Oleh Al Jupri
Assalamu’alaikum wr. wb.
Apa kabar *****?
Bila kita dikirimi pesan seperti barusan, kemungkinan besar kita akan bertanya apa makna tanda lima bintang ***** tersebut. Ada beberapa kemungkinan yang bisa kita tafsirkan.
Yang pertama: bisa jadi kelima bintang tersebut mewakili nama panggilan kita. Misalnya, untuk saya, kelima bintang tersebut mewakili salah satu nama panggilan saya, yakni Jupri– yang terdiri dari 5 huruf. Untuk kemungkinan ini, bisa benar bisa juga salah.
Yang kedua: bisa jadi kelima bintang tersebut mewakili sebutan ejekan bagi kita. Misalnya, kelima bintang tersebut mewakili kata “Jelek”. Tapi untuk kemungkinan ini, bisa salah, sebab misalnya dalam kata “Jelek” ada dua huruf yang sama, sedangkan kelima bintang tersebut berbeda warna.
Yang ketiga: bila pesan tersebut dari seseorang yang mencintai kita, dari kekasih kita misalnya, bisa jadi kelima bintang tersebut mewakili kata panggilan romantis pada kita. Misalnya, kelima bintang tersebut mewakili kata “Cinta”.
Waaaah, bila benar ini maksudnya, bagi saya sih sangat senang rasanya dipanggil dengan sebutan seromantis itu. Setuju enggak, niih?
Tentu masih banyak kemungkinan lainnya.
Dalam matematika–khusus untuk kemungkinana ketiga di atas, bentuk relasi khusus yang seperti itu dinamakan korespondensi satu-satu. Yaitu, relasi yang memasangkan tiap anggota di himpunan pertama dengan tepat satu anggota di himpunan kedua dan begitu pula sebaliknya: memasangkan tiap anggota di himpunan kedua dengan tepat satu anggota di himpunan pertama. Untuk kasus relasi perkawanan(korespondensi) satu-satu antara kelima bintang dan kata “Cinta” di atas, digambarkan lewat diagram berikut.

Dengan demikian, P adalah himpunan kelima bintang, dan Q adalah himpunan yang terdiri dari huruf-huruf pada kata “Cinta”.
Istilah lain tentang korespondensi satu-satu ini, dalam matematika, disebut dengan istilah fungsi bijektif. Untuk yang ingin lebih tahu apa itu fungsi, apa itu fungsi bijektif (injektif dan onto) silakan membacanya di Wikipedia misalnya. Atau, mudah-mudahan bila Anda mau bersabar, suatu saat nanti insya Allah saya akan membahasnya.
Hmmm…. sebetulnya, kita bisa memanfaatkan sifat korespondensi satu-satu di atas dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, bila kita ingin membuat kode-kode rahasia dengan angka untuk menyatakan sesuatu yang sifatnya rahasia. Di sini saya berikan sebuah contoh yang (mungkin) paling sederhana.
Misalkan: 0 kita pasangkan dengan huruf A, ditulis 0 —>A; dengan cara yang sama kita lakukan terhadap ke-26 abjad latin, maka secara lengkap diperoleh perkawanan satu-satu berikut.
0 —> A; 7 —>H; 14—> O; 21 —> V
1 —> B; 8 —> I; 15 —>P; 22—> W
2 —> C; 9 —> J; 16 —> Q; 23 —> X
3 —> D; 10 —>K; 17 —> R; 24 —> Y
4 —> E; 11 —>L; 18 —> S; 25 —> Z
5 —> F; 12 —> M; 19 —> T
6 —> G; 13 —>N; 20 —> U
Sehingga, bila kita menuliskan kode: 8 1114214 241420, ini berarti “I LOVE YOU”.
Bagaimana menurut Anda, menarik bukan? Tentu Anda bisa membuat kode-kode rahasia lain dengan aturan yang Anda sukai.
Hmm…. Ah, berdasarkan apa yang sudah saya uraikan di atas, saya pun akan mengirim pesan, menyatakan sesuatu pada seseorang yang saya cintai–seperti berikut ini.
Assalamu’alaikum wr. wb.
Apa kabar *****?
8 1114214 241420
Semoga dia membalasnya. He he he…:D
=======================================================
Ya sudah segitu saja ya jumpa kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya. Amin.
Sampai jumpa di artikel mendatang!
=======================================================
Catatan penting banget:
Artikel ini sengaja ditulis untuk seseorang yang sering mengirim pesan pada saya dengan ucapan “Apa kabar?” Sekaligus sebagai bentuk balasan pesan, dari saya, padanya. Mudah-mudahan dia berkenan menerima hadiah artikel sederhana ini. Terima ga ya?
Catatan yang wajib dibaca:
Saya melarang siapapun Anda yang berminat menerbitkan ulang baik sebagian atau seluruhnya dari karya-karya (tulisan-tulisan) saya di blog ini tanpa seijin dari saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih!
21 Comments
January 8, 2009 at 10:49 am
Punten nich, Kang
kayaknya ada yang salah dech..
setau saya korespondesi satu-satu disebutnya fungsi injektif bukan fungsi bijektif
January 8, 2009 at 11:03 am
@Aria Turns: Terimakasih atas pendapatnya.
Yang saya pahami, memang ada matematikawan Indonesia yang menterjemahkan fungsi injektif sebagai “fungsi satu-satu” (apa mungkin ini yang Anda maksud?). Ini jelas berbeda dengan istilah “korespondensi satu-satu”.
Sebagian yang lain, ada yang menterjemahkan fungsi injektif sebagi fungsi into (ke dalam?). Nah, orang-orang yang semacam ini menterjemahkan fungsi bijektif dengan istilah “korespondensi satu-satu”.
Oleh karena itu, pengertian korespondensi satu-satu” dalam artikel ini, mengikut pada orang-orang bagian kedua–seperti yang saya tuliskan definisinya di artikel ini. Mmm… biar jelas bedanya, insya Allah, kapan-kapan, saya akan membahasnya.
Jadi, saya pikir, ini hanyalah perbedaan dalam penterjemahan istilah (asing) dalam matematika ke dalam bahasa Indonesia.
January 8, 2009 at 1:18 pm
Wah… Ko’ banyak yang mengandung cinta nih tulisan-tulisan terakhirnya?
January 8, 2009 at 4:27 pm
Salam kenal! Mampir baca-baca dulu. Tks.
January 8, 2009 at 4:45 pm
Aku pikir ***** itu apa kabar dunia… ~~a
January 9, 2009 at 3:50 am
@Alias: Tulisan kita, adalah sejarah pikiran dan (mungkin) hidup kita.
@juliach: salam kenal juga, mba. Silakan baca2.
@hendry: Ooo… iya, gpp itu juga.
January 9, 2009 at 9:06 am
wahhh judulnya bags tuh
apa kabar cinta
January 9, 2009 at 9:17 am
@Gelandangan: Terimakasih!
January 9, 2009 at 9:49 am
22-0-7 18-0-24-0 18-4-12-0-10-8-13 24-0-10-8-13 13-8-7 10-0-11-0-20 15-4-12-8-11-8-10 1-11-14-6 8-13-8 18-4-3-0-13-7 10-0-18-12-0-17-0-13 13-8-7 7-4 7-4 7-4 7-4…..
January 9, 2009 at 12:01 pm
mbaca komennya Pak Yari aja ah
)
January 9, 2009 at 12:41 pm
kayaknya semenjak PulKamp pak jupri jd tambah sering nulisnya….palagi masalah *****.
kenapa g dikasih warna pelangi ja pak? jadinya kan tambah rame….
January 9, 2009 at 4:19 pm
wow … ternyata tanda bintang di belakang frasa apa kabar ada maknanya juga toh, pak. walah, selama ini saya babar blas ndak paham, hiks.
January 10, 2009 at 12:57 am
@Yari NK:…. Oya? Dari mana tahunya?:D
@mezzalena: udah ngebacanya mba? Ngerti kan?
@iema:
O ya? Ngamatin juga ya?
@sawali tuhusetya: iya, Pak ada.
Menarik ga, Pak?
January 11, 2009 at 10:39 am
Waduh pak, kayaknya saya harus les privat matematika dulu…he
Salam kenal ya pak dari Banjarmasin…
Ditunggu ya kunjungan baliknya….
January 11, 2009 at 6:02 pm
Bintang 5 = Panglima cinta…..
http://iwanmalik.wordpress.com
Info Kimia terapan
January 12, 2009 at 2:00 am
Posting yang segar !
January 12, 2009 at 2:37 am
15-20-13-19-4-13 17-0-13-6 1-14-18-4-7
19-8-3-0-10 18-0-24-0 12-4-13-4-17-1-19-10-0-13
19-20-11-8-18-0-13 0-13-3-0 3-8 12-0-9-0-13-0-7
18-4-10-14-11-0-7 18-0-24-0?
January 12, 2009 at 4:31 am
@Perspektif senja: silakan belajar… nanti ya saya kunjungi… insya Allah.
@iwanmalik:makasih infonya.
@Gibransyah: Makasih!
@fatma: kalau ingin menerbitkan, harus hubungi saya di sini: y_saeda@yahoo.com selain itu, tidak akan saya ijinkan. Mohon maklum dan Terimakasih!
January 12, 2009 at 5:03 am
0-7-0 0-10-20 19-0-7-20 19-20-11-8-18-0-13 8-13-8 20-13-19-20-10 18-8-0-15-0
15-14-10-14-10-13-24-0 24-0-13-6 10-14-12-4-13 3-8-18-8-13-8 9-10-6-0
20-7-20-24-24
January 12, 2009 at 5:38 am
@Yoga: Untuk siapa mba?
January 18, 2009 at 3:55 pm
Saya menjawab saja: Baik Kang. Temu Master Kendal kog ngak babawaan he he.