Saya Ingin…

Oleh: Al Jupri

Pagi itu, di sebuah ruangan kelas 1 SD, Bu guru masuk kelas. Dimulai dengan salam. Dilanjutkan berdo’a bersama dengan siswa-siswaya. Kemudian mulai mengajar, matematika waktu itu pelajarannya. Dan seperti biasa, setelah menjelaskan, Bu guru memberi soal matematika buat siswa-siswanya sebagai latihan. Begini soal-soalnya.

1. 5 + 6 = 4 +…

2. 3 + 8 = 5 +…

3. 4 + 6 = 2 + …

4. 7 + 3 = 1 + …

5. 6 + 7 = 8 + …

Seperti biasa juga, Bu guru memberi waktu pada siswa-siswanya untuk mengerjakan soal-soal tersebut. Setelah dirasa cukup, Bu guru pun ingin tahu hasil kerja siswanya. Namun sayang, siswa-siswanya itu suka ketakutan bila disuruh ke depan untuk mengerjakan soal. Sebagai guru yang berpengalaman, Bu guru tak kekurangan “akal”.

Bu guru bertanya, “Anak-anak, siapa yang ingin masuk surga?” Hampir semua siswa mengacungkan tangannya. Kecuali seorang siswa tidak, Udin namanya. Sementara waktu Bu guru diam saja. Nah, yang tadi mengacungkan tangan itu ditunjuk Bu guru untuk mengerjakan soal-soal. Ahmad mengerjakan soal nomor satu; Burhan mengerjakan soal nomor dua; dan Cecep mengerjakan soal nomor tiga. Sedangkan untuk nomor empat Bu guru belum menunjuk seorang siswanya. Dalam pikirannya, soal empat ini untuk Udin.

Mulanya mereka pada tidak mau. Tapi, dengan bijaknya Bu guru mengatakan bahwa kalau ingin masuk surga harus taat sama orang tua, sama Bu guru, terus mau belajar, tentunya mau belajar matematika juga. Akhirnya mereka pun menurut saja.

Sementara tiga siswanya mengerjakan soal-soal satu sampai tiga. Bu guru kemudian mendekati Udin dan dengan lembut bertanya. “Udin…, kenapa kamu tidak mengacungkan tangan? Apa kamu tidak pingin masuk surga?” Udin masih diam saja. “Nak, kamu ingin masuk surga?” Udin tetap diam saja. Bu guru jadi bingung, sedikit putus asa, dan ikut-ikutan diam. Kemudian, dengan pelan Udin mengatakan, “Bu saya tidak ingin masuk surga.” Kaget bukan kepalang Bu guru dibuatnya saat itu. Terus, Udin kembali berkata, “Saya tidak mau masuk surga Bu.” “Jangan begitu nak…, kalau ga mau masuk surga, berarti ke neraka…,” begitu kata Bu guru. Segera Udin berkata, “Bukan Bu, saya juga ga mau masuk neraka, saya pinginnya masuk…, masuk…, saya ingin masuk tentara ngikutin bapak saya.”

10 Comments

Filed under Cerita Menarik, Cerpen, Matematika, Matematika SD, Pendidikan, Sastra

10 responses to “Saya Ingin…

  1. Nih Udin pasti nama belakangnya Petot.
    Nama lengkap: Udin Petot.
    Bapak tentara… Mama… dua.

  2. Jangan-jangan kelak di akhirat bu guru ditagih janjinya gimana? Kira-kira cara seperti itu bisa gak kalau dipakai untuk maksa anak SMA?😀

  3. weleh,
    bukan udin petot mas arif, tapi udin al jupri!

  4. @ Arif Kurniawan: Udin Petot yang ditelen Cyntia Putri ya kang?

    @Pak Guru Urip: Silakan dicoba Pak, buat murid SMA…

    @Dalam Hati: kayaknya lebih pantes gini deh: “Dalamhati Udin”..

  5. hihihi… gurunya lucu deh cara ngajarnya…

  6. Kalau gitu, kasih soal nomor 6, supaya ada jurusan tentara… pasti udin semangat mengerjakannya.

  7. terlambatcerdas

    om,mas,pak aljupri…… selalu ada-ada aja. biasa aja kaleeeeeeeeeee,,,,,,cerita basi anak TK.

  8. @Agusset: Hihi juga…
    @Agorsilaku: Nih saya kasih soal nomor enam: 5 + 6 = 7 +…
    @Terlambatcerdas: Ya benar, saya biasa-biasa aja lagi. Cerita ini saya modifikasi dari cerita yang pernah saya dengar tentang anak TK. Dan sekarang saya baru tahu kalau cerita ini namanya “cerita basi anak TK”….Hehe…

  9. Yudi

    Dengar-dengar Pak Agor penginnya sih menantunya yang Tentara lolos Sertifikasi Tentara lewat jalur test. Tapi idealisme beliau sirna setelah tahu tesnya kayak soal no.6 nya pak jupri, 5+6=10.99999…, akhirnya pak bilang sudahlah isi saja portofolionya yang bagus-bagus. Toh kebijakan ningkatkan kesejahteraan hidup Guru dan Dosen dengan cara yang tidak elegan itu ndak bakalan langgeng, karena negara belum tentu dapat Pinjaman Hutang Luar Negeri, hihi.

  10. Yudi

    Dengar-dengar Pak Agor penginnya sih menantunya yang Tentara lolos Sertifikasi Tentara lewat jalur test. Tapi idealisme beliau sirna setelah tahu tesnya kayak soal no.6 nya pak jupri, 5+6=10.99999…+ , akhirnya pak bilang sudahlah isi saja portofolionya yang bagus-bagus. Toh kebijakan ningkatkan kesejahteraan hidup Guru dan Dosen dengan cara yang tidak elegan itu ndak bakalan langgeng, karena negara belum tentu dapat Pinjaman Hutang Luar Negeri, hihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s