Ngegombal dengan Matematika

Oleh: Al Jupri

(Peringatan: Artikel ini untuk para pembaca yang sudah berumur di atas 17 tahun. Bagi pembaca yang masih di bawah umur, silakan minta untuk didampingi orang tua! :mrgreen: Tapi, yang jelas, isi artikel ini bukanlah hal-hal yang berbau mesum. Tidak berisi hal-hal yang berbau porno. Tidak pula berisi gambar-gambar seronok, bugil, menantang, atau yang lainnya. Artikel ini, sebagiannya berisi cerita yang diangkat dari kisah nyata. Karena itu saya ucapkan terimakasih pada pihak-pihak yang telah mengijinkan cerita ini untuk dibuat. Dan, saya berharap semoga cerita ini bermanfaat! :D )

“Kang, gombal itu apa sih artinya?”

Itulah pertanyaan yang dulu pernah terlontar dari adik kecil saya. Satu pertanyaan sederhana yang bagi saya tak mudah untuk menjelaskannya. Tak mudah karena adik saya masih anak-anak, belum remaja.

“Ah, nanti juga kamu bakalan tahu,” begitu jawab saya waktu itu.

Mendapat tanggapan seperti itu, adik saya makin penasaran. Dia terus saja bertanya, merengek ingin tahu arti dari gombal itu apa. Tak mendapat jawaban dari saya, dia tak putus asa, kemudian bertanya ke teteh saya. Entah, apakah teteh saya menjawabnya atau tidak, saya tidak tahu waktu itu.

Sebetulnya mudah saja saya menjawab arti dari kata gombal itu. Gombal, menurut yang saya pahami, artinya perkataan yang “sedikit bohong” berupa rayuan seorang laki-laki pada seorang wanita atau sebaliknya. Rayuan itu biasanya berisi kata-kata manis untuk menyenangkan hati seseorang yang digombali.

Perkataan “sedikit bohong” jelaslah kualitatif sifatnya! Saya belum tahu kuantitas dari kata “sedikit” itu. Karena itu, saya tidak tahu apakah definisi tadi bernilai benar atau tidak. Walaupun begitu, setidaknya, saya sudah mengutarakan apa yang saya pahami. Mungkin para pembaca punya pengertian lain dari kata “gombal” itu. Silakan beri tahu saya! :D

Bila suatu hari nanti, saya ditanya ulang tentang arti dari “gombal”, insya Allah dengan senang hati saya akan menjawabnya. Tetapi saya lebih suka menjawabnya bukan dengan langsung memberi definsi seperti yang sudah dikemukakan tadi. Saya ingin menjawabnya dalam uraian cerita pendek seperti berikut ini. Dengan cara ini, walau sedikit bertele-tele, mudah-mudahan mempunyai nilai lebih ketimbang hanya memberi artinya secara langsung.

Cerpen: Al Jupri

Alkisah, ada dua orang yang saling bersahabat, Tom dan Alvi. Mereka berdua adalah mahasiswa dan mahasiswi yang saling berteman baik sejak mereka masuk kuliah. Alvi adalah seorang mahasiswi yang sangat cerdas, pintar, baik, dan cantik lagi. Dikatakan cerdas dan pintar, setidaknya dapat dilihat dari indeks prestasinya yang selalu di atas 3,5 (alias cum laude). Dikatakan baik karena prilaku kesehariannya memang baik dan disukai banyak orang. Dan secara fisik dia memang cantik (setidaknya karena dia adalah seorang perempuan. :mrgreen: ).

Karena cerdas, pintar, baik, dan juga cantik, tak heran banyak mahasiswa yang mengejar-ngejar untuk mendapatkan cinta dari si Alvi itu. Dari sekian banyak, ada seorang mahasiswa yang paling gigih, seperti sangat serius untuk mendapatkan cintanya. Sebut saja nama mahasiswa yang ngejar-ngejar itu Jerry.

Alvi bingung, apakah dia akan menerima cinta Jerry atau tidak.

Walau Alvi punya beberapa teman wanita yang akrab, tapi dia jarang bercerita tentang masalah pribadinya pada mereka. Alvi lebih suka curhat alias berbagi cerita pada teman dekatnya, si Tom.

“Tom, tuh si Jerry masih ngejar-ngejar saya! Saya bingung mau nerima atau engga,” begitu kata Alvi bercerita ke si Tom.

“Lha, kamunya suka engga sama dia?” tanya Tom.

“Engga tahu ya, saya ragu,” lagi Alvi berkata dalam kebimbangan.

“Ragu gemana?” tanya si Tom lagi, berusaha menjadi teman curhat yang baik. :D

“Dred, dred, dred, dred,…,” suara ponsel Alvi bergetar menerima SMS.*

“Tuh, si Jerry kirim SMS lagi,” kata Alvi pada Tom.

“Apa isinya?” tanya Tom.

Alvi pun tak ragu memberi tahu isi SMS-nya ke si Tom. Entahlah si Tom tak tahu kenapa si Alvi mau memberi tahu hal yang bersifat pribadi padanya. Apakah mungkin karena si Alvi mengganggap Tom sebagai sahabat dekatnya?

“Isinya: I miss u,” kata Alvi.

“Ah gombal tuh! Jangan percaya!” begitu kata Tom dengan tegas.

“Masa sih? Dia biasa kok tiap kirim SMS sering bilang gitu,” kata Alvi memberi penjelasan.

“Mmmmmh, iya sih, emang gombal sepertinya. Tapi, saya ga suka lelaki yang tukang gombal!” lagi kata Alvi.

“Tapi, perempuan kan seneng digombalin?” begitu kata Tom dengan sedikit menggoda.

Alvi hanya tersenyum. :D

Kemudian mereka terus saja ngobrol kesana kemari. Hingga mereka ngobrol dan berdiskusi tentang tipe wanita (sebagai istri) idaman Tom dan juga tipe pria (sebagai suami) idaman Alvi.

“Wanita pilihan yang bakal jadi istri kamu seperti apa Tom?” tanya Alvi.

“Hmmmh… apa ya?” Tom berfikir.

“Yang pertama, harus seiman dengan saya, ” begitu kata Tom (sok religius).

“Mmmh, kalau cantik nomor berapa Tom?” tanya Alvi.

“Ya, nomor berapa ya? Mmmh… masuk empat besar deh!” begitu kata Tom sambil ketawa. :D

“Terus apalagi kriterianya?” tanya Alvi lagi. Kemudian dengan sedikit berpikir, Tom menyebutkan kriteria-kriterianya.

“Kalau saya sih ingin punya suami yang…” begitu kata Alvi sedikit tertahan, mungkin dia berfikir.

“Laki-laki yang beriman, teguh, good, smart…” Alvi melanjutkan kata-katanya.

“Apalagi?” tanya Tom.

“Dan berani menghadapi tantangan hidup bersama saya!” ujar Alvi dengan bangga.

Sebetulnya, di hati kecilnya, Alvi menyukai Tom. Alvi diam-diam mengagumi si Tom, seorang mahasiswa yang bisa dibilang punya sedikit banyak prestasi juga. Makanya dia bertanya begitu, bertanya kriteria wanita idaman. Mungkin begitu juga dengan Tom, dia pun menyukai si Alvi.

“Wah, saya ga masuk kriteria kamu dong kalau gitu?” kata Tom sambil senyum becanda. :D

“Emang mau daftar? Belum dibuat formulirnya!” kata Alvi dengan sedikit ketus.

“Engga ah, ga jadi daftar! Takut ditolak! Daripada ditolak, mendingan engga daftar sekalian!” kata Tom sambil tertawa hahahaha… :D

Terjadi perbincangan hangat, sedikit saling ledek dan becanda.

“Beruntung ya laki-laki yang bakal mendapatkan cinta kamu?” begitu kata Tom ke Alvi.

“Kenapa Tom?” Alvi pura-pura bertanya ingin tahu.

“Ya iya laaaah, kamu tuh udah pinter, cerdas, baik, cantik lagi!” ujar Tom dengan jelas.

“Ah masa sih?” Alvi tersipu malu.

“Kayaknya, kriteria wanita idaman saya terpenuhi semua deh sama kamu,” kata Tom pada Alvi (sambil tersenyum :D ).

Hati Alvi makin berbunga-bunga, hidungnya kembang kempis, serasa terbang mendengar kata-kata Tom.

“Tapi sayang, kriteria kamu terlalu tinggi! Saya…,” begitu kata Tom pura-pura menyesal. :D

“Ya, itukan idealnya! Kalau ga ada yang ideal, ya saya terima deh yang mendekati ideal,” jelas Alvi dengan tegas (yang sebetulnya menutupi perasaan senangnya sekaligus menginginkan si Tom. :mrgreen: )

Kemudian Alvi kembali ke pembicaraan awal.

“Mmmh, jadi gemana nih Tom? Terima ga nih si Jerry?” tanya Alvi memancing si Tom.

“Gemana ya? Ya terserah kamu….,” jawab Tom agak datar dan hatinya sedikit kesal (mungkin karena sedikit cemburu). :D

“Tiap hari tuh, si Jerry selalu bilang cinta and rindu sama saya. Bilang miss u lah, bilang I love you pula, ah pokoknya romantis terus deh,” begitu cerita Alvi pada Tom.

“Hmmmh…, ah kamu ini gemana sih? Kata-kata seperti itu kan biasa. Cuma gombalan biasa! Gombalan yang ga bermutu!” ledek Tom pada Alvi.

“Emang kamu bisa ngegombal?” tanya Alvi spontan.

Mendapat pertanyaan itu Tom senyum-senyum dan kemudian tertawa. Hahahahahaha… :mrgreen:

“Kalau saya yang ngegombal, yang jelas gak akan seperti si Jerry! Dan tentunya lebih hebat!” begitu kata Tom dengan percaya diri.

“Coba gemana cara kamu ngegombal?” pinta Alvi.

“Mmmmh…” Tom masih diam.

“Ah kamu ga bakalan bisa ngegombal! Bisanya cuma matematika doang…” ledek Alvi pada Tom.

“Hahahahahahaha…. kamu tuh ga nyadar yah! Dari tadi tuh banyak lho kata-kata saya yang ngegombalin kamu,” begitu kata Tom keceplosan. :mrgreen:

“Dek!” Alvi kaget.

Kemudian Alvi ngamuk-ngamuk ke Tom. Teringat segala ucapan kata-kata Tom yang barusan.

Singkat cerita, Alvi sedikit kesal dan marah ke si Tom. Diam! Ga mau bicara ke Tom.

Si Tom berusaha mengajak ngobrol lagi. Tetapi si Alvi tetap diam, jutek. Segala kata-kata dikeluarkan, tetap saja si Alvi diam.

Kemudian Tom berpikir. Mencari cara agar bisa kembali membuka obrolan dengan si Alvi.

“Maaf ya yang tadi,” dengan lembut Tom mulai mengajak bicara Alvi, walau dia tetap diam.

“Ya, walau kata-kata saya yang tadi banyak gombalnya. Tapi…” Tom mulai mengeluarkan jurus ampuhnya.

“Tapi, gombalan saya itu ga semuanya bohong kok,” Tom berusaha menetralkan suasana.

Si Alvi lagi-lagi masih diam.

“50% gombalan saya tadi itu jujur kok! 25% setengah jujur, dan 25% nya lagi itu baru cuma buat nyenengin kamu doang,” begitulah kata-kata ampuh yang dikeluarkan Tom.

“Aaaaaaah, kamu gombal lagi nih! Ga ah, ga percaya! Kamu gombal lagi kan?” Alvi mulai terpancing bicara walau masih sedikit marah.

“Duh, kamu ini gemana sih. Itukan penjelasan saya, masa ga percaya sih?” kata Tom yang berharap Alvi mempercayainya.

“Dasar kamu itu yah! Ngegombal aja pake persentase!” Alvi masih marah.

“50% kata-kata saya tadi jujur kok, serius!” Tom meyakinkan.

“Udah ah jangan gombal terus!” Alvi pura-pura kesal (walaupun hatinya senang. Senang juga karena si Tom jujur bahwa dia baru saja ngegombalin dia. “Cara ngegombal yang aneh,” begitu yang ada di pikiran Alvi. Hatinya tersenyum.)

Singkat cerita, akhirnya, mereka berdua baikan lagi deh. Alvi mempercayai kata-kata Tom.

(Padahal mungkin Tom hanya bersilat lidah untuk memperbaiki kesalahan yang dia buat barusan. Kesalahan karena mengaku menggombali teman baiknya. Ya, si Tom mungkin hanya berkelit dari blunder yang sudah dilakukannya.)

======================================================

Cerita ini bisa bersambung, bisa juga berhenti di sini! Tergantung keadaan. Ya, tergantung keadaan, apakah pihak-pihak yang diceritakan dalam cerpen ini masih bersedia atau tidak ceritanya ditulis di sini. Saya sendiri belum tahu kelanjutan ceritanya bakal seperti apa. :D

Ya sudah segitu saja ya perjumpaan kita kali ini. Mohon maaf pada para pembaca setia blog ini, baru hari ini saya bisa meng-update blog ini lagi. Semoga tidak kapok untuk balik ke sini. Sampai jumpa di artikel berikutnya. :D

Oh, iya. Sebagai latihan, coba cari perkataan Tom mana saja yang termasuk menggombali si Alvi! Tentukan pula prosentase gombalan si Tom itu! Apakah benar komposisinya 50% jujur, 25% setengah jujur, dan 25 % buat nyeneningin doang? :mrgreen:

======================================================

Catatan: *SMS = Short Messages Service

About these ads

32 Comments

Filed under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Iseng, Matematika, Matematika SMP, Menulis, Pembelajaran, Pendidikan, Renungan, Sastra

32 responses to “Ngegombal dengan Matematika

  1. Menurut kamus, gombal itu mempunyai 2 arti *halah* , (1) kain yang sudah tua (sobek); dan (2)
    (percakapan) bohong; omong kosong: rayuan –;
    Nah, gom·bal·an (nomina) ucapan yg tidak benar, tidak sesuai dng kenyataan; omongan bohong: ~ developer yg berbahaya adalah beredarnya berbagai brosur yg menawarkan kondominium dan perumahan supermewah.
    eh, tokoh si jerry tadi saya kira si jupri, hehehehe :lol: ternyata, bukan, yak? hehehehe :lol: *bercanda loh, pak. *
    BTW, setahuku beberapa bulan yang lalu, si Tom tuh masih anak-anak, ternyata si Tom sekarang sudah jadi mahasiwa, yak!
    __________
    Al Jupri: Terimakasih Pak info tentang arti gombalnya. Sekarang jadi tahu deh, lengkap.

    Berarti, definisi yang saya kemukakan tadi, tidak salah kan Pak? :D

    Hehehehe… si Tom pada cerita sebelumnya memang masih anak-anak. Sedangkan si Tom yang di sini sudah dewasa (mahasiswa). Alasanya: karena nama-nama orang yang terlibat di cerita ini minta disamarkan, makanya saya pake nama si Tom. Lagi pula karena ada unsur matematikanya. :D

  2. Ha ha berkembang ya, perenungan istirahat mengisi blog ini ya. Selamat memberi pencerahan kembali. Salam dari tanah Air.
    _________
    Al Jupri: Terimakasih Pak. :D Salam juga… :D

  3. Kalau menurut pengalaman saya sih, kalau cewek udah jatuh cinta apalagi kalau udah percaya sama sang cowok, biar digombali gimanapun rasanya seperti diberi gombal yang mahal! emang ada ya gombal yang mahal?? :mrgreen:

    Prinsipnya sih cewek kalau udah kepincut sama cowoknya biar gombalpun diterima daripada tidak mendengar suaranya sama sekali! Namanya juga cewek! Huehehehe……

    **kabur sebelum ditimpukin gombal bakiak sama cewek2** :mrgreen:
    __________
    Al Jupri: Iya betul Pak! Cewe itu pada dasarnya seneng kok digombalin sama kekasihnya. Asal ngegombalinnya ga keterlaluan. :D

    Cewe-cewe, buruan timpukin tuh Pak Yari pake sandal bakiak rame-rame…. !!!! Hahahahahahahaha :D :mrgreen:

  4. hmmm….
    gombal tu bahasa Indonesianya kain. nah kain tu juga bermacam-macam. da kain pel, kain lap, dsbnya, mpe da juga kain sutera. ternyata gitu juga dengan gombal (dalam definisi diatas), da juga tingkatannya… lo yang ngegombal ahli matematika, nilainya pasti beda. bisa jadi gombal sutera (dan Tom pun mulai senyum-senyum, da yang memuji kehebatanya ngegombal, he.. ).
    ________
    Al Jupri: Engga ah, ga senyum-senyum kok. Cuma ketawa aja… hahahahahahahahahahaha… :D :mrgreen:

  5. suer deh.. gaya bahasanya unik dan benar benar bebass.. aku suka bangget tuh ma cerita yan beginian.. singkat… tapi mudah dicerna…

    eh ya… aku juga suka nge gombal.. bayangin aja kalau cowok gak bisa nge gomball… pasti ditinggalin ma ceweknya … iya gak

    *kabur*
    _____
    Al Jupri: Suer nih? Terimakasih kalau begitu ya…. :D

    Iya sih, kalau ga bisa ngegombal dikiranya serius terus. Hahahahahaha.. cewenya bisa bosen… :D

  6. cK

    kata-kata gombal yang diucapkan Tom:
    1. “Beruntung ya laki-laki yang bakal mendapatkan cinta kamu?”
    2. “Ya iya laaaah, kamu tuh udah pinter, cerdas, baik, cantik lagi!”
    3. “Kayaknya, kriteria wanita idaman saya terpenuhi semua deh sama kamu,”

    Bener ga? :-?

    *asal nebak*
    ________
    Al Jupri: Hehehehehehe…. wah pengalaman nih Chik? Sering digombalin ya? Kok tahu kata-kata gombal si Tom? :D :mrgreen: Tapi sayang, masih belum lengkap. Masih banyak kok kata-kata gombal yang lainnya. :D

  7. Pak .. itu kisah nyata yang dialami bapak sendiri yang dikemas menjadi si Tom atau teman bapak ya?? .. Koq, kalimatnya detail banget?? emang bapak hadir ya saat mereka berdialog?? :lol: :lo: :lol:

    *ngumpet, biar ga ditimpuk mathematicse*
    _________
    Al Jupri: Bukan saya , itu cuma kisah setengah nyata (setengahnya lagi cuma ngarang… hahahaha.. :D).

    Kalimatnya terlalu detil banget ya? Ah itu cuma ngarang aja kok Pak! :D Saya sih ga hadir pas kejadian, cuma ada yang cerita aja ke saya… hahahahahaha… :D

    *Siap-siap nyari Pak Erander/bang Eby buat ditimpukin… *

  8. Lama banget pak ga posting. Saya bolak balik kesini, belum update, eh pas update .. saya pikir gombal pake rumus matematika atau itung2an gitu .. ah, tahunya bapak curhat ya??

    Tenang aja pak .. banyak koq jurus buat nge-gombal. Bapak sudah tahu kan teman2 blogger yang jago nge-gombal?? jadi bisa minta advis mereka buat menaklukan pujaan hati bapak itu.
    ______________
    Al Jupri: Ah, males nanya-nyanya ke blogger lain mah. Apalagi yang masih jomblo (ga percaya!) :D :mrgreen: . Mendingan minta advis aja sama Pak Erander deh.. ditunggu advisnya… :D

  9. adipati kademangan

    ini bukannya ngomong in blogombal.org kan
    *semoga paman tyo yang duwitnya meteran itu nggak tahu :) *
    _________
    Al Jupri: Engga kok. Sama sekali engga! Silakan baca dunk isi tulisan ini… :D Ketahuan ga bacanya nih… :D

  10. Udahlah, pake fuzzy aja. He he he.
    __________
    Al Jupri: Coba dong Pak ceritain ke saya tentang fuzzy-nya. :D

  11. akhirnya di update juga !!!
    udah lama bolak-balik tempat ini, selama itu pula saya masih dicengirin sama om Gusdur :D

    my analysis :
    kandungan matematika dalam cerita ini hanya 25 %, cinta 50 %, 25 % sisanya undefined :D

    tapi alurnya sungguh menarik . sy senyum2 sendiri lihat kelakuan Tom & si Alvi. emang kita jg waktu sekolah pada suka gitu kok.
    kg.Jupri, sy request tulisan ttg regresi dong.
    like : bgmn meramal dgn regresi.

    salam semangat dari Indonesia !
    __________
    Al Jupri: Iya nih baru bisa diupdate lagi. Maklmum sok sibuk… :D

    25% yang undefined tuh apa aja? :D

    Wah berarti karangan ttg cerita Tom and Alvi mewakili kejadian nyata juga ya… :D

    Tentang regresi ya? Iya, saya pernah belajar dulu. Lupa-lupa ingat (dua kali nulis kata lupa, sekali nulis kata ingat. Wah berarti banyak lupanya! )

    Kalau yg regresi linear sih sepertinya bisa dibaca untuk pembaca umum, tapi kalau yang nonlinear susah sepertinya.

    *Mikir, bisa ga ya saya nulis tentang itu? *

    Ok salam juga dari sini… :D

  12. Abied

    Yang kemarin shalat tarawihnya pake persen, ini juga persen, ntar apalagi yang dipersen pak? :mrgreen:
    Postingannya ditunggu, lamaaaa banget dari kemarin, ternyata muncul juga.
    Eh, info Pak, saya sekarang pindah ke http://www.meetabied.wordpress.com
    Mencari kepuasan di wordpress. Moga kita bisa makin mudah berbagi, kalo koment di blogger agak sulit. Makanya pindah.
    ________
    Al Jupri: Mau dipersen?

    Nah gitu dunk pindah ke WP, biar enak ngomennya… :D

  13. Pak, kalo meramal dengan regresi tingkat kebenarannya berapa persen? Pas dulu saya ikut Lomba Karya Ilmiah, ada yang ngangkat tema tentang meramal penyakit apa… gitu dengan regresi. Komentar para juri cuma, “Kamu ko’ berani ngeramal-ngeramal begitu? Mau nyaingin Mama Lo*** ato Ki J**o B**o?”
    __________
    Al Jupri: Berapa persen ya? Mmmh saya belum tahu euy…

    Mungkin jurinya ga ngerti kali ya? :mrgreen:

  14. Man is man..

    *ngeloyor pergi… ciao*
    _______
    Al Jupri: :D *kok pergi sih…? :D *

  15. mire

    yah, begitulah cowok,,,,
    bisanya ngegombal terus,,,,
    tapi biar begitu, cewek kok gak pernah kapok di gombalin terus ya?????????????
    emang udah sifatnya kali ya,
    suka mendengar hal yang baik-baik tentang dirinya
    meskipun isinya cuma 5% benarnya.
    ___________
    Al Jupri: Ini dia pengakuan seorang cewe… :D

  16. Mendefinisikan sesuatu dalam % itu sangat membantu kita lho …
    salah satu manfaatnya : memudahkan kita dalam mengambil suatu keputusan.

    ex:
    “rakyat indonesia yg mampu bersekolah s.d SMU hanya 25%”.
    artinya : Pendidikan kurang diperhatikan di Indonesia.

    “rakyat miskin indonesia masih berjumlah 45%”,
    artinya : berarti kebijakan ekonomi INA masih belum jelas.

    “Hanya 5% dari total jumlah Lulusan indonesia yg belajar di luar negeri bersedia kembali ke tanah air”
    artinya : Ilmuwan kurang bgitu dihargai.

    dsb^2

    __________
    Al Jupri: Wah hebat nih implikasinya…. mungkin kemampuan membuat implikasi seperti ini perlu bagi seorang pejabat pemerintah… :D

  17. Kayaknya pengalaman sendiri, ya? Tp dulu (sekali) kamu ga pernah nggombal ah! Apa ada yg berubah?
    Al, cinta memang hrs diungkapkan. Kadang dg lisan juga perbuatan. Pernah? ditolak? Cewek kelewatan tuh yg nolak kamu mah. Di mana rumahnya? Biar saya yg marahin….he he
    __________
    AL Jupri: Hehehe.. :D Iya Pak, cinta memang perlu diungkapkan, ga baik kalau dipendam terus… :D Kalau cewe yang nolak saya banyak, mau ga Pak ngedatengin semua? :mrgreen:

  18. ….mau ngopi dulu di warung sendiri :)

    Math, kenapa 25%, 25%, 50%? Kenapa nggak pake prinsip Pareto aja? 20-80 sekalian jujur dan tidak jujur aja pilihannya… karena toh setengah jujur=absolut tidak jujur, tidak ada probabilitas setengah jujur=jujur kan?

    cheers!
    __________
    Al Jupri: Ya namanya juga ngegombal… :D :mrgreen: :D

  19. sambil ngrokok, baca2 artikel ini.. senyum2 sendiri.. ah, kok jadi ngelamun yang nggak2 ya.. hehehehehe
    ____________
    Al Jupri: Ngelamun apaan nih… :D

  20. Abied

    Kata Dosen Statistik saya, mahasiswa matematika itu sangat monoton dalam bercinta. Katanya gak bisa gombal, gak bisa ambil hati perempuan dengan kata-kata. Makanya mungkin dengan notasi matematika seperti yang Bapak berikan mahasiswa yang berjurusan matematika bisa lebih pinter cari cewek.
    Wah, ntar kalau ada yang gunakan jurus ini Bapak sudah jadi guru mereka dong. :lol:
    Bapak sendiri sering gombal dengan matematika gak ma “Beliau”? :P
    _________
    Al Jupri: Masa sih? Orang yang bergelut di matematika pinter-pinter lagi klau ngegombal. :D Kata-kata mereka, sering tak terduga…

    Mungkin yang dikatakan dosen statistika itu pengalaman pribadinya kalii… :D

  21. Ane nikmatin cerfennya saja, gak ikutan ngitung prosentase-na… Tugas statistik minggu juga udah bikin mumet… :mrgreen:
    _______
    Al Jupri: Selamat menikmati… :D

  22. Woops! I am too serious :)

    * balik lagi ah ke warung sendiri*
    ____
    Al Jupri: I am really serious…. :D :mrgreen:

  23. Iya, ya Pak. Mungkin pengalaman Pribadi.
    Buktinya, Pak Jupri yang tahu banyak matematika aja dah merasa pinter ngegombal dengan matematika.
    Pengalaman pribadi juga ya? :oops:
    __________
    Al Jupri: :D

  24. Afwan Pak, akhir-akhir ini dimana-mana saya lihat lagi panas-panasnya bahas masalah cinta. Mungkin karena lagi musim valentine. Makanya gitu!
    Eh, Bapak sendiri ngikut acara valentine gak?
    Kalau saya, setiap hari penuh kasih sayang. :lol:
    ________
    Al Jupri: Engga dunk, ga ikutan…. haram… :D

  25. Abied

    Hehehe … haram ya?
    Samma dong. Saya takut Begituan. :mrgreen:

  26. Waduh..waduh..harus belajar matematic lagi nih?! biar dapet cwek cantik, pinter !!

    ^Susah jadi manusia^
    _____
    Al Jupri: Hahahahahaha… mudah-mudahan sukses.. :D

  27. hehehe baru nyadar gua lulusan matematika,tapi ngegombal ngga selalu pake data statistik
    _______
    Al Jupri: Kalau ga selalu, berarti pernah dong… :D

  28. Mega

    Ngegombal ga hanya kerjaan cowok aja loh...aku aza suka ngegombalin  cowok haahaa…hayoo..
    ________
    Al Jupri: Hahahahahahaha… ngaku juga ya… cewe juga suka ngegombal tuh… kirain cuma cowo aja yang jujur mengakui kegombalannya… :D

  29. haha.. bodor!
    ______
    Al Jupri: :D

  30. baslouma

    p s s s s s s s s s s sttttt,,,,,,,,,,,

    COWOK paling sering begitu sama cewek !!!!!!!

    apakah yang sperti ne namanya G O M B A L?????

  31. Bang Jé

    Seru Bang Ceritanya, boleh ga di copy buat dimasukkin diblog. Kalau ceritanya bersambung di beritahu ya

  32. Anonymous

    tomo

    wah itu yg dipake namaku n nama temenku eg….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s