Mana yang Lebih Gampang?

Oleh: Al Jupri

Saya dan termasuk teman-teman saya sepakat bahwa matematika itu lebih susah daripada pelajaran ilmu-ilmu sosial. Dan saya pun yakin, selain saya dan teman-teman saya, kebanyakan dari Anda pun akan setuju menyatakan demikian. Faktanya, sedikit yang bisa memahami pelajaran matematika itu. Bisa kita rasakan setidaknya sejak kita duduk di bangku SD hingga SMA, pelajaran matematika itu bisa dikatakan sangat sukar. Dan ini bukan sesuatu yang aneh, sudah lumrah terjadi di masyarakat kita, dan juga di dunia ini. Bahkan ada pakar pendidikan matematika, beliau guru saya, yang mengatakan kira-kira begini, “Matematika itu adalah pelajaran yang sangat sukar, paling dibenci, dan paling ditakuti siswa.”

Namun, hanya sedikit yang berani menyatakan bahwa pelajaran matematika itu jauh lebih mudah dibandingkan pelajaran ilmu-ilmu sosial lainnya. Yang menyatakan seperti ini tentu punya alasan. Alasan-alasan tersebut misalnya bahwa: “Pelajaran ilmu-ilmu sosial itu susah ditebak, susah dihafal, ga pasti, dan semacamnya.” Ada juga yang lebih “bijak” dalam memberikan alasan kenapa matematika itu lebih mudah ketimbang ilmu-ilmu sosial lainnya dengan mengajukan semacam perbandingan masalah atau soal. Berikut ini sebuah contoh perbandingan yang dibuat oleh orang-orang yang seperti demikian. Tentu harapan si pembuat soal-soal perbandingan ini adalah bahwa Anda akan setuju dengan pendapat mereka. Tapi, pesan saya, jangan mudah terpengaruh ya?

Nih dia soal-soalnya:

Petunjuk pengerjaan soal: Kerjakan tiap soal berikut tanpa mencontek atau bertanya ke orang lain, gunakan kemampuanmu yang ada sekarang! Untuk tiap kelompok soal, pilih jawaban yang benar untuk soal pilihan, dan berikan jawaban sesuai perintah untuk soal yang meminta jawaban kamu! Berikan alasan menurut pendapatmu! Bandingkan mana di antara dua kelompok soal berikut yang lebih mudah menurut kamu?

Kelompok 1:

Soal 1: Apa yang kamu lakukan bila melihat nenek-nenek akan menyebrang jalan?

A. Membiarkan nenek tersebut menyebrang

B. Membantu untuk menyebrangkannya

C. Minta bantuan polisi lalu-lintas untuk menyebrangkan nenek tersebut.

D. Menasehati nenek tersebut agar hati-hati bila menyebrang jalan.

E. Melaporkan ke Pak RT (Rukun Tetangga) untuk mengantarkan nenek tersebut ke keluarganya.

Soal 2: Coba tuliskan pasal 8 UUD 1945!

Kelompok 2:

Soal 1: Nilai x yang memenuhi persamaan x + 1 = 3 adalah…

A.1

B.2

C.3

D.4

E.5

Soal 2: Mana dari ukuran-ukuran persegi panjang berikut yang mempunyai keliling yang sama dengan persegi panjang yang ukuran panjangnya 5 meter dan lebarnya 3 meter?

(1) Panjang 10 meter dan lebar 8 meter

(2) Panjang 7 meter dan lebar 1 meter

(3) Panjang 6 meter dan lebar 4 meter

(4) Panjang 8 meter dan lebar 2 meter

Tunjukkan (tuliskan) bagaimana kamu mengerjakannya!

Nah, sudah dijawab belum? Bila sudah, menurut kamu mana yang lebih mudah, matematika atau pelajaran ilmu-ilmu sosial?

Catatan: soal kelompok 1 setara untuk soal tingkat SD, sedangkan soal kelompok 2 setara untuk tingkat SMP.

10 Comments

Filed under Cerita Menarik, Matematika, Matematika SMP, Renungan

10 responses to “Mana yang Lebih Gampang?

  1. anung

    pertamax

    ujian sosial lebih gampang kalo OPENBOOK!!
    matematika gampang kalo MENGUASAI..
    masalahnya..
    menguasai itu susah ;p

  2. yang lebih gampang sich menurut saya fisika

  3. wahaaahaaahhahahaha…… ilmu sosial bebas nilai beh!!…

  4. Pasal 8 UUD 1945 itu isinya apa yah?
    Lupa aku…
    jadi aku kayaknya lebih cocok soal matematika…
    Tapi sebelum ketemu Fourier, Galois, dkk…

  5. Dee

    Pasal 8 UUD 45 itu tentang hukum kekekalan energi ya? Sumpah, kalau jawab pertanyaan sukanya yang pasti-pasti aja, soalnya males debat kusir.

  6. matematika lebih gampang. TPHBS kemarin aku dapet 7 untuk mat dan 6 untuk PKn dan sejarah

  7. rya

    kalo pelajaran matematika gak usah ambil pusing.saya kalo pel.mat selalu enjoy2 aja,ygpenying kita paham n ngerti rumus n cara’a.

  8. yang pinter matematika seh enak. tapi kenapa aku berpandangan lain yaa tentang matematika:

    ma[tema]tika = menu ajar yang sarat tema butuh keseriusan

    mate[mati]ka = bahan ajar yang bikin mati (mungkin mati rasa, mati humor, mati rasa bergaul, mati retina sehigga bertebal kacamata)

    mate[matik]a = sesuatu yang bersifat teknical banget, kudu begiini kudu begitu gak kaya ilmu sosial slow down, kalau ini tegas, keras, lugas, hampir pasti yang lembek2 gak ketrima…

    matema[tika] = tergantung gurunya, kalau gurunya bu tika yang cantik, halus berbudi bahasa yang santun lagi menuntun, sabar, sayang belum bersuami lagi duuuh kayanya sebelum mengajar ilmu matetmatikanya sudah bisa terbayang dikepalanya apa isinya…

  9. Jelas matematika lebih gampang, dong!!!
    males banget belajar sosial yang super nyebelin….
    Lebih enak matematika…
    kalo aku bisa ngerjain dengan benar soal matematika yang kata orang susah, rasanya ada kepuasan tersendiri… beda sama pelajaran yang lain..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s