Pesawat Jatuh

Oleh: Al Jupri

Dulu, sewaktu saya belajar di Bandung, saya sering mendengar ceramah agama lewat radio. Selain menjadi penyejuk hati, juga menghibur. Malah seringkali, karena saya ini sedikit bandel juga, saya mau mendengar ceramah hanya bila sang kyai banyak menebar humor. Kalau ceramah yang terlalu serius, bikin kuping saya panas sekaligus bikin saya ketakutan akan siksa neraka.

Seperti biasa, waktu itu malam Jum’at, saya mendengar ceramah agama dari Aa Gym. Isi ceramahnya sih saya lupa, yang saya ingat malah humor yang beliau ceritakan. Cerita humor ini juga katanya, didapat Aa Gym dari seseorang (saya tidak tahu siapa orangnya). Ceritanya begini.

Sewaktu Megawati jadi presiden, Amien Rais jadi ketua MPRnya, mereka berdua ini akan mengadakan kunjungan ke negeri Serambi Mekah. Biar “afdol”, mereka berdua sepakat mengajak wakil dari kalangan ulama. Akhirnya mereka berangkat dengan naik pesawat. Dalam pesawat itu terdapat lima penumpang, yaitu: Megawati, Amien Rais, Gus Dur, dan Aa Gym yang ditemani seorang santrinya.

Di perjalanan, pesawat yang mereka naiki itu mengalami kerusakan dan akan jatuh. Kata sang Pilot, dengan nada menyesal, memberi tahu ke penumpangnya yang terdiri dari lima orang itu untuk segera terjun saja, cuma katanya perlengkapan untuk terjun hanya cukup untuk empat orang saja.

Megawati berkata: “Karena saya ini presiden, maka saya yang pertama harus terjun. Karena bila negara ini tidak ada presidennya, maka berbahaya,” akhirnya terjunlah Megawati.

Amien Rais berkata: “Karena saya ketua MPR, maka saya berkewajiban untuk mengawasi kerja presiden, maka saya harus segera terjun,” Amien Rais pun menyusul Megawati.

Gus Dur berkata: “Wah repot kalau negara ini tidak ada ulama, negara pasti akan kacau,” Gus Dur pun segera mengikuti jejak Megawati dan Amien Rais.

Sekarang tinggal AaGym dan seorang santrinya.

Aa Gym dengan lembut berkata: “Muridku, kamu masih muda. Masa depanmu masih panjang. Harapan orang tuamu begitu besar. Negara ini membutuhkan para pemuda. Silakan kamu saja yang terjun, biarlah Aa di pesawat ini saja.”

Santri: “Kenapa Aa? Ayo kita terjun bareng-bareng saja.”

Aa Gym: “Tidak! Tidak muridku, kamu yang harus terjun…, Aa ikhlas…, mudah-mudahan ini termasuk syahid di jalan Allah….”

Santri: “Jangan Aa, ayo terjun bareng saja, ayo….”

Aa Gym: “Tidak muridku, biar kamu saja. Kalau terjun bareng, kan alat terjunnya cuma tinggal satu, nanti malah berbahaya kalau dipakai berdua.”

Santri: “Lhooo Aa ini bagaimana sih, tadi kan Gus Dur loncat pakai ransel saya….”

…………………………………………………………………………………………………………………..

Pertanyaan matematikanya: Bila ketinggian pesawat pada saat para penumpang terjun adalah 20.000 meter di atas permukaan tanah. Berapa lama Gus Dur akan sampai ke Bumi? (Petunjuk: percepatan gravitasinya = g = 10 m/s2)

28 Comments

Filed under Cerita Menarik, Fisika, Iseng

28 responses to “Pesawat Jatuh

  1. ariyadi

    Hehehe….
    Berarti yang kasihan Gus Dur dan pilotnya ya?
    Tapi berarti Gus Dur sakti juga ya karena terjun hanya dengan ransel si santri tetapi tetap hidup sampai sekarang😀 .
    Lalu bagaimana dengan nasib si pilot? Jadi sedih nih😦
    BTW waduh mau ngitung tapi harus pakai percepatan gravitasi segala, kapan2 saja dech…😀

  2. For Ariyadi:
    Iya awalnya saya jadi kasihan juga sama Gus Dur. Sama Pilotnya? Engga tuh…

    Kelanjutan ceritanya begini (karangan saya): Setelah penumpang semuanya terjun. Eh, ternyata pesawatnya tidak jadi jatuh. Tadi, pesawatnya cuma “batuk-batuk” doang, sedikit “ngadat” saja. Akhirnya, sang Pilot pun selamat.

    Oh iya, Gus Dur juga, alhamdulillah, sehat dan selamat hingga detik ini (buktinya, datangi saja kediaman Gus Dur). Kenapa ya beliau selamat waktu itu? Masih menyimpan misteri hingga saat ini???

    Hehehe…

  3. DJ

    Pak, kok Gus Dur bisa salah ambil ransel? Memang karena ranselnya yang mirip atau alasan lain?

  4. For DJ:
    Wah pertanyaan ini bagus sekali…

  5. kok susah sekali komen disini

  6. nah baru deh masuk ini percobaan yang ke 4

  7. Jawaban nggak bisa diberikan, apabila tidak dicantumkan:
    1. Berapa berat Gus Dur?
    2. Berapa kecepatan angin?
    3. Ransel terjunnya untuk HALO atau HAHO?

    Hehehe…

    (*bilang ajah nggak bisa rip! pake alesan, banyak nanya segala!*)

  8. For: Kang Arif Kurniawan
    Jawaban:
    1.Berat (massa) Gus Dur = 70Kg
    2.Kecepatan angin = 200km/jam

    Untuk nomor 3, saya belum ngerti apa maksud HALO atau HAHO itu?

    Heheh… lho kok dijawab serius…?

  9. Seperti kebanyakan para kiai, tentunya Gus Dur memiliki ilmu yang hanya dimiliki para kiai. Jadi ketika terjun dari pesawat, Gus Dur mengalami perlambatan dengan ilmu anti gravitasinya😀

  10. For Gaussac:
    “Kang Gauss”, serius nih Gus Dur punya kesaktian itu? Hehehehe..

  11. Gud Dur kan emang sengaja pake ransel, lha wong bisa terbang kok harus pake parasut..gitu aja kok repot

  12. Kyai Abdurahman Wahid gak kemana-mana kok, sebab sepertinya tadi ada saja tuh, gak ikut terbang kok.🙂

  13. For: Andrias Ekoyuono
    Kata Gus Dur: “Gitu aja pake parasut… pake ransel dong!”
    For: Pak guru Urip
    Betul Pak, kyai Abdurahman Wahid emang gak kemana-mana. Yang ikut ke mana-mana dan ikut terbang itu Gus Dur…hehehe..

  14. Sek.. Katanya pertanyaan matematika?
    Tapi ini kan soal fisika?

    Wes mencoba menjawab:
    t = (2gh)^-1
    t = (2x10x20.000)^-1
    t = 200 detik.

    Bener nggak?

    Eh tapi gini masih kurang tepat sih… karena mengabaikan tahanan angin saat benda jatuh.

    Teorinya sih gitu, tapi karena Gus Dur punya time bending ability kayak Hiro Nakamura, Gus Dur akhirnya teleport melintasi ruang dan waktu menuju kekekalan (mati la’an? Heh?)

  15. Eka

    wekekek fushing.. menurutQ Gus Dur g mati, krn masih gantolan di sayap pesawat, Pilotnya nyangkut di pohon .. hehee. sdngkan itungannya cape dch …

  16. mas agus

    Berapa lama Gus Dur sampai di bumi???
    yaaaa sampai saat ini dia masih ada di bumi kok, gak ke mana-mana, belum denger Gus Dur naik roket ke bulan.

    Al Jupri says: sama dong…. (btw, kok ada roket segala yah?)

  17. Dari cerata itu kenyataannya AA gym yang duluan jatuh too… tanya kenapa? Poligami………… oots jangan bilang-bilang ya!
    ______
    Al Jupri: Ga, saya ga bilang-bilang…😀

  18. dino

    hahaha …gus dur goblok

  19. Yudi

    Pak Jupri keknya ada pasukan siluman yang kacaukan rumus fisikanya waktu benda jatuh bebas. Walau saya cuman guru SMP tapi dulu saya ambil A1 lho, jadi yang namanya rumus t=akar(2h/g) jelas hafal luar kepala. NAH kalau sudah pakai gesekan udara seperti yang dibilang @dnial itu sudah OOM buat saya, he…he, karena kata om google kecepatannya menuhin persamaan kek ginian dv/dt=g-bv^2-cv^3. Saya nyerah deh Pak Jupri.

  20. Anton

    Jadi ketagihan buka wordpressnya Pak Al-Jupri nih, banyak tantangan sih. Tapi persamaan pesawatnya om Yudi yang jatuh itu ribet amat. Seingat saya waktu dapat Fisika di Gajah Mada dulu dosenku cuman ngasih dv/dt=g, yang setelah diintegral dua kali ketemu rumus jarak S=v0*t+at^2/2. Kasih info kita dong Pak Jupri nama persamaan yang disodorkan om Yudi itu.

  21. Yudi

    Wah sayang sekali sdr.Anton bocorin integralkan dua kali rahasia untuk pecain persamaan pesawat jatuh yang kegesek udara itu. Kawatir ke baca Gus Dur yang tidak bodoh dalam urusan begituan. Nyantai aja Pak Jupri, kita PR kan saja pemecahan persamaan itu buat Doktor Profesor Fisika, toh mereka yang buang-buang waktu munculin persamaan gila itu. Sebagai Guru Matematika, kita cukup mendoakan mereka sukses beresin problem rumah tangga keilmuwannya. Kalau kelak mereka dapatin cara mecahinnya, masyak mereka keberatan kita bantu untuk mengoleksinya. Fair kan?

  22. Anton

    Anton sih setuju saja dan memang selayaknya begitu. Fisika raja ilmu, matematika yang menjadi ratu ilmu.

  23. I'm Genius!

    Tau sih tau, cuma males ngitung….

  24. isinan

    Jangan-jangan anda benar @I’m Genius. Tapi kalau kalau dv/dt=a(t)+b(t)v^2+c(t)v^3 dipecahkan dalam ranah filosofi kapan majunya Matematika Indonesia. Hayolah kalau anda memang bisa bagi-bagi dong geniusnya. Bagaimana kalau dimulai dari a, b, dan c yang konstan dulu.

  25. L

    bkan’ t=akar 2y/g ?
    jadi 2 x 20.000/10 = 4000 sekon

    meskipun ada kecepatan angin kalo g ada tahanan rata2, ga bakal ada jawabannya…

  26. L

    maap blm diakarin jadi jawabnya akar 4000… hehe

  27. Ternyata Gus Dur tak begitu lama sampai di bumi, dan karna beban beratnya, beliau sampai masuk perut bumi, he he he. Karna beliau berniat menyelamakan negara tapi akhirnya meninggal maka doakan aja semoga beliau masuk surga. Amin

  28. Arif islami

    Syg skali aku bru liat ceritanya skrg? Ada yg bru ngak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s