Nyusdotkom: Pak “Wapres” Menjadi Pembicara Seminar Matematika

Oleh: Al Jupri

Berikut ini cuplikan acara Nyusdotkom* yang terjadi di Republik Ngimpi, tetangga Republik Mimpi dan Republik Indonesia.

Ceritanya, wakil presiden “Jago Kuat” akan mengadakan kunjungan ke salah satu sekolah di Republik Ngimpi, untuk memenuhi undangan seminar. Pak Wapres Jago Kuat ini diundang sebagai pembicara utamanya.

Dalam acara seminar di depan siswa-siswi SMP itu, rencananya, Pak wapres Jago Kuat akan menyampaikan makalah dengan judul “4 M.”

Makalah dengan judul tersebut dibuat sesuai tema seminar di sekolah yang mengundangnya tersebut, yang tak lain adalah sekolah si Tom, siswa yang terkenal karena keusilannya itu.

Agar makalah yang akan disampaikannya itu berkualitas, sang wapres pun melakukan persiapan dengan matang. Beliau meminta penasihat politiknya, Eppendy Ghazali, dan penasihat spiritualnya, Suko Withotho, untuk mengoreksi dan memberi masukan pada makalah yang dibuatnya.

Setelah mendapat masukan dari sana-sini, termasuk dari para guru bangsa seperti: Gus Thur, Ibu Mega Yati, dan Pak Hakbibie, Pak Wapres pun merasa siap, mantap, dan penuh percaya diri.

Waktu seminar pun tiba.

Dengan didampingi para penasehat dan guru bangsa, Pak Wapres pun datang ke tempat acara. Sekretaris kabinet, Hannya Dewinov, yang kebetulan waktu itu ditunjuk untuk menjadi moderator acara, memperkenalkan pembicara utama acara tersebut, yang tak lain adalah Pak Wapres Jago Kuat sendiri.

Setelah diperkenalkan, dengan gaya khasnya, Pak Wapres Jago Kuat pun segera menyampaikan makalah yang sudah dibuatnya.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

“Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakaaaatuh,” jawab para peserta yang kebanyakan adalah siswa-siswi SMP tersebut.

“Adik-adik siswa-siswi yang bapak banggakan, apa kabar?”

“Alhamdulillah, kabar baik Pak Wapreeeees…,”

“Baiklah, dalam seminar ini, saya akan menyampaikan makalah yang berjudul 4M,” begitu Pak Wapres memulai penyampaiannya, walau sambil planga-plongo seperti biasanya, tapi beliau tampak penuh percaya diri.

“Apa sebenarnya 4M yang saya maksudkan?” tanya Wapres, sambil mengklik mouse yang disusul dengan munculnya gambar besar, berupa judul makalah Pak Wapres, di layar.

Di layar tampak tulisan 4M begitu besarnya.

“Saya yakin para peserta di sini tidak ada yang tahu apa yang saya maksudkan,” lanjut Pak Wapres dengan bangganya.

“Ada yang tahu?” tanya Wapres, sambil ia menunggu beberapa menit memberi kesempatan peserta untuk menebak-nebak judul yang ia maksud.

“Kalau tidak ada yang tahu berarti makalah saya ini benar-benar berkualitas, hebat, tiada tanding, tiada banding, sangat relevan dan signifikan,” begitu beliau berkata dengan sedikit sombongnya, diiringi gelak tawa peserta.

“Baiklah kalau begitu, karena belum ada yang tahu, saya tidak akan memberi tahu saja kecuali pertanyaan adik-adik itu berkualitas, relevan, dan signifikan,” begitu Wapres berteka-teki dengan para pesertanya.

“Lebih baik saya langsung saja menyampaikan isi makalahnya. Nanti silakan adik-adik menebak judulnya setelah saya sampaikan isinya,” lanjut beliau ini sambil cengar-cengir.

Kemudian beliau pun melanjutkan ocehannya. Bicara tentang matematika kesana-kemari. Karena saking lucunya, para peserta pun pada ketawa-ketiwi. Ada yang ngakak terbahak-bahak, ada pula yang cuma ngikik, hik-hik-hik….๐Ÿ˜€

Setelah selesai bicara, dilanjutkan acara tanya jawab dan diskusi. Beberapa pertanyaan dari siswa ataupun siswi dapat dijawab dengan mudah. Hingga kemudian Tom kebagian giliran bertanya.

“Pak Wapres, tadi bapak bicara tentang segitiga. Bapak katakan bahwa jumlah sudut-sudut pada segitiga itu adalah 180^0, kenapa bisa begitu Pak? Saya minta bapak buktikan pernyataan itu!” begitulah pertanyaan dan permintaan Tom.

“Hmmmh, aaaa, hmmmh, eeeeeeeu…,” Pak Wapres tampak kebingungan, tak bisa menjawab pertanyaan Tom.

“Sebentar ya dek Tom, sebelum saya jawab, saya ke belakang dulu, sudah kebelet nih…,” begitu pura-puranya Pak Wapres. Kemudian ia ke belakang. Beberapa menit kemudian beliau kembali, tapi tak langsung ke depan podium tempat ia bicara untuk menyampaikan seminarnya tadi. Ia bicara dengan penasihat dan para guru bangsa untuk mencari tahu jawaban pertanyaan si Tom tadi. Setelah itu ia kembali ke podium, tempatnya ia bicara seperti semula.

“Hmmmh, begini dek Tom…, pertanyaan Anda itu dapat dijawab oleh para penasihat saya,” kata Wapres.

“Silakan pak Suko saya beri kesempatan pertama untuk menjawab…,” titah Wapres ke penasehat spiritualnya itu.

“Menurut penerawangan saya, dalam kitab Kolor-ijo, bab tujuh, halaman tujuh, paragraf ke tujuh, dikatakan bahwa pertanyaan dek Tom itu sangat berkualitas, untuk menjawabnya saya perlu menerawang pada buku kuno tulisan Euclid, tapi saya tak bisa melakukannya sementara ini,” begitu Pak Suko menjelaskan. Diiringi gelak tawa para peserta.

“Waduh, Pak Suko ini bagaimana sih? Buat apa saya membayar mahal Anda? Katanya penasehat spiritual, menerawang saja tidak bisa. Payah! Ya sudah kalau begitu silakan Gus, bagaimana jawabnya…,” titah lagi Wapres ke Gus Thur.

“Enak saja Pak Wapres ini! Sudah di’bilangin’ dari kemarin, kalau ga bisa matematika itu, mbok ya jangan berani-berani ngasih seminar matematika dong! Kalau ga tahu ya ngaku saaaaja. Gitu aja repot!” begitu Gus Thur berujar. Hahaha… derai tawa pun mengguncang ruang seminar.

“Gus Thur…, saya bukannya tidak tahu, saya cuma memberi kesempatan saja pada engkau!” begitu Wapres bicara.

“Oh iya, saya yakin pertanyaan ini bisa dijawab oleh Pak Hakbibie…, ayo Pak Hakbibie, bantu saya, coba jawab pertanyaan dek Tom itu,” titah lagi sang Wapres.

“Begini yah dek Tom, pertanyaan Anda itu sangat hay-tek, bagus, saya senang mendengar pertanyaan itu. Karena saya ditugaskan pak Wapres untuk menjawab, baiklah saya akan menjawabnya,” begitu kata Pak Hakbibie.

Kemudian beliau menjawab panjang lebar pertanyaan Tom.

Ringkasnya, jawaban Pak Hakbibie itu seperti berikut ini.

Perhatikan Gambar 1 dan Gambar 2 berikut ini.

dsc01441.jpg

Gambar 1: Segitiga dengan sudut A, B dan C

dsc01444.jpg

Gambar 2: Besar sudut A + B + C = 180^0 karena membentuk garis lurus. Oleh karena itu, jumlah sudut-sudut pada segitiga adalah adalah 180^0

Setelah Pak Hakbibie berhasil menjawab pertanyaan Tom, tepuk tangan pun mengiring begitu saja, tanpa komando lagi. Plak-plak-plak-plak-plak….

“Nah begitu ya dek Tom jawabannya. Tadinya, saya juga akan menjawab seperti cara yang dilakukan Pak Hakbibie, cuma saya kasih kesempatan saja ke beliau ini,” begitu Pak Wapres berkilah.

“Ok baiklah Pak Wapres. Tadi bapak mengatakan bahwa bila pertanyaan yang diajukan berkualitas, bapak akan memberi tahu makna 4M itu. Apa 4M itu, Pak?” lagi-lagi Tom bertanya.

“Aaaaaa, eeeeu,” Pak Wapres lupa arti 4M yang ia buat.

“Ibu Mega Yati, coba jelaskan arti 4 M itu,” titah Wapres.

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” begitu sang Ibu menjawab.

“Waduh, Bu Mega Yati ini bagaimana sih? Masa jawabannya merdeka, merdeka terus? Please dong ah!” begitu kata Wapres, diiringi gelak tawa para peserta. Huahahaha…๐Ÿ˜€

“Pak Wapres, 4 M itu kan artinya M-nya ada empat buah. Makanya saya katakan Merdeka! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” jelas Bu Mega Yati. Diiringi tepuk tangan yang meriah. Plak-plak-plak-plak….

“Dek Pendy, kasih tahu saya dong, apa arti 4M itu? Masa dari tadi diam saja sih! Please dong ah!” begitu kata Pak Wapres ke penasehat komunikasi politiknya itu.

“Hik-hik-hik…, begini pak, kemarin kan bapak yang nulis arti 4M itu. Bapak kemarin mengartikannya sebagai ‘Me-masyarakat-kan Matematika dan Me-matematika-kan Masyarakat’ masa bapak lupa sih?” begitu Eppendy Ghazali berkata sambil bisik-bisik ke Pak Wapres (walau kedengeran oleh semua peserta).

Dan begitulah seterusnya, hingga acara seminar di Republik Ngimpi ini pun bubar!

=======================================================

Ya sudah sampai di sini saja ya ceritanya, saya cape juga nih bikin ceritanya, perlu penghayatan acara Newsdotcom segala. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Mudah-mudahan bermanfaat. Amin.

Catatan: *Nyusdotkom ini merupakan “tiruan” dalam bentuk artikel dari acara Newsdotcom. “Tiruan” di sini bukan tiruan dalam bentuk isi cerita atau pun ide, cuma tiruan nama-nama saja. Bila ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, itu hanya kebetulan saja.

16 Comments

Filed under Cerita Menarik, Cerpen, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SMP, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

16 responses to “Nyusdotkom: Pak “Wapres” Menjadi Pembicara Seminar Matematika

  1. He3… cerita ini lucu dan sangat menarik.
    Me-matemetika-kan masyarakat dan Me-masyarakat-kan Matematika. Ide yang sangat bagus .
    ________
    Al Jupri says: Hehe… terimakasih. Jangan dibalik dong mba…๐Ÿ˜€

  2. Hidup matematika….siapa bilang matematika susah, matematika itu suliiiit
    _______
    Al Jupri says: Terimakasih sudah berkunjung.๐Ÿ˜€

  3. SQ

    kalau versi teman-teman saya, 4m itu mandi, makan, minum dan main…beda ya mas ? he..he..he, ngomong2 bagus banget nih, gagasan nyusdotkom nya, tertarik ga berkolaborasi? kan pak “jago kuat” suka ngomong, “that’s right, brother.”
    _________
    Al Jupri says: That’s right brother! In my opinion, 4 M is: Molor, Makan, Mandi, Main. Hehehe… thanks for your comment. I will wait for your next comment. Oh, iya. Berkolaborasi dengan siapa mas? Berkolaborasi apa nih? Boleh juga tuh…,:D

  4. Untung bu Mega(yati)nya nggak bilang kalau 4M itu artinya: Mega(yati)! Mega(yati)! Mega(yati)! Mega(yati)!๐Ÿ˜€
    Hmm… 4M juga bisa artinya sebagai: Membingungkan Masyarakat Melalui Matematika! Hehehehe….. becanda deh!๐Ÿ˜€
    _________
    Al Jupri says: Hahaha… Pak Yari bisa saja. Jangan-jangan pendukung Mega ya? Eh pendukung siapa nih? Oh, iya. Kalau menurut saya sih 4 M itu: Mensejaterakan Masyarakat Melalui Matematika. Bisa juga M yang pertama itu diganti dengan: Membahagiakan, Menghidupi, Membela, dan M, M yang lain. Hehe…๐Ÿ˜€

  5. Cerita yang Ok punya, nih. Bikin ketagihan untuk menunggu postingan cerita berikutnya.

    *Maaf, Pak Al-Jupri, saya nggak tahu kalau Bapak masih di Holland. Mungkin sayanya yang nggak tahu perkembangan informasi sampai kirim salam untuk keluarga. He-he-he. *
    ________
    Al Jupri says: Terimakasih, Pak. Insya Allah bikin lagi cerita-cerita…. Oh, iya. Ga apa-apa kok, Pak. Malah saya seneng dapat titipan salam dari bapak.๐Ÿ˜€

  6. hartono

    Bagus sekali matematikanya Pak,humoris tapi mengandung ilmu.Sebuah segitiga jumlah sudut 180 derajat,sebuah segiempat jumlah sudut 360 derajat.That’s right brother. O,ya Pak saya mau minta bantuan Bapak lagi nih.kalo pecahan desimal 0.66666….=2/3. 0,1212….= 12/99 dan sangat banyak contoh yang lain lagi.Yang mau saya tanyakan adalah 0,99999……. = ? (bentuk pecahan biasanya.Terima kasih sebelumnya Pak.
    ____________
    Al Jupri says: Terimakasih, Pak. Terimakasih atas pertanyaannya juga.
    \frac{1}{3} = 0,333333333....
    Bila pecahan ini kita kalikan dengan 3 maka akan diperoleh 1 = 0,999999999.....

    Sedangkan cara yang biasa dilakukan untuk menentukan nilai 0,999999999.... itu berapa, seperti berikut ini.

    Misalkan p = 0,999999999....,
    maka 10p = 9,999999999....
    Sehingga 10p - p = 9 atau 9p = 9 alias p = 1.

    Jadi, dapat dikatakan p = 0,999999999.... atau 1 = 0,999999999.... alias 0,99999999....= 1.

  7. ini benar-benar post yang relevan & signifikan๐Ÿ˜€
    jadi, itu toh kenapa sudut segitiga 180.. selama ini cuma nerima doang, gak pernah nanya…
    ______
    Al Jupri says: That’s right brother! Iya betul kang Spitod. Sedangkan bukti formalnya menggunakan sifat-sifat garis sejajar.๐Ÿ˜€

  8. Lam kenal, Mas…atau Pak nih?
    Blognya keren…asyik juga ya menulis di bidang yang emang keahlian kita. kaya tulisan anda ini (ciee, formal banget ya)…
    wah, kalau guru saya waktu sekolah ngajarin segitiga kaya cara Mas ini, saya nggak bakalan tidur atau bengong di kelas….atau juga berakhir di kantin dan di rumah teman…haha…
    _______________
    Al Jupri says: Salam kenal juga mba…. Terimakasih. Waduh, kok tidur sih? Berarti gurunya jago bikin orang tertidur, kalau saya belum tentu bisa tuh…๐Ÿ˜€

  9. sjafri mangkuprawira

    contoh bermakna bung jupri;
    ini saya kutipkan juga dari ketawa.com
    Pelajaran Matematika SD
    Suatu hari disebuah ruang kelas, seorang guru matematika mengajarkan sudut segitiga kepada murid-muridnya.
    Guru : “Anak-anak sudut ABC sama dengan 60 DERA…?”
    Murid : “JAT!”
    Guru : “Sudut BAC sama dengan 60 DERA…?”
    Murid : “JAT!”
    Guru : “Jadi kedua sudut itu sama-sama BE…?”
    Murid : “JAT!”
    Guru : “#$%!*&…”

    salam math

    ___________
    Al Jupri says: Terimakasih, Prof. Terimakasih sudah berkunjung, kehormatan bagi saya dikunjungi bapak, saya sangat senang sekali. Terimakasih info-nya, memeperkaya artikel ini. Dan juga lucu… hehehehe… Salam math juga๐Ÿ˜€

  10. cK

    kreatif juga bikin ceritanya. memberikan info sekaligus menghibur:mrgreen:

    4M?? Menikmati Masa-Masa Muda๐Ÿ˜€
    *ditimpuk*
    _______
    Al Jupri says: Terimakasih. Haha.. 4M = Menikmati Masa-Masa Menjomblo…:mrgreen: *Ga saya timpuk ah, kasihan. Saya lempar aja deh ya.. haha…:mrgreen:

  11. hartono

    Selamat Pagi Pak Jupri,terima kasih atas bantuan Bapak.Kalau begitu berarti tidak ada pecahan biasa yang benar2 dapat mewakili 0,9999…..dengan nilai yang percis ya?Artinya 0,9999… selalu harus = 1? tq
    _________
    Al Jupri says: Sama-sama terimakasih, Pak. Sebenernya bila kita masih ragu bahwa 1 = 0,999999999…, yang disebut pecahan itu sendiri apa ya? Sepertinya bisa dibuat nih artikelnya….๐Ÿ˜€

  12. lucu๐Ÿ™‚ dan matematis hehehhe
    _______
    Al Jupri says: Terimakasih. Nuhun kang…,๐Ÿ˜€ Hehehe….๐Ÿ˜€

  13. vino dari matematika lho
    _______
    Al Jupri says: salam kenal kalau begitu…๐Ÿ˜€

  14. wordpress sama wapress juga 4M
    Mematematikakan Manusia yang Mati-Matian (belajar)… sorry oot lagi

  15. Hari ini Radar Banjarmasin memuat tulisan Sampeyan: Bagaimana Mengajarkan Matematika (bagian pertama). Alamat di Nederland?

  16. wahyu

    emang gua pikirin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s