July 5, 2009...5:06 am

Cara Memprediksi Kemampuan Calon Mahasiswa

Jump to Comments

Oleh Al Jupri

“Tahun ini materi ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri sedikit berbeda ya?” kata seorang teman, sesama pengawas, saat saya untuk pertama kalinya menjadi pengawas Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tanggal 1 Juli 2009 lalu.

“Maksudnya, apa, Pak?” tanya saya, mencari penjelasan.

“Iya, kalau tahun-tahun sebelumnya, tidak ada TPA (Tes Potensi Akademik). Sedangkan tahun ini ada,” jelas teman saya.

Ya, memang begitulah kenyataan yang terjadi. Untuk tahun ini materi yang diujikan di seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tak hanya materi bidang studi, tetapi mencakup adanya TPA.

Menurut pandangan awam saya, adanya TPA di ujian masuk PTN merupakan sebuah langkah maju dalam menyeleksi calon mahasiswa yang layak duduk di PTN. Mengapa begitu?

Sebabnya adalah karena TPA dipercaya dapat memprediksi potensi atau kemampuan akademik para calon mahasiswa: apakah mereka bakal mampu menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu atau tidak. Di mana sifat TPA berbeda dengan tes yang mengujikan kemampuan bidang studi—yang cenderung mengukur tingkat pemahaman akan pengetahuan bidang studi tertentu atau bahkan hafalan saja. Dengan  adanya TPA, maka diharapkan jumlah mahasiswa yang terlambat menyelesaikan masa studinya akan makin berkurang—atau dengan perkataan lain banyaknya ‘mahasiswa abadi’ alias mahasiswa yang kesulitan lulus kuliah dapat diminimalisir. :)

Seperti apa sih soal-soal yang ada dalam TPA itu? Jawabnya ada beberapa macam, yakni berupa: tes persamaan kata, lawan kata, hubungan antar kata, tes bilangan, gambar-gambar (geometri), dan lainnya. Sebagai contoh, berikut ini, saya berikan beberapa soal TPA  tentang bilangan yang kebetulan masih saya ingat dan diujikan di SNMPTN  2009 yang lalu–tentunya dengan beberapa modifikasi (agar tidak dianggap menyebarkan rahasia negara tanpa ijin).

Soal1: Diketahui barisan bilangan berikut.

7, 8, 15, 23, 38,…

Bilangan yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada barisan bilangan tersebut adalah…

A. 47

B. 58

C. 61

D. 65

E. 70

Soal 2: Nilai p yang memenuhi kesamaan 4 : p = p : 20 adalah…

A. 7

B. 8

C. 9

D. 10

E. 11

Soal 3: Bila P adalah 0, 465% dari 6,2 5 dan Q adalah 0,625% dari 4,65, maka hubungan antara P dan Q adalah…

A. P = Q + 0,5

B. P = Q – 0,5%

C. P = Q

D.  P >  Q + 0, 5%

E. P < Q + 0,5%

Selain itu, katanya, TPA itu sifatnya nyaris alami. Artinya, agar mampu menyelesaikannya, kita tak perlu mempersiapkan diri belajar terlebih dahulu—tidak seperti mengikuti tes bidang studi yang harus belajar terlebih dahulu. Benarkah begitu? Yang jelas, agar bisa menjawab soal-soal TPA, setidaknya Anda telah lulus jenjang pendidikan dasar. Setuju? :D

Akhirnya, saya hanya berharap, dengan adanya TPA di ujian masuk PTN, maka calon-calon mahasiswa yang terseleksi bakal benar-benar merupakan mahasiswa yang berkualitas dan mampu secara akademik—yang akibat lanjutannya  adalah akan mengurangi beban pemerintah dalam mensubsidi studi mereka di PTN. Amin.

Catatan penting banget: Artikel ini ditulis untuk seseorang yang kupanggil Cinta. Seseorang yang katanya selalu rindu dengan tulisan-tulisan saya. :D

=======================================================

Ya sudah segitu saja ya jumpa kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya. Amin

Sampai jumpa di artikel mendatang!

=======================================================

Catatan yang wajib dibaca:

Saya melarang siapapun Anda yang berminat menerbitkan ulang baik sebagian atau seluruhnya dari karya-karya (tulisan-tulisan) saya di blog ini tanpa seijin dari saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih!

18 Comments


Leave a Reply