Oleh: Al Jupri
Tak seperti biasanya, hari ini, istri saya berkali-kali mengungkapkan rasa rindu pada saya. Rasa rindu yang menggebu, yang sangat berharap untuk segera bertemu. Rasa rindu yang hanya bisa diobati bila kami bersatu?
Sebagai dua insan yang terpisah puluhan ribu kilometer jauhnya, kami sungguh berat merasakannya. Berat yang seberat-beratnya. Berat yang tiada terkira-kira, hingga tak ada timbangan yang mampu mengukurnya. Namun, demi mengemban tugas negara, kami harus rela terpisah untuk beberapa waktu lamanya.
Lantas, bagaimana saya membalas ungkapan-ungkapan rindunya itu?
Istri saya tahu bahwa saya bukanlah sastrawan yang mampu mengungkapkan isi hati dengan untaian kata yang memikat. Bukan pujangga yang mampu merangkai kata bak mutiara. Saya pun tak memiliki talenta sehebat dirinya, yang piawai menganyam kata dengan indah nan dalam maknanya. Yang saya tahu, istri saya mengharap sedikit balasan rindu dari saya.
Tanpa berpanjang kata lagi, berikut adalah balasan ungkapan rindu yang saya buat khusus untuk istri saya yang cantik itu.
[baca: empat pangkat nol sama dengan satu]
Yang perlu kamu tahu, kaulah satu-satunya yang kurindu.
Semoga ungkapan ini sedikit mengobati rasa rindunya. I do miss you Rahma Mauhibah… :* :* :*
What language is this? I paste some text in google translate and it does not detect it.
This blog uses Indonesian language (bahasa Indonesia). This language is used by more than 250 million population [the fourth largest in this planet]
obatnya gampang, pak jupri, ketemu, hehe …. btw, saya malah jadi ikutan kangen sama pak jupri dan mbak hibah. kapan bisa ketemuan lagi, ya?
Iya, Pak, ketemu.. he he.. Apa kabar, Pak?
Iya, insya Allah, kapan ya saya bisa ketemu Pak Sawali lagi? *Mungkin kalau nanti saya pulang*
Jika Ane Jadi Penulis Pasti ane mau belajar dari ente gan..
wah.. Baru ngeh saya kalau apapun berpangkat nol itu hasilnya satu… Sangat romantis dan filosofis ungkapan rindunya..
Yang Sepi ini sedang ditemai oleh secangkir Kopi dan Sebatang Rokok.. Namun Ditambah Baca Artikel.. Mancaaapppp..
kereeen…
ga kepikiran….
hehehe…
kalau rindu jangan ketemu.. itu akan memperparah rindunya ketika harus meninggalkannya kembali.. tapi kalo memang ketemu dan menetap dalam waktu yang lama,, segeralh bertemu… heheh