Oleh: Al Jupri
Tak seperti biasanya, hari ini, istri saya berkali-kali mengungkapkan rasa rindu pada saya. Rasa rindu yang menggebu, yang sangat berharap untuk segera bertemu. Rasa rindu yang hanya bisa diobati bila kami bersatu?
Sebagai dua insan yang terpisah puluhan ribu kilometer jauhnya, kami sungguh berat merasakannya. Berat yang seberat-beratnya. Berat yang tiada terkira-kira, hingga tak ada timbangan yang mampu mengukurnya. Namun, demi mengemban tugas negara, kami harus rela terpisah untuk beberapa waktu lamanya.
Lantas, bagaimana saya membalas ungkapan-ungkapan rindunya itu?
Istri saya tahu bahwa saya bukanlah sastrawan yang mampu mengungkapkan isi hati dengan untaian kata yang memikat. Bukan pujangga yang mampu merangkai kata bak mutiara. Saya pun tak memiliki talenta sehebat dirinya, yang piawai menganyam kata dengan indah nan dalam maknanya. Yang saya tahu, istri saya mengharap sedikit balasan rindu dari saya.
Tanpa berpanjang kata lagi, berikut adalah balasan ungkapan rindu yang saya buat khusus untuk istri saya yang cantik itu. Continue reading →