Oleh: Al Jupri
Perhatikan teka-teki angka yang pernah dimuat pada artikel yang lalu berikut ini:
Suatu bilangan terdiri dari empat angka. Angka pertama nilanya sama dengan angka kedua ditambah angka ketiga. Angka pertama juga sama nilainya dengan angka keempat ditambah satu. Begitupula angka kedua ternyata nilainya sama dengan angka ketiga ditambah satu. Bila angka keempat sama dengan dua kali angka ketiga, maka berapa bilangan (empat angka) tersebut?
Teka-teki semacam ini banyak kita temukan dalam buku-buku TTS* atau TTA (Teka-teki Angka) yang sering dijual di kios-kios koran di pinggir jalan. Biasanya para konsumen kedua jenis buku ini adalah mereka-mereka yang punya banyak waktu luang dan suka iseng mengisi waktunya. Ketimbang bengong tak bermanfaat, mending mengisi TTS atau TTA. Begitu barangkali alasannya. Betul ga?
Dulu, ketika melihat banyak orang yang begitu asyik mengerjakan TTS ataupun TTA, saya jadi tergoda. Ya, saya tergoda untuk mengerjakannya pula. Kemudian dapat ditebak, saya pun membeli kedua jenis buku ini. Satu buku TTS dan satu buku lagi TTA.
TTS sudah biasa! Ya, saya biasa mengalami kesulitan untuk mengisi semua kotak-kotak kosong yang tersedia.
Mungkin karena tak terbiasa ataupun karena pengetahuan saya yang minim. Makanya sukar bagi saya bisa mengisi keseluruhan kotak kosong dalam sebuah TTS.
Kemudian buku TTA saya buka. Saya lihat-lihat. Satu jenis teka-teki yang ada dalam buku TTA yang saya beli yakni seperti teka-teki angka pada contoh di atas. Ketika membaca teka-teki semacam contoh tersebut, saya melihat sebetulnya teka-teki semacam itu menggunakan konsep matematika sederhana yang pernah saya kita pelajari sewaktu di SMP dan SMA, yaitu tentang sistem persamaan linear. Tetapi, setelah dipikir-pikir, untuk menyelesaikan teka-teki angka semacam itu, kita tak harus tahu sistem persamaan linear. Cukup dengan cara coba-coba alias trial and error bila kita beruntung, maka kita akan dapat memecahkan teka-teki tersebut.
Sebagai contoh, mari kita selesaikan teka-teki di atas dengan cara coba-coba seperti berikut ini.
Suatu bilangan terdiri dari empat angka. (Kita ingat-ingat, berarti bilangannya ada empat digit/angka. )
Angka pertama nilanya sama dengan angka kedua ditambah angka ketiga. (Kita pilih angka pertama misalkan
. Kita ingat-ingat juga angka ini merupakan jumlah dari angka kedua dan ketiga, ini berarti angka kedua atau ketiga nilanya lebih kecil atau sama dari angka pertama.)
Angka pertama sama nilainya dengan angka keempat ditambah satu. (Karena tadi kita sudah pilih angka pertama adalah
, maka dari keterangan ini dapat kita tentukan angka keempat yakni
, sebab
).
Begitupula angka kedua ternyata nilainya sama dengan angka ketiga ditambah satu. (Karena angka kedua dan ketiga lebih kecil dari angka pertama, kita pilih angka kedua itu
. Sehingga, angka ketiga berarti
, sebab
.)
Bila angka keempat sama dengan dua kali angka ketiga, (Kita sudah tahu angka keempat yaitu
dan ini cocok dengan pilihan kita tentang angka ketiga, yakni
.
maka berapa bilangan (empat angka) tersebut?
Maka jawabnya, bilangan empat angka itu adalah
.
Dengan cara coba-coba, ternyata kita dapat memecahkan teka-teki angka tersebut. Jawabannya yaitu . Tetapi sebentar, jangan gembira dulu, apakah ini satu-satunya jawaban?
Ternyata tidak! Setelah dipikir-pikir, ternyata bilangan juga memenuhi persyaratan teka-teki tersebut. (Silakan periksa!
). Ternyata juga bilangan memenuhi persyaratan teka-teki angka tersebut.
Lho, kok bisa banyak jawaban begini ya?
Sebetulnya banyak jawaban tidaklah bermasalah. Malah teka-teki tersebut tergolong sangat bagus. Satu permasalahan dengan banyak alternative jawaban. Istilah kerennya, teka-teki yang bersifat open-ended.
Pertanyaannya, ada berapa banyak alternative jawaban dari teka-teki angka tersebut?
Nah, di sinilah peran konsep matematika diperlukan! Dengan menggunakan konsep matematika, kemungkinan besar kita akan tahu alasan kenapa banyak jawaban. Dengan itu pula mungkin sekali kita tahu semua alternative jawabannya. Karena itu mari kita selesaikan teka-teki angka tersebut dengan konsep sistem persamaan linear seperti berikut ini.
Misalkan bilangan itu adalah
.
Maka sesuai keterangan pada teka-teki di atas, diperoleh sistem persamaan linear berikut ini.
dan
.
Dengan mudah, bila kita pilih , maka kita akan peroleh
,
, dan
. Sehingga bilangan sebagai satu alternative jawaban teka-teki angka di atas adalah
.
Begitu pula bila kita pilih , maka akan kita dapatkan
,
, dan
. Sehingga jawaban lain dari teka-teki di atas adalah
.
Dengan memilih nilai yang lain, maka kita akan dapatkan jawaban lain dari teka-teki angka tersebut. Silakan cari sendiri yaaa….
Nah, asyik bukan?
Sekarang, sebagai bahan latihan bagi kita Anda semua, silakan buat teka-teki angka semacam di atas, kemudian silakan jawab sendiri, silakan eksplorasi sendiri teka-teki angka buatan Anda! Selamat mencoba! I hope you enjoy doing mathematics. And, in a similar way, I hope you can not stop loving me mathematics.
========================================================
Segitu dulu ya perjumpaan kita kali ini. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Sampai jumpa di artikel mendatang.
Catatan: *TTS = Teka-teki Silang
Well, for now I don’t have any math riddles, but I do have one math-like riddle but unfortunately the riddle must be presented in English to work out properly, ok so let’s get down to the core, here we go:
Why is two times eleven like two times ten?
Well, it is not too hard to find the answer, ok I’m gonna make it easier for you, the key to the riddle above is ‘homonym’, that’s it!
. Am I right?
______
Al Jupri: Nice!!! Two times elemen is “twenty two” and two times ten is “twenty” too
Huehehe…. it hit the bull’s eye…. congrat!
_________
Al Jupri: Thanks…
Bagaimana kalau yang ini?
Sebuah bilangan 6 digit dikalikan dengan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.
Hasil dari setiap perkalian itu adalah rearrangement (susah cari padanan kata yang tepat di Bahasa Indonesia) dari bilangan awal.
Berapakah bilangan awal tersebut?
________
Al Jupri: Terimakasih nih teka-tekinya, bagus!!! Tidak mudah menjawabnya. Oiya, rearrangement itu kalau saya tak salah bisa diartikan sebagai penyusunan ulang.
Oiya lagi, teka-tekinya buat para pembaca aja ya…..
Untuk teka-teki dari saudara Ivan Wangsa, saya punya jawabannya:
.

_______
Al Jupri: Ya, terimakasih jawabannya. Benar!!!!
Untuk mempermudah pembaca yang lain, misalkan
Hasil perkalian ini, tampak merupakan hanya penyusunan ulang dari bilangan awal
. Untuk kasus yang lain, dikerjakan dengan cara serupa.
Caranya?
Hiks.. I fogot about open ended problems
Pas ngerjain TTA-mu yang itu tuh, banyak jawaban yang memungkinkan jadi bikin bingung sendiri.
_______
Al Jupri: Sekarang udah ga bingung kan? Udah tahu alasannya kenapa banyak jawaban..
klo yang namanya matematikan ato angka aku minta ampun deh
oya….1100 jg bisa…makasih.
wew, seru amet…..!!! w suka…dengan kasus yang di atas…but teka-teki yg dari Ivan_ to w g ngerti dech…
jelasin donk..Plzzzzz… hehehe. makaci….
assalamualaikum semua ape khabar lame tidak berbual
kenape ramai x online Email ades x sedap ar macam ni boring la
oke juga. asyik.
nyedot ilmu boleh kan? untuk refres anak-anak