Mungkinkah “Rumus Einstein” itu dari Melayu?

Oleh: Al Jupri

Dulu saya pernah bertanya pada teman saya yang dari jurusan fisika. Kenapa rumus Einstein yang terkenal itu adalah E = mc^2? Kenapa rumusnya bukan E = ma^2 atau E = mb^2 atau yang lainnya?

Mendapat pertanyaan itu, sepertinya teman saya itu menganggap pertanyaan saya tidaklah serius. Dia cuma ketawa saja. Terus, malahan dia balik bertanya ke saya. “Kenapa nama dai sejuta umat itu adalah Zainuddin MZ? Kenapa bukan Zainuddin MA, Zainuddin MB, atau yang lainnya?” begitu katanya.

Saya pun jadi tertawa dibuatnya. Hahaha…:mrgreen:

“Oh, iya. Saya tahu alasanya!” begitu kata teman saya itu.

“Serius nih?” tanya saya.

“Iya serius!” begitu katanya, dengan muka serius.

“Iya, dulu sewaktu Einstein menemukan hubungan antara energi, massa dan kecepatan cahaya di ruang hampa sebetulnya dia itu kebingungan untuk menuliskan hubungan itu. Untuk energi, Einstein sudah tahu dan akan memakai huruf E, begitu pula untuk massa, dia memakai huruf m. Tapi, untuk kecepatan cahaya dia bingung memilih huruf yang akan dipakainya. Dia berpikir berulang kali memilih 24 huruf sisa yang ada dalam abjad,” begitu katanya, dia terdiam beberapa saat sambil menarik nafas.

“Terus?” tanya saya. (Saya pikir teman saya itu sedang ngebohongi saya. Tapi, saya harus menghargai usahanya untuk memberi tahu saya. Menghargai orang ngomong itu kan penting, iya kan?😀 )

“Nah, ketika dia memilih huruf a sebagai kecepatan cahaya, sudah keduluan, karena a itu untuk lambang percepatan. Ketika dia akan memilih huruf b dia pun bingung dan berpikir bahwa huruf b itu tidak cocok,” lanjut teman saya itu bercerita.

“Tapi kan, bukankah kecepatan itu lambangnya v? Kenapa tidak pakai itu saja?” tanya saya dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Betul, kecepatan itu lambangnya v. Tapi, karena kecepatan cahaya itu istimewa, merupakan kecepatan yang tercepat yang pernah ada dan diketahui manusia, kecepatannya yaitu 3 \times 10^8 m/s, maka Einstein berfikir untuk membedakannya dengan lambang v,” jelas teman saya itu.

“Oooo begitu…,” kata saya.

Selanjutnya, teman saya itu bercerita panjang lebar tentang fisika modern yang menceritakan rumus Einstein tersebut. Saya tak sabar dibuatnya.

Kemudian saya berkata dengan asal-asalan ke teman saya itu. Begini kata saya itu. “Ah, mungkin karena Einstein pernah bertemu orang Melayu, dan orang Melayu itu memberi tahu Einstein bahwa light itu bahasa Melayu-nya adalah ‘cahaya‘. Makanya dia melambangkan kecepatan cahaya itu dengan huruf c, yaitu huruf pertama dari kata cahaya.

“Hahahahaha….” tawa teman saya itu.

Kemudian diskusi pun berakhir, karena saya meninggalkannya yang masih tertawa. Saya meninggalkannya karena tak tahan lagi mendengar ocehannya yang kesana-kemari, tak jelas juntrungannya, dan tak segera menjawab pertanyaan saya tadi.

Apakah karena teman saya itu tidak tahu, tapi tak berani mengakui ketidaktahuannya sehingga tak menjawab pertanyaan saya? Entahlah.

Tampak dia hanya tertawa geli melihat saya pergi.😀

=======================================================

Ya sudah segitu saja ya ceritanya, cerita yang sengaja dibumbui di sana-sini demi kenyamanan pembaca. 😀.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya. Amin.

Catatan:

1. Bagi pembaca yang dari bidang fisika dan tahu asal-usulnya rumus Einstein itu, saya undang untuk berdiskusi dan memberi tahu saya di sini, di kolom komentar. Terimakasih.😀

2. Gambar diambil dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein

17 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Curhat, Fisika, Iseng, Kenangan, Renungan, Sains

17 responses to “Mungkinkah “Rumus Einstein” itu dari Melayu?

  1. Hahahahaha😀 Joke yang cerdas. Rupanya teman Pak Jupri Sense of humor-nya tinggi juga, ya? Atau jangan2 yang cerdas mah Pak Jupri-nya, hehehe. Agaknya Einstein pernah kenalan juga sama orang Melayu, ya?
    OOT, Pak, nih, habis untuk yang berbau Fisika itu sejak zaman SPG nilai saya ancur:mrgreen:
    ___________
    Al Jupri says: Hehehehe…. untung hancur ya Pak? Maaf Pak, artikel di atas, cuma becanda saja. Menceritakan ketidaktahuan saya waktu dulu. Sekarang sih sudah tahu sebetulnya… Cuma tiba-tiba ketika pengen nulis, saya teringat kejadian yang saya alami tsb.

  2. Huahahahahahaha….. ada2 aja.:mrgreen:
    Seriusnya sih ‘c’ itu singkatan dari celeritas kalau nggak salah, bahasa Latin, yang artinya ‘kecepatan’.
    Tapi saya mau protes nih: Kok judulnya: “Rumus Einstein” itu dari Melayu sih? Soalnya ‘Ntar Malaysia ge-er lagi, nanti diakuin dari Malaysia lagi, jangankan ‘rumus Einstein’, lagu ‘Rasa Sayanghe’ aja diakuin dari Malaysia! . Aturan lebih klop judulnya: “Rumus Einstein” itu dari Hindia Belanda , mungkin gitu lebih enak, ya?😀
    ___________
    Al Jupri says: Huahahaha… iya terimakasih Pak infonya. Sebetulnya saya juga sudah tahu pas nyari-nyari link Einstein. Cuma saya ingin becanda saja, makanya artikel ini saya tulis. . Ketika ingin buat postingan, saya teringat kejadian yang saya alami tersebut. Ya artikel ini menceritakan ketidaktahuan saya, waktu dulu. Sekalian nyindir Malaysia 😀

  3. hahaha…seru juga kalo c itu artinya cahaya….tapi gak apa2 juga ya sebenernya….daripada apa2 pake bahasa latin….nah sekarang kalo c itu dari celeritas, kenapa E dan m-nya gak pake bahasa latin juga?…atau itu udah bahasa latin ya?…wah, nambah2in masalah aja ya aku…:p

  4. bukankah melayu selalu untung?😆

  5. 🙂
    yang saya tahu, c itu dari kata “constant” atau konstanta alias bilangan-tetap(an).

    mungkin Pak Einstein ingin bilang dalam rumus relativitasnya ini kalo sebenarnya materi (massa) adalah energi yang ‘diam’. ketika ia ‘bergerak’ atau ‘teraktifasi’ massa tadi akan berubah menjadi energi yg ratusan-juta-pangkat-dua kali lebih dahsyat!

  6. yang terkenal itu adalah E = mc^2? Kenapa rumusnya bukan E = ma^2 atau E = mb^2 atau yang lainnya?

    Pertanyaan yang menggelitik dari calon matematikawan yang bisa merogoh isi otak Kang Einstein… Sapa tahu Kang Jupri bakal jadi Kang Einstein dari Banten hehehe …

    Mestinya judul itu “Mungkinkah “Rumus Einstein” itu dari Banten?” sebab Banten juga Melayu kan… ? sebab benar kata Yari NK, Malaysia kini sedang mengklaim Melayau adalah Malaysia.. padahal Indonesia juga kan Melayu… bahkan bahasa Cirebon-Banten untuk percepatan dan kecepatan bisa diperoleh jika dengan “Mlayu-mlayu”🙂

  7. @fisto: Iya nih nambahin masalah…😀

    @k’tutur: iya gitu? Untung Melayu…😀

    @hareem: terimakasih penjelasannya… salam kenal.😀

    @kurtubi: Hahahaha… iya sih Malaysia itu ngaku-ngaku. Mungkin sebentar lagi mereka akan mematenkan bahwa Melayu adalah Malaysia, siapa tahu?😀 PAdahal bagian terbesar ras Melayu itu kan adanya di Indonesia.

    Bila itu terjadi (Malaysia mematenkan ras ke -Melayuan diakui sebagai milik mereka), itu kan artinya mereka rasis (atau narsis ya?😀 ), mengagung-agungkan ras bangsa tertentu (ini kan salah, tak sesuai ajaran Islam).

    Oh, iya. “Aja melayu-melayu bae ya mr Kurt, awas bokan tiba = jatuh (napik melayu-melayu saos enggih mr Kurt, mengkin tiba. (bener boten ya bebasane niki? Wah isin, boten bangkit bebasan… ))”😀

  8. Ami

    Salam buat semuanya.

    Tiba2 aja nih saya mampir ke website ini, entah itu dorongan rindu dengan pemiliknya ataupun karena tulisan kali ini menyebutkan melayu. Hehehe…..

    @Yari Nk : melayu tak hanya ada di Malaysia, di Indonesia juga ada daerah melayu. Saya asli keturunan melayu Indonesia. So, gak ada salahnya kalo pemilik blog ini membuat judulnya pake Melayu, karena melayu tak menunjukkan Malaysia.
    Kacaunya lagi sampe2 kita berpikiran Malaysia mau mematenkan ras melayu hehehehe… ide yang lutchu…

  9. Kebetulan sekali yah, C = cahaya… hoki banget si malay

  10. @ Ami

    Justru itu mbak, ide-ide lucu seperti itu banyak datang dari Malaysia! Lihat aja beberapa produk tradisional Indonesia yang mau dipatenkan oleh Malaysia, termasuk lagu ‘Rasa Sayanghe’. Memang negeri jiran kita itu terkenal dengan ide-ide lucunya kok!😉

  11. Ah yang bener aja … menurut naskah kuno, E=MC2 itu turunan dar Ersis Writing Theory, E= Ersis, MC2=Mewabahkan Menulis Cantik Canggih … he he kali aja. Matematika jangan dibuat terlalu serius. Becanda itu kan matematika jua to Kang?

  12. kita colong aja kenapa ga dari Indonesia ?😀 keenakan tuh Malingsia dapet kredit dari humor ini😀 hehe

  13. Naufal

    Rumusnya Einstein itu yang nyebabken Herosima dan nagasaki kena bencana ya.

  14. is

    @Naufal: bencana buat jepang, berkah buat indonesia. ya gak? so, kayaknya sih memang mbah Einstein kenalan sama orang melayu makanya secara gak langsung rumusannya menguntungkan orang melayu😀
    nice blog pak!

  15. Debat soal banyolan “Einsten…” ini amat menarik.
    Gw jadi tau c itu adalah celeritas, E adalah Energi, dan m adalah massa. Ngomong-ngomong, pada skolah dimana sih….?
    Kok gw agak gagap soal matematik.
    Bener juga pendapat yang udah ada. Kenapa ya kok E dan M itu tidak diambil dari bahasa latin.
    Apa E dan M itu memang udah dari bahasa latin…
    Yang begene ene gwe demen.
    Nambah sense of knowledge.
    Ga terfokus ke U….a………..ng aja.
    He..he.he…..
    Thanx buat smua.
    Salam kenal.
    Tetap Semangat terus.
    OK.

  16. profmc2

    ehm…begini sebetulnya bukan begitu ceritannya….gini waktu itu gini..pada saat itu malam hari..ak waktu itu berpikir keras sekali memikirkan energi relativitas tu berasal…n..saking mumetnya berpikir ak jadi stress n sering sakit perut…..nah malam itu…jam ,,jam berapa ya..?? ya pokoknya jam segitulah ..karena terus ak bawa bawa terus tu pikiran …akhirnya ga sengaja deh ak menghilang kan kacamataku..ak lupa ak taruh mana….wihhh bingung sekali ak ak nyarinya…tak cari kemana mana…di meja ,,kaga ada,,,di lemari juga ga ada…..ak cari di ruang tamu..eh ga ada juga….ak bingung nya setengah mati tuh…tanpa tu kaca mata ak ga bisa ngeliat jarak deket….tiba tiba istriku muncul…”nyari apa pak?!” ….ak bilang , “lagi nyari kacamata ku nih….kamu ada liat ga?” …istriku bilang…lha piye toh pi…nang sirah mu kui opo toh.??” wooaallllaaaa….hehehe ga nyadar sih maklum udah tua….hihihihi …banyak pikiran mi..hehehehe….tapi berkat itu juga ak dapat ilham..selang beberapa detik kemudian ak menemukan jawabannya…see!!!!”” ak menemukan jawaban yang terganjal n masih ngeggantung…ternyata…????? nah akhirnya ak memutuskan untuk memakai simbol c , c dari kata see .

  17. mungkin juga Rumus Einstein dari melayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s