Pilih Mana: Dapat Diskon 50% atau 30%?

Oleh: Al Jupri

Pagi itu adalah hari Minggu. Waktunya libur untuk anak-anak sekolah. Ahmad, teman si Tom yang baik hati itu, yang biasanya menghabiskan liburnya di depan TV kali ini dia sudah punya rencana untuk dilakukan. Ya, dia berencana untuk mengunjungi pameran/festival buku yang katanya menawarkan diskon* besar-besaran.

Rencananya, Ahmad dan beberapa kawannya yakni Tom, Udin, Cecep, dan Ida akan berangkat bersama ke tempat pameran/festival tersebut. Mereka berencana akan berangkat bersama dari rumah Ahmad.

Sekarang Ahmad sedang menunggu teman-temannya datang untuk berkumpul.

Sambil menunggu teman-temannya datang, Ahmad bingung menentukan pilihan. Karena tempat pameran buku itu ada di dua tempat yang berbeda terpisah cukup jauh. Di tempat pertama, yaitu di Cilegon, dengar kabar bahwa diskon yang diberikan adalah 50%. Sedangkan di tempat kedua, yakni di Anyer, diskon yang diberikan cuma 30%. Ahmad bingung menentukan pilihan, ke mana dia dan teman-temannya harus pergi?

Satu persatu teman-temannya datang. Cecep, Ida, kemudian disusul Udin.

“Teman-teman…, si Tom katanya tidak jadi ikut. Dia sekarang kurang enak badan, lagi sakit katanya,” begitu kata Udin pada tiga orang temannya.

“Sakit kenapa Din?” tanya Ahmad.

“Iya Din, si Tom sakit apa?” Ida juga ikutan bertanya.

Ga tahu, mungkin kurang enak badan saja. Tadi, pas saya nyamper ke rumahnya dia kelihatan lesu. Tidak tahu kenapa? Saya langsung saja ke sini,” jawab Udin.

“Kalau gitu, nanti sehabis dari tempat pameran, kita ke rumah Tom ya teman-teman?” usul Cecep.

“Ok deh, nanti kita ke rumah Tom ya teman-teman?” begitu kata Ahmad, teman-teman lain pun setuju.

“Eh iya teman-teman. Tempat pameran bukunya ada dua lho…, di Cilegon kita dapat diskon 50%, sedang di Anyer kita cuma dikasih diskon 30%. Jadi ke mana nih kita harus pergi? Saya bingung nih,” begitu kata Ahmad.

“Ya jelas ke Cilegon dong Mad, cari diskon yang lebih gede,” timpal Cecep.

“Kamu ini gimana sih Mad, masa gitu aja bingung sih? Ya jelas cari diskon yang lebih gede dong Mad,” begitu kata Udin.

“Tapi…,” kata Ahmad.

“Tapi apa lagi Mad?” tanya Ida.

“Yang diskonnya lebih gede itu belum tentu lebih murah teman-teman…,” terang Ahmad.

“Ah kamu itu gimana, mana bisa yang diskonnya lebih gede lebih mahal harganya dibanding yang diskonnya kecil?” lagi-lagi Udin bertanya.

Sementara itu Cecep dan Ida jadi berpkir. Sepertinya memikirkan apa yang dikatakan Ahmad. Udin pun jadi ikut berpikir.

Kemudian.

“Emang yang diskonnya lebih gede bisa lebih mahal?” sekarang Udin jadi bertanya ke Ahmad.

“Nah itulah masalahnya Din! Dari tadi saya mikirin hal itu,” Ahmad merespon pertanyaan Udin.

“Sekarang gini aja. Kita ambil contoh. Misalkan kita mau beli buku A harganya Rp. 20.000,- Setelah didiskon harganya jadi berapa?” Cecep mulai ambil inisiatif mencari solusi masalah.

“Karena di Cilegon kita dapat diskon 50%, berarti kita dapat potongan seharga \frac{50}{100} \times Rp.20.000 =Rp. 10.000. Jadi kita hanya membayar sebesar Rp.20.000 - Rp. 10.000 = Rp.10.000,” begitu kata Ida. Kemudian ia melanjutkan.

“Berarti kalau di Anyer, karena dapat diskon 30% maka kita dapat potongan harga sebesar \frac{30}{100} \timesRp.20.000 = Rp. 6000. Jadi, kita harus membayar sebesar Rp.20.000 - Rp. 6.000 = Rp.14.000,” kata Ida.

“Tuh kan Mad, yang ngasih diskon lebih gede, harga bukunya lebih murah,” begitu kata Udin dengan penuh semangat. Sementara itu, Cecep dan Ahmad masih berpikir.

“Hmmm, begini Din. Yang tadi dijelaskan Ida itu kalau harga awal buku di Cilegon dan di Anyer sama. Nah, kalau harga awal di dua tempat itu beda, nanti harga setelah dapat diskon juga beda,” begitu Ahmad mulai menjelaskan. Tampaknya dia sudah dapat pemecahannya.

“Maksud kamu bagaimana Mad? Saya belum ngerti nih…,” tanya Cecep.

“Misalkan begini. Untuk harga buku A, di Cilegon misalnya seharga Rp.30.000. Sedangkan di Anyer untuk buku A misalkan harganya Rp.20.000,” lanjut penjelasan Ahmad. Sementara untuk beberapa detik dia terdiam, berpikir.

“Nah, karena di Cilegon kita dapat diskon 50%, maka kita dapat potongan harga sebesar Rp.15.000. Jadi, untuk buku A kita harus membayar sebesar Rp.30.000 - Rp.15.000= Rp.15.000 ,” lagi kata Ahmad.

“Sedangkan, karena di Anyer harga buku A itu Rp. 20.000 dan kita dapat diskon 30%, maka kita dapat potongan sebesar \frac{30}{100}  \times Rp.20.000= Rp. 6000. Jadi kita harus membayar buku A seharga Rp. 20.000 - Rp.6000= Rp.14.000. Jadi, di Anyer, walaupun diskon yang diberikan lebih kecil, harganya bisa jadi lebih murah,” demikian penjelasan Ahmad dengan mantap.

“Oooo gitu maksudnya Mad,” kata Cecep dengan senangnya karena mengerti penjelasan Ahmad.

“Iya juga ya. Diskon yang lebih gede, belum tentu harga buku yang akan kita beli lebih murah, ” ujar Ida.

“Iya sih Mad, apa yang kamu katakan itu bisa saja benar. Tapi kan kita sekarang belum tahu harga awal buku yang dijual di dua tempat tersebut Mad, “begitu pendapat Udin.

“Nah, itu juga yang sekarang saya pikirkan Din. Kita belum tahu harga awalnya,” kata Ahmad.

“Ya sudah kalau begitu kita tentukan pilihannya pake suara terbanyak saja,” usul Cecep.

Yeee, ini sih bukan masalah suara terbanyak atau sedikit Cep! Ini mah masalah harga, masalah uang yang nanti akan kita keluarkan buat beli buku,” kata Ida yang sedikit kesal ke Cecep.

Obrolan pun makin hangat, mereka belum juga berangkat, padahal waktu sudah hampir tengah hari. Menyadari akan hal itu, Udin langsung mengajak ketiga temannya untuk segera berangkat ke salah satu tempat.

=======================================================

Oh, iya. Untuk buku A yang sama dan dengan menggunakan diskon yang sudah diceritakan, berapa harga awal masing-masing buku A di dua tempat tersebut agar harga akhirnya setelah dapat diskon bisa sama?

Selamat menikmati cerita ini!

=======================================================

Nah, sampai di sini dulu ya ceritanya**. Mudah-mudahan ada manfaat yang bisa kita ambil dari cerita tersebut. Amin.

Catatan:

*diskon = potongan harga

**Untuk para ahli bahasa, boleh ya saya bertanya. Apakah cerita yang saya buat ini termasuk cerpen? Kalau termasuk cerpen, cerpen apa namanya? Kalau bukan cerpen, namanya apa dong? Terimakasih.😀

39 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Iseng, Matematika, Matematika SD, Matematika SMP, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra

39 responses to “Pilih Mana: Dapat Diskon 50% atau 30%?

  1. Di Cilegon:
    – Diskon = 50 %
    – Harga harus dibayar = 50 %

    Di Anyer:
    – Diskon = 30 %
    – Harga harus dibayar = 70 %

    Karena harga akhirnya sama, maka:
    70 % harga Anyer = 50 % harga Cilegon
    harga Anyer = 5/7 harga Cilegon

    Maka, kalau harga awal di Cilegon = Rp 28.000, maka harga awal di Anyer adalah:
    5/7 x Rp. 28.000 = Rp. 20.000

    salah nggak, ya….

  2. Baca dulu dan mo nyoba cari jawabannya.Kalo dapat besok kembali lagi ke sini dengan jawabannya.Kalo ga dapat , tetap kembali juga tuk ngintip jawabannya, biar tambah pintar.hi3…Koq jadinya senang berhitung ya ?

  3. Kalau dalam kasus sehari-hari, banyak yang tertipu dengan kasus seperti ini:
    Misalkan toko A memberikan diskon 50% kemudian memberi diskon tambahan 20% lagi, nah di spanduk-spanduk promosinya mereka sering menulisnya sebagai diskon: “50% + 20%” (dengan 20% ditulis dengan ukuran ‘font’ yang lebih kecil), nah banyak yang mengira bahwa toko tersebut menawarkan diskon 70%, padahal menawarkan diskon 50% terus dari sisanya didiskon lagi 20% berbeda hasilnya dengan diskon 70% langsung, yang diskon langsung 70% tentu diskonnya lebih besar dibandingkan yang diskon 50% lalu dari sisanya didiskon lagi 20%! Misalkan sebuah barang € 100 didiskon 50% maka harganya jadinya € 50, terus didiskon lagi 20% maka harga akhir jadi € 40. Sedangkan kalau € 100 langsung didiskon 70% maka harga akhir adalah € 30.

    Nah, sekarang bagaimana ya, toko itu harus menulis plan diskon yang dimaksud secara matematis sebab penulisan diskon 50% + 20%, sering menipu konsumen!😀

  4. masih tergantung juga harga transportasi dan akomodasinya juga. anyer dan cilegon cukup jauh kan? hehehe.

  5. rajaiblis

    dimana pun mereka tinggal, mending beli di cilegon deh … karena di situ pusatnya !

  6. berapapun diskonnya tetep pilih palasari aja deket hehehhehe

  7. Setuju sama Yari. Utamanya sekarang, menjelang Idul Fitri, gebyar diskon dimana-mana. Dan plang diskon 50%+20% itu memang menipu konsumen. Karena masih banyak konsumen yang mengartikan diskon sebesar 70%. Kalau segitu, aku juga mau deh🙂

  8. Saya suka ceritanya..Tapi maaf ga bisa bantu cari jawabannya….he..he..he..

  9. hoek

    hmm…saia ndak isa matematik, jadinya saia mbeli bukunya besok aja, nunggu kabar tempad mana yang paling murah *ditabok akang jupri*
    selaen itu…saia juga ndak tau ini cerpen ato bukan, secara saia bukan ahli bahasa, cuma sering mbaca aja…menurud saia ini namanya soal cerita *ingedh jaman-jaman SMP dafed soal cerita di bagian essay*
    intinya? intinya saia ndak tau, karena saia ndak bisa matematik, afalagi boso endonesa…huehuehue…..

  10. Kalo tempatnya sama sih ya mending yang 50% dong, hehe

  11. siembah

    hehehehe bingung juga..Tapi kalo dilihat secara ekonomi,harus diperhatikan faktor2 yang lain seperti jarak,transportasi,akomodas,retribusi ( mungkin )…
    Kalo lebih deket cilegon ya mending ke cilegon aj..ok?

  12. Wah, kini ngasih tips belanja pula, hehehe.. gimana kalo mereka mencar aja, begitu nyampe saling call gitu.. mana yang paling murah. terus titip deh belinya..😛

  13. Kalau saya sih Mencari Yang Diskonnya 99% –>> dimana kira2 ada ya?

  14. rajaiblis

    ingin tau harga yg pas ?
    coba tanya sama penerbitnya !
    mereka pasti tau harganya …

    wakkkakkakaaaa …

  15. diskon hingga 50% ternyata jika dihitung konon, harga cetaknya masih jauh di bawah itu… jadi buku itu kata para ahli cetak paling2 biayanya 20-30% saja dari harga… yang tertera…

    benar2 buku murah jika postingan ini kemudian dijadikan cerpen lalu diterbitkan sendiri… kasih aja diskon 70% pasti seru pembeli karena menarik ada cerpen berbau matematika… ini belum ada loh sepengetahuan saya yang jarang beli buku heheheh…🙂

  16. *Terlambat komen nih, Pak. Habis dah dua hari ini koneksi internetku di rumah lagi nggak beres, hehehe😀 *

    Wah, cerita yang bagus, Pak. Kalau dilihat unsur2 ceritanya saya kira bisa dikategorikan sebagai cerpen. Sebuah cerpen, menurut penafsiran awam saya, Pak, itu kan mesti ada unsur2: tema/amanat, alur, latar, tokoh dan karaternya, dan sudut pandang. Saya kira 5 unsur pokok itu dah ada dalam cerita ini. Cuma masih perlu dilengkapi dengan unsur lain agar lebih memiliki daya pikat, misalnya, judul yang menarik atau diksi yang tepat. Dua unsur tambahan ini yang juga paerlu dipertimbangkan, Pak. Kalau bisa judulnya nggak langsung mengarah ke penyelesaian masalah atau yang berbau matematika untuk membuat pembaca penasaran, hehehe😀
    Tapi keseluruhan sudah nenampakkan sebuah cerpen yang utuh dan lengkap, khususnya untuk anak2 seusia Tom.
    OK, selamat berkreasi, Pak.

  17. cK

    saya nyari yang diskonnya 70% aja deh..😀

  18. SQ

    Ada yang diskon 100 % g ? he..he..he

  19. little_@

    cerpen bukan ya? karena aku bukan ahli bahasa, jadi aku bukan termasuk obyek yang dikenai pertanyaan ini. tapi aku tertarik untuk mengapresiasinya. definisi cerpen, lagi2 mengutip kundera, adalah seni yang lahir saat tuhan tertawa. lanjutnya bisa panjang ne, warnetnya mo tutup. 2 be continued, …

  20. Hari ini baca lagi 3x dan baru mulai mengerti.
    Duh, kalau ngitung-ngitung pasti K.O duluan.Tapi, belum nyerah lho.Akan saya ikuti terus postingan berikutnya dan nyoba bermain dengan angka-angka yang di sajikan.Meski mumet tapi mengasyikan.

  21. lha kalo buku yang dibeli beda..
    harganya kemungkinan besar beda pula.

    yang pnting hati2 dengan kata DISKON. Jangan sampe beli hanya gara2 DISKON. Harga disitu perlu diperhatikan dengan seksama sebelum dan sesudah ada program DISKON.

    yg pasti beli sesuai kebutuhan.

  22. aku pikir tadi pertimbangannya tentang uang transportasi dan uang jajanan, trnyta….🙂

  23. irhaswarna

    Bahasan yang ringkas, padat, dan menggena

  24. jadi punya ide kulakan buku du Anyer, tar dijual di Cilegon, heheheheh..😀

  25. guru biasa

    Kalo diskonnya 50% sepertinya itu buku ‘jadul’ kali ya…atau mungkin itu bukunya jarang peminatnya.
    Seandainya diskonnya 30% lha distributor ga kebagian untung dong apalagi toko penjualnya…😀, Sudah bagus itu cerita cuma kurang realistis kali ya…

  26. kalau seperti ini bisa disebut cerbak = cerpen tebak-tebakan. ide bagus, nih…

    jadi ingat film serial Numb3r. detektif2 pintar yang mecahin masalah pakai matematika.

    jaman pas kecil dulu juga ada serial macam itu. yang tampil setelah PacMan. lupa judulnya.

    mbok ya banyak2 orang ngarang gini biar bangsa kita ga kalah sama negeri tetangga. hidup Indonesia!

  27. kalo belinya di carrefour… mereka akan bayarkan selisihnya jika di tempat lain lebih murah 🙂

  28. say amau liat harganya di pameran buku dulu deh…..
    hari ini terakhir soalnya……

  29. di mall badung diskon 50% sedangkan di kota cianjur 20 dengan harga yang sama. Tetapi kalau saya hitung2 lebih mahal di bandung kok.. Hayooo..
    Karna di bandung ongkos PP 36 rb. Sedangkan di cianjur cuma 4 ribu rupiah…. Lebih baik belanja di cianjur saja deh.. dekat dan pasti lebih murah.. (***** kaburrrrr

  30. seiuko odlpkuyt ifawgyou rckltvqim ypohljiag guwyk rstkxpo

  31. You need to see this thoughplease check this site out christmas songs silent night zul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s