Jalan-jalan ke Jerman

Oleh: Al Jupri

Gambar 7 Buah Jembatan

Waktu itu Tom masih kelas 5 SD, sebentar lagi kenaikan kelas dan musim libur pun akan datang. “Anak-anak, sebentar lagi libur akan tiba setelah pembagian rapor kenaikan kelas…, nah untuk libur nanti rencana kalian akan liburan ke mana?” Demikian kata-kata Bu Jerry pada murid-muridnya. Beberapa kawan Tom mengemukakan rencananya. Ada yang berencana pergi ke Taman Mini Indonesia Indah, ada yang berencana pergi ke Bandung (ke wisata gunung Tangkuban Perahu), ada juga yang mau ke kebun binatang terdekat, dll.

Sebagai anak yang dibesarkan di keluarga biasa, Tom hanya diam saja. Dalam hatinya sih, ingin juga ia pergi jalan-jalan. Tapi, apa daya, keadaan tak memungkinkan. “Tom, kalau kamu, liburan nanti mau pergi ke mana?” Tanya Bu Jerry ke Tom. Tom sedikit kaget, beberapa detik lamanya ia terdiam. “Bu, sebenernya saya juga ingin jalan-jalan … tapi…,” jawab Tom. “Kenapa Tom? Jalan-jalan ke mana….?” Tanya lagi Bu Jerry. “Anu Bu…, saya pingin jalan-jalan keliling Eropa, saya ingin ke Jerman, tempat Pak Habibie sekolah (kebetulan Tom mengidolakan Habibie waktu itu), bisa engga ya Bu? Kapan saya bisa ke sana?” Itulah jawaban Tom ke Bu Jerry. Dengan segera Bu Jerry memberi semangat, mendo’akan, dan mengamini keinginan Tom itu.

Pada saat pulang sekolah, sambil jalan kaki menuju rumah (kebetulan jarak rumah Tom ke sekolah cukup jauh sekitar 1 km), Tom masih memikirkan keinginan jalan-jalannya itu. Sambil jalan, ia membayangkan pergi ke Jerman. Tapi, bagaimana mungkin? Tiba-tiba, Tom teringat salah satu film kartun kesayangannya, Doraemon. Dalam pikirannya, ia membayangkan bertemu Doraemon.

“Hai Doremon….. sini dong”, sapa Tom ke Doraemon yang sedang jalan di depannya. Doraemon pun menoleh, “Hai …,” balas Doraemon. Dan terjadilah perkenalan antara mereka. Layaknya orang yang baru kenal, mereka pun mulai ngobrol ke sana-kemari. Hingga Tom mengemukakan keinginannya. “Doremon, saya ingin jalan-jalan keliling Eropa, ke Jeman, gemana ya?” Tom curhat ke Doaremon.

“Tom, saya kan punya kantong ajaib. Saya bisa mengajak kamu ke sana sekarang. Gemana?” Begitu kata Doraemon. “Mau-mau…, mau banget….,” dengan gembira Tom menyahut tawaran Doraemon. Dengan segera Doraemon mengeluarkan pintu ajaib dari kantungnya. Dan akhirnya Doraemon dan Tom mulai masuk ke pintu ajaib milik Doraemon tersebut. Tapi sayang, pintu ajaibnya itu sedikit error, ketika masuk mereka bukan pergi ke Jerman yang sekarang, malah masuk ke negeri Jerman abad 16. Karena sudah terlanjur, sudah saja mereka masuk di jaman abad 16 itu. Suasananya masih sangat tradisional, ndeso, katro (minjam istilahnya Tukul, yang berarti “kampungan”).

“Tom maaf ya, kita bukan di jaman Jerman sekarang nih, tapi di abad 16 …,” begitu kata Doraemon ke Tom. “Ga apa-apa Mon…, saya seneng-seneng aja,” begitu kata Tom. Mereka pun jalan-jalan keliling Jerman dari satu tempat ke tempat lain menggunakan baling-baling bambu (sehingga mereka tak kecapean, bisa terbang).

Dalam perjalanan menuju ke salah satu kota di Jerman waktu itu, yaitu kota Königsberg, sambil terbang, dengan menggunakan baling-baling Bambu Tom dan Doraemon melihat pemandangan yang sangat unik. Yaitu sungai dengan 7 jembatan, seperti gambar di awal artikel ini. Ketujuh jembatan itu menghubungkan daratan di sekeliling sungai dan pulau di tengah sungai tersebut (lihat gambar di atas). Mereka pun turun untuk jalan-jalan ke tempat itu.

Di tempat itu, mereka jalan-jalan menikmati pemandangan sungai yang mengalirkan air yang jernih. Ikan-ikan di sungai itu terlihat dengan jelas dari atas jembatan. Batu-batu sungai yang hitam tampak “mengkilap” menambah suasana segarnya air sungai itu. Ditambah kicau burung di sekitar sungai, semakin nyaman rasannya keadaan di tempat itu. Pun orang-orang Jerman yang masih ndeso itu, ramah menyapa mereka. Entah dengan perkataan apalagi bisa diungkapkan keindahannya. Pokoknya indah saja!

Kata orang-orang di sana, ada satu teka-teki yang belum terpecahkan oleh siapapun yang pernah ke sana sebelumnya. Teka-tekinya yaitu, bagaimana caranya dalam satu kali lewat, kita bisa melalui ketujuh jembatan yang menghubungkan daratan dan pulau tersebut, sehingga 7 jembatan itu tepat dilalui sekali saja?

Doraemon dan Tom mencoba menjawab teka-teki tersebut. Berkali-kali mereka mencoba, memulai dari salah satu jembatan, tetap saja gagal dan gagal lagi. Sehingga mereka pun kelelahan. Akhirnya, Tom mengajak Doraemon pulang, dengan membawa oleh-oleh teka-teki tersebut. Sejak saat itu Doraemon jadi sahabat lamunan Tom.

Tak terasa, akhirnya Tom pun sampai ke rumahnya. Di rumah, Tom ditanyai ibunya. “Tom dari mana saja kamu, kok pulangnya telat?”, tanya Bu Fatimah, ibunya Tom. Dengan terburu-buru, “Dari Jerman Bu…,” jawab Tom. “Jerman?” Kaget Bu Fatimah. Tapi dengan segera, Tom pun menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya, lamunannya.

Nah, begitu ceritanya wahai para pembaca. Sekarang, coba deh pecahkan teka-teki dalam cerita tadi. Bisa engga? Bila bisa memecahkan teka-teki itu, beri tahu saya ya?

Catatan:
Teka-teki di atas, merupakan cikal-bakal lahirnya teori graph. Teori graph ini katanya, banyak dipakai di bidang: listrik, jaringan, computer, mesin, desain, masalah antrian, dan entah bidang apalagi saya pun tak tahu. Pokoknya bermanfaat di banyak bidang.

Materi pengenalan graph pernah dikenalkan di matematika SMA (dulu namanya SMU), kurikulum 1994. Saya pernah belajar waktu itu, sangat menarik. Tapi sayang, di kurikulum berikutnya materi ini tak ada lagi, katanya para guru di sekolah masih belum siap (karena relatif baru).

20 Comments

Filed under Cerita Menarik, Cerpen, Iseng, Matematika, Matematika SMA, Sastra

20 responses to “Jalan-jalan ke Jerman

  1. Tak terasa, akhirnya Tom pun sampai ke rumahnya. Di rumah, Tom ditanyai ibunya. “Tom dari mana saja kamu, kok pulangnya telat?”, tanya Bu Fatimah, ibunya Tom. Dengan terburu-buru, “Dari Jerman Bu…”, jawab Tom. “Jerman?”, kaget Bu Fatimah. Tapi dengan segera, Tom pun menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya, lamunannya.

    =================================

    Bentar saya MIkir DULU DEH…. GW baca lagi..

    Al Jupri says: Ya, silakan dipikirr. Makasih sudah berkunjung…

  2. mertanus

    Salam kenal. Secara umum penulisan kalimat-kalimatnya sudah baik. Hanya ada sedikit kesalahan minor. Seperti kata mendo’akan, yang tepat adalah mendoakan.🙂
    Itu saja dari saya semoga berkenan🙂

    Budy Snake
    Magician & Snake Charmer

    Al Jupri berkata: Salam kenal juga. Terimakasih atas koreksinya. Oh iya, minor itu apa? (Saya mengerti koreksinya, tapi saya tak mengerti arti kata “minor” dalam kasus ini).

  3. pak guru, saya milih bales komentar di sini saja, ya. moga-moga pak guru ndak keberatan. salam😀

    Al Jupri says: Iya ga apa-apa.

  4. Salam kenal juga

    Al Jupri says: sama-sama

  5. jawabannya ada di google…

    Al Jupri says: bagaimana Pak Jawabannya?

  6. Kalau ga salah dalam buku2 matematika diskrit sampe sekarang blom terpecahkan deh…why? baca lagi deh bukunya, he he …

    Al Jupri says: Masa sih Pak?

  7. kan ada pintu ajaib doraemon pake aja pasti bisa

    Al Jupri says: Oh iya ya… Doraemonnya lupa….

  8. Itu anu…
    Seinget saya itu kan masalah Jembatan Konnisberg atau apa gitu.
    Kalo nggak salah masalah itu nggak bisa terpecahkan jika jumlah jembatannya ganjil.
    CMIIW
    Sudah agak lupa… Habis Matdis sudah beberapa semester lalu.

  9. Pembahasannya disini
    Sori spoiler…
    http://en.wikipedia.org/wiki/Konigsberg_bridge_problem

    Al Jupri says: Ga apa-apa, mudah-mudahan si Tom yang masih kelas 5 SD itu bisa mengerti. Betul?

  10. li_endra

    ass, pa al.bapa hebat aku bangga sama bapak,.

    bapak mo tanya yah, bapak giman carnya agar kita mampu berpikir dengan cepat??

    aku ingin seperti bapak, dari mahasiswa bapak.
    hehe….:):):)

    Al Jupri says: Aduh jangan ditanya itu? Saya sendiri sering lambat berfikir.

  11. wah menarik sekali ini, apalagi yang di wikipedia. Tak bacanya dulu ya…

    Al Jupri says: ya silakan dibaca-baca. Lebih menarik mana? Baca tulisan saya, atau yang di Wikipedia? Hehe.. becanda…

  12. kalau si Tom dibolehin bikin 1 jembatan lagi (minta tolong Doraemon tentunya), baru gampang mecahinnya. tapi kalau gitu, jadi kurang seru dong ya?

    Al Jupri says: Klo maunya gitu, ga ada oleh-oleh dong Pak? Jauh-jauh dari Jerman, masa ga ada oleh-oleh sih? Hehe…

  13. Dengan berasumsi bahwa tiap sungai pasti ada awal mulanya, maka teka-teki tersebut dapat dengan mudah diselesaikan. Kuncinya adalah “berpikir di luar kotak”:

    Diagram solusi
    🙂

    Al Jupri says: I like your answer, It is a good idea, thank you.

  14. pend_mat

    klau saya tidak salah ingat dalm materi di mata kuliah matematika diskrit persoalan tersebut tidak akan pernah bisa dipecahkan karena …….??(saya lupa)

    Al Jupri says: Ya, Anda tak salah ingat.

  15. mas kalau orang pinter matematika, makannya apaseh…?

    Al Jupri says: Waduh saya juga ga tahu tuh?

  16. pantek induak ang,kalempong ayah ang,ayah ang anjiang cukia lancik den koa

  17. roy

    emang saya akui bapak jenius, saya telah mencoba tapi belum jelas tapi saya slalu mencoba, mohon petunjuk dan masukan dari bapak tentang kenapa matematika perlu diajarkan?
    terima kasih.
    mohon balasannya

  18. myun

    jd inget wkt kuliah….dosen na p’bambang..:)

  19. sandromedochristanugroho

    Ass. Wr. Wb.

    Hii… salam kenal
    saya mahasiswa dari Perguruan Tinggi Kedinasan, sekarang baru semester 3 (Tingkat II), semacam IPDN, STIS dan lain2nya gitu deh😉
    di kampus saya khusus mempelajari tentang Kriptolografi, nah disalah satu tugas saya adalah membuat Blog tentang Kriptografi, nah agar lebih akrab😀
    blog saya Kriptologi.wordpress.com
    diliat ya dan jangn lupa tinggalin komentarnya ok….😆

    ditunggu ya…

  20. Saya Pengen Tau tuch jawabannya???

    Tlg donk dipecahkan soalnya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s