Soal Matematika Cerita Buatan Udin (Part1)

Oleh: Al Jupri

Masih ingat dengan cerita Tom dan kawan-kawannya? Ya, mereka adalah sekelompok anak kreatif yang sudah seringkali kali meramaikan dunia cerita di blogosphere ini.

Cerita tentang mereka, tak disangka sebelumnya, ternyata mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ada siswa, mahasiswa, guru, dosen, pemerhati pendidikan, pemerhati anak, psikolog, pakar manajemen, blogger, dan pembaca lainnya. Untuk itu, saya ucapkan terimakasih atas apresiasinya.

Kali ini, sekedar untuk mengobati kerinduan para pembaca yang sedang menantikan cerita Tom dan kawan-kawannya, saya hadir kembali siap dengan cerita berikut ini. Saya berharap, semoga cerita kali ini ada manfaatnya. Selamat membaca!

Nah, begini ceritanya.

Malam itu, segera setelah sholat Isya di Masjid, Tom, Udin, dan Ahmad berangkat ke rumah Ida untuk belajar bersama, mengerjakan PR* yang siang tadi diberi oleh ibu guru mereka, ibu guru kelas 4 SD yang sangat mereka sukai, Bu Yati namanya.

Sejak habis maghrib Ida sudah menunggu kedatangan kawan-kawannya. Ruang tamu yang cukup luas, akan dijadikan sebagai tempat belajar bersama. Sedangkan ibunya Ida, bu Aisyah, rupanya sedang menyiapkan hidangan, panganan ringan buat tamu-tamu kecilnya.

“Assalamu’alaikum,” serempak Udin, Tom dan Ahmad mengucap salam di depan rumah Ida.

“Wa’alaikum salam,” jawab Ida kemudian segera membukakan pintu rumahnya.

Sambil bercanda dan ketawa-ketiwi mereka kemudian masuk, langsung ke ruang tamu.

“Kalian mau belajar bareng ya?” tanya bu Aisyah ke ketiga teman Ida tadi.

“Iya Bu, mau ngerjain PR dari Bu Yati,” jawab Ahmad.

“PR matematika ya? Sulit engga?” begitu bu Aisyah berbasa-basi dengan mereka, sambil menghidangkan minuman dan kudapan di atas meja. Sedangkan ketiga teman Ida tadi, cuma senyum-senyum saja, cengar-cengir tidak menjawab basa-basi ibunya Ida, menandakan bahwa PR mereka tidak mudah dikerjakan.

PR kali ini tidak seperti biasanya. PR yang diberikan Bu Yati kali ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama, PR kelompok, yakni menyelesaikan soal matematika cerita. Yang kedua, jarang-jarang PR seperti ini, yakni membuat soal matematika cerita dari suatu soal matematika biasa.

Sambil bercanda kesana kemari, akhirnya PR bagian pertama yakni menyelesaikan soal cerita dapat diselesaikan. Tinggal PR bagian kedua, yang harus dikerjakan oleh masing-masing dari mereka.

“Nah, sekarang kita sudah beres nih PR kelompoknya. Tinggal PR masing-masing nih, tapi saya masih bingung bikin soal matematika ceritanya, ” begitu Ahmad berkata ke teman-temannya.

“Iya nih, saya juga masih bingung,” tambah Ida.

“Eh Din, kok dari tadi kamu tenang-tenang saja. Udah belum PR bikin soal ceritanya?” tanya Tom.

“Saya juga masih bingung. Bagaimana kalau kita diskusi saja cara bikin soal ceritanya?” usul Udin

“Iya setuju, kita bikin soal ceritanya sekarang saja. Saya bikin, kalian bikin juga,” begitu kata Ida dengan bersemangat.

“Ok deh, kita bikin ya sekarang,” kata Ahmad.

Udin, Tom, Ahmad, dan Ida sibuk berimajinasi, berpikir, merenung membuat soal matematika cerita berdasarkan soal matematika biasa yang diberikan bu guru mereka.

Oh, iya. Soal matematika biasa yang harus dibuat menjadi soal matematika cerita itu seperti berikut ini:

6 \times(3+4)

Yang pertama beres bikin soal matematika cerita adalah Tom. Disusul Ahmad, kemudian Ida. Sedangkan Udin tampak masih berpikir, merenung, berimajinasi, dan berhayal  yang tampak dari jidatnya yang masih berkerut.

“Ayo Tom bacakan soal cerita buatan kamu,” pinta Ida.

“Sebentar dulu dong, Udin kan belum beres tuh, tunggu sebentar ya,” jawab Tom.

“Ah biarin saja si Udin mah, dia mah emang suka terlambat,” jelas Ida.

“Jangan gitu dong Ida, kita tunggu sampai Udin beres. Kita kan akan mendiskusikan soal cerita buatan masing-masing, ” begitu Ahmad mengingatkan Ida.

Gimana Din, beres belum?” tanya Tom.

“Ya udah, kalian saja duluan diskusi, ga usah nungguin saya,” kata Udin sambil sedikit pusing, belum bisa bikin soal cerita.

Teman-teman yang lain cuma diam saja, masih menunggu Udin sampai beres.

“Kalian ini gimana sih, ya udah sana diskusi saja duluan!” lagi kata Udin.

Akhirnya karena Udin tak segera selesai, namun waktu makin larut, mereka memutuskan untuk menyudahi belajar bersama mereka, dan pulang ke rumah-masing-masing.

***********************

Dua hari kemudian, PR matematika pun dikumpulkan. Udin dan teman-temannya, yakni Tom, Ahmad dan Ida pun segera mengumpulkan PR-nya.

“Anak-anak, soal cerita buatan kalian akan ibu periksa dengan baik. Nanti soal cerita yang paling bagus, selain mendapat nilai bagus, ibu akan beri hadiah, surprise!” begitu kata bu guru Yati pada murid-muridnya.

*Nah, bagaimana kelanjutan ceritanya? Jangan menduga bahwa soal cerita buatan Udinlah yang paling bagus. Jangan pula menduga tentang soal buatan Tom. Fokuskan pada tokoh Udin, kaitkan dengan permasalahan, dan judul. Kira-kira apa yang akan terjadi kemudian? Saya sendiri belum tahu kelanjutan ceritanya, belum tahu bakal seperti apa ceritanya. Hehehe 😀 *

[Bersambung….]

Catatan: * PR = Pekerjaan Rumah

16 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Iseng, Matematika, Matematika SD, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra

16 responses to “Soal Matematika Cerita Buatan Udin (Part1)

  1. Huehehehe…. Ini ceritanya disuruh nebak akhir cerita nih? Tapi iya bener, mungkin harus kreatif begitu ya sekali2, bukannya memecahkan persoalan matematika saja, namun juga belajar membuat ‘soal matematika’ yang berupa cerita dari formula yang udah ada. Yang dilihat mungkin adalah adu kreatifnya si siswa kali ya! Atau mungkin bisa jadi jawaban yang diberikan, murid disuruh membuat soalnya! Misalnya: “Masing-masing anak mendapat Rp. 300,- dengan sisa uang Rp. 100,-“. Buatlah soal ceritanya! Yang paling indah dan kreatif dialah yang mendapatkan nilai tertinggi! Halaaah…. maksa! Ini pelajaran matematika atau Bahasa Indonesia ya jadinya?😀

    PS:
    Saya juga punya “soal cerita” nih: Kenapa di komentar spam yang diblok oleh Akismet selalu berkeliptan 3 ya? Coba saja perhatikan di setiap blog WordPress yang ada informasi Akismet-nya seperti yang punya kang Jupri ini di kanan bawah!😀
    ____________
    Al Jupri says: Iya betul, Pak. Silakan tebak seperti apa akhir ceritanya? Ayo…😀

    Cara seperti ini memang untuk menggali krartivitas siswa. Jangan cuma gurunya saja yang kreative ngerjain siswa-siswanya. Tapi juga siswa harus dibangkitkan potensi kreativenya.

    Btw, cara seperti ini merupakan integrasi matematika dengan pelajaran lain, bahasa misalnya. Hehehe…😀

    Oh, iya, Kenapa ya komentar spam yang ditangkap akismet itu kelipatan 3? Kayaknya karena mengandung link yang rangkap tiga, adinya tidak boleh, akiatanya ditangkap sama akismet.

  2. Yak, memang jarang, ya, Pak, guru memberikan tugas untuk membuat soal, termasuk soal cerita. Yang sering terjadi kan murid2 menjawab pertanyaan guru. Betul nggak, pak?
    ____________
    Al Jupri says: Ya betul, Pak. Amat jarang guru menugaskan siswa membuat soal sendiri, padahal siapa tahu (seringkali) soal buatan siswa itu lebih menarik, lebih realistis, lebih kreatif dari pada gurunya. Kalau ini dipraktikkan, saya yakin para guru di sekolah tak akan mengeluh memperoleh soal-soal yang menarik, kratif, bagus, dan bahkan berkualitas. Menugaskan siwa untuk membuat soal (cerita) sepertinya perlu dilakukan, untuk menggali kreativitas siswa. 😀

  3. Temen saya, guru matematika, pernah menerapkan metode problem posing. Caranya, ya dengan meminta anak2 untuk membuat soal, bukan menjawab soal. Ternyata, malah mampu menumbuhkan semangat anak untuk belajar dan penguasaan materinya juga bagus, tuh, Pak.

    AL Jupri says: Oya? Ceritakan dong Pak bagaimana bisa seperti itu? Bagaimana siswa termotivasi belajar matematika dengan cara sperti itu? Hehehe..😀

  4. Mungkin dengan menggunakan metode problem posing *bener nggak Pak nih ejaannya, hehehehe😀 * anak-anak akan terlatih untuk bersikap kritis. OK, salam dari Kendal.

    Al Jupri says: Iya Pak bener tulisannya. Ya, problem posing merupakan salah satu alternative untuk melatih siswa untuk berpikir kritis…, 😀

  5. 6x(3+4)=42
    6×3=18
    6×4=24
    18+24=42
    He he he, maaf ya, iseng corat-coret.
    Waduh, ternyata bikin soal cerita matematika jauh lebih sulit. Mesti tahu rumus dan jawabannya. Makanya kita-kita ini kagum dan salut sama pak Jupri.

    ______________
    Al Jupri says: Terimakasih mba. Gampang kok mba bikin soal cerita itu… nah, coretan-coretan mba di atas, bisa tuh dibikin soal cerita. Apalagi mba yang pandai bercerita, saya yakin soal cerita buatan mba bakal bagus. Coba aja… Hehehe..😀

  6. wah makin mantep aja nih crita²e, lama² jadi ahli crita² matematika sosial… jarang loh menemukan ini…🙂

  7. a x (b+c) = ab + ac = ac + ab = ca + ba

    eh benar ya lama2 matematika itu menyenangkan!,
    ide saya, gmn klo kumpulan blog kg.Jupri ini dibuat buku. seperti karangan Prof.Yohannes Surya -> Fisika itu Asyik.
    ————————————————————
    (*menerawang mode)
    Jadi inget, temen pernah cerita sewaktu dia sekolah di salah satu SMP teknik (Medan), semua Anak kebingungan dengan pertanyaan sang guru, hingga akhirnya terjadi dialog ini :

    Guru : “Hei kau ucok, berapa A + B ?! ”
    Ucok : “hmm, C pak !!!”

    akhirnya si ucok dijitak deh sama gurunya.
    Apalagi dia jawab D yah.

  8. kalau saja guru matematika saya dulu seperti Bapak..duh pasti saya akan sangat jatuh cinta dengan pelajaran yang membuat rambut keriting ini hehe..salam kenal yah pak

  9. Kang Jupri saya request cerita soal kalkulus lagi dounx🙂 tapi sekarang tentang Turunan atau tentang Kontinuitas saya agak kesulitan cari analogi yang pas dan pembuatan soal soal berjenjang

    NB : (nambah) saya link yah blognya selama ini saya cuma numpang baca doank thx

  10. Salam kenal semuanya,
    Ini soal cerita versi saya😀
    Seorang mahasiswa ilkom(ilmu komputer) sebuah PT di Bogor diberikan tugas (PR) dasar pemrograman dalam bahasa C. Yang harus dia lakukan adalah menggabungkan 2 buah array statik dan menyimpannya kembali ke dalam Array 2 dimensi C sebanyak 6 kali. 2 array yang dimaksud adalah A[] = “supri” B[] = “man”. Pertanyaannya adalah berapa total byte yang dipesan ke memory untuk menyimpan Array C? (He3x maksain gak seeh)?
    Jawabannya tentu saja: [index Ci] X [index Cj] dimana Ci = 6 dan Cj = (panjangB + panjangA) = (3+4)…
    Hasil jika ditampilkan pada layar:
    supriman
    supriman
    supriman
    supriman
    supriman
    supriman

    Press Any Key to Continue……
    😀😀😀

  11. Eh ada kesalahan seharusnya array isi array A[]=”spri” (biar pas)🙂. jadi bila ditampilkan si layar:
    spriman
    spriman
    spriman
    spriman
    spriman
    spriman

    Peace….. \/

  12. Nda

    Wah sayang saya telat bgt baru gabung baca-baca disini.. Bener kata unai, coba saja guru matematika saya spt bpk jupri pasti amat menyenangkan🙂

  13. Rusdi malino

    Ceritanya amat bagus, cuma kadang-kadang akhirnya bikin penasaran. Tapi jujur aku amat menyukainya.

  14. Nico

    matematika itu menyebalkan karena harus berfikir keras dan harus ngafalin perkalian apalagi ada rumusnya harus diafalin tuh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! makanya kalo pelajaran mat gw pilih maen kalo enggak tidur!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! mendingan IPS, KTK, Bahasa Indonesia dll yang tak membuat otak pecah alias meledak!!!!!!!!!!!!!!

  15. Natasha

    matematika itu menyebalkan bikin pala mbeledus !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s