Oleh Al Jupri
“Tahun ini materi ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri sedikit berbeda ya?” kata seorang teman, sesama pengawas, saat saya untuk pertama kalinya menjadi pengawas Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tanggal 1 Juli 2009 lalu.
“Maksudnya, apa, Pak?” tanya saya, mencari penjelasan.
“Iya, kalau tahun-tahun sebelumnya, tidak ada TPA (Tes Potensi Akademik). Sedangkan tahun ini ada,” jelas teman saya.
Ya, memang begitulah kenyataan yang terjadi. Untuk tahun ini materi yang diujikan di seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tak hanya materi bidang studi, tetapi mencakup adanya TPA.
Menurut pandangan awam saya, adanya TPA di ujian masuk PTN merupakan sebuah langkah maju dalam menyeleksi calon mahasiswa yang layak duduk di PTN. Mengapa begitu?
Sebabnya adalah karena TPA dipercaya dapat memprediksi potensi atau kemampuan akademik para calon mahasiswa: apakah mereka bakal mampu menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu atau tidak. Di mana sifat TPA berbeda dengan tes yang mengujikan kemampuan bidang studi—yang cenderung mengukur tingkat pemahaman akan pengetahuan bidang studi tertentu atau bahkan hafalan saja. Dengan adanya TPA, maka diharapkan jumlah mahasiswa yang terlambat menyelesaikan masa studinya akan makin berkurang—atau dengan perkataan lain banyaknya ‘mahasiswa abadi’ alias mahasiswa yang kesulitan lulus kuliah dapat diminimalisir.
Seperti apa sih soal-soal yang ada dalam TPA itu? Jawabnya ada beberapa macam, yakni berupa: tes persamaan kata, lawan kata, hubungan antar kata, tes bilangan, gambar-gambar (geometri), dan lainnya. Sebagai contoh, berikut ini, saya berikan beberapa soal TPA tentang bilangan yang kebetulan masih saya ingat dan diujikan di SNMPTN 2009 yang lalu–tentunya dengan beberapa modifikasi (agar tidak dianggap menyebarkan rahasia negara tanpa ijin).
Soal1: Diketahui barisan bilangan berikut.
7, 8, 15, 23, 38,…
Bilangan yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada barisan bilangan tersebut adalah…
A. 47
B. 58
C. 61
D. 65
E. 70
Soal 2: Nilai p yang memenuhi kesamaan 4 : p = p : 20 adalah…
A. 7
B. 8
C. 9
D. 10
E. 11
Soal 3: Bila P adalah 0, 465% dari 6,2 5 dan Q adalah 0,625% dari 4,65, maka hubungan antara P dan Q adalah…
A. P = Q + 0,5
B. P = Q – 0,5%
C. P = Q
D. P > Q + 0, 5%
E. P < Q + 0,5%
Selain itu, katanya, TPA itu sifatnya nyaris alami. Artinya, agar mampu menyelesaikannya, kita tak perlu mempersiapkan diri belajar terlebih dahulu—tidak seperti mengikuti tes bidang studi yang harus belajar terlebih dahulu. Benarkah begitu? Yang jelas, agar bisa menjawab soal-soal TPA, setidaknya Anda telah lulus jenjang pendidikan dasar. Setuju?
Akhirnya, saya hanya berharap, dengan adanya TPA di ujian masuk PTN, maka calon-calon mahasiswa yang terseleksi bakal benar-benar merupakan mahasiswa yang berkualitas dan mampu secara akademik—yang akibat lanjutannya adalah akan mengurangi beban pemerintah dalam mensubsidi studi mereka di PTN. Amin.
Catatan penting banget: Artikel ini ditulis untuk seseorang yang kupanggil Cinta. Seseorang yang katanya selalu rindu dengan tulisan-tulisan saya. ![]()
=======================================================
Ya sudah segitu saja ya jumpa kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya. Amin
Sampai jumpa di artikel mendatang!
=======================================================
Catatan yang wajib dibaca:
Saya melarang siapapun Anda yang berminat menerbitkan ulang baik sebagian atau seluruhnya dari karya-karya (tulisan-tulisan) saya di blog ini tanpa seijin dari saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih!
18 Comments
July 5, 2009 at 5:20 am
Untung ya waktu saya ikut SPMB tidak ada TPA, seandainya ada mungkin ga lolos.
July 5, 2009 at 7:23 am
Iya, mungkin juga lolos…
:-p
July 5, 2009 at 7:03 am
Coba jawab ya…
1 c (kayak fibonacci gitu…)
2 ga jelas (p jadinya akar 80[?])
3 c (jadiin pecahan aja, enak…)
July 5, 2009 at 7:24 am
Jangan coba-coba dong… beneran juga ga apa-apa? Taufiq, ap kbr? Mana kembalian uang saya…?
July 8, 2009 at 8:39 am
taufiq, da fb or fs ga???
or nomor yg bisa dihub?
July 6, 2009 at 5:13 am
Tetapi sepertinya perlu juga “persiapan” (atau tepatnya membiasakan diri) agar minimal tahu, TPA itu seperti apa, terutama bagi mereka yang belum pernah menghadapi. Biar nggak kaget dan biar buku yang dijual di toko2 buku tentang TPA juga laku… huehuehue…..
July 8, 2009 at 11:47 am
Salam Cinta Damai dan Kaish Sayang
July 10, 2009 at 10:38 am
Wah Mantap ne Pak postingannya,,,
kayaknya kalau model soal-soal TPA seperti itu, bisa mengimbangi soal-soal yang berat,
Bisa mengurangi stress juga kali y pak.
di tunggu postingan selanjutnya pak…..
July 14, 2009 at 7:56 am
Waaah.. lum apdeeeeeeeeeeetttttttttttttttt
Salam Sayang
July 15, 2009 at 9:24 am
jup, no 3 ga ngerti euy.
July 16, 2009 at 3:52 pm
wew, nambah sulit sepertinya ya tapi anak lulusan smu sekarang kualitasnya sudah ok ok kok thanks salam kenal
July 16, 2009 at 3:52 pm
wew, nambah sulit sepertinya ya tapi anak lulusan smu sekarang kualitasnya sudah ok ok kok thanks salam kenal.
July 27, 2009 at 5:59 am
Baru tahu yang a saja kang, deret Fibonaci (suku berikutnya adalah hasil penambahan dua suku sebelumnya),
jwban :
a. 61
Penyelesaian yang kedua dan ketiga bagaimana kang ?
July 27, 2009 at 6:00 am
a maksudnya soal satu.
July 28, 2009 at 6:57 am
test
August 8, 2009 at 6:45 pm
Yang nomor 3 terkesan lucu ya, bisa buat ngejahili orang…
*padahal jelas kalo sama*
August 23, 2009 at 3:43 am
ternyata lebih sulit dari unas,,
ada tes potensi akademik segala,,
fuiih, mesti kerja lebih keras lagi nih,,
November 8, 2009 at 2:56 pm
mas,,, lau buat soal jangan salah-salah dunk!!! kyak no 2. tp lau jd bonus gak pa2 la.hehehe