“Cinta Pertama, Susah Lunturnya”

Oleh: Al Jupri

Ketika presiden “SBY”* meminta Yohanes Surya untuk memberi contoh fisika yang mudah itu seperti apa, dengan sederhana Yohanes Surya pun mengatakan bahwa: fisika yang mudah itu, yang telah ia kembangkan, adalah fisika yang tanpa rumus. Selama ini memang fisika dianggap keliru oleh banyak orang, fisika dianggap hanya rumus, rumus, dan rumus saja. Oleh karena itu, katanya, sekarang ini ia telah mengembangkan fisika yang tanpa rumus. Dengan fisika tanpa rumus ini, katanya juga, kita bisa menyelesaikan soal-soal sesulit apapun. Sebagai contohnya, Yohanes Surya pun memberi contoh sederhana soal fisika yang bisa diselesaikan tanpa rumus. Contoh soalnya itu begini:

Dua sepeda bergerak berhadapan. Sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik. Bila jarak mereka (mula-mula) adalah 30 meter, kapan kedua sepeda itu bertemu (berpapasan)?

Dikatakan oleh Yohanes Surya bahwa, biasanya soal seperti ini diselesaikan dengan rumus-rumus yang rumit. Di sini, ia akan tunjukkan bahwa soal tersebut bisa diselesaikan hanya dengan “logika” sederhana saja. Untuk itu, ia meminta salah seorang siswa bimbingannya (siswa olimpiade fisika) untuk menjawab soal tersebut, tanpa menggunakan rumus. Jawaban sang siswa itu begini:

Sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, artinya dalam satu detik sepeda tersebut menempuh 4 meter. Sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik, artinya dalam satu detik sepeda tersebut menempuh 6 meter. Sehingga dalam satu detik total jarak yang ditempuh kedua sepeda adalah 10 meter. Karena jarak kedua sepeda tadi adalah 30 meter, maka kedua sepeda akan bertemu (berpapasan) pada detik ketiga.

Lebih lanjut Yohanes surya menyatakan bahwa, selama ini guru-guru di sekolah, untuk menyelesaikan soal tadi menggunakan “rumus yang panjang-panjang”. Yang akibatnya, kebanyakan siswa tak mampu mengikutinya.

………………………………………………………………………………………………………………………

Ya, cerita tentang “Yohanes Surya dan fisika tanpa rumus” tersebut saya peroleh setelah saya saksikan sendiri acara parodi politik yang pernah ditayangkan salah satu stasiun TV swasta, lewat internet, beberapa waktu yang lalu.

Setelah menyaksikan tayangan tersebut, selain mendapat pengetahuan tentang fisika tanpa rumus, saya pun jadi terkenang dengan salah seorang guru fisika** SMP saya dulu. Seorang guru yang mampu menunjukkan pada siswanya betapa mudah dan indahnya fisika. Seorang guru yang dapat menunjukkan betapa enak dan rileksnya belajar fisika. Seorang guru yang mampu mengantar saya mengerti berbagai fenomena alam lewat fisika dengan begitu sederhananya. Karenanya, saya pun waktu itu akhirnya “jatuh cinta” pada fisika. Ya, “cinta pertama” saya adalah fisika. Saking cintanya pada fisika, saya pun pernah bercita-cita menjadi guru fisika. Tapi sayang, di kemudian hari, saya berpaling dan berubah jadi mencintai matematika.

Kembali ke cerita Yohanes Surya tadi. Bila dicermati, yang dikatakan Yohanes Surya adalah bahwa, fisika yang mudah adalah fisika yang tanpa rumus. Pernyataan ini menarik sekali. Ya sangat menarik! Kenapa? Menariknya karena, Yohanes Surya tak (berani) berkata “fisika yang tanpa matematika”. Dari perkataannya ini, saya dapat mengatakan bahwa, keberadaan fisika itu bergantung pada keberadaan matematika. Tanpa matematika, fisika tak akan bisa berbuat banyak.

Lalu, perkataan “fisika tanpa rumus” itu maksudnya apa? Saya fikir maksudnya adalah: pengerjaan atau penjelasan atau penyelesaian soal-soal/masalah fisika yang (hampir) tanpa melibatkan simbol-simbol matematika.

Lantas, bila soal tadi diselesaikan dengan “fisika yang pakai rumus”, bagaimana menyelesaikannya? Saya fikir, soal tadi dapat saya selesaikan seperti berikut ini.

Misalkan A adalah tempat mula-mula sepeda pertama, B adalah tempat mula-mula sepeda kedua. Jarak A dan B adalah 30 meter. Misalkan lagi X1 adalah jarak tempuh sepeda pertama dan X2 adalah jarak tempuh sepeda kedua. Perhatikan gambar berikut.

yohanes-s.jpg

 

Misalkan v1 dan v2 masing-masing adalah kecepatan sepeda pertama dan kedua, dan misalkan juga t1 dan t2 masing-masing adalah waktu tempuh sepeda pertama dan kedua, maka kedua sepeda tersebut akan berpapasan pada saat t1 = t2. Sehingga untuk mencari waktu pada saat berpapasan adalah seperti berikut.

t1 = t2

X1 /v1 = X2 /v2

v1.X2 = v2 .X1

v1(30 – X1) = v2.X1

4(30 – X1) = 6X1

120 – 4X1 = 6X1

10X1 = 120

X1 = 12

Sehingga, kedua sepeda akan berpapasan pada saat t1 = X1/v1 = 12/4 = 3. Artinya sepeda akan bertemu/berpapasan pada detik yang ketiga.

Selain dapat menentukan waktu saat berpapasannya kedua sepeda, dengan cara ini, kita juga bisa tahu jarak tempuh masing-masing sepeda pada saat berpapasan. Yaitu, jarak tempuh sepeda pertama adalah X1 = 12 meter, dan jarak tempuh sepeda kedua adalah X2 = 30 – X1 = 30 – 12 = 18 meter.

Nah, menurut Anda bagaimana wahai pembaca? Lebih suka “fisika yang pakai rumus” atau “yang tanpa rumus”? Silakan pilih…

Kalau saya sih tetep saja, dua-duanya saya suka.

Duh fisika…, fisika. I have ever loved you.

Memang ada benarnya juga ya… “Cinta pertama, susah lunturnya….”

Catatan:

“SBY”*: Si Butet dari Yogya

Tulisan ini untuk guru fisika** SMP saya dulu: Pak Ayi Wikana Taufik

33 Comments

Filed under Fisika, Iseng, Kenangan, Pendidikan, Sains, Sastra

33 responses to ““Cinta Pertama, Susah Lunturnya”

  1. Kalau saya, jatuh cinta pada fisika karena guru Fisika waktu SMA. Waktu itu, beliau juga tidak menekankan penggunaan rumus yang panjang. Beliau lebih menekankan pada fisika itu sendiri. Jatuh cinta deh akhirnya…
    Tapi, kalau cinta pertama saya mah, Bioteknologi๐Ÿ˜€
    _______________
    Al Jupri says: Klo cinta keduanya siapa kang?๐Ÿ˜€

  2. wah.., saya harus komentar apa ya?
    semua sudah dijawab gitu kok…hehehe
    ehm, ehm..
    singkatnya, fisika emang akan sangat sulit tanpa adanya matematika (^_^)
    ini diakui oleh semua fisikawan
    (termasuk Prof Yohanes, meski di kesempatan acara tsb [mungkin] beliau tdk mengatakannya)
    tanpa matematika, buku teks fisika akan saaangat teballl
    tanpa matematika, fisikawan tak akan ada yg bisa bekerja
    (bukankah hal sederhana semacam 1+2 itu termasuk operasi matematika?)
    dg adanya matematika, fisika bisa “diomongkan” secara lebih mudah
    dg adanya matematika, konsep fisika yg rumit bisa disajikan dg sederhana
    contoh terkenal adl rumus E=mc2
    notasi-nya sederhana banget ‘kan?
    tapi dibalik kesederhanaan itu, penjelasan fisisnya bisa sangat panjaaang..
    oya, “fisika tanpa rumus” itu mungkin mrp satu upaya Prof Yo utk memasyarakatkan fisika
    terutama ke kalangan pelajar atau masyarakat-non-fisika
    nampaknya, hal itu hanyalah semacam ‘teknik marketing’ aja..
    (dan mrt saya, hal itu sih sah-sah aja)
    pd level tertentu, fisika memang bisa disajikan “tanpa rumus”
    begitu jg thd komunitas tertentu, fisika memang harus disajikan “tanpa rumus”
    misalnya, dg bereksperimen hal yg sederhana tapi mengasyikkan
    sedangkan di level yg lebih tinggi dg topik bahasan yg ruwet, beragam notasi matematika akan tetap digunakan
    jadi, karib dekat fisika adalah matematika
    tanpa matematika, fisikawan akan semakin “keriting”..hehehe
    dan karena berkarib erat, konsep2 fisika selalu “diterjemahkan_menggunakan_bhs_matematika”
    salah satu hasilnya adl mjd rumus2
    jadi, rumus atau persamaan akan selalu ditemukan di dan digunakan utk memecahkan masalah fisika
    ***
    “fisika yang tanpa rumus” adalah “fisika populer utk kalangan non-fisikawan”
    “fisika yang pakai rumus” adalah fisika!
    ***
    kurang lebihnya begitchu..
    CMIIW
    salam,
    (^_^)
    adi.n
    ____________
    Al Jupri says: Terimakasih banyak atas ulasannya mas….๐Ÿ˜€

  3. mm.. sayah suka fisika. sayah suka matematika. tapi sayah dah lupa banyak rumusnyah..๐Ÿ˜€

  4. pelajaran fisika emang asyik pak, waktu SMA saya suka banget fisika, kebetulan cara ngajar gurunya enak, lebih menekankan fisika dalam aplikasi kehidupan sehari2, meskipun tetap pake rumus, tapi cukup menyenangkan karena kita merasa amat dekat dengan fisika itu.

  5. fisika tanpa rumus kalau dipraktekin di jawaban soal ulangan, nanti malah dikira nyontek ya… hehehe

  6. saya suka matematika

  7. Sebenarnya pake rumus juga gak apa2. Tapi kebanyakan gurunya tidak menjelaskan bagaimana asal mula rumus tersebut. Kalau dijelaskan asal mula mengapa memakai rumus tersebut, insyaAllah akan gampang aplikasinya.

  8. @tikabanget: Jangan dilupkanh yah…
    @andalas: sama dunk…
    @agusset: hehehe…..(ikutan ketawa aja ah..)
    @Anang: saya juga…
    @Agam: Amin…

  9. fisika tanpa rumus = fisika tanpa matematika (????)
    so,
    Rumus = matematika (????)๐Ÿ˜€

    atau matematika = angka ???๐Ÿ˜€

    Menurut saya, yang dimaksud Pak Yohannes barangkali : Ketika memecahkan soal di atas, biasanya guru langsung menyodorkan rumus.
    Saya yg agak jongkok di fisika, selamanya tdk suka fisika di SMP atau SMA, sebab setiap ada soal cerita, selalu saja yg ada di kepala : rumusnya gimana ya ? Karena gurunya pun selalu meerangkan dg rumus, sementara kepala saya tak sanggup menampungnya.
    Padahal bisa saja itu akan lebih mudah dipecahkan jika pemahaman `tanpa rumus` terilustrasikan dg baik di kepala.

    Fisika yang ditanyakan SBY dan yang diuraikan Pak Yohannes adalah `fisika yang membumi`๐Ÿ˜€

  10. bumisegoro

    rumus seringkali diajarkan sebagai hapalan. ya susahlah jadinya. lain halnya kalau difasilitasi dalam penurunan rumusnya, sehingga penalarannya dapet.

    bukankah generasi orangtua kita yang makan sekolahan (meski cuma SR) umumnya memiliki logika yang lebih kuat?

  11. # murniramli
    Fisika yang ditanyakan SBY dan yang diuraikan Pak Yohannes adalah `fisika yang membumi`

    benar bu.., sama spt yg sdh saya tuliskan di atas (no. 2)

    โ€œfisika yang tanpa rumusโ€ adalah โ€œfisika populer utk kalangan non-fisikawanโ€

    salam,
    adi.n

  12. @murniramli: Ya setuju Bu…
    @bumisegoro: Maksud logika yang lebih kuat? Maaf saya belum ngerti…๐Ÿ˜€
    @axireaxi: Makasih mas…๐Ÿ˜€

  13. Pingback: Bagaimana menyajikan fisika secara menarik? « axireaxi

  14. Fisika tanpa rumus ? Hanya sebagian kecil soal fisika SMA yang tanpa rumus. So, fisika itu susah. Apalagi, soal-soal fisika olimpiade, full rumus ! Sebagai guru fisika, saya menyatakan sekali lagi, fisika itu susah ! Yang dimaksud adalah fisika-hitungan. Percobaan fisika, sebagian besar siswa suka. Tetapi, kalau percobaan fisika yang kuantitatif, pengolahan datanya kuantitatif, siswapun puyeng deh.

  15. Yung Mau Lin

    Contoh soal yang diberikan oleh Prof.Yohanes Surya memang dapat diselesaikan tanpa rumus,masih banyak contoh lainnya,misalnya,Seekor Amuba dalam 1 menit membelah diri menjadi 2 ekor,dan 2 ekor menjadi 4 ekor/menit,4 menjadi 8 ekor/menit dst.Kita mulai berangkat dari soal seperti ini,jika seekor amuba kita masukkan ke dalam sebuah stoples dan dalam waktu 60 menit tabung itu tepat penuh oleh amuba,pertanyaannya: Berapa menit amuba memenuhi tepat separuh stoples?Saudara2 yang bijak tolong jawab ya,boleh pake rumus,boleh ga pake rumus.makacih

  16. Hartono

    Contoh soal yang diberikan oleh Prof.Yohanes Surya memang dapat diselesaikan tanpa rumus,masih banyak contoh lainnya,misalnya,Seekor Amuba dalam 1 menit membelah diri menjadi 2 ekor,dan 2 ekor menjadi 4 ekor/menit,4 menjadi 8 ekor/menit dst.Kita mulai berangkat dari soal seperti ini,jika seekor amuba kita masukkan ke dalam sebuah stoples dan dalam waktu 60 menit tabung itu tepat penuh oleh amuba,pertanyaannya: Berapa menit amuba memenuhi tepat separuh stoples?Saudara2 yang bijak tolong jawab ya,boleh pake rumus,boleh ga pake rumus.makacih

  17. eroboy

    Kalo masuk quantum tanpa rumus ya susah.
    Lalu apa gunanya Schroedinger ? Apa gunanya Maxwell ?

    Memang maksudnya bener, harusnya konsep, pengertian, yang ditekankan, bukan rumus, apalagi hapalan.

    Tapi tetep aja, fisika tanpa rumus, ya bukan fisika.
    Layaknya matematika tanpa angka, atau fisika tanpa quantum.

  18. aslkum…
    kalo saya mah kang masih belum ketemu chemistrynya ama fisika, terlalu komplit, itungan matematika iya, pemahamannya apalagi… kalo akang punya waktu, tularinlah !!! gimana?

  19. @Hamid Alaydrus: Fisika itu susah? Sebenernya relatif, ada yang mengatakan susah, ada juga yang menyatakan biasa-biasa saja, dan ada juga yang menyatakan gampang.
    @Yung Mau Lin or Hartono: 59 Menit. (Catatan: stoples = tabung)
    @eroboy:ya setuju. Lihat ulasan mas Adi n pada komentar sebelumnya.
    @anci: gemana yah?๐Ÿ˜€

  20. yance kairupan

    gue dpt antivirus corporate , buruan download di http://www.sejarahtni.mil.id .mungkin teknisinya lupa

  21. Hassan's unsur

    Taluk ah..
    Fisika teh gampil geuning
    namung ku naon yah nilai ujian alit wae,hehe..
    Konsep tadi teh “tanpa rumus” atanapi “rumus cepat”??
    Kang jupri iraha ameng ka cianjur??
    Htrnuhun!
    _________
    Al Jupri says: Insya Allah nanti deh ke Cianjur (kapan-kapan, ga tahu kapan?). Sekarang lagi sekolah lagi nih, minta do’anya ya……

  22. Sebetulnya sih, menurut saya soal tadi tuh murni problem matematis…
    kalo Fisika kan yg diitung misalnya GLBB, Gaya gesek, dsb. betul ngga?
    Fisika tanpa Matematika? laksana garam tanpa makanan…
    ____________
    Al Jupri says: Pernyataan terakhir mr. Spitod menarik, “Fisika tanpa matematika, laksana garam tanpa makanan”…๐Ÿ˜€

  23. jacko

    Cobaa smua guru fisika ngajarnya kaya gituu, mungkin fisiks gw gak mungkin d remed, haaa…..

  24. ikutan ngomong ah….he..he..

    baca2 komen mas2 di atas……”fisika tanpa rumus” ini hanya akan berguna di bab2 awal, dan tdk dapat digunakan lagi saat masuk di “bab yg susah”

    ……betul juga sih…..
    tapi…..menurut saya cara/pola berpikir “fisika tanpa rumus” itulah yg paling penting.

    pola berpikir seperti itu sangat membantu saat hendak mencerna bab yg susah.

  25. Ace

    Fisika tanpa rumus???
    Hummm…Saya juga pernah ikut seminar itu…
    Asik juga….
    Semua ada kuncinya…Mana yang bisa dikerjakan tanpa rumus dan mana yang tetap harus menghafal!Sekedar tau aja saya selalu dapat di bawah 8 pas sekolah!Tapi malah kuliah di jurusan fisika!Pas lulus semua buku bakal “lenyap” tapi sekarang malah jadi pengajar fisika….Wew…Tapi yang jelas fisika harus tau “kunci”nya baru bisa merasa asik!!!

  26. Ace

    Fisika dengan matematika berarti fisika dengan rumus!!!
    Fisika tanpa matematika berarti fisika sejati!!!
    _________
    Al Jupri says: Kayaknya ga ada deh fisika tanpa matematika…๐Ÿ˜€

  27. afadl

    Guru punya peran penting dalam membentuk image bahwa fisika itu menyenangkan, sulit memang, namun lebih sulit mengungkapkan nikmatnya fisika. Hidup kita ini penuh dengan fisika, mulai tutup mata, buka mata hingga tutup lagi.
    Guru saya waktu SMA lah yang memberi kesan seperti itu. dia gak pernah senyum, gak pernah marah, tapi bagi saya ia sangat dingin dan misterius, saking misteriusnya tidak pernah tersenyum di hadapan siswa, dia hanya tersenyum di depan papan tulis. Misterius kan?

  28. Riady

    jawabannya adalah pada menit ke 59
    amuba tersebut dapat memenuhi 1/2 toples tersebut.

  29. lusi

    halo….
    mas aku mau tanya nich kalo fisika n matematika kan mas punya trik2 yang jitu nah kalo untuk tes skolatik mengenai persamaan kata ada nya trik yng jitu karena setiap pertanyaan menghasilkan pilihan jawaban yang hampir bahkan sama sehingga kita binggung mau jawab yang tepat yang mana.thanks….

  30. Zhe"

    KaNg,saYA tuCh mu tnY knpA Yach saYA tuch suka ma MTK n FISIKA tP da kNdl,kNdl trsbt saYA Ska lp dGn rMS”nYA.Gmn cRnYA aGar tdk cpt lp dGn rMS” Yg tLh saYA kUasaI??????????????????

    saYA Ign Biza……………………………

  31. hermawan

    Beberapa waktu yang lalu saya mempercayakan sejumlah uang saya untuk di investasikan dalam bentuk VALAS dan portfolio saham di Valbury Dengan iming – iming keuntungan dalam waktu yang cepat.
    Yang saya dapatkan ternyata tidak sesuai dugaan, ternyata itu semua hanya akal – akalan saja. Dan setelah saya selidiki ternyata semua orang yang bekerja disana adalah lulusan SMU atau sederajat dan mereka semua tidak memiliki ijin yang resmi dari instansi terkait.
    Jadi saya menyarankan agar anda yang berinvestasi di tempat tersebut untuk segera menarik dana anda sebelum terlambat. Cukup saya yang jadi korban jangan sampai ada korban lebih lanjut lagi. Nama salesnya BUDI MULYANA ( NO HP 0856-8102XXX ) orang ini sangat licik dan tak segan-segan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
    Hermawan Kartajaya
    Jl. Rungkut Asri Utara XII / 23
    Surabaya

  32. Anonymous

    Yg jelas math is queen of science

  33. kalau saya sich waktu sma suka pelajaran kimia (nggak sombong lho) namun sekarang jadi guru matematika smp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s