Tukul, IPDN, dan Sepak Bola

Oleh: Al Jupri

Seperti biasa, Bu Jerry menjelaskan pelajaran matematika di kelas 5 SD Negeri Seribu-satu Dongeng, tempat Tom sekolah. Diawali cerita yang menarik dan sesuai konteks kehidupan siswa, diselingi nasihat, humor, dan cerita-cerita menarik, tak heran siswa-siswanya, termasuk Tom dapat dengan mudah memahami penjelasan beliau.

Tak seperti biasa, kali ini tidak ada PR. “Anak-anak, hari ini ibu tidak memberi kalian PR soal-soal matematika,” begitu Bu Jerry berkata ke siswa-siswanya. Mendengar perkataan Bu gurunya itu, Tom gembiranya bukan main. Senang, berarti bisa santai sejenak, tak memikirkan PR matematika. Dalam pikirannya, Tom sudah berencana akan bolos alias tak akan masuk sekolah pada pertemuan selanjutnya, karena tak ada PR.

Belum surut kegembiraan Tom, Bu Jerry kemudian berkata, “Sebagai gantinya, kalian ibu beri tugas bikin kliping. Klipingnya tentang matematika, bisa berupa, artikel matematika, teka-teki, soal-soal matematika, dll.” Tom pun jadi tersenyum kecut, “Wah, udah bagus ga ada PR, eh malah diganti PRnya,” begitu gerutuan Tom. Akhirnya, dengan sedikit kesal, Tom pun tak jadi bolos deh.

Pulang sekolah bersama beberapa kawannya yaitu Budi dan Cecep segera mencari koran-koran bekas. Karena mereka itu orang biasa, tinggal di kampung, tak berlangganan koran, dan gak biasa beli koran, makanya mereka tak punya koran bekas. Terpaksa, mereka pergi ke kios koran dan majalah yang terletak agak di pinggir kota terdekat dari kampungnya Tom.

Alhamdulillah, di sana (di kios koran), masih banyak koran bekas beberapa minggu ke belakang. Tom dan kawan-kawannya membeli koran bekas tersebut, dengan harga yang relatif murah. Setelah beli koran bekas tersebut, Tom dan kawan-kawannya itu pulang deh ke rumah masing-masing.

Dari koran-koran bekas yang dibelinya, Tom kesulitan sekali menemukan artikel yang benar-benar berbicara tentang matematika. Banyaknya malah tentang hiburan: infotainment; olahraga, politik, ekonomi, dan lainnya. Agak sia-sia rupanya ia beli Koran bekas tersebut.

Sambil mencari artikel tentang matematika, Tom iseng-iseng membaca berita-berita yang ada di koran-koran bekas yang dibelinya itu. Beberapa pengetahuan dan berita yang dibacanya, di antaranya, yang paling heboh seperti berikut ini.

Tukul dan Laptop Anggota Dewan

Tukul yang awalnya tekenal sebagai pelawak biasa, sekarang sudah jadi luar biasa gara-gara ia menjadi presenter acara “Empat Mata”. Jargonnya yang terkenal yaitu: “kembali ke Laptop!” Hampir semua orang di negeri ini mengenalnya. Dari rakyat yang masih ndeso, sampai presiden pun tahu jargon ini. Kata-kata seperti: ndeso, katro, puas-puaspuas!, tak sobek-sobek mulutmu, dan kristalisasi keringat; terasa khas milik Tukul. Pokoknya sekarang Tukul (“Tukul = Tukang Kuli = Tukang Pukul = …”) jadi hebat aja! Acara yang dipandunya tersebut, bisa dikatakan sangat sukses.

Sampai-sampai, di rubric gossip dikatakan bahwa, gara-gara “iri” sama Tukul, anggota Dewan (DPR) juga minta dibeliin Laptop segala. Tapi karena para angota Dewan itu kebanyakan masih pada katro dan ndeso, akhirnya mereka pun tak jadi dibeliin Laptop deh.

IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri)

Berita tentang IPDN ini pun banyak memakan porsi surat kabar bekas yang dibeli Tom tersebut. Isinya kira-kira begini. Diberitakan bahwa, IPDN kembali menelan korban! Salah seorang praja mereka, yaitu Cliff Muntu, meninggal! Sebabnya tak jelas, jenazahnya tak bisa “diotopsi”, karena katanya disuntik berliter-liter formalin. Ternyata, selidik-punya selidik, katanya, Cliff meninggal gara-gara dipukuli seniornya.

Gara-gara meninggalnya Cliff ini pula, rupanya ada seorang dosennya, yaitu Inu Kencana tiba-tiba jadi ngetop, karena berusaha menguak misteri kampus yang katanya “terbaik” milik negeri ini. Inu Kencana berani membuka borok kampus ini.

Imbasnya, banyak kalangan yang menuntut IPDN dibubarkan. Banyak yang mendukung ide pembubaran ini, tak sedikit juga yang menolaknya. Terjadilah masalah heboh yang ikut-ikutan mengguncang negeri ini, selain bencana alam yang nyaris tiada hentinya. Bahkan, untuk mengatasi masalah ini, presiden pun jadi ikut-ikutan turun tangan segala. Alhasil, katanya, untuk setahun ke depan IPDN tak akan menerima mahasiswa baru, untuk memutus rantai senioritas.

Masih banyak lagi yang dibaca Tom tentang IPDN ini, tapi sayang tak akan diceritakan lebih detail di sini.

Beberapa jam lamanya, Tom mencari artikel-artikel matematika, tetap saja ia tak menemukannya. Sambil membaca berita-berita olahraga, khususnya sepak bola, Tom akhirnya menemukan banyak artikel matematika. Iya kah? Berikut ini berita sepakbola yang paling heboh dibaca Tom.

Liga Inggris, Liga Champion, dan Liga Indonesia (Koran terakhir yang dibaca Tom tanggal 26 April 2007)

Chelsea, yang dimanajeri oleh the special one, Jose Mourinho, sedang berusaha mengejar target quadruple (target juara di empat kompetisi yang berbeda), yaitu: liga premier, piala FA, liga Champion, dan Carling Cup (ini sudah digondol beberapa bulan yang lalu). Di tiga kompetisi tersebut, rival terdekatnya adalah Manchester United yang dimanajeri oleh Sir Alex Ferguson.

Di liga Indonesia, untuk sementara Persib Bandung merajai wilayah Barat, juara paruh musim. Persib, dengan materi pemain dan pelatih yang sekarang, difavoritkan menjadi juara. Yang mungkin menjadi catatan paling manis bagi Persib pada paruh musim ini yaitu kemenangan atas macan kemayoran Persija Jakarta dengan skor yang telak 3-0, setelah sebelumnya hampir tak pernah bisa menang atas tim ini.

Kliping Tom

Dengan penuh percaya diri, Tom akhirnya mengumpulkan kliping miliknya. Bu Jerry kemudian memeriksa kliping-kliping tugas yang dikumpulkan murid-muridnya itu. Teman-teman Tom yang lain mengumpulkan cuma beberapa lembar saja. Sedangkan Tom mengumpulkan berpuluh-puluh lembar kliping, banyak sekali.

“Tom, kok kliping kamu bukan artikel-artikel matematika sih, kamu enggak salah nih Tom?” tanya Bu Jerry. “Ah engga Bu, saya bener kok, yang saya kumpulin itu semuanya artikel matematika…,” jawab Tom. “Artikel matematika bagaimana? Ini kan semuanya berita tentang sepak bola…,” begitu kata Bu Jerry sambil sedikit jengkel.

“Iya Bu, itu memang beritanya tentang sepakbola, tapi menurut saya itu juga termasuk artikel matematika,” Tom berusaha menjelaskan. “Matematika bagaimana?” tanya lagi Bu Jerry. “Ibu bisa mengerti kan, misalkan Chelsea versus MU hasilnya 5-3; Chelsea versus Liverpool 1-0, dst, itu semua kan tentang matematika,” begitu mulanya Tom menjelaskan.

“Tapi kan Tom, itu Cuma skor doang, matematikanya di mana?” Lagi-lagi Bu Jerry minta penjelasan. “Misalkan gini Bu, misal skor Chelsea-MU adalah 5-3, skor ini bisa dibuat soal matematika. Pertanyaan matematikanya yaitu, ada berapa banyak cara sehingga terjadi skor 5-3 itu? Misalkan kemungkinan terjadinya skor itu seperti ini. 1-0; 2-0; 2-1; 2-2; 2-3; Dan seterusnya sampai 5-3 (ini baru satu kemungkinan cara),” begitu penjelasan Tom.

Bu Jerry jadi berfikir, terdiam beberapa saat. “Lagipula begini Bu, di kliping saya itu juga ada daftar klasemen liga Inggris, liga Indonesia, dll. Di situ kan kita bisa sedikit bermatematika, dengan melihat hubungan angka-angka dan bilangan-bilangan di klasemen itu. Ada perkalian, penjumlahan, dsb. Betul kan Bu?” Begitu Tom menambahkan penjelasannya. “Iya ya Tom, kamu memang hebat…,” Bu Jerry sambil manggut-manggut.

Akhirnya, kliping Tom diterima deh oleh Bu Jerry.

Catatan: Segitu dulu ya wahai pembaca, sampai jumpa lagi di cerita berikutnya.

10 Comments

Filed under Cerita Menarik, Cerpen, Iseng, Matematika, Matematika SD, Sastra

10 responses to “Tukul, IPDN, dan Sepak Bola

  1. Hehe, cerdas juga si Tom ini😀

    Al Jupri says: hehe juga…

  2. Menarik cara menjelaskan matematiknya. Salam bung

    Al Jupri says: thank you. Salam kenal juga….

  3. Berita IPDN nya nggak ikut dikliping Mas?? Itu kan muatan matematikanya jelas. Data dari pak Inu 34 meninggal, data dari Deplu 27. Jadi yang misterius = 34 – 27 = 7 kasus. Tul, tak??

    Al Jupri says: Oh iya ya…, mungkin karena si Tom ga baca berita yang itu. Wajar saja, wong yang dibelinya koran bekas. Hehe…

  4. Wah pasti seneng banget bu guru Jerry punya murid secerdas Tom. Seandainya mhs saya seperti Tom, punya inisiatif dan kreatif…

    Al Jupri says: Nanti, insya Allah (engga tahu kapan), saya akan tulis bagaimana perasaan Bu Jerry sama muridnya si Tom itu. Apakah Bu Jerry seneng atau tidak? Silakan nantikan cerita-cerita selanjutnya… ok? Hehe…

  5. “Tapi kan Tom, itu Cuma skor doang, matematikanya di mana?”

    Ini namanya seorang dosen yang amat-sangat-peduli dengan matematika… seolah-olah ia ingin berkata: “life is matematika” hmmm nice story…

    Al Jupri says: Nice story…. hmmm😀

  6. Ali Ikhsan

    tulisannya bagus, santai and menarik

  7. co_cool

    knpa ya matematika ini memisingkan

  8. ilham

    wah menarik, cuma mo bilang :”kapan lagi artikel berikutnya??”

  9. Nizar AL-Kadiri

    baguslah, dengan cara pengajaran yang alternatif moga saja siswa bisa lebih senang belajar matematikanya

  10. ANWAR

    kliping2nya krng menarik. . .
    tp gak papa lah, yg penting ad unsur pnddknnya. . .
    ttp semangat sahabat indonesia. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s