit nyamuk, ibu saya hampir selalu bercerita bila waktu tidur tiba. Banyak hal. Mulai dari dongeng-dongeng lokal, sampai cerita masa kecilnya (yang diceritakan berulang-ulang, sampai saya bosan). Seringkali saking menariknya berbagai dongeng atau cerita yang diceritakannya, saya malah makin melek dan memintanya untuk terus bercerita. Namun, barangkali karena kelelahan, saya pernah seperti tak digubrisnya, bukan saya yang tertidur, tapi ibu saya yang tidur duluan.:mrgreen: Ngamuk-ngamuk deh saya kalau dibegitukan…

Mungkin akibat seringnya didongengi semasa kecil, saat usia balita hingga usia SD, saat beranjak remaja, saat ibu saya tak lagi mendongeng buat saya, saya pernah merasa ada sesuatu yang hilang. Imbasnya, bila waktu tidur tiba, saya seringkali membaca apa saja selain buku pelajaran agar mata ini mengantuk. Kebiasaan ini terus berlanjut hingga sekarang.

***

Beberapa waktu lalu, saat menjelang tidur, seperti biasa saya mencari bacaan ringan berupa cerita dari rak buku saya. Malang tak dapat ditolak, untuk tak dapat diraih, saya baru teringat kalau semua buku cerita yang ada sudah pernah saya baca dan saya belum sempat beli yang baru. Kesal rasanya!

Daripada saya buang energi, meratapi kemalangan diri karena tak bisa baca cerita, saya alihkan ke bacaan lain. Iseng-iseng saya ambil buku persiapan olimpiade matematika untuk tingkat SMP waktu itu.

Dengan sedikit sombong penuh percaya diri, saya sangat yakin bahwa saya bakal tak banyak menemui kesulitan bila saya mengerjakan sembarang soal yang ada di buku tersebut. Sambil tiduran, saya buka buku persiapan olimpiade SMP tersebut seenaknya, sebuka-bukanya. Maka terbukalah dua buah halaman berisi soal-soal tentang geometri. Setelah dipilih sembarang, satu soal yang menurut saya menarik adalah seperti berikut ini*.

Sepotong kertas berbentuk persegi panjang. Panjangnya 40 cm, sedangkan lebarnya 20 cm. Bila kertas tersebut dilipat, seperti tampak pada gambar di atas, tentukan luas daerah ABC.

Waktu menunjukkan pukul 00: 08 WIB, saat saya membaca soal tersebut. Saya targetkan paling lama 7 menit untuk menjawabnya.

Tapi, entah kenapa, barangkali karena sudah cukup lama tidak mengerjakan soal-soal matematika, ternyata saya mengalami sedikit kesulitan mengerjakan soal tersebut. Saya tak bisa menjawab soal tersebut dengan hanya mengandalkan perhitungan di kepala. Waktu terlama yang saya targetkan tadi tak tercapai. Alhasil, saya yang seharusnya tidur pukul 00: 15 WIB, tidak jadi. Karena itu, saya bangun dan terpaksa mengambil pensil dan kertas untuk memecahkan soal tersebut.

Sebelnya, saya pikir soal tersebut benar-benar susah. Tapi, setelah sedikit mengerutkan dahi, alhamdulillah ternyata saya bisa menjawabnya dengan sangat mudah. Aaaaaah…😀

Alhamdulillah, sayapun bisa tidur dengan tenang.

=======================================================

Ya sudah, segitu saja ya perjumpaan kita kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Amin. Sampai jumpa di artikel mendatang. Mohon maaf pada para pengunjung blog ini, baru sempat mengisinya sekarang. Maaf ya…😀

Catatan: *Soal sengaja sedikit diubah dari aslinya, dengan tidak menurunkan kualitas soal tentunya.

22 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

22 responses to “Bukan (Lagi) Dongeng Pengantar Tidur

  1. pertamax disini masih gratis kan?

  2. sory to say lho tapi saya kurang dari semenit ngerjainnya:mrgreen:😀

    *mode sombong off*

    dijitak ama Mas Al

    Kabur…

  3. Pak Al ternyata insomnia gara2 kehilangan dongeng dari sang Bunda ya?😆:mrgreen:
    Mungkin soal tersebut akan lebih mudah dikerjakan dengan cara menggunting kertas dengan ukuran yang sama dengan soal tersebut, kemudian melipatnya sesuai petunjuk gambar, ya pak?.
    Sejak SD saya terbiasa mengerjakan soal geometri dengan mengkonkretkan gambarnya dulu. Kelemahannya, kadang2 sekarang kalau diminta membuktikan pake konsep masih susah. mikirnya lama. Bahkan yang terakhir, kemarin masih sempat menggunting2 kertas membuat kubus gara2 mau mencari bidang irisan… Hiks (kayak anak SD saja😀 )

  4. Menurut saya kalau susah tidur lebih baik membaca buku2 pelajaran saja yang berat2, agar cepat bosan dan mengantuk hehehe…. Kalau baca buku cerita, kalau ceritanya seru malah nggak bisa tidur hehehe….. Atau kalau nggak nonton sinetron yang dialognya panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang dan bertele2 sehingga akhirnya bosan dan mengantuk. Malah jadi cepat tidur kan?:mrgreen:

  5. @Yoga: Iya masih gratis. Iya betul, kalau sudah tahu caranya, ga nyampe 30 detik soal tersebut beres dapat dikerjakan.😀

    @mezzalena: Bisa juga seperti itu untuk mempermudah, biar konkret…😀

    @Yari NK: Kalau Pak Yari begitu ya caranya. Kalau saya justru kalau mau tidur harus baca yang ringan-ringan, biar segar pikiran, biar ga pusing. Biar tidur tenaaaaaaaaaaaaaaang…😀

  6. Pengetahuan (imajinasi) saya berkembang sejak kecil karena dongeng, dan kemudian karena membaca. Tapi, bukan tentang matematika he he … Kalau yang terakhir baru belajar ketika mengambil kuliah statsistk di S2 … ternyata asyik juga, dan tidak percaya lagi bahwa matematika itu susah. Oh ya, anak saya yang baru lulus SMP nilai matematika UN-nya nyaris 10; dia pernah juara lomba se provinsi; dari Bapak yang tidak paham matematika he he

  7. Kaya’nya soal-soal olimpiade emang pada begitu… Agak melecehkan. Udah cape’-cape’ mikir, ternyata beberapa menit selesai. Kalo udah gitu merasa bodoh banget setelahnya, nyesel banget ga bisa ngerjain soal-soal yang relatif mudah.

  8. Matematika memang mudah bagi mereka yang encer…
    Tapi bagi saya…sulitnya minta ampun..
    Salam

    • Ronny

      bkn bagi mereka yg encer tp bagi mereka yg mau berjibun hapalin rumus kalo soal seperti itu bisa dikerjakan tidak sampe 1 menit saya berani pastikan itu pasti ada teori tambahan ato rumus tambahan, jadi sebenarnya tidak melatih logika , kalo mau melihat encer ato kagak gampang coba kerjain soal2 cerita perbandingan dan kalo perlu buat rumus baru

  9. adipati kademangan

    jawabannya 300 …. masih salah ya. wah , kayaknya aku harus belajar ngitung lagi nih

  10. klau ita biasa dl sblm tidur menanti cerita2 dari ortu, berbagi pengetahuan n pengalaman. kadang gantian ita yang bercerita ke ortu,hehehehe..
    membaca buku yang full text bisa juga bikin cepat tidur:mrgreen: tp kalo buku yang ada gambarnya malah keasyikan baca n hilang ngantuknya😀

  11. nima

    Pak Al,
    kami dari program dokumenter ‘Refleksi’ DAAI TV (stasiun televisi lokal Jakarta), berencana membuat film dokumenter tentang Dongeng sebagai media penyampaian nilai-nilai moral dan budi pekerti kepada anak-anak. semasa kecil Anda kerap didongengi ibu, apakah Anda merasakan manfaatnya hingga sekarang?
    besar harapan kami, Anda bersedia berbagi cerita tentang manfaat dongeng yang Anda rasakan sekarang. Terimakasih.

    Salam,
    -nima-

  12. @Ersis: Selamat Pak, selamat juga buat anak bapak. Gemana sekarang sekolahnya? Udah ke SMA dong ya?😀

    @aliyas: seringkali emang begitu…😀

    @John Namru: Iya….

    @adipati kademangan: Mmm… maaf belum bener…😀

    @enPe: Ooo gitu ya mbak? Kalau saya sih, walau full text, kalau menarik, jadi ga ngantuk…😀

    @nima: Mmmm… saya juga belum tahu nih manfaatnya. Apa ya? Insya Allah, nanti sy nulis deh tentang itu… tapi ga tahu kapannya.😀

  13. Geblek eui, hilang semuanya….
    gak ada ide nih kang…

    tolong dibahas dong…

  14. Geblek eui, hilang semuanya….
    gak ada ide nih kang…

    tolong segera dibahas dong !,
    sumpah, jadi penasaran nih !

  15. jquery.search.luas(ABC);
    :)) kang pokoknya harus dibahas yah !

  16. sjafri mangkuprawira

    bukan bicara tentang matematika….karena saya tidak begitu akhli…..tetapi bicara dongeng pengantar tidur….terus terang ini porsi peran sang isteri-ibu ke-tiga anak saya hampir di setiap malam…….saya tidak pernah karena memang saya tidak trampil berdongeng…..saya coba amati dari proses perdongengan,sang anak dikondisikan untuk tumbuhnya rasa ingin tahu tentang fenomena tertentu,misalnya tentang alam dan kemanusiaan…….rasa ingin tahu ini,menurut alm Andi Hakim Nasoetion sebagai basis kuat untuk menjadikan seorang anak tumbuh berkembang sebagai peneliti nantinya…..

  17. @Gibransyah: Beneran nih pengen dibahas?😀

    @Sjafri Mangkuprawira: Iya bener Prof, mungkin karena dongeng itu menarik, makanya mampu merangsang keingintahuan (yang tinggi) anak-anak. Btw, sekarang dampaknya terhadap anak-anak prof gemana?

  18. sjafri mangkuprawira

    alhamdulillah,ketiga anak saya telah berhasil menyelesaikan studi pascasarjana di luar negeri…..dua orang master,seorang dalam bidang dental sciences (Sydney university) dan seorang lagi di bidang computer sciences (UNSW Australia)dan seorang doktor di bidang finansial (Strachlide University Inggeris)….mereka sudah mandiri di bidangnya masing-masing…..

  19. dien

    jawabannya 250

  20. dien

    Berdasarkan hukum pytagoras, panjang sisi AC=BC. dan aku anggap ada titik tambahan D, sehingga mebentuk segita BCD
    Jadi AC=BC
    (40-x)^2=20^2+x^2
    x=15
    Luas segitiga lipatan ABD adalah 400
    Luas Segitiga lipatan BCD adalah 1/2.Alas.T=1/2.20.x=10x
    jadi luas segitiga ABC=400-10x=400-10(15)=250 cm2

    • Ronny

      sebenarnya bukan berdasarkan hukum pytagoras ac=bc tetapi hukum segitiga bila 2 sudut segitiga ada yg sama pastilah itu segitiga samakaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s