Category Archives: Kenangan

Krisis Bawang Merah dan Bawang Putih

Oleh: Al Jupri

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya raya. Segala kebutuhan dalam negeri dipenuhi dengan cara membeli ke negeri lain alias impor. Mulai dari peniti, kancing, benang, beras, sayur-mayur, daging sapi, jam tangan, sepeda motor, sampai mobil mewah keluaran terbaru semuanya impor. Ketika ada permasalahan impor, negeri yang kaya raya ini kalang kabut dibuatnya. SBY–presiden yang dipilih oleh 60% rakyat itu–pun dibuat galau dan terpaksa turun tangan. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Bahasa, Curhat, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika

Matematika Dalam Satu Kedipan Mata

Oleh: Al Jupri

Bagi Anda yang sudah pernah duduk di bangku SMA, apalagi yang masuk program IPA, kemungkinan besar akan  mampu menyelesaikan soal pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) dengan mudah. Sebabnya karena topik ini adalah topik dasar yang sudah dipelajari sejak bangku SMP.

Sebagai contoh, dengan “satu kedipan mata”, saya yakin para lulusan SMA program IPA itu akan mampu menyelesaikan pertidaksamaan-pertidaksamaan linear satu variabel berikut:

(i) 2x+1 > 0

(ii) 2011x + 2012 < 2013x + 2014

Timbul satu pertanyaan: Walau PtLSV hanyalah materi untuk siswa SMP, saya ingin tahu soal PtLSV seperti apa yang sedikit menguji pemahaman siswa, termasuk siswa  SMA?

Dengan bantuan mesin pencari, saya menemukan soal yang mirip soal berikut:

 Jika penyelesaian pertidaksamaan px+ q < 0 adalah x > 3/4, maka tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan  qx+p < 0.

Bagi saya, soal seperti ini cukup menggelitik pemahaman siswa, apakah mereka benar-benar memahami topik pertidaksamaan linaer satu variabel atau tidak.

Apa pendapat Anda? Masihkah berpendapat soal PtLSV dapat diselesaikan dalam satu kedipan mata?

Catatan: Jika Anda punya soal PtLSV yang menarik, boleh beri tahu saya… terima kasih.

5 Comments

Filed under Curhat, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains

Belajar Sholat Mirip Belajar Matematika

Oleh: Al Jupri

Seperti biasa, tiap hari Jum’at, umat Islam laki-laki di seluruh dunia menunaikan sholat Jum’at. Tak ketinggalan, saya pun melakukannya.

Bila waktu sholat Jum’at sudah mendekat, segeralah datangi Masjid untuk menunaikannya, lebih baik bila datang sebelum Khotib naik mimbar. Itulah nasihat para guru agama yang selalu saya ingat sedari kecil dulu. Nasihat lebih lanjut, konon, bila datang dan menempati shaf pertama, maka akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda–ini diibaratkan dengan mendapat pahala sebesar unta atau sapi; bila menempati shaf-shaf belakang, paling pahalanya sebesar ayam atau telurnya saja.

Nasihat tadi, berusaha selalu saya jalankan. Seperti hal yang saya lakukan pada sholat Jum’at yang lalu: Sholat Jum’at yang saya tunaikan di salah satu Masjid di negeri Belanda, sebuah masjid yang dikelola umat Islam, yang umumnya, keturunan bangsa Maroko. Continue reading

16 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Harapan, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra

Sejarah Angka Nol (Part 1)

Oleh: Al Jupri

Waktu itu adalah hari Senin. Hari pertama Tom dan kawan-kawan masuk sekolah. Hari pertama belajar di SMP Pembangunan, satu-satunya SMP di pinggiran suatu kecamatan di ujung barat pulau Jawa.

Menurut jadwal yang sudah ditetapkan, dan sudah dicatat oleh Tom saat masa orientasi siswa (MOS), pelajaran pertama hari Senin adalah matematika. Satu pelajaran yang disukainya sejak SD dulu.

***

Lonceng sekolah berbunyi empat kali. Menandakan jam masuk sekolah dan pelajaran pertama akan segera dimulai. Para siswa segera masuk kelas, duduk dengan rapi, menunggu guru matematika mereka.

Saat menunggu, Tom membayangkan guru matematika yang akan masuk adalah seorang yang guru yang sudah tua dan ditakuti siswa-siswinya. Tom pernah mendengar dari kakak-kakak kelasnya bahwa guru-guru matematika di SMP Pembangunan terkenal sangat galak, ditakuti, dan tidak disukai siswa-siswinya.

Tiba-tiba lamunan Tom terpecah Continue reading

29 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Humor, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh

Kenapa “Semut” Bisa Kalahkan “Gajah”?

Oleh: Al Jupri

“Papah, Papah… Mamah minta disuapin dong maemnya?” rengek seorang istri pada suaminya dengan sangat manja, saat makan malam yang syahdu dan romantis.

“Enggak mau ah, Papah dong yang disuapin….” kata suami, sengaja sedikit menggoda istri yang sangat disayanginya.

Sontak saja, sang istri cemberut, dengan bibir sedikit manyun—namun terlihat anggun.

“Mmm…. iya deh, ntar Papah suapin, tapi kita suit (adu jari) dulu. Kalau Mamah menang, Papah suapin. Nah, kalau Papah menang, Mamah yang nyuapin… bagaimana?” demikian akhirnya sang suami memberi tawaran sederhana, demi menyenangkan hati istrinya yang sedikit cemberut [Padahal cuma pura-pura saja, sekedar menunjukkan kemanjaannya pada suami yang sangat dicintainya itu].

Maka, suit pun dilakukan.

Papah: “Horeeeeeee Papah menaaaaang….”

Sang istri makin cemberut. Tapi, dia tidak kehilangan akal.

Mamah: “Menang bagaimana? Papah kan tadi pake jari kelingking, mamah pake jempol! Mamah dong yang menang!”

Papah: “Iiih, Mamah bagaimana sih? Kan aturannya begitu: semut bisa kalahkan gajah.”

Mamah: “Apa buktinya kalau semut bisa kalahkan gajah?” Continue reading

15 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Harapan, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh

Di Sini Terima Cuci “Kiloan”

Oleh: Al Jupri

“Anak-anak sekalian, coba hitung! Berapakah lima dikali dua?” demikian kata Pak Eman, seorang guru matematika SD kelas 3 pada siswa-siswinya.

Lazimnya keadaan kelas-kelas yang ada di Indonesia, maka beramai-ramailah para siswa menjawab pertanyaan tersebut. Tapi, sebagai guru yang baik, Pak Eman kurang menyukai keadaan itu, maka ditunjuklah beberapa siswa untuk menjawab pertanyaannya.

Pak Eman: “Coba Din, berapa jawabmu?” Continue reading

31 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Humor, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

Ngobrol Mat: Cara Asyik Belajar Matematika

Oleh Al Jupri

Continue reading

65 Comments

Filed under Bahasa, Book, Book(s), Cerita Menarik, Curhat, Daftar Blogger, Harapan, Humor, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh

Tidak Kontekstual Tapi Realistik

Oleh Al Jupri

Sebuah kereta api yang panjangnya 1 kilometer melintasi terowongan yang panjangnya 1 kilometer. Jika kecepatan rata-rata kereta api itu adalah 1 kilometer per jam, berapa waktu yang diperlukan oleh kereta api itu untuk melewati terowongan? Continue reading

31 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh

Harga Sebuah Nama

Oleh Al Jupri

“Anak-anak sekalian, tentu kalian tahu siapa Shakespeare, bukan?” tanya Bu Duroh, seorang guru bahasa Indonesia kelas IX di SMP Sagala Aya.

“Iya, bu guruuuuuuuuuuuuuuu….” serempak siswa-siswi Bu Duroh menjawab, termasuk si Tom, Jerry, dan Udin–tiga sekawan yang terkenal sedikit bengal tapi pandai.

“Kalau begitu, coba kamu Din, pernyataan apa yang terkenal dari sang sastrawan tersebut?” kata Bu Duroh yang melihat Udin masih iseng bermain-main dengan Jerry.

Seketika Udin terperanjat. Dia pun langsung berkonsentrasi dan menjawab pertanyaan gurunya.

“Mmm… kalau saya tidak salah ingat, Shakespeare mengatakan bahwa nama itu tidak ada harganya!”

“Ha ha ha…. ” beberapa kawan mentertawai jawaban Udin.

“Udah, udah… jangan ribut!” kata Bu Duroh menengahi. Para siswa pun segera senyap.

“Baiklah, coba kamu Tom!”

“Mmm…. yang saya ingat, kata-kata yang terkenal dari Shakespeare itu adalah apalah artinya sebuah nama ,” jawab Tom sedikit ragu.

“Ya betul!” jelas Bu Duroh! Kemudian terjadilah diskusi yang menarik membahas tentang pernyataan Shakespeare tersebut.

***

“Bu guru, saya tidak setuju dengan pernyataan Shakespeare tadi!” kata Jerry tiba-tiba berpendapat lain dari yang lain.

“Lho, kenapa Jerr?” tanya Udin.

“Coba utarakan pendapatmu Jerry!” pinta Bu Duroh, yang terkenal bijaksana.

“Menurut saya tiap nama itu sangat berarti, nama itu sungguh bernilai, nama itu jelas sangat berharga!” tegas Jerry.

“Bagaimana kamu mengilustrasikan bahwa nama itu amat bernilai dan berharga!” tanya Rohma pada Jerry. Jerry kebingungan dibuatnya! Continue reading

18 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra, Tokoh

Belajar Matematika dari Dapur Ibu

Oleh Al Jupri

Sore itu sekitar jam 4 sore, saat bulan puasa seperti saat ini,  tidak biasanya Tom berada di dapur bersama ibunya. Ya, sambil menunggu waktu berbuka, dia menyaksikan ibunya memasak. Barangkali Tom sudah tidak tahan untuk segera berbuka. Maklum, saat itu Tom barulah usia 10 tahun, sekitar kelas 4 SD.  Waktu berbuka adalah waktu yang paling dinantinya saat di bulan puasa.

“Tom, kok nunggu buka puasanya di dapur?” tanya ibu sambil siap-siap menanak nasi. Tom hanya diam saja, seolah tak hirau dengan pertanyaan ibunya. Wajar sang ibu bertanya begitu karena biasanya, untuk menunggu berbuka puasa, Tom dan kawan-kawan sebayanya bermain-main di luar rumah.

“Kamu enggak tahan ya puasanya?” lagi ibu bertanya.

“Enggak kok, saya tahan!” jawab Tom, walau sebetulnya sudah lemas tubuhnya. Tetapi dia sengaja berkata begitu karena dia sudah bertekad untuk tidak batal puasa.

“Ya, biar enggak tergoda sama makanan, biar kamu tahan, nunggu bukanya jangan di sini!” kata ibu memperingatkan Tom. Sungguh sebetulnya ibu sangat kasihan melihat anaknya yang sudah terlihat lemas, menahan lapar berpuasa. Tetapi ibu sengaja tidak menyuruh Tom untuk membatalkan puasanya, tujuannya agar Tom terbiasa  kelak. Ya jelas, ada unsur pendidikan yang ingin ditanamkan sang ibu. Sengaja dia tidak memanjakan Tom kali ini, walau biasanya  beliau selalu memanjakan anaknya itu.

“Engga mau ah! Di sini saja! Kalau main-main sama teman, cape! Mending di sini, lihat ibu memasak!” begitu Tom berlasan. Sementara sang ibu meneruskan pekerjaannya, menanak nasi. Hingga muncullah pertanyaan dari Tom. Continue reading

16 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Harapan, Humor, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh