June 28, 2009...3:24 am

JK Bicara Matematika

Jump to Comments

Oleh Al Jupri

Siapa capres yang berslogan “Lebih Cepat Lebih Baik”? Saya yakin, bila Anda tidak buta informasi, Anda akan menjawab JK alias Jusuf Kalla. Menjelang pilpres 8 Juli 2009 mendatang, kini sang capres makin meroket meningkat popularitasnya. Karena itu, menurut analisa beberapa pengamat politik, JK kini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh para kompetitornya.  Bahkan ada yang memprediksi bahwa JK bakal menjadi orang nomor satu di negeri ini. Apa sebabnya?

Salah satu sebabnya adalah keberhasilan tim kampanye JK yang kian hari makin berhasil mengungkap sisi lain di balik suksesnya berbagai macam program dan kebijakan pemerintah (semisal perdamaian di Aceh, Maluku, Poso; program BLT; program konversi minyak tanah ke gas; dll) yang peduli rakyat, yakni ternyata JK lah penggagasnya, JK lah yang lebih banyak bekerja keras serta berani ambil keputusan–yang tentunya diamini oleh sang pimpinan. Makanya tak heran, ada yang bilang bahwa JK is the real president.

Satu cara tim kampanye JK yang menurut amatan saya cukup berhasil adalah kampanye yang ditayangkan salah satu stasiun TV yang berjudul: “JK Pemimpin Bersama Rakyat”. Lewat acara ini, JK tampak amat dekat dengan para calon rakyatnya, bahkan bisa dibilang tak ada jarak di antara mereka. Rakyat dengan bebas berbicara, begitupula JK dengan lugas menjawab berbagai pertanyaan, menampung aspirasi dan keluhan, dan lainnya.

Contoh betapa dekat calon rakyat dengan JK terjadi beberapa waktu lalu, yakni ketika Yohanes Surya memamerkan siswa-siswa SD dari daratan Papua hasil binaannya. Menurut Yohanes Surya, mulanya siswa-siswa yang dibawa ke hadapan JK belum bisa berhitung walau sudah kelas 5 SD. Tetapi, setelah tiga bulan dibina olehnya, kini mereka sudah mahir berhitung.

Rupanya, mendengar penjelasan tersebut, JK tidak begitu saja mempercayai sang profesor fisika tersebut. Karena itu, JK pun mengetes siswa-siswa binaannya.

“5 x 5 berapa?” tanya JK pada seorang siswa dari tanah Wamena.

Mendapat pertanyaan tersebut, sang siswa diam, tampak berpikir. Sepertinya dia akan menjawab 19, tetapi Yohanes Surya menyenggol pundaknya (marah). Maka sang siswa kembali berpikir, kemudian menjawab pertanyaan sang calon presiden.

“Dua puluh lima,” jawab sang anak dari Wamena.

Lalu JK melanjutkan pertanyaannya, “25 x 3 berapa?”

“Tujuh puluh lima,” kembali sang anak menjawab setelah sedikit berpikir.

“75 x 2 berapa?” JK kembali bertanya.

“Seratus lima puluh,” jawab sang anak.

Setelah puas mengetes sang siswa, JK pun bersiap mendengar aspirasi sang Yohanes Surya–yang meminta perhatian JK pada anak-anak berprestasi andaikan dia terpilih menjadi the real president.

Dari cuplikan kampanye tadi, yang menarik bagi saya adalah bahwa JK tak percaya begitu saja dengan apa yang dilaporkan oleh Yohanes Surya. Dia melakukan pengecekan secara langsung. Ini mencerminkan bahwa JK adalah calon pemimpin yang mau bekerja, tak hanya manggut-manggut menerima laporan begitu saja–inilah mungkin yang membedakan JK dengan (beberapa) pemimpin sebelumnya.

Dan yang lebih menarik bagi saya adalah, dalam kampanye tersebut, JK bicara tentang matematika. Makanya, dengan rela, saya pun menuliskan cuplikan kampanyenya tadi, dalam bentuk artikel, di blog tercinta  ini. :D :mrgreen:

Catatan penting banget: Artikel ini ditulis untuk seseorang yang kupanggil Cinta. Seseorang yang katanya selalu rindu dengan tulisan-tulisan saya. :D

=======================================================

Ya sudah segitu saja ya jumpa kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya. Amin

Sampai jumpa di artikel mendatang!

=======================================================

Catatan yang wajib dibaca:

Saya melarang siapapun Anda yang berminat menerbitkan ulang baik sebagian atau seluruhnya dari karya-karya (tulisan-tulisan) saya di blog ini tanpa seijin dari saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih!

18 Comments


Leave a Reply