Kabayan Berkata: “Maling Sia!”

Oleh: Al Jupri

Kenal dengan tokoh yang namanya Kabayan? Ya, tokoh yang satu ini merupakan tokoh fiktif yang berasal dari tanah Sunda, Jawa Barat. Tokoh ini digambarkan sebagai seorang yang lugu, lucu namun cerdas adanya. Lewat keluguannya seringkali kita dibuat tersenyum bahkan tertawa. Ya, tertawa yang bukan sekedar tawa tiada guna. Tapi, ada pelajaran yang bisa diambil darinya.

Nah, berikut ini saya ingin bercerita tentang Kabayan. Tentunya cerita versi saya. Kenapa saya katakan versi saya? Ya karena cerita berikut ini, sengaja dibuat berdasar imajinasi saya saja. Karena itu, bila ada kekeliruan atau hal-hal yang dianggap kurang pas, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Ok?😀

Begini ceritanya.

Dulu, sewaktu Kabayan masih muda, ternyata dia pernah bekerja di salah satu negeri yang merupakan jiran (baca: tetangga) dari negerinya. Di sana, profesi Kabayan adalah sebagai seorang pengantar surat alias tukang pos. Tiap hari dia harus mengantarkan sebanyak 1000 pucuk surat ke berbagai tempat di sana.

Karena pekerjaannya yang begitu-begitu saja, dia merasa jenuh dan bosan. Untuk menghilangkan kejenuhan, bersama teman-temannya, yang juga para pekerja dari Indonesia, dia sering jalan-jalan di kota tempatnya bekerja. Sering nongkrong bareng-bareng di pusat keramaian. Melepas lelah, menyegarkan pikiran. Ya, sekedar main-main saja. Biasanya nongkrong bareng-bareng begini dilakukan pas hari libur. Bila bukan hari libur, Kabayan melepas lelah dengan melantunkan tembang-tembang sunda atau sekedar mendengarnya saja. Sengaja dia membawa kaset-kaset lagu-lagu sunda ke negeri tempatnya bekerja tersebut.

Suatu malam, Kabayan hendak tidur. Sudah siap-siap berbaring. Tiba-tiba terdengar suara seperti ada orang yang masuk ke rumahnya.

Saha eta?” tanya Kabayan (baca: Siapa itu?)

Tak ada jawaban!

Kabayan kemudian secara perlahan mengintip ruang depan rumahnya. Dia melihat ada seseorang mencurigakan masuk ke rumahnya yang sudah gelap (karena lampu rumahnya sudah dimatikan). Sejurus kemudian.

“Hai siapa itu?” tegas Kabayan.

Kaget mendengar suara Kabayan. Orang tersebut dengan cepat berniat kabur. Sayang, dengan lebih cekatan Kabayan sudah menghadangnya.

“Maling Sia-nya!” kata Kabayan dengan suara lantang. (baca: Kamu Maling ya!)

Kemudian terdengar suara.

Bak-bik-buk, bledag-bledug, gubrakkkk… (terjadi perkelahian)

Sambil berkelahi dan memukul lawannya Kabayan terus mengatakan: Maling Sia-nya! Maling Sia-nya! Maling Sia-nya!

Beberapa saat kemudian tetangga dan teman-teman Kabayan datang, membantu Kabayan melumpuhkan maling yang masuk ke rumahnya tersebut.

Sang maling pun berhasil diringkus, dikrangkeng! Barang yang hendak dicuri ternyata adalah kaset lagu-lagu sunda miliknya yang sering diputar (hampir) tiap hari tersebut. Sebelum diserahkan ke pihak yang berwajib, Kabayan dan teman-temannya mengintrogasi sang maling.

Teman Kabayan: “Kamu siapa?”

Sang maling tetap diam.

Teman Kabayan yang lain: “Kenapa kamu mau nyuri kaset-kaset Kabayan?”

Ditanya ini-itu, mulanya sang maling tetap bungkam. Diam! Kabayan dan teman-temannya bingung. Alhamdulillah, Kabayan punya “akal” untuk menginterogasi sang maling tersebut.

Mau tahu caranya?:mrgreen: (Rahasia ya… ).😀

Setelah ditanya (diinterogasi) oleh Kabayan sekitar 11 menit-an. Diperoleh informasi bahwa ternyata sang maling adalah orang suruhan, yang disuruh untuk mencuri kaset lagu-lagu sunda miliknya. Katanya, ada orang yang menyuruhnya mencuri kaset lagu-lagu itu untuk dipelajari, dikembangkan, rencananya akan dipakai untuk promosi kebudayaan, dan bahkan akan dipatenkan.

=======================================================

Sejak kejadian itu, istilah “Maling Sia!” menjadi populer, dan katanya akan dipatenkan!:mrgreen:😀
=======================================================

Oh, iya. Permasalahan matematika dari cerita ini apa? Seperti sudah dikatakan di atas, pekerjaan Kabayan adalah mengantar 1000 pucuk surat setiap harinya. Ajaibnya, banyaknya jumlah surat yang berhasil diantarkan Kabayan ini membentuk pola yang cantik. Pada dua puluh menit pertama dia berhasil mengantarkan sebanyak 30 surat. Pada dua puluh menit berikutnya dia berhasil mengantarkan sebanyak 50 surat, dan begitu seterusnya tiap dua puluh menit terjadi banyaknya surat yang diantarnya itu bertambah 20 buah. Sehingga terbentuk pola berikut ini.

30, 50, 70, 90, ...

Nah, pertanyaannya, berapa waktu yang dibutuhkan Kabayan untuk mengantar semua surat tersebut?

=======================================================

Ya sudah segitu saja ya perjumpaan kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya. Amin. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Catatan: Artikel ini lahir setelah membaca artikel: Reog Ponorogo: Koleksi paling anyar budaya …

=======================================================

Update: Untuk menghindari kekeliruan pemahaman, saya perjelas maksud permasalahan matematika di atas.

Pada dua puluh menit pertama, banyaknya surat yang diantar 30 buah.

Pada dua puluh menit kedua, banyaknya surat yang diantar 50 buah.

Pada dua puluh menit ketiga, banyaknya surat yang diantar 70 buah.

Dan begitu seterusnya.

25 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SMA, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Sastra

25 responses to “Kabayan Berkata: “Maling Sia!”

  1. Kabayan yang ngantar surat, asyik nih.
    Kalo diurut kelipatannya 990. Jadi Kabayan butuh waktu 990 menit untuk seribu suratnya. Waduh, jawaban OOT nih kayannya. Maaf yach, iseng ngitung aja. Kayanya ga logis bila seribu surat harus 990 menit. Ai ya ya ya, lagi-lagi harus nunggu jawabannya lagi.

  2. Mau tahu caranya?:mrgreen: (Rahasia ya… ).😀

    *menunggu rahasia dibongkar*

  3. hah.. jawaban mudah

    1000 surat = 180 menit 57,14 detik

    mau tau caranya?… Rahasia dongs :mrgreen:

  4. Persoalan matematikanya sip deh, nanti aku cari jawabannya, lumayan buat asah2 otak lagi di kala senggang, maklum udah lama nggak latihan. Sepertinya kayaknya tahu deh caranya *MODE asbun ON*:mrgreen:

    O ya, si Kabayan ini kerjanya di ibukota Malingsia yang bernama Kuala Dumbur ya? Actually it comes with the letter ‘m’ off, but to euphemise the word, I’m gladly to insert the word ‘m’ in it:mrgreen: Emang nih, aku makin hari makin sebel sama si Malingsia, semuanya diakuin dari dia, abisan kebudayaan dia aslinya jelek2! Mangkannya kita ngga bisa (baca: nggak mau) nyolong balik kebudayaannya mereka, wong kebudayaan mereka jelek2 kok!:mrgreen:

    Malaysia Malingsia, truly Malaise!!!:mrgreen:

  5. Ooops…. there is an inconvenient grammatical error in my comment above, it’s written I’m gladly to insert the word ‘m’ in it, it’s supposed to be I gladly insert the word ‘m’ in it.
    To err is human:mrgreen:

  6. Ha … ha … Kang bisa emosian juga ya, nasionalistik nich ye. Bahasa si Barakokok yang salah kali, … harusnya bahasa Melayu … jadi MalingSia-nya paham … Kalau mau dimengerti ya pakailah bahasa yang saling dipahami. Nah, harus bagaimana agar jangan di-MalingSia-an?

    Kita harus pandai merawat payu dara … e maaf, hartabenda dan kekayaan intelektual. Nah, para ‘petugas’ kita ngak paham yang beginian, soalnya kita bangsa saudagar he he. Mari kita kibarkan kesadaran, jangan pandai mencipta saja tapi juga merawat dan menjaga ciptaan.

    Jadi, persoalan matematikanya? Saya tidak berani masuk jalur itu. Salam menulis (bukan bicara) Matematika.

    Saya sudah menjadi pecandu disini, dan … mulai mengajarkan anak yang kelas IV SD sembari belajar. Kemarin malam belajar KPK dan FKK. Asyik. Maksih atas virus matematikanya.

  7. Kabayan punya nyali juga rupanya menangkap pencuri, yak. Dan, menurut hemat saya, cerita Pak Jupri kali ini bernada sindiran loh. (maaf kalau salah, hehehehe😀 ). Si Maling-Sia mencuri kaset-kaset Sunda ternyata orang suruhan. Siapa pula nih yang menyuruh? Yang bikin penasaran, kira2 rahasia apa yak yang dilakukan si Kabayan hingga berhasil mengorek keterangan dari Maling-Sia(l):mrgreen:
    *Terus menunggu si Kabayan mengorek keterangan dari Malingsia(l), hehehehe😆 *

  8. @Hanna: Iya silakan mba… (tapi jangan nunggu dari saya ya…😀 )

    @brainstorm: Kalau gitu saya juga rahasia ah…😀

    @Yari NK: Thanks for your appreciation. It does not matter, only a little error….😀

    @Ersis WA: Ya setuju, kita sebagai bangsa yang kaya akan beragam budaya, harus pandai-pandai melestarikannya. Contohnya, lewat tulisan ini, saya ingin mempertegas bahwa cerita Kabayan itu asli dari Indonesia (bukan dari negeri lain). Sehingga bila suatu hari nanti ada yang mengklaim cerita tentang Kabayan, tulisan ini bisa menjadi bukti empiris.

    @Sawali Tuhusetya: Hehehe… ya dugaan bapak benar. Kabayan itu harus punya nyali untuk menangkap sang pencuri, dan menginterogasi siapa dalang di balik pencurian tsb. Jangan cuma bisa berteriak-teriak doang….😀

  9. Duh kang Al .. sedang asik2nya membaca Kabayan koq malah disuruh ngitung sih??

  10. cK

    ceritanya menarik, tapi saya malas hitung-hitungannya…:mrgreen:

    btw si kabayan hebat juga ya, bisa ke negeri jiran…😆

  11. kabayan teaaaa…. top degh..saya dulu paling suka nonton kabayan masuk kota …

    malingsia, malesYah, malon *malaysian bloon*

    grrrhhhh

  12. wangsacl

    Pola untuk barisan ke-n adalah 10+20n.
    Caranya? Eksplorasi sendiri.
    Cari jumlah dari :
    S=(10+20\times{1})+(10+20\times{2})+...+(10+20\times{n})=1000
    Perhatikan bahwa ada n terms di situ.
    Balikkan termnya :
    S = (10+20\times{n})+(10+20\times{n-1})+...+(10+20\times{1})
    Jumlahkan 2 persamaan di atas, didapat :
    2S=(20+20\times{n+1})+(20+20\times{n+1})+...+(20+20\times{n+1}), di mana terms (20+20\times{n+1}) ada n buah.
    Lanjutkan :
    2S=n\times{20+20\times{n+1}}=n\times{20\times{n+2}}=20n(n+2)
    Maka :
    S=10n(n+2)
    Karena diketahui bahwa S=1000,
    1000=10n(n+2)
    100=n(n+2)
    n^2+2n-100=0
    Selesaikan persamaan di atas untuk n>0
    Kalau n nya sudah ketemu, kalikan dengan 20.
    Selesai!

  13. wangsacl

    Ada sedikit kesalahan
    (20+20\times{n+1})
    Harusnya
    (20+20\times{(n+1)}
    dst.

  14. Satire yang menyentil… sampai kebayang si Kabayan sebagai tokoh setnilan untuk mengucapkan malingsia…

    Orang Sunda berkata:
    menuduh maling: MALING SIA!!!
    keterusan maling : MALANG SIA!
    ketagihan maling: TEMPELENG SIA!🙂

  15. Kalau di blog saya, panggilan ‘borokokok’ yang diklaim malaysia ;))

  16. mataharicinta

    kritik sosial sambil belajar matematika ya pak guru?
    cerdas juga.

  17. Ali Pullaila

    Kabayan lupa ya bahwa teman kerjanya di “Negri Jiran ” ada orang Riau namanya Pak Mikin mereka satu rumah, selain kaset kang kabayan yang di curi “maling sia” tongkat pak mikin terbuat dari “kayu merbau” juga di curi bahkan sepatu pak mikin yang berlumuran”tanah dan pasir” juga di curi, buat apa ya maling sia nyuri “kayu, tanah dan pasir?

  18. DIDIET

    Maaf Bang Jupri Nyoba Nich Kalo Jawabannya Kurang Betul Mohon Masukan
    – Bicara tentang deret geometri
    Un=a+(n-1)b
    Dalam Kasus ini
    Un=1000
    a=30
    (n-1)=variabel unik yang direkayasa bang jupri
    b=20 menit
    sehingga penyelesaiannya
    1000= 30 + (n-1) 20
    1000= 30 + 20n – 20
    1000= 20n + 10
    1000 – 10 = 20n
    990 = 20n
    jadi sekitar 990 menit si Kabayan dapat menyelesaikan tugasnya mengantar 1000 amplop/pucuk/apalah ^_^….???? Surat.
    jangan pandang variabel ‘n’ ,ini hanya pengecoh saja karena n ini letak surat yang ke-1000
    sebagai gambaran 30 surat pada 20 menit pertama letaknya pada n=1(kalau mau dicarimonggo) ini saya diskusikan dengan anak didiksaya.
    Maaf Bang jadi kayakkuliah betulan ^_^….****!!!???

  19. wakakakak… lucu lucu… okeh juga ini cerita! hihihi… ayo aku tunggu maling sia session selanjutnya

  20. adipati kademangan

    adipati : saya pak bisa njawab
    al jupri : ya .. silakan kang
    adipati : 180,952381 menit pak atau 180 menit 57,1426 detik
    al jupri : bagaimana bisa begitu . coba jelaskan
    adipati : pengiriman terakhir
    =(10/210)*20
    al jupri : apaan itu 10? 210?
    adipati : mbuh … wong kuwi olehe nyonto kok

  21. reza

    Emannnng malysia harus dibasmi…
    tapi ntu kisah nyata…???

  22. rianriau

    he……he…bearti cerita kabayan sama ya dengan cerita nya yong dolah(cerita jenaka dri bengkalis) ngbuat jenaka terus………janagnlupa ya baca cerita nya yong dolah.by rian riau

  23. salam kenal…..?????
    buat para blogger indonesia dukung internet aman, sehat & manfaat supaya blog di indonesia lebih baik lagi.
    terimakasih atas perhatiannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s