Krisis Bawang Merah dan Bawang Putih

Oleh: Al Jupri

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya raya. Segala kebutuhan dalam negeri dipenuhi dengan cara membeli ke negeri lain alias impor. Mulai dari peniti, kancing, benang, beras, sayur-mayur, daging sapi, jam tangan, sepeda motor, sampai mobil mewah keluaran terbaru semuanya impor. Ketika ada permasalahan impor, negeri yang kaya raya ini kalang kabut dibuatnya. SBY–presiden yang dipilih oleh 60% rakyat itu–pun dibuat galau dan terpaksa turun tangan.

Salah satu masalah penting yang dipandang menyengsarakan rakyat adalah masalah kelangkaan bawang putih dan bawang merah. Tanpa keberadaan keduanya, masakan ibu-ibu di seluruh tanah air kemungkinan besar kurang sedap rasanya. Ini bisa berdampak negatif pada stabilitas dan keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya, jika masakan ibu-ibu kurang sedap, maka bapak-bapak akan kurang bergairah dalam bekerja (karena kurang makan). Mungkin gara-gara pertimbangan ini SBY mengaku telah memarahi para menteri untuk segera mencari penyelesaian.

Masalah kelangkaan bawang ini benar-benar nyata terjadi. Tak hanya di perkotaan, tetapi juga di pedesaan. Istri saya bercerita bahwa bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya dijual perbungkus atau per-ons, kini telah dijual perbutir oleh para tukang sayur. Hingga beberapa hari lalu, istri saya bercerita bahwa ia telah membeli 11 butir bawang merah dan 9 butir bawang putih. Ketika saya tanya berapa harga 11 butir bawang merah dan harga 9 butir bawang putih tersebut, ia tidak memberi tahu secara langsung. Istri saya hanya memberi petunjuk seperti berikut.

Harga bawang merah ditambah harga bawang putih, lalu ditambah perkalian harga keduanya hasilnya 24 (dalam ribuan rupiah). Masing-masing harga 11 butir bawang merah dan 9 butir bawang putih itu tentu berupa bilangan bulat (dalam ribuan).

Nah, kira-kira berapa ya harga 11 butir bawang merah itu? Berapa pula harga 9 butir bawang putih itu?

About these ads

2 Comments

Filed under Bahasa, Curhat, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika

2 responses to “Krisis Bawang Merah dan Bawang Putih

  1. maaf kak,
    saya merasa cukup ambigu dengan soalnya. terutama pada bagian, “Harga bawang merah ditambah harga bawang putih, lalu ditambah perkalian harga keduanya”.

    Yang dimaksud pada harga bawang merah pada redaksi tersebut apakah harga per butir atau harga 11 butirnya..

    Hasil yang saya peroleh:
    Harga 11 bawang merah = 4 ribu
    Harga 9 bawang putih = 4 ribu
    (dengan asumsi ‘harga bawang merah’ pada soal menunjukkan ‘harga 11 butir bawang’)

  2. laptopkamera

    wahhh susah jawabnya tuhh…hihih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s