Ternyata “Hidup = Mati”

Oleh: Al Jupri

Benarkah hidup itu sama saja dengan mati? Saya sendiri belum tahu karena belum pernah mati*.๐Ÿ˜€ Lalu kenapa pula dalam judul artikel ini saya menyatakan “hidup = mati”? Apakah pernyataan saya tersebut dapat dipertanggungjawabkan? Adakah “bukti matematis” yang mendukung pernyataan tersebut?

Alasan saya itu begini.

Ya, judul artikel ini terinspirasi kenangan saya semasa belajar di Bandung dulu, pada awal tahun 2004. Ceritanya, waktu itu di depan para penguji, saya mempresentasikan proposal penelitian skripsi saya. Setelah memaparkan “ini-itu” tentang beragam hal terkait rencana penelitian, tibalah waktu diskusi dan tanya jawab.

Diskusi dan tanya jawab yang biasanya tidaklah lama, kata teman-teman yang sudah lulus sih paling lama setengah jam-an, ternyata tidak berlaku bagi saya. Saya harus tahan berdiri campur was-was untuk mempertahankan ide + menerima saran dan kritik dari para penguji, lebih dari dua jam lamanya**.

Banyak hal saya dapat waktu itu. Satu hal yang masih teringat baik di benak saya adalah satu hal menarik yang dikemukakan salah seorang penguji sekaligus pembimbing saya waktu itu. Apa itu?

Ya, karena proposal penelitian saya sedikit nyerempet “logika matematika”, beliau meminta pendapat saya tentang pernyataan sekaligus pertanyaan (yang mungkin) buatannya. Begini kira-kira diskusinya.

“Coba lihat gelas berisi minuman ini,” begitu katanya sambil menunjuk gelas minuman di hadapannya.

“Anda lihat gelas tersebut berisi setengah air dan yang setengahnya lagi kosong, betul?” tanyanya.

“Ya betul,” jawab saya.

“Kalau begitu berarti saya bisa mengatakan bahwa setengah berisi sama dengan setengah kosong,” begitu lagi katanya. Sedangkan saya hanya manggut-manggut saja mendengar pernyataannya itu.

“Itu berarti, \frac{1}{2} berisi = \frac{1}{2} kosong,” lanjut beliau.

“Nah, bila kedua ruas kesamaan itu dikali-kan dengan dua, yakni

2 \times \frac {1}{2} berisi = 2 \times \frac{1}{2} kosong

maka saya bisa mengatakan

berisi = kosong

Bagaimana pendapat Anda?” begitu pertanyaan-nya ke saya.

Mendapat pertanyaan seperti itu, untuk sementara waktu saya hanya bisa terkesima, senyum-senyum saja, cengar-cengir di depan para penguji. Seterusnya, terjadilah diskusi sekaligus debat hangat yang berkepanjangan. (Lanjutan ceritanya sengaja tidak saya ceritakan dengan berbagai alasan).

(Saya berharap para pembaca sudah dapat menebak isi artikel ini.:mrgreen: )

=======================================================

Di lain waktu, saya sering mendengar gossip bahwa pria hidung belang romantis sering mengatakan bahwa setengah mati dia mencintai kekasihnya. Setengah mati dia berkorban demi kekasihnya. Setengah mati pula dia lakukan untuk mendapatkan cintanya. Dan setengah mati – setengah mati yang lainnya. (Saya yakin wanita pun akan melakukan hal yang sama pada pria yang dicintainya, betul?:mrgreen: )

Iseng-iseng*** berdasar kedua kasus tersebut, saya bisa menyatakan bahwa setengah mati itu sama dengan setengah hidup alias setengah hidup itu sama dengan setengah mati. Karenanya, dengan cara serupa seperti kasus berisi = kosong, saya dapat menuliskan pernyataan seperti berikut ini.

\frac{1}{2} hidup = \frac{1}{2} mati

Bila kedua ruas “kesamaan” ini dikali dengan dua, maka

2 \times \frac{1}{2} hidup = 2 \times \frac{1}{2} mati

hidup = mati

Bagaimana menurut Anda?

=====================================================

Ya sudah sampai di sini dulu ya ceritanya. Sampai jumpa di artikel berikutnya. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Amin.

Catatan:

*Kalau mencicipi rasanya mati sih, saya pikir tiap orang pasti pernah merasakannya pada saat tidur.๐Ÿ˜€

** Istilah kami (mahasiswa) waktu itu “dibantai” di depan para penguji.

Peringatan yang perlu dibaca!!!

*** Artikel ini tidaklah serius, cuma iseng doang, secara matematis tidak benar!!! Kenapa coba? Namun, saya pikir hal seperti ini perlu saya kemukakan sebagai bahan renungan bagi kita semua. Berharap ada sedikit manfaat yang bisa diambil. Betul?

35 Comments

Filed under Bahasa, Iseng, Matematika, Matematika SD, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan

35 responses to “Ternyata “Hidup = Mati”

  1. Lanjutannya pak Jupri setengah mati mencintai mamematika, he he he .

  2. hoek

    hmm…brarti sama kaya katanya pendeta thong sam chong di film kera sakti dunk? “berisi adalah kosong, kosong adalah berisi…omittabaa…”

    wah, sefertinya dosen pembimbingnya pak jupri reinkarnasinya thong sam chong tuh!?

    ow ya pak, salam kenal yach!?

  3. hoek

    ow ya, pak!? kelufaan, saia add ke blogroll ya?
    sori OOT>.<

  4. DiN

    Terjebak diawal jadinya dibantai penguji. Salah sendiri he he..๐Ÿ˜›

    Seharusnya:

    1/2 berisi = ~ 1/2 kosong

    1/2 hidup = ~ 1/2 mati

  5. hmmmm…
    kalau \frac{1}{4} kosong = \frac{3}{4} isi, bisa jadi juga kosong = 3 isi! Huehehe…๐Ÿ˜€ Tau deh!:mrgreen:

  6. Yung Mau Lim

    Selamat Pagi Pak! Di sini kita harus dapat bedakan istilah “Kondisi” dan “Sama Dengan”.Jika kita katakan kondisi 1/2 penuh mengakibatkan kondisi 1/2 kosong, kondisi 1/4 penuh mengakibatkan kondisi 3/4 kosong. Jumlah bagian pada 2 kondisi tsb selalu sama dengan 1. Di sini kasusnya ada kemiripan dengan teori peluang yaitu peluang terjadinya kejadian A = 1 – ( peluang bukan kejadian A ) atau dapat ditulis P(A) = 1 – P(A’),dengan kata lain P(A) tidak sama dengan P(A’) karena kejadian A dan A’ saling berkomplemen.
    Sehingga lebih tepat kita katakan 1/2 penuh komplemen dari 1/2 kosong, 1/4 penuh komplemen dari 3/4 kosong.
    Kita tidak dapat mengatakan 1/2 penuh=1/2 kosong atau 1/4 penuh = 3/4 kosong. Begitulah pendapat saya.Seperti biasa jika ada yang keliru mohon diperbaiki, saya selalu ingin belajar dari Bapak.Terima kasih Pak!

  7. kalau hidup atawa mati adalah konstanta
    trus, nilainya berapa?๐Ÿ™„
    *udah ngabisin 1 rim kertas buat ngitung*:mrgreen:

  8. Meski tak perlu dianggap serius, tetapi menarik ditanggapi, Pak. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar keluhan “1/2 mati” ketika sedang menghadapi masalah yang agak rumit. Nah, ungkapan 1/2 mati, menurut saya kok sama dengan 1/2 hidup, kan masing2 separonya, hehehehe๐Ÿ˜€

  9. @hanna:๐Ÿ˜€

    @hoek: Hehehe… iya kali๐Ÿ˜€ Ya, salam kenal juga …๐Ÿ˜€ Ya silakan di-add ๐Ÿ˜€

    @ DiN: Jadinya gemana mas kalao gitu?๐Ÿ˜€

    @Yari NK: Hahaha… betul. Terserah mau kita aja ya…๐Ÿ˜€

    @Yung Mau Lim: Terimakasi nih Pak pendapatnya, saya dapat wawasan dari sudut pandang lain nih…

    Terkait dengan peluang, berisi atau kosong? Gemana ya…?

    Saya lebih tertarik dengan, mati atau hidup. Saya minta pendapat bapak nih…

    Terkait dengan peluang, mati atau hidup, saya pikir peluangnya adalah kalau tidak 0 ya 1.

    Bahkan bila dipikir-pikir, peluang seseorang bakal mati itu adalah suatu kepastian, alias peluangnya 1.

    Bagaimana menurut bapak?

    @extremusmilitis: Berapa ya? Yuk kita hitung bareng-bareng…๐Ÿ˜€ Gemana ngitung-nya ya?

    @Sawali Tuhusetya: Hehehe.. karena itulah saya menuliskan \frac{1}{2} hidup = \frac{1}{2} mati.๐Ÿ˜€

  10. kata uRang Minang:
    Bajalan baduo hendak di tangah
    ______
    Al Jupri says: Maksudnya?๐Ÿ˜€

  11. hoek

    @extremusmilitis
    “kalau hidup atawa mati adalah konstanta
    trus, nilainya berapa?”

    nilainya tiada akan terkira…
    *sambil memandang langit, belagak keren ngomong geto…*

  12. Wah kalau yang beginian bisa menyesatkan … soal landasan pemikiran, presmis, en issuenya … konklusinya jadi … ng …
    __________
    Al Jupri says: Hehehe… maaf Pak๐Ÿ˜€ . Saya sudah memberi tanda peringatan (warna merah) di bagian catatan. Terimakasih sudah diingatkan…๐Ÿ˜€ Lain kali memang perlu lebih berhati-hati ya…?

  13. Wah ini sih bisa buat macam-macam, hasilnya bisa aja jadi “girls=evil” saya dulu:mrgreen:
    kayaknya sih.. kalo jadiin variabel p=keberisian, k=kekosongan, bisa jadi persamaan kayak gini:
    p+k=1
    kalo gini kan jadi masuk akal.. betul tidak? saya cuman nebak sih..๐Ÿ™„
    _____________
    Al Jupri says: Bener ga ya? Hehehe…๐Ÿ˜€

  14. hidup = mati ????
    aduh logika ini menurut saya masuk di akal tapi untuk kalangan tertentu…๐Ÿ™‚ sebab jika dikaitkan dengan terminologi agama ada yang pernah saya kenal adalah :
    MATI = HIDUP misalnya lihat ayat berikut ini:

    ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุญู’ุณูŽุจูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‚ูุชูู„ููˆุงู’ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชุงู‹ ุจูŽู„ู’ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุก ุนูู†ุฏูŽ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ูŠูุฑู’ุฒูŽู‚ููˆู†ูŽ
    WALAA TAHSABAN-NA AL-LADZIYNA QUTILUWA FIY SABIYLI ALL-LAAHI AMWAATAAN BAL AHYAA’U ‘INDA RAB-BIHIM YURZAQUWNA
    3.
    169. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan
    Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup [248] disisi Tuhannya
    dengan mendapat rezki.

    [248] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam
    kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-
    kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah
    yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.
    ____________
    Al Jupri says: Terimakasih mr Kurt info-nya. Padahal yang saya tulis ini cuma kasus (cerita), dan saya nyatakan (di bagian catatan, peringatan) kalau pernyataan hidup = mati itu secara matematis tidak benar. Jadi gemana dong…?

  15. sorry jarang ngenet, giliran ngenet ngurusin web jadinya gak kemari2. dulu mau ambil artikel sampe gak jadi karena webnyarusak… sekarang sudah ok bos… jadi saya mau cari2 artikel lain untuk dimuat di komunitas kami… boleh dongg๐Ÿ™‚
    __________
    Al Jupri says: Silakan mr. Kurt, dengan senang hati. Saya juga sudah (sedikit) baca-baca di web buntet pesantren.๐Ÿ˜€

  16. Sama halnya jika ditanya : Mengapa kita mesti belajar analisis numerik? Padahal sebelumnya kita udah belajar kalkulus, dan ah.. ternyata pemecahan masalah secara kalkulitik aja ga cukup kompleks dalam pemecahan integral. Perlu ada pemecahan secara numerik .
    Dan jika ditanya : mengapa perlu belajar sesuatu yang tidak pasti (exp. sosial) padahal banyak sekali ilmu-ilmu pasti yang berkembang saat ini .
    Hayo, tanya kenapa ?
    __________
    Al Jupri says: Hehehe… terimakasih atas komentarnya. Contoh ilmu yang pasti itu apa? Kenapa tanya? ๐Ÿ˜€

  17. samy

    mati dan hidup tu kaya’nya saling lepas ya mas…
    ________
    Al Jupri says: Kayaknya engga deh…๐Ÿ˜€

  18. cK

    ngartiin katanya k’tutur aja deh.

    bajalan baduo hendak di tangah…

    maksudnya berjalan berdua baiknya di tengah. bener nggak ya? agak ga yakin juga๐Ÿ˜•

  19. huaaa pusing….
    _________
    Al Jupri says:?

  20. hehehe, dapet poinnya pak!, jadi inget anekdot “money is the root of the devil”..
    _______________
    Al Jupri says: Ceritain dong anekdotnya… ๐Ÿ˜€

  21. little_@

    1/2 mati=1/2hidup, variabelnya aja dah beda,kok mau disamakan? hm..jika 1/2 kosong itu p dan 1/2 berisi itu q maka p+q=1 adalah benar. tapi, jika 1/2 hidup itu x dan 1/2 mati itu y maka x+y tidak bisa sama dengan 1. karena hidup dan mati tidak saling berkomplemen, begitu ya pak?
    jika semesta pembicaraannya adalah kehidupan, maka mati tidak termasuk anggota dari himpunan itu .
    kalo bicara tentang peluang mati, karena semua orang pasti mati maka peluangnya sama dengan 1.ini adalah kebenaran umum yang tak perlu dibahas lagi.
    tapi bicara tentang peluang hidup, apakah semua orang memiliki peluang untuk hidup?
    kata kundera, kita hidup dalam perangkap. diciptakan dalam konsep yang tidak pernah kita pilih, untuk kemudian mati. jadi hidup adalah prasyarat adanya mati. ups!!! salah ya?
    __________
    Al Jupri says: Hidup dan mati tidak saling berkomplemen? Kundera itu apa, siapa?

    Hmmmm, sebetulnya saya tak sependapat dengan pemisalan-pemisalan yang kamu tulis. Alasannya sebetulnya menarik, kapan-kapan deh saya bikin postingannya. Hehehe….๐Ÿ˜€

  22. jalan berdua, pengen di tengah!
    (baca: kompromi…)
    _________
    Al Jupri says: Terimakasih k’tutur penjelasannya.๐Ÿ˜€

  23. rajaiblis

    bila hidup = mati, truz knp ?
    bila semua manusia ini pada sehat-sehat, panjang umur, hidup makmur, jauh dari bencana (seperti doa yg kerap diterima saat acara ulang tahun dikabulkan sama tuhan), truz knp ?
    atau, bila semua pada mampuzzz, truz knp ?
    ________
    Al Jupri says:
    1. Bila hidup = mati? Maka kenapa kita manusia banyak yang takut mati? Padahal mereka berani hidup.๐Ÿ˜€
    2. Bila manusia hidup sehar-sehat, panjang umur, do’anya dikabul? Maka manusia wajib bersyukur.๐Ÿ˜€
    3. Bila semua pada mampuzzz? Maka tidak ada kehidupan (bagi mahluk). Hanya Allah yang Maha hidup, kekal abadi.๐Ÿ˜€

  24. rajaiblis

    1. bila mereka takut mati, turzz knp ?
    2. bila mereka semua pada bersyukur, truzz knp ?
    3. bila hanya ada allah di jagad ini, truzz knp ?
    __________
    Al Jupri says:
    Jawabannya:
    1. Maka manusia biasanya mengindarinya. Agar tidak takut mati, maka manusia perlu mempersiapkannya. Persiapannya sesuai keyakinannya. Keyakinan yang diterima hanya sesuai yang Allah ridhoi. Tak lain dan tak bukan yakni dengan keimanan pada-Nya. Pada Allah SWT. Bagi yang tak beriman pada Allah, biasanya merekalah yang takut akan kematian.
    2. Maka Allah SWT akan menambah nikmat pada manusia yang beryukur itu.
    3. Maka tak akan ada pertanyaan nomor 3 ini.
    ๐Ÿ˜€

  25. rajaiblis

    1. bila semua dah pada beriman, truzz knp ?
    2. bila mereka dah bersyukur dan nikmat sudah bertambah, truzz knp ?
    _____________
    Al Jupri says:
    Jawabannya:
    1. Sebetulnya bagi Allah sangat mudah untuk membolak-balikkan hati manusia agar beriman. Tapi, Allah ingin menguji manusia dengan berbagai nikmat yang tak terhitung darinya. Apakah manusia itu akan beriman atau tidak. Nah, kebanyakan manusia itu tidaklah menyadari akan hal ini. Mereka jadi mahluk-mahluk sombong yang lupa akan penciptanya.
    2. Maka Allah akan terus menambah nikmat-nikmat lainnya.
    ๐Ÿ˜€

  26. jadi ingat saat makan di suat warung. ketika hendak memesan minuman, mereka tidak menawarkan teh hangat (atau teh anget dalam pengucapan lidah saya), melainkan menawarkan teh setengah panas.
    Padahal, mereka tidak mengenal istilah setengah dingin…
    ____________
    Al Jupri says: Nah itulah istilah-isilah yang sering kita pakai di kehidupan kita. Seringnya dianggap aneh bila kita mengatakan kebalikannya.๐Ÿ˜€

  27. rajaiblis

    1. bila semua manusia dah pada menyadari dan pada beriman, truzz knp ?
    2. bila semua, sekali lagi, semua nikmat dah dilimpahkan, truzz knp ?
    ____________
    Al Jupri says:
    Jawabannya:
    1. Biasanya manusia akan beriman semuanya ketika hari perhitungan telah tiba. Ya di akhirat kelak!๐Ÿ˜€
    2. Nikmat Allah tak terkira jumlahnya. Nikmat di dunia, bagi manusia sudah sangat berlimpah dan sudah tak terhitung jumlahnya, padahal itu baru secuil dari nikmat-nikmat Allah yang belum dilimpahkan. Wallahu’alam.๐Ÿ˜€

  28. rajaiblis

    1. iya … truzz knp ?
    2. iya .. truzz knp ?
    ___________
    Al Jupri says:
    1. Iya… kenapa nanya truzz?
    2. Iya… kenapa nanya truzz?:mrgreen:

  29. little_@

    kundera itu apa, siapa? kundera itu Milan Kundera, sastrawan ceko. kutipan itu dari novelnya The Unbearable Lightness of Being.
    yup! tak tunggu posting selanjutnya.

  30. rajaiblis

    :mrgreen:

    wakkkakakakkaaa …

  31. Matematika tidak selalu benar jika di pakai untuk kehidupan, misalnya 1 kucing di tambah 1 tikus = satu kucing yg kenyang, ya kan..
    Saya di tambah 1 orang yahudi = Saya saja, karena orang yahudi nya pasti bakal gua kubur hidup2.
    Jika kita ingin mendapatkan kebenaran, maka nggak segampang berfikir sebentar, trus koar koar..
    Gitu aja saran dari saya..

  32. Ada Hidup setelah Mati, Ada Mati Setelah Hidup..
    Manusia Mati dan Hidup udah ada yg ngatur
    Hiduplah untuk bekal Mati
    Setelah Mati, Hidup di pertanggungjawabkan
    Hidup = mengumpulkan Amal
    Mati = mempertanggungjawabkan amal

  33. rajaiblis

    mau yg lebih hebat lagi ?

    \frac{1}{2} manusia kafir = \frac{1}{2} manusia iman
    bila dua ruas “persamaan” itu dikalikan angka 2, maka “persamaan” tersebut akan menjadi :

    manusia kafir = manusia iman

    sepakat ?

  34. berarti kita sekarang mati dan menuju kehidupan???

    kaka@ stressberat.blogspot.com

  35. 1/2 hidup = 1/2 mati

    (kedua ruas dikalikan 2)

    hidup = mati

    Lebih bingung lagi kalau pembagian dengan 0 boleh.

    Bravo Pak Jupri. Salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s