March 24, 2008...4:01 pm
Melawan Langkah Seribu
Oleh: Al Jupri
Mengambil langkah seribu bukan berarti melangkah seribu kali. Tetapi perkataan ini adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang berarti lari. Bila ungkapan ini dipakai dengan benar, tentu akan menambah indahnya suatu kalimat. Bila penggunaannya tepat, kita akan merasakan nuansa lain ketimbang bila kita menggunakan kata lari.
Namun demikian, terkadang, ada juga orang yang iseng kreatif dalam menggunakan memplesetkan ungkapan ini. Salah satu contohnya, dapat kita lihat pada interaksi antara seorang komentator blog, AgusBin, dan sang empunya blog, Yari NK, berikut ini*.
Yaaah…mas Yari katanya jari2nya lesu tapinya masih juga mainan Latex gimana sih?
Kalo saya sih sbg konsumen pasrah aja habis mau gimana lg? Yg penting kalo lagi paceklik ada yg bisa diporotin, hihihi…
**mengambil langkah 1000Komentar oleh AgusBin — Sabtu, 23 Februari 2008 #
@AgusBin
Diporotin itu apa sih Bin? Emang siapa yang “diporotin” Bin?
![]()
**ambil langkah 10.000 buat ngejar abin**![]()
Komentar oleh Yari NK — Minggu, 24 Februari 2008
Yang paling menarik bagi saya bukan komentar dari sang komentator, tetapi komentar dari sang pemilik blog, Yari NK. Dengan cara yang sangat kreatif, beliau menggunakan istilahnya sendiri yakni “ambil langkah sepuluh ribu”. Kreatifnya adalah, sang pemilik blog menggunakan ungkapan bermakna denotatif untuk mengisengi penggunaan ungkapan yang bermakna konotatif.
Menurut amatan sederhana saya ini adalah salah satu contoh komentar kreatif yang pernah saya jumpai di blogsphere ini. Satu contoh komentar kreatif yang layak didiskusikan di blog ini. Saya suka komentar cerdas semacam itu! Ya, saya terkagum dengan komentar tersebut. Makanya tak heran bila komentar itu mendapat tempat dalam ingatan saya.
Sebagai bentuk ungkapan rasa kekaguman saya, maka lahirlah artikel ini.
Baiklah, apa yang dapat kita diskusikan dengan komentar tersebut? Apakah hanya karena ada kata seribu atau sepuluh ribu sehingga komentar tersebut layak didiskusikan di sini? Jawabannya iya, tetapi bukan hanya sekedar iya. Kita bisa berdiskusi lebih luas lagi. Diskusi yang mencakup permasalahan fisika, matematika, transportasi, akomodasi, dan lainnya. Kok bisa?
Dari komentar itu kita bisa melihatnya sebagai sebuah persoalan fisika (kinematika terapan), yang mungkin pernah kita pelajari sewaktu di SMP atau SMA. Secara sederhana, dari komentar tersebut, dapat dibentuk sebuah permasalahan fisika seperti berikut ini.
AgusBin berlari dengan kecepatan 1000 langkah/satuan waktu dimulai sejak hari Sabtu, 23 February 2008, pukul 9:00 WIB misalnya. Sementara itu, Yari NK berusaha mengejar AgusBin dengan kecepatan 10000 langkah/satuan waktu mulai hari Minggu, 24 February 2008, juga mulai pukul 9:00 WIB misalnya. Bila kita asumsikan AgusBin tidak pernah berhenti berlari sejak dia mulai lari, berapa lama waktu yang diperlukan Yari NK untuk mengejar AgusBin? Alias kapan Yari NK dapat mengejar AgusBin?
Untuk mempermudah menjawab permasalahan ini, saya beri petunjuk yaitu:
- Yari NK akan dapat mengejar AgusBin bila jarak yang ditempuhnya sama dengan jarak yang ditempuh AgusBin.
![]()
- Satuan waktunya silakan pilih (misalkan dalam satuan menit atau jam, atau sesuaikan dengan keterangan soal!)
Nah, silakan Anda menjawab persoalan tersebut! Dan mari kita diskusikan di kolom komentar berikut ini. He he he he…
=======================================================
Sebetulnya saya mau saja menyelesaikan soal tersebut. Tapi, masa saya yang buat soalnya, saya yang jawab sendiri (terus)?
Ya sudah, segitu dulu saja ya perjumpaan kita kali ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Amin. Sampai jumpa di artikel mendatang.
I hope you enjoy this article!
Catatan: Pemuatan komentar dan balasan komentar di blog ini sudah diberi ijin oleh sang empunya blog.
13 Comments
March 25, 2008 at 12:13 am
Huahahaha…. wah ternyata dari komentarku bisa juga lahir soal
fisikamatematika ya?? Sip sepertinya saya bisa deh tapi belum saya hitung abis masih pagi nih, agak males ngitung2 hehehe…..Btw, tapi kok saya baru mengejar si AgusBin keesokan harinya seh??
Mudah2an ini tidak menggambarkan sifat saya yang telmi!Siip deh!
Iya, aneh! Kok dikerjarnya pas udah ngacir seharian ya…… ?
________
Al Jupri:
March 26, 2008 at 1:18 am
Tanya ya, ini boleh diasumsikan Yari dan Agus Bin start dari tempat yang sama? setau saya yang satu di Bandung yang satu di Surabaya kalau belum pindah ke Bandung *sok teu*
:))
_________
Al Jupri: Iya betul, asumsinya startnya sama…
March 26, 2008 at 2:17 am
jawabannya dalam 1 satuan waktu. semuanya kan cuma ngambil langkah. kan mereka cuman muter disitu2 aja…
*ngga nyambung mode on*
_________
Al Jupri: Btw, emang muter disitu-situ aja ya? Mmmm, mungkin iya, mungkin juga tidak…
March 26, 2008 at 2:19 am
Misalkan:
Yari NK = 10.000 langkah per jam.
AgusBin = 1.000 langkah per jam.
jarak = kecepatan x waktu atau d = v
t.
Yari NK menyusul AgusBin pada saat
waktu yang ditempuh Yari NK = x jam
waktu yang ditempuh AgusBin = (x + 24) jam karena AgusBin sudah 24 jam
ngacirlari terlebih dahulu.jadi:
1000 (x + 24) = 10.000 x
1000x + 24.000 = 10.000x
9000 x = 24.000
x = 2
= 2 jam 40 menit
bener ngga??
_________
Al Jupri: Iya betul perhitungannya.
Tapi, klo dipikir-pikir, kok kecepatannya lambat banget ya cuma 1000 langkah tiap jam, wah AgusAbin kayaknya pake kecepatan kura-kura atau siput kali ya? ATau slow motion larinya,,….
March 26, 2008 at 5:08 pm
ah susah! *mengurung diri sambil pegang kalkulator*
Knapa kalkulatornya? Taakut lari ya dipegangin?
_______
Al Jupri:
March 27, 2008 at 1:07 am
Nikmati saja … habis ngak bisa lari seribu langkah apalagi sepuluh ribu langkah he he … cukuplah pikiran saja ‘berlari’ milyaran langkah he he
March 27, 2008 at 9:44 am
ohya…
kaya iklan susu manula yah…
______
Al Jupri: Oya? Mmm, saya ga tahu iklan yang mana ya?
March 28, 2008 at 7:53 am
walah…dijadiin matematika… = =!
________
Al Jupri: Iya duong biar konsisten dengan blog ini.
March 31, 2008 at 10:57 am
Wah, ini sih tergantung panjang kaki Mas YariNK atau Agusbin?
______
Al Jupri: Oya?
March 31, 2008 at 10:38 pm
Wah..wah… No comment deh
_______
Al Jupri: MAkasih udah berkunjung…
April 4, 2008 at 6:13 am
Jadi BT ni, ga ada post baru…
Kangen dengan postingan anda
__________
Al Jupri: Udah ada yang baru tuh
April 6, 2008 at 2:14 am
Saluuuuuuuuuuuuut. Dua jempol deh.
Bagaimana kalau larinya pada dimensi ruang dan gravitasi yang berbeda (waktunya sih sama)? Mas Jufri, maaf kalo ada salah kata ya? Aku undang ke tempatku, dan ngasih rumus matematika di buku tamu.
Keep smart!
_________
Al Jupri: Terimakasih. MUdah-mudahan dua jempolnya mengarah ke atas ya..
May 10, 2008 at 11:59 pm
Pak Yari, jangan lupa ngerem (percepatan)!!!
hehehe…
Leave a Reply