Tom vs Roy: Tentang “Indonesia Raya”

Oleh: Al Jupri

“Anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini?” tanya bu Fatimah pada siswa-siswanya. “Kabar baik bu guruu…,” serentak mereka menjawab.

“Beberapa hari ini, ibu sering melihat berita tentang lagu Indonesia Raya yang katanya asli. Apakah kalian juga tahu berita itu?” tanya bu Fatimah.

Beberapa siswa ada yang menyatakan tahu, ada juga yang belum tahu. Maklum mereka itu masih anak-anak kelas 4 SD, makanya belum semuanya peduli dengan berita-berita di TV. Termasuk tentang hebohnya penemuan lagu Indonesia Raya yang katanya asli itu. Usia kelas 4 SD, memang masih terlalu anak-anak, masih suka main-main sesuka hatinya (sekarepe dewek = karep sorangana wee…), belum peduli dengan berita yang ada, masih sibuk dengan dunianya.

“Nah, hari ini kebetulan kita akan belajar tentang kesenian. Berhubung lagi hangat-hangatnya ‘penemuan’ lagu Indonesia Raya ‘asli’ itu, ada baiknya kita belajar tentang hal itu. Sekarang ibu akan menuliskan liriknya, nanti kita latihan menyanyikannya,” begitu bu guru berkata. Kemudian beliau membuka buku lagu-lagu nasional terbitan lama, di dalamya terdapat teks lagu Indonesia Raya yang katanya baru ditemukan itu.

Lirik lagu Indonesia Raya* yang katanya asli itu ditulis bu Fatimah di papan tulis, seperti berikut ini.

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku hiduplah negeriku
Bangsaku rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya.

Refrain:
Indonesia Raya merdeka, merdeka
Tanahku negeriku yang kucinta
Indonesia Raya merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya!

Indonesia tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada,
Untuk selama-lamanya
Indonesia tanah pusaka, Pusaka kita semuanya
Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya
Bangsanya, Rakyatnya semuanya
Sedarlah hatinya, sedarlah budinya
Untuk Indonesia Raya!

Indonesia tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri,
Menjaga ibu sejati
Indonesia tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.

Selamatlah rakyatnya, selamatlah puteranya
Pulaunya, lautnya semuanya
Majulah negerinya, majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya!

Sementara itu hampir semua siswa mencatat lirik lagu tersebut. Hanya Tom saja yang enggan mencatatnya karena ia mempunyai buku lagu-lagu nasional terbitan lama itu, yang tak lain adalah milik kakeknya. Walaupun begitu, Tom dengan seksama memperhatikan kata-kata yang tertulis dalam lirik lagu tersebut, sambil mulutnya komat-kamit seperti sedang menyanyikan lagu. Rupanya ia menghitungnya satu persatu banyaknya kata yang dinyanyikan di lagu Indonesia Raya asli tersebut. Tiap bait ia hitung banyaknya kata yang ada dan dinyanyikan, lalu menuliskannya di buku catatan.

Setelah siswa-siswa selesai menulis bu Fatimah pun mengajari cara menyanyikan seluruh lirik lagu tersebut. Anak-anak pun dengan riang bersemangat mengikuti cara bu gurunya menyanyi.

Tetapi, belum lancar para siswa menyanyikan seluruh lirik tersebut, bu Fatimah mengingatkan bahwa, “Lirik lagu yang resmi itu hanya lirik lagu yang biasa kita nyanyikan pada saat upacara bendera tiap hari Senin. Ini sesuai peraturan pemerintah no. 44 tahun 1958.”

“Nah, anak-anak, jadi lagu yang barusan kita pelajari hanya untuk pengetahuan kalian saja,” lanjut bu Fatimah.

“Sekarang, menurut kalian, apa menariknya lagu Indonesia Raya yang katanya asli ini?” tanya bu Fatimah.

Ada yang mengatakan bahwa, lagu ini sangat hebat, sangat bersemangat. Ada siswa lain yang mengatakan bahwa lagu ini terlalu kepanjangan. Sementara itu, Roy, kawan sebangku Tom berpendapat, “Setelah saya teliti, saya hitung-hitung banyaknya kata yang dinyanyikan itu ada 149 kata. Jadi, ini terlalu panjang lagunya.”

Kaget mendengar itu, Tom berkata ke bu guru, “Bu, bukan Roy yang ngitung banyaknya kata yang dinyanyikan untuk lirik lagu itu. Saya bu yang menghitungnya, ia cuma mengatakan apa yang sudah saya catat dan kerjakan,” begitu pengaduan Tom ke bu gurunya.

“Bohong bu! Sayalah yang pertama kali menghitungnya. Buktinya, saya mencatat lirik lagu tersebut, sedangkan Tom tidak!” bantah Roy. “Saya juga kemarin-kemarin sudah tahu dari perpustakaan sekolah, saya sudah menghitungnya!” lanjut pengakuan Roy.

Sementara siswa-siswa lain hanya bisa ribut saja, ada yang percaya ke Tom, ada juga yang percaya ke Roy. Suasana pun jadi ribut, heboh seisi kelas.

“Kalian ini bagaimana sih, begitu saja ribut. Coba ibu periksa catatan kalian, siapa yang jujur, siapa yang berbohong. Sini catatannya dikumpul ke ibu!” perintah bu Fatimah ke kedua siswanya. Roy dan Tom segera menyerahkan buku catatannya.

Di catatan Roy, lirik lagunya lengkap ditulis dan jumlah kata yang dinyanyikan, di bagian bawah lirik lagu, juga ditulis dengan jelas 149 kata. Di catatan Tom hanya ada “angka-angka” seperti berikut ini.

Lagu Indonesia Raya “Asli”

Banyaknya kata yang dinyanyikan = (24 + 14 + 2 \times 15) + (26 + 14) + (27 + 14) = 68 + 40 + 41 = 149.

Melihat kedua catatan itu, bu Fatimah jadi ragu untuk memutuskan siapa yang jujur, siapa yang berbohong. Karena, si Tom tak menulis liriknya, cuma ada “angka-angka”. “Bagaimana ia menghitung banyaknya kata,” pikir bu Fatimah. Sedangkan Roy mencatat seluruh lirik lagu dan juga ada jumlah kata yang dinyanyikan, tapi proses hitung-hitungannya tidak ada.

Dalam kebingungannya, kemudian bu guru dapat akal. “Ting!”

“Begini saja anak-anak, kita tahu kan di papan tulis itu, lirik lagu Indonesia Raya yang ibu tulis ada tujuh bait. Sedangkan kalian berdua meributkan siapa yang mengitung banyaknya kata yang dinyanyikan untuk lirik lagu tersebut. Ibu punya cara untuk mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang tidak,” begitu bu Fatimah berucap.

“Bagaimana bu, bagaimana bu…,” tanya siswa-siswa yang lain. Tom dan Roy hanya tertunduk malu. Tapi kemudian…

“Ibu lebih percaya saya yang anak orang kaya, atau si Tom yang anak orang biasa itu bu?” tanya Roy.

“Sudahlah Roy, kamu diam dulu. Begini caranya, karena ada tujuh bait, dan kalian berdua meributkan siapa yang menghitung. Ibu akan tes dengan berhitung pula, siapa di antara kalian yang memang jujur,” lagi bu Fatimah berkata.

“Siapa takut!” jawab Roy dengan penuh percaya diri. Sedangkan Tom cukup kaget dibuatnya, tapi ia berusaha tenang.

Coba kalian berdua, nyatakan angka 2 menggunakan tujuh buah angka 7 dengan menggunakan operasi-operasi bilangan yang sudah kita pelajari!” perintah bu Fatimah.

“Eh sebentar, sebelum kalian mulai mengerjakan. Ibu bertanya dulu ke teman-teman kalian. Apakah kalian setuju?” tanya bu guru itu.

“Setujuuuu….,” serempak teman-teman Roy dan Tom menjawab.

“Baiklah kalau begitu. Silakan kalian berdua mulai mengerjakan soal dari ibu tadi!” tegas bu Fatimah ke Roy dan Tom.

“Eroy, Eroy, Eroy, Eroy…,” begitu yel-yel teman-teman yang percaya ke Roy.

“Tomi, Tomi, Tomi, Tomi…, ” tak kalah lantangnya teman-teman yang percaya Tom beryel-yel.

“Sudah-sudah, kalian diam saja dulu!” titah bu Fatimah ke anak-anak. Anak-anak pun seketika terdiam, senyap seribu bahasa.

Setelah waktu yang ditentukan habis.

“Waktu habis, silakan kumpulkan pekerjaan kalian berdua!” perintah bu Fatimah.

Roy yang belum selesai, mukanya memerah, telinganya tiba-tiba panas, tapi tak kuasa menyelesaikan soal bu Fatimah tadi. Sedangkan Tom, setelah berjuang keras, mampu menyelesaikannya.

Jawaban Tom itu begini, 2 = \frac{7 -7}{7+7} + \frac {7 + 7}{7} = 0 + 2 = 2.

Setelah merasa tak mampu selesaikan soal, walau mulanya sungkan dan malu-malu, akhirnya Roy mengakui bahwa ia meniru pekerjaan Tom.

Selesai deh ceritanya.

Mohon maaf pada pihak-pihak yang kurang berkenan dengan artikel ini. Cerita dalam artikel ini hanyalah fiktif belaka, hanya rekaan saya saja. Bila ada kesamaan cerita atau nama di dalamnya, itu hanyalah kebetulan saja. ๐Ÿ˜€

Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Mudah-mudahan bermanfaat. Amin

Catatan: * Lirik lagu ini diambil dari: Wikipedia.

16 Comments

Filed under Cerita Menarik, Cerpen, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SD, Pembelajaran, Pendidikan, Renungan, Sastra

16 responses to “Tom vs Roy: Tentang “Indonesia Raya”

  1. Saya selalu merindukan soal-soal cerita yang menarik beginian. Menampilkan anak-anak yang cerdas, kreatif, dan khas Indonesia. Salam ngeblog.
    _______
    Al Jupri says: Terimakasih pak. Salam ngeblog juga…๐Ÿ˜€

  2. hi roy!
    ______
    Al Jupri says:๐Ÿ˜€

  3. Waaah ceritanya makin seru aja… dan kata2nya makin tertata… larik demi larik dibaca serasa di dalam kelas saat dulu sekolah….๐Ÿ˜‰ jadi inget bu Sri guru matematikaku yang ehmmm

    maaf mas baru sempat jalan2 kemari… maklum sedang limited connect
    ________
    Al Jupri says: Hehe… jadi inget bu guru ya…? Iya gpp…,๐Ÿ˜€

  4. Wah.. sindiran nya menendang banget… hmmm
    _______
    Al Jupri says: Hehe… Makasih uda serius bacanya…๐Ÿ˜€

  5. Ceritanya seru euy. Mengasah otak dengan itung menghitung.Kalo ngitung duit yang ga bersekolah aja bisa.Bahkan orang buta ada yang dengan meraba saja sudah dapat menebak berapa yang kita beri.Biasany orang berkata,”Matematika susah !”.Coba kasih dia duit susuh hitung.Pasti jarang salah tu.
    _______
    AL Jupri says: Terimakasih mba. Iya klo ngitung duit mah gampang… aneh ya? Kenapa bisa begitu? ๐Ÿ˜€

  6. Fuih! Dah ngga kenal lagi frac-frac Mas. Dulu ngga ngerti, sekarang lupa… hehehehe…

    Tapi saya yakin Roy juga jago menghitung cepat. Dia ngitung satu per satu kata demi kata sampai 149…
    ______
    AL Jupri says: betul pak…, makasih udah berkunjung.๐Ÿ˜€

  7. Kalau Indonesia Raya itu aslinya terdiri dari berapa morfem, berapa fonem, dan berapa diftong ya? Siapa tahu nanti kalau ketemu berapa-berapanya bisa juga dibuat game matematika seperti di atas! Hehehehe….๐Ÿ˜€
    ________
    Al Jupri says: hehehe… betul pak. Mungekin bila sudah ketahuan berapa-berapanya, bisa dibuat-buat masalah matematikanya. Hehehe…๐Ÿ˜€

  8. Si Roy ROy…. jadi sejarawan ya sekarang?๐Ÿ™‚
    _______
    Al Jupri says: iya kali Mas Anang…..๐Ÿ˜€

  9. eh cara ngitungnya Tom gimana sih? Kok saya gak ngerti…๐Ÿ˜ฆ
    ______
    Al Jupri says: Dihitung banyaknya katanya. Khusus untuk bagian berikut, dihitung dua kali (makanya ada 2 \times 15). Ke mana saja Cak Alief?๐Ÿ˜€

    Indonesia Raya merdeka, merdeka
    Tanahku negeriku yang kucinta
    Indonesia Raya merdeka, merdeka
    Hiduplah Indonesia Raya!

  10. Mas, kenapa nggak bikin buku kaya ‘Setan Angka’ sebuah petualangan matematika. Bagus pasti.
    __________
    Al Jupri says: Insya Allah, saya juga berniat seperti itu. Sekarang saya lagi belajar menulis dengan baik dulu. Mudah-mudahan bila tulisan saya sudah bisa dikatakan baik, penerbit pun akan dengan rela hati menerima tulisan saya untuk diterbitkan. Amin.

    Sekarang saya sedang lanjut studi, lagi nambah pengetahuan + ilmu + …. Terimakasih atas motivasi dan dorongannya.๐Ÿ˜€

  11. 7-7+7-7+(7+7)/7 = 2

    =)…
    _______
    Al Jupri says: terimakasih mas Goio, memang banyak alternatif jawabnya. Cuma si Roy ga bisa…, coba kalau si Roy bisa, cerita ini pastinya makin seru…๐Ÿ˜€

  12. Yah, kebetulan saja pembuktiannya menguntungkan salah satu partisipan, Tom. Kagak valid ah!
    _______
    Al Jupri says: hehe… Terimakasih sudah berkunjung…๐Ÿ˜€

  13. Tapi sumpah mati, sayalah yang pertama menghitungnya, Bu!
    Persamaan yang Tom berikan adalah persamaan yang saya buat, tapi di’pulung’ oleh si Tom, Bu!
    Suer deh…

    Hidup ‘ngaku-ngaku’!!

  14. zona90

    Coba dari dulu di buku pelajaran science terutama matematika, dibuat contoh2 kasus seperti yg ada di blog anda. mungkin animo anak didik terhadap dunia science akan meninggi. KBK gitu deh… : kita harus tau, kita belajar untuk apa, dan apa gunanya.

    nice blog bro…

  15. sebearnya yang mengitung semuanya itu adalah aq.si roy dan tom gak tau apa apa. ya ialah kan gw pinter he…he….

  16. Tom kelas berapa ya? jago banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s