Category Archives: Agama

Belajar Sholat Mirip Belajar Matematika

Oleh: Al Jupri

Seperti biasa, tiap hari Jum’at, umat Islam laki-laki di seluruh dunia menunaikan sholat Jum’at. Tak ketinggalan, saya pun melakukannya.

Bila waktu sholat Jum’at sudah mendekat, segeralah datangi Masjid untuk menunaikannya, lebih baik bila datang sebelum Khotib naik mimbar. Itulah nasihat para guru agama yang selalu saya ingat sedari kecil dulu. Nasihat lebih lanjut, konon, bila datang dan menempati shaf pertama, maka akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda–ini diibaratkan dengan mendapat pahala sebesar unta atau sapi; bila menempati shaf-shaf belakang, paling pahalanya sebesar ayam atau telurnya saja.

Nasihat tadi, berusaha selalu saya jalankan. Seperti hal yang saya lakukan pada sholat Jum’at yang lalu: Sholat Jum’at yang saya tunaikan di salah satu Masjid di negeri Belanda, sebuah masjid yang dikelola umat Islam, yang umumnya, keturunan bangsa Maroko. Continue reading

16 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Harapan, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra

Di Sini Terima Cuci “Kiloan”

Oleh: Al Jupri

“Anak-anak sekalian, coba hitung! Berapakah lima dikali dua?” demikian kata Pak Eman, seorang guru matematika SD kelas 3 pada siswa-siswinya.

Lazimnya keadaan kelas-kelas yang ada di Indonesia, maka beramai-ramailah para siswa menjawab pertanyaan tersebut. Tapi, sebagai guru yang baik, Pak Eman kurang menyukai keadaan itu, maka ditunjuklah beberapa siswa untuk menjawab pertanyaannya.

Pak Eman: “Coba Din, berapa jawabmu?” Continue reading

31 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Humor, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

Undangan Pernikahan

Continue reading

16 Comments

Filed under Agama, News

Belajar Matematika dari Dapur Ibu

Oleh Al Jupri

Sore itu sekitar jam 4 sore, saat bulan puasa seperti saat ini,  tidak biasanya Tom berada di dapur bersama ibunya. Ya, sambil menunggu waktu berbuka, dia menyaksikan ibunya memasak. Barangkali Tom sudah tidak tahan untuk segera berbuka. Maklum, saat itu Tom barulah usia 10 tahun, sekitar kelas 4 SD.  Waktu berbuka adalah waktu yang paling dinantinya saat di bulan puasa.

“Tom, kok nunggu buka puasanya di dapur?” tanya ibu sambil siap-siap menanak nasi. Tom hanya diam saja, seolah tak hirau dengan pertanyaan ibunya. Wajar sang ibu bertanya begitu karena biasanya, untuk menunggu berbuka puasa, Tom dan kawan-kawan sebayanya bermain-main di luar rumah.

“Kamu enggak tahan ya puasanya?” lagi ibu bertanya.

“Enggak kok, saya tahan!” jawab Tom, walau sebetulnya sudah lemas tubuhnya. Tetapi dia sengaja berkata begitu karena dia sudah bertekad untuk tidak batal puasa.

“Ya, biar enggak tergoda sama makanan, biar kamu tahan, nunggu bukanya jangan di sini!” kata ibu memperingatkan Tom. Sungguh sebetulnya ibu sangat kasihan melihat anaknya yang sudah terlihat lemas, menahan lapar berpuasa. Tetapi ibu sengaja tidak menyuruh Tom untuk membatalkan puasanya, tujuannya agar Tom terbiasa  kelak. Ya jelas, ada unsur pendidikan yang ingin ditanamkan sang ibu. Sengaja dia tidak memanjakan Tom kali ini, walau biasanya  beliau selalu memanjakan anaknya itu.

“Engga mau ah! Di sini saja! Kalau main-main sama teman, cape! Mending di sini, lihat ibu memasak!” begitu Tom berlasan. Sementara sang ibu meneruskan pekerjaannya, menanak nasi. Hingga muncullah pertanyaan dari Tom. Continue reading

16 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Harapan, Humor, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh

Semuanya Karena Cinta

Oleh Al Jupri

“Mengapa Allah Swt menciptakan alam semesta beserta isinya dengan manusia sebagai khalifahnya? Mengapa Allah menciptakan surga dan neraka? Apa untungnya bagi Allah menghadiahi Surga bagi mereka yang beriman dan mengganjar Neraka bagi mereka yang membangkang?”

Itulah sekumpulan pertanyaan yang dilontarkan salah seorang teman beberapa waktu lalu, saat kami dalam perjalanan. Disodori pertanyaan-pertanyaan seperti itu, bagi saya, cukup sulit untuk menjawabnya. Tetapi karena itu hanyalah diskusi biasa antar teman, saya pun berusaha menjawabnya, sebisa-bisanya.

Sudah bermacam-macam jawaban saya berikan. Tapi sayang, semuanya, katanya belumlah tepat. Saat saya tanyakan apa jawabnya, dia malah memberi tempo pada saya untuk terus mencari jawab atas sekumpulan pertanyaan tadi. Sampai suatu hari, saat jumpa dengannya, dengan rasa penasaran yang memuncak saya pun tak kuasa untuk tidak bertanya padanya.

“Apa sih jawabnya?” tanya saya dengan tak sabar, menahan rasa ingin tahu yang mendalam. Continue reading

20 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Curhat, Harapan, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

Cara Matematis Menghitung Rambut

Oleh Al Jupri

Beberapa waktu lalu seorang bloger memberi komentar berikut ini:

“Di keluargaku aku punya kakak dan adik. Jumlah rambut uban aku dan kakakku 300 helai. Jumlah rambut uban aku dan adikku 250 helai dan jumlah rambut uban adikku dan kakakku 275 helai. Pertanyaannya: Berapakah jumlah rambutku yang belum beruban??” :mrgreen:

Saat membaca komentar itu, saya mengerti bahwa sang komentator hanya main-main, tidak serius.  Sebab antara permasalahan yang diketahui dan pertanyaan yang diajukan kurang  nyambung. Tapi bagi saya hal tersebut tidak masalah. Justru di situlah menariknya komentar tersebut! :D

Gara-gara komentar nyeleneh itu, saya jadi teringat sebuah kisah humor yang beberapa tahun lalu pernah saya baca. Humor sang Nasrudin Hoja yang ditantang, adu kepintaran, oleh orang-orang  pandai di jamannya. Singkat kisahnya terurai sederhana berikut ini. Continue reading

26 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Daftar Blogger, Humor, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra, Tokoh

Bertemu dengan Kekasih

Oleh Al Jupri

“Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah swt adalah Adam,” begitu kata Pak Maman, guru agama Islam di sekolah Tom, saat beliau berkisah tentang nabi dan rasul yang diutus oleh Allah di muka Bumi ini.

“Pak, sebelum bapak menceritakan tentang kerasulan Adam di muka Bumi, tolong dong ceritakan sedikit kisahnya hingga dia ada di muka Bumi ini,” pinta Tom pada guru agamanya itu.

“Baiklah kalau begitu. Ringkas ceritanya begini.” Continue reading

18 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Harapan, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh

Cintaku di Kampus Para Wali

Cerpen oleh Al Jupri

“Anak-anak, kalian sekarang sudah kelas 3 Madrasah Aliyah. Sebentar lagi kalian akan lulus, meninggalkan sekolah kita ini,” demikian kata Bu Sofie, guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah si Cinta, saat memberi bimbingan.  Ya, Cinta, salah seorang siswi kelas 3 Madrasah Aliyah– salah sebuah jenis sekolah keislaman setingkat SMA di negeri kita ini.

“Karena itu, tentu ada sebagian dari kalian yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, dan pula ada sebagian dari kalian yang akan terjun dalam dunia kerja. Kali ini, ibu akan membahas tentang dunia perguruan tinggi supaya kalian memiliki gambaran yang jelas,” begitulah kata Bu Sofie. Cinta dan juga teman-teman lainnya, menyimak guru BK mereka dengan antusias, dari awal hingga akhir.

Setelah penjelasan panjang lebar tentang sekilas dunia perguruan tinggi, sebelum menutup kelas, Bu Sofie meminta anak-anak yang berminat ke perguruan tinggi untuk menemuinya di ruang BK hari senin pekan depannya.

***

“Iya bagus, Cinta! Ibu mendukung kamu melanjutkan ke perguruan tinggi, apalagi secara akademis kamu mampu! Nilai-nilai rapormu sangat bagus, hampir 9 semua: kau selalu jadi yang terbaik!” ujar Bu Sofie pada si Cinta dengan bangga, di ruangannya.

“Tapi Bu… Continue reading

15 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Harapan, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra, Tokoh

Pintar Berhitung Tanpa Sekolah

Oleh Al Jupri

Di hari ketiga, sejak kedatangan dari negeri Belanda, Rabu 3 Desember 2008, setelah menyelesaikan program master of science dalam bidang research and development in mathematics education, khususnya dalam realistic mathematics educationsaya tinggal di rumah kedua orang tua saya. Ya, saya tidak langsung bekerja. Tapi menjadi ‘penganggur’, sedikit nyantai, menikmati suasana rumah yang sudah relatif lama saya tinggalkan. Melepas rindu dan kangen pada kedua orang tua, adik-adik, kakak, dan saudara-saudara saya. Nikmat rasanya, tinggal dekat dengan orang-orang yang saya cintai dan mencintai saya. Mungkin ini satu contoh amat kecil kenikmatan surga yang dijanjikan sang pencipta, Allah swt, di akhirat kelak.

Selama menjadi ‘pengangguran’ tersebut, tidak banyak yang saya kerjakan. Saya lebih banyak di rumah. Walau ada sedikit yang saya baca, tapi kebanyakan ngobrol dan bersenda gurau dengan orang-orang yang saya cintai tadi. Seringkali bermanja-manja, sekedar sedikit mengenang masa kecil yang diperlakukan begitu.  (Manja aja bangga ya… Hue he he… Oiya, maaf  ya kalau dalam artikel ini saya sedikit narsis. :D )

Satu kejadian menarik, saat sedang asyik ngobrol dengan nenek dan ibu saya, yang saya pikir bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua, terurai dalam cerita sederhana berikut ini. Continue reading

22 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Harapan, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Tokoh

Penyebab Kegagalan Orang-orang Pintar*

Oleh Al Jupri

Siang itu suasana ruang seminar yang semula gaduh–campuran suara-suara orang ngobrol, para pembicara yang asyik berceramah, ponsel yang bergetar dan berdering, atau suara-suara gaduh lain–tiba-tiba hening setelah terdengar moderator acara mengumumkan bahwa pembicara berikutnya adalah salah seorang presenter terkenal Indonesia, Helmi Yahya. Ya, Helmi Yahya si “raja” kuis dan reality show yang juga sebagai calon wakil gubernur Sumatera Selatan, tahun 2008, waktu itu. Saat itu dia menjadi salah seorang pembicara dalam Konferensi Nasional Matematika (KNM) di Palembang, 24-26 Juli 2008 lalu.

Diundangnya Helmi Yahya dalam acara tersebut, menurut moderator acara, selain karena beliau adalah salah seorang putra daerah kebanggaan Sumatera Selatan juga karena semasa sekolah dia sangat pandai dan berhasil dalam belajar matematika serta prestasi akademisnya secara keseluruhan selalu menjadi yang terbaik di sekolahnya.

Dalam ceramahnya yang menarik, Helmi Yahya membeberkan secara blak-blakkan mengapa kebanyakan orang-orang pintar–orang-orang yang pandai semasa sekolah, pandai secara akademis–kurang berhasil dalam kehidupan, kurang berhasil dalam meraih sukses hidup, khususnya dalam dunia bisnis. Menurutnya, ada beberapa sebab, tiga di antaranya seperti berikut ini. Continue reading

35 Comments

Filed under Agama, Bahasa, Cerita Menarik, Curhat, Harapan, Iseng, Kenangan, Matematika, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Tokoh