Melawan Langkah Seribu

Oleh: Al Jupri

Mengambil langkah seribu bukan berarti melangkah seribu kali. Tetapi perkataan ini adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang berarti lari. Bila ungkapan ini dipakai dengan benar, tentu akan menambah indahnya suatu kalimat. Bila penggunaannya tepat, kita akan merasakan nuansa lain ketimbang bila kita menggunakan kata lari.

Namun demikian, terkadang, ada juga orang yang iseng kreatif dalam menggunakan memplesetkan ungkapan ini. Salah satu contohnya, dapat kita lihat pada interaksi antara seorang komentator blog, AgusBin, dan sang empunya blog, Yari NK, berikut ini*.

Yaaah…mas Yari katanya jari2nya lesu tapinya masih juga mainan Latex gimana sih?
Kalo saya sih sbg konsumen pasrah aja habis mau gimana lg? Yg penting kalo lagi paceklik ada yg bisa diporotin, hihihi…
**mengambil langkah 1000

Komentar oleh AgusBin — Sabtu, 23 Februari 2008 #

@AgusBin

Diporotin itu apa sih Bin? Emang siapa yang “diporotin” Bin? :D
**ambil langkah 10.000 buat ngejar abin** :D

Komentar oleh Yari NK — Minggu, 24 Februari 2008

Yang paling menarik bagi saya bukan komentar dari sang komentator, tetapi komentar dari sang pemilik blog, Yari NK. Dengan cara yang sangat kreatif, beliau menggunakan istilahnya sendiri yakni “ambil langkah sepuluh ribu”. Kreatifnya adalah, sang pemilik blog menggunakan ungkapan bermakna denotatif untuk mengisengi penggunaan ungkapan yang bermakna konotatif.

Menurut amatan sederhana saya ini adalah salah satu contoh komentar kreatif yang pernah saya jumpai di blogsphere ini. Satu contoh komentar kreatif yang layak didiskusikan di blog ini. Saya suka komentar cerdas semacam itu! Ya, saya terkagum dengan komentar tersebut. Makanya tak heran bila komentar itu mendapat tempat dalam ingatan saya.

Sebagai bentuk ungkapan rasa kekaguman saya, maka lahirlah artikel ini.

Baiklah, apa yang dapat kita diskusikan dengan komentar tersebut? Apakah hanya karena ada kata seribu atau sepuluh ribu sehingga komentar tersebut layak didiskusikan di sini? Jawabannya iya, tetapi bukan hanya sekedar iya. Kita bisa berdiskusi lebih luas lagi. Diskusi yang mencakup permasalahan fisika, matematika, transportasi, akomodasi, dan lainnya. Kok bisa?

Dari komentar itu kita bisa melihatnya sebagai sebuah persoalan fisika (kinematika terapan), yang mungkin pernah kita pelajari sewaktu di SMP atau SMA. Secara sederhana, dari komentar tersebut, dapat dibentuk sebuah permasalahan fisika seperti berikut ini.

AgusBin berlari dengan kecepatan 1000 langkah/satuan waktu dimulai sejak hari Sabtu, 23 February 2008, pukul 9:00 WIB misalnya. Sementara itu, Yari NK berusaha mengejar AgusBin dengan kecepatan 10000 langkah/satuan waktu mulai hari Minggu, 24 February 2008, juga mulai pukul 9:00 WIB misalnya. Bila kita asumsikan AgusBin tidak pernah berhenti berlari sejak dia mulai lari, berapa lama waktu yang diperlukan Yari NK untuk mengejar AgusBin? Alias kapan Yari NK dapat mengejar AgusBin?

Untuk mempermudah menjawab permasalahan ini, saya beri petunjuk yaitu:

- Yari NK akan dapat mengejar AgusBin bila jarak yang ditempuhnya sama dengan jarak yang ditempuh AgusBin. :D

- Satuan waktunya silakan pilih (misalkan dalam satuan menit atau jam, atau sesuaikan dengan keterangan soal!)

Nah, silakan Anda menjawab persoalan tersebut! Dan mari kita diskusikan di kolom komentar berikut ini. He he he he… :D

=======================================================

Sebetulnya saya mau saja menyelesaikan soal tersebut. Tapi, masa saya yang buat soalnya, saya yang jawab sendiri (terus)? :mrgreen:

Ya sudah, segitu dulu saja ya perjumpaan kita kali ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Amin. Sampai jumpa di artikel mendatang.

I hope you enjoy this article!

Catatan: Pemuatan komentar dan balasan komentar di blog ini sudah diberi ijin oleh sang empunya blog.

About these ads

15 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Curhat, Fisika, Humor, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra

15 responses to “Melawan Langkah Seribu

  1. Huahahaha…. wah ternyata dari komentarku bisa juga lahir soal fisika matematika ya?? Sip sepertinya saya bisa deh tapi belum saya hitung abis masih pagi nih, agak males ngitung2 hehehe…..

    Btw, tapi kok saya baru mengejar si AgusBin keesokan harinya seh?? Mudah2an ini tidak menggambarkan sifat saya yang telmi! :mrgreen:

    Siip deh! :D
    ________
    Al Jupri: :D Iya, aneh! Kok dikerjarnya pas udah ngacir seharian ya…… ? :mrgreen:

  2. Tanya ya, ini boleh diasumsikan Yari dan Agus Bin start dari tempat yang sama? setau saya yang satu di Bandung yang satu di Surabaya kalau belum pindah ke Bandung *sok teu*

    :))
    _________
    Al Jupri: Iya betul, asumsinya startnya sama… :D

  3. jawabannya dalam 1 satuan waktu. semuanya kan cuma ngambil langkah. kan mereka cuman muter disitu2 aja…
    *ngga nyambung mode on*
    _________
    Al Jupri: Btw, emang muter disitu-situ aja ya? Mmmm, mungkin iya, mungkin juga tidak… :D

  4. Misalkan:

    Yari NK = 10.000 langkah per jam.
    AgusBin = 1.000 langkah per jam.

    jarak = kecepatan x waktu atau d = v \times t.

    Yari NK menyusul AgusBin pada saat {d}_{a}={d}_{y}

    {d}_{a} = jarak yang ditempuh AgusBin
    {d}_{y} = jarak yang ditempuh Yari NK

    waktu yang ditempuh Yari NK = x jam
    waktu yang ditempuh AgusBin = (x + 24) jam karena AgusBin sudah 24 jam ngacir lari terlebih dahulu.

    jadi:

    {d}_{a}={d}_{y}
    {v}_{a}\times {t}_{a}= {v}_{y} \times {t}_{y}
    1000 (x + 24) = 10.000 x
    1000x + 24.000 = 10.000x
    9000 x = 24.000
    x = 2 \frac{2}{3} jam
    = 2 jam 40 menit

    bener ngga?? :D
    _________
    Al Jupri: Iya betul perhitungannya. :D

    Tapi, klo dipikir-pikir, kok kecepatannya lambat banget ya cuma 1000 langkah tiap jam, wah AgusAbin kayaknya pake kecepatan kura-kura atau siput kali ya? ATau slow motion larinya,,…. :mrgreen:

  5. ah susah! *mengurung diri sambil pegang kalkulator*
    _______
    Al Jupri: :D Knapa kalkulatornya? Taakut lari ya dipegangin?:D :mrgreen:

  6. Nikmati saja … habis ngak bisa lari seribu langkah apalagi sepuluh ribu langkah he he … cukuplah pikiran saja ‘berlari’ milyaran langkah he he

  7. Moerz

    ohya…
    kaya iklan susu manula yah…
    ______
    Al Jupri: Oya? Mmm, saya ga tahu iklan yang mana ya? :D

  8. cK

    walah…dijadiin matematika… = =!
    ________
    Al Jupri: Iya duong biar konsisten dengan blog ini. :D

  9. Wah, ini sih tergantung panjang kaki Mas YariNK atau Agusbin?
    ______
    Al Jupri: Oya? :D

  10. Wah..wah… No comment deh :lol:
    _______
    Al Jupri: MAkasih udah berkunjung… :D

  11. Jadi BT ni, ga ada post baru…
    Kangen dengan postingan anda
    __________
    Al Jupri: Udah ada yang baru tuh :D

  12. Saluuuuuuuuuuuuut. Dua jempol deh.
    Bagaimana kalau larinya pada dimensi ruang dan gravitasi yang berbeda (waktunya sih sama)? Mas Jufri, maaf kalo ada salah kata ya? Aku undang ke tempatku, dan ngasih rumus matematika di buku tamu.

    Keep smart!
    _________
    Al Jupri: Terimakasih. MUdah-mudahan dua jempolnya mengarah ke atas ya.. :D

  13. Pak Yari, jangan lupa ngerem (percepatan)!!!

    hehehe…

  14. anton

    matematika kurang gaul

  15. andre

    sy ada pertanyaan ni pak.bgmn cr menyelesaikan soal sbb:
    Mobil 1 berjalan dr kota A dg kecepatan 100 km/jam. Mobil 2 berjalan dr kota B dg kecepatan 80 km/jam. Mobil 3 berjalan dr kota B dg kecepatan 70 km/jam. Mobil 1&3 berpapasan 6 menit setelah mobil 1&2 bertemu. Berapakah jarak kota A dg B.thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s