Oleh: Al Jupri
Category Archives: Renungan
Apa yang Ada dalam Pikiran Anda?
Filed under Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains
Matematika dalam Debat Calon Presiden 2014
Oleh: Al Jupri
Soal berikut ini berisi kisah futuristik sederhana. Bila ada kesamaan dalam bentuk cerita, nama, dan sebagainya, itu kebetulan belaka. Tidak ada unsur politis, atau unsur-unsur lainnya. Hanya unsur pendidikan saja yang ada, dan sifatnya hiburan semata. Continue reading →
Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Harapan, Humor, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SMA, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh
Mana yang lebih dekat?
Oleh: Al Jupri
Kereta A berangkat dari Semarang menuju Jakarta dengan kecepatan rata-rata 65 km/jam. Sementara itu, kereta B berangkat dari Jakarta menuju Semarang satu jam setelah kereta A berangkat dengan kecepatan rata-rata 70 km/jam. Ketika kedua kereta berpapasan, kereta manakah yang lebih dekat jaraknya ke Semarang?
Kepada para pembaca sekalian, silakan tulis jawabannya di kolom komentar ya. Terima kasih.
Filed under Indonesia, Iseng, Matematika SD, Matematika SMP, Menulis, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains
Cara Jitu Membalas Rindu, Bagaimana?
Oleh: Al Jupri
Tak seperti biasanya, hari ini, istri saya berkali-kali mengungkapkan rasa rindu pada saya. Rasa rindu yang menggebu, yang sangat berharap untuk segera bertemu. Rasa rindu yang hanya bisa diobati bila kami bersatu?
Sebagai dua insan yang terpisah puluhan ribu kilometer jauhnya, kami sungguh berat merasakannya. Berat yang seberat-beratnya. Berat yang tiada terkira-kira, hingga tak ada timbangan yang mampu mengukurnya. Namun, demi mengemban tugas negara, kami harus rela terpisah untuk beberapa waktu lamanya.
Lantas, bagaimana saya membalas ungkapan-ungkapan rindunya itu?
Istri saya tahu bahwa saya bukanlah sastrawan yang mampu mengungkapkan isi hati dengan untaian kata yang memikat. Bukan pujangga yang mampu merangkai kata bak mutiara. Saya pun tak memiliki talenta sehebat dirinya, yang piawai menganyam kata dengan indah nan dalam maknanya. Yang saya tahu, istri saya mengharap sedikit balasan rindu dari saya.
Tanpa berpanjang kata lagi, berikut adalah balasan ungkapan rindu yang saya buat khusus untuk istri saya yang cantik itu. Continue reading →
Matematika Dalam Satu Kedipan Mata
Oleh: Al Jupri
Bagi Anda yang sudah pernah duduk di bangku SMA, apalagi yang masuk program IPA, kemungkinan besar akan mampu menyelesaikan soal pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) dengan mudah. Sebabnya karena topik ini adalah topik dasar yang sudah dipelajari sejak bangku SMP.
Sebagai contoh, dengan “satu kedipan mata”, saya yakin para lulusan SMA program IPA itu akan mampu menyelesaikan pertidaksamaan-pertidaksamaan linear satu variabel berikut:
(i)
(ii)
Timbul satu pertanyaan: Walau PtLSV hanyalah materi untuk siswa SMP, saya ingin tahu soal PtLSV seperti apa yang sedikit menguji pemahaman siswa, termasuk siswa SMA?
Dengan bantuan mesin pencari, saya menemukan soal yang mirip soal berikut:
Jika penyelesaian pertidaksamaan
adalah
, maka tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan
.
Bagi saya, soal seperti ini cukup menggelitik pemahaman siswa, apakah mereka benar-benar memahami topik pertidaksamaan linaer satu variabel atau tidak.
Apa pendapat Anda? Masihkah berpendapat soal PtLSV dapat diselesaikan dalam satu kedipan mata?
Catatan: Jika Anda punya soal PtLSV yang menarik, boleh beri tahu saya… terima kasih.
Pilih Mana: Aritmetika atau Aljabar?
Oleh: Al Jupri*
Misalkan jarak antara Jakarta dan Semarang adalah 520 km. Kereta A berangkat dari Jakarta menuju Semarang pukul 7:00 pagi dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Pada hari yang sama, kereta B berangkat dari Semarang menuju Jakarta pukul 9:00 pagi dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam. Pada pukul berapakah kedua kereta tersebut berpapasan?
Bila soal di atas diberikan kepada Anda, kira-kira bagaimana cara menjawabnya? Dari berbagai kemungkinan, saya duga sekurang-kurangnya ada tiga cara berbeda untuk menjawabnya. Cara pertama adalah seperti berikut: Continue reading →
Cara Membuat Soal Matematika
Oleh: Al Jupri
“Pak, tolong dong ajari saya cara membuat soal matematika yang baik!”
Demikian satu pertanyaan yang pernah diajukan seorang guru matematika pada saya. Ya, satu pertanyaan yang jarang ditanyakan, bahkan bisa dikatakan sebuah pertanyaan langka yang layak dimuseumkan. Pertanyaan yang sering diajukan biasanya berkisar tentang cara mencari penyelesaian suatu soal matematika, khususnya soal matematika yang dianggap sukar.
Apa jawab saya terhadap pertanyaan tersebut? Apakah saya mampu menjawabnya dengan baik?
Continue reading →
Belajar Sholat Mirip Belajar Matematika
Oleh: Al Jupri
Seperti biasa, tiap hari Jum’at, umat Islam laki-laki di seluruh dunia menunaikan sholat Jum’at. Tak ketinggalan, saya pun melakukannya.
Bila waktu sholat Jum’at sudah mendekat, segeralah datangi Masjid untuk menunaikannya, lebih baik bila datang sebelum Khotib naik mimbar. Itulah nasihat para guru agama yang selalu saya ingat sedari kecil dulu. Nasihat lebih lanjut, konon, bila datang dan menempati shaf pertama, maka akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda–ini diibaratkan dengan mendapat pahala sebesar unta atau sapi; bila menempati shaf-shaf belakang, paling pahalanya sebesar ayam atau telurnya saja.
Nasihat tadi, berusaha selalu saya jalankan. Seperti hal yang saya lakukan pada sholat Jum’at yang lalu: Sholat Jum’at yang saya tunaikan di salah satu Masjid di negeri Belanda, sebuah masjid yang dikelola umat Islam, yang umumnya, keturunan bangsa Maroko. Continue reading →
Uang Kembalian Martabak
Oleh: Al Jupri
Untuk memulai pelajaran matematika, Pak Yudi selalu mengaitkan dengan kejadian sehari-hari.
“Anak-anak, hari ini kita akan lanjutkan pelajaran matematika. Tadi malam, bapak membeli martabak pada penjual yang lewat di depan rumah. Bila bapak mempunyai uang Rp. 15.000, dan harga martabak adalah Rp. 8000, berapakah uang kembalian yang bapak terima, anak-anak?” Continue reading →
Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Humor, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SD, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra
Sejarah Angka Nol (Part 1)
Oleh: Al Jupri
Waktu itu adalah hari Senin. Hari pertama Tom dan kawan-kawan masuk sekolah. Hari pertama belajar di SMP Pembangunan, satu-satunya SMP di pinggiran suatu kecamatan di ujung barat pulau Jawa.
Menurut jadwal yang sudah ditetapkan, dan sudah dicatat oleh Tom saat masa orientasi siswa (MOS), pelajaran pertama hari Senin adalah matematika. Satu pelajaran yang disukainya sejak SD dulu.
***
Lonceng sekolah berbunyi empat kali. Menandakan jam masuk sekolah dan pelajaran pertama akan segera dimulai. Para siswa segera masuk kelas, duduk dengan rapi, menunggu guru matematika mereka.
Saat menunggu, Tom membayangkan guru matematika yang akan masuk adalah seorang yang guru yang sudah tua dan ditakuti siswa-siswinya. Tom pernah mendengar dari kakak-kakak kelasnya bahwa guru-guru matematika di SMP Pembangunan terkenal sangat galak, ditakuti, dan tidak disukai siswa-siswinya.
Tiba-tiba lamunan Tom terpecah Continue reading →