Oleh: Al Jupri
Siapa sih yang tak kenal Gus Dur? Saya percaya Anda tentu mengenalnya. Nama asli beliau adalah Abdurrahman Addakhil, yang artinya “Abdurrahman sang penakluk”. Namun demikian, beliau lebih dikenal dengan nama Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Beliau ini adalah kyai kharismatik dari salah satu ormas Islam terbesar di tanah air, Nahdatul Ulama (NU). Selain pernah menjabat sebagai ketua umum PBNU, beliau juga pernah mendiami istana negara sebagai presiden RI yang keempat.
Saking kharismatiknya beliau ini, banyak sekali orang yang simpatik padanya. Faktanya banyak orang yang mengidolakannya, baik dari kalangan intelektual ataupun rakyat biasa. Namun demikian, banyak juga orang yang tidak menyukainya. Mereka yang tak suka itu karena mereka menganggap Gus Dur adalah sosok yang plin-plan. Perkataannya seringkali berubah-ubah alias tidak konsisten. Sehingga membuat orang lain kebingungan.
Gus Dur tetaplah Gus Dur. Terlepas apakah dia disuka ataupun tidak, saya yakin, siapapun Anda akan suka bila mendengar atau membaca humor yang dibuatnya. Termasuk saya. Ya, saya termasuk orang yang menyukai humor-humor buatan Gus Dur ini. Saking sukanya saya terhadap humor buatannya, saya pernah menulis artikel yang judulnya: Cara Gus Dur Bikin Lelucon.
Nah, kali ini saya akan mengajak Anda untuk menikmati salah satu humor buatan Gus Dur*. Ya, tentunya humor spesial tentang matematika, seperti berikut ini.
Suatu hari, di bulan Ramadhan, Gus Dur bersama seorang kyai lain (kyai Asrowi) pernah diundang ke kediaman mantan presiden Soeharto untuk buka bersama.
Setelah buka, kemudian sholat maghrib berjama’ah. Setelah minum kopi, teh dan makan, terjadilah dialog antara Soeharto dan Gus Dur.
Soeharto: “Gus Dur sampai malam di sini?”
Gus Dur: “Engga Pak! Saya harus segera pergi ke ‘tempat lain’.”
Soeharto: “Oh iya ya ya… silaken. Tapi kyainya kan ditinggal di sini ya?”
Gus Dur: “Oh, iya Pak! Tapi harus ada penjelasan.”
Soeharto: “Penjelasan apa?”
Gus Dur: “Sholat Tarawihnya nanti itu ‘ngikutin’ NU lama atau NU baru?”
Soeharto jadi bingung, baru kali ini dia mendengar ada NU lama dan NU baru. Kemudian dia bertanya.
Soeharto: “Lho NU lama dan NU baru apa bedanya?”
Gus Dur: ” Kalau NU
barulama, Tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat.”Soeharto: “Oh iya iya ya ya… ga apa-apa….”
Gus Dur sementara diam.
Soeharto: “Lha kalau NU baru?”
Gus Dur: “Diskon 60% !”
Hahahahahaha…. (Gus Dur, Soeharto, dan orang-orang yang mendengar dialog tersebut pun tertawa.)
![]()
Gus Dur: “Ya, jadi sholat Tarawih dan Witirnya cuma tinggal 11 rakaat.”
Soeharto: “Ya sudah, saya ikut NU baru aja, pinggang saya sakit.”
Ketika saya mendengar humor tersebut, sungguh saya tertawa, terpingkal-pingkal. Bagi saya ini merupakan humor yang lucu, cerdas!
Setelah puas tertawa-tawa, saya tertarik untuk menuliskannya di sini. Kenapa? Ya, karena kali ini ketika membuat humor, Gus Dur dengan canggih menggunakan matematika. Secara luwes beliau menggunakan konsep persen** dalam humornya.
Mmmmmmmmmm…. (Saya berpikir)
Apakah benar
rakaat setelah didiskon
% menjadi
rakaat?
% dari
rakaat adalah:
. Karena rakaat sholat itu haruslah penuh, maka kita ambil
.
Sehingga, rakaat sisanya adalah
.
O, ow… ternyata apa yang dikatakan Gus Dur tidaklah tepat. Apa yang dikatakannya hanyalah berupa perkiraan saja. Ya, hanya berupa kira-kira dengan menggunakan kuantitas matematika.
Tetapi, walaupun begitu, perkiraan yang dilontarkannya sungguh luar biasa! Luar biasa karena perkiraannya tidaklah melenceng terlalu jauh. Kuantitas 60% merupakaan perkiraan yang bisa dibilang sangat baik.
Yaaaaaaaaa, namanya juga perkiraan! Melenceng sedikit sih, asal ga terlalu jauh, ga apa-apa. Gitu aja repot! Hahahahahahaha…
=======================================================
Ya sudah segitu saja ya perjumpaan kita kali ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya. Dan yang penting mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya. Amin.
=======================================================
Catatan:
*Humor ini saya tulis kembali dari acara kongkow bareng Gus Dur, yang saya saksikan lewat dunia maya ini.
** Pembahasan tentang persen bisa dilihat di artikel: Arti dari Persen.
Gambar diambil dari: http://www.nndb.com/people/910/000111577/gus-dur-1.jpg, 26 January 2007, 9:33 PM.
28 Comments
January 26, 2008 at 11:18 pm
vertamax lagiiiii! Huehehehe….!!
January 26, 2008 at 11:28 pm
Pertama: Itu ada salah cetak ya??
Seharusnya baris pertama itu:
Gus Dur: ” Kalau NUlama, Tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat.”
begitu ya??
Yang kedua kenapa Gus Dur nggak bilang diskon 50% ya?? Kalau 50% kan berarti tinggal 11.5 lebih dekat ke 11 kan?? Lagipula lebih mudah memperkirakan 50% daripada 60% kan? Hehehe….
….. duh malu nih salah ketik, ga teliti… aneh kok bisa salah ya? Hahahahahaha…
___________
AL Jupri: Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Pak Yari benar, terimakasih nih atas koreksiannya, udah saya perbarui tuh..
January 27, 2008 at 12:31 am
mungkin beliau termasuk orang yang menganggap diskon 60% adalah diskon 40% + 20%
23 didiskon 40% menjadi (0,6*23) = 13,8
13,8 didiskon lagi 20% menjadi (0,8*13,8) = 11,04
jadi semakin mendekati angka sebelas.
berarti beliau canggih banget ya?
hehehe….
PS : Pak Jupri chatting terus ama Pak Yari nih, curang, jadi beliau terus yang bisa pertamax….
_________
Al Jupri: Terimakasih nih, sepertinya begitu. Kita tanya Gus Dur yuk? Ah engga, ga chat kok..
January 27, 2008 at 3:06 am
sepakat dengan bung yari, yang bener menurut konteksnya memang begitu, hehehehehe
Gus Dur memang sosok kharismatik di mata pengagumnya. meski demikian, banyak juga yang tidak bisa mengikuti jalan pikiran Gus Dur yang progressnya melebihi konteks zamannya. pikiran gus dur itu konon visioner, selalu melompat ke situasi beberapa tahun yang akan datang. itulah sebabnya banyak pernyataannya yang memancing kontroversi. jadi ingat ketika gus dur tergusur dari istana pakek celana pendek. menurut hemat saya, itu sebenarnya simbol pembelajaran yang luar biasa bagi bangsa ini. yup, ketika keluar istana, gus dur tampil polos, lugu, dan sederhana, untuk menunjukka bukti bahwa jadi seorang kaisar atau raja tidak mesti harus tampil mewah dengan segala atribut kebesarannya. *halah*
_______
Al Jupri: Memang betul Pak. Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa pemikiran Gus Dur memang jauh melompat ketimbang orang lainnya. Sehingga sukar dipahami maksudnya.
Btw, saya juga sempat nyaksikan ketika Gus Dur dipaksa lengser…., Gus Dur waktu itu bikin dekrit presiden segala.. tapi ga laku…
January 28, 2008 at 5:42 am
ini benar dialog antara Gus Dur dengan Alm. Pak Harto atau cuma fiksi pak?
BTW saya juga lebih suka tarawih+witir yang cuma 11 rakaat
_______
Al Jupri: Yang saya tulis berdasarkan apa yang diceritakan oleh Gus Dur, di acara Kongkow bareng Gus Dur.
January 28, 2008 at 7:47 am
Innalillahi wainna ilaihi rajiun
ikut berduka cita atas meninggalnya mantan presiden Suharto
telat ya?
ga kok
hari berkabungnya kan 7 hari.
pak ne sebenernya mo cerita Gus Dur pa pak Harto?
pa matematika?
pa semuanya?
he …
______
Al Jupri: Inna lillahi wainna ilaihi rajiun.
Saya menulis artikel ini tanggal 26 January 2008, dimulai sekitar jam 8:30 Waktu Belanda (atau sekitar jam 2:30 pagi Waktu Indonesia Barat, atau sekitar 11 jam sebelum Pak Harto meninggal). Jadi tulisan ini, bukan bermaksud menulis yang bukan-bukan tentang Pak Soeharto atau Gus Dur.
Saya juga kaget, beberapa saat setelah artikel ini dipublish, saya liat di koran online, bahwa mantan presiden Soeharto baru saja meninggal…
Jadi artikel ini dipublish sebelum Pak Soeharto meninggal.
January 28, 2008 at 9:15 am
saya malah lebih suka yang 23 rakaat. bisa bikin kurus wakakakakk…
kalau yang 11 rakaat, biasanya suratnya puanjaaang! kalau yang 23 pendek-pendek jadi lebih cepet. tanya kenapa?
___________
Al Jupri: Berarti Chika
endutlangsing dunk..January 28, 2008 at 12:18 pm
BUGUS BRO… gitu aja kok repot
________
Al Jupri: Terimakasih.
January 29, 2008 at 9:12 am
Ha ha ha … kalau ngelucu, Gus Dur memang jago. Kalau …
______
Al Jupri: Iya…
January 30, 2008 at 2:10 am
gusdur encer bener otaknya
________
Al Jupri: Iya kalau ngelucu…
January 30, 2008 at 10:15 am
Dasar Gus Doerrrr, emang gak ada matinye….
King of Humor-nya Indonesia
http://mydreamvillage.blogspot.com
_________
Al Jupri: Iya, dia emang tukang bikin humor.
January 31, 2008 at 1:40 am
gus dur emang aneh. Di kampungku aja banyak yang mengidolakan Gus Dur.
****
Terlepas dari maslah itu, mestinya sholat terawih yang 23 rakaat gak usah dibikin balapan donk! hampir semua orang yang sholat terawih 23 rakaat sholatnya cepet-cepetan.
______
Al Jupri: Iya ya aneh,..
January 31, 2008 at 6:24 pm
cuma, becandanya memang mesti dicerna dengan tanpa prasangka. kalo belum apa-apa udah pasang kuda-kuda itu yang repot… jadilah muncul kalimat, “…gitu aja kok repot” *halah*
_______
Al Jupri: Iya betul, kalau ga mau repot, cukup bilang “gitu aja repot!”
January 31, 2008 at 9:42 pm
Humornya lucu banget. Aku nggak kebingungan oleh gaya humor Gus Dur. Apakah karena aku juga humoris? Lihat http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/01/21/mengapa-warga-muhammadiyah-bisa-memahami-sikap-gus-dur/
_________
Al Jupri: Humoris engga ya PakShodiq itu?
February 1, 2008 at 1:27 am
Wah, asyik dong kalau shalat tarawihnya dapat diskon. Kalau shalat subuh dapat diskon 50%, berarti sisa satu rakaat dong! Hihih …
_______
Al Jupri: Hihi.. juga
February 1, 2008 at 6:18 am
ad algi pak juprie.. kalo versi NU lama banget.. itu malah naik 40-50% menjadi 33 rakaat.. hahahahaha
________
Al Jupri: Hahahahahahaha..
February 1, 2008 at 11:08 am
________
Al Jupri: Iya.
February 3, 2008 at 1:56 pm
setuju sih, emang gus dur tuh sosok yang penuh kontrifersial, bayangin aja, sekali dia melontarkan komentar, bakalan muncul di media koran, radio, bahkan televisi. apalagi kalau komentarnya tuh komentar yang unik dan cukup nyelekit…
_____
Al Jupri: Bukan Gus Dur kalau ga begitu…
February 3, 2008 at 3:59 pm
emang kok klo gusdur yang bikin humor, tidak semata – mata humor tapi juga mengandung pelajaran yang sangat mendalam, dari sedikit yang ana tangkap bahwa
1. gusdur ingin menyampaikan bahwa orang nu pun banyak yang shalat tarawihnya 11 rakaat
2. bahwa shalat tarawih hanyalah permasalahan furu’iyyah yang sangat boleh dan tidak perlu terlalu diperdebatkan asal masing – masing tau dalilnya dan bisa dipertanggung jawabkan, jadi 11 boleh, 23 juga boleh, berlaku juga untuk semua perkara furu’iyyah, jadi yang gontok – gontokan hanya gara – gara perkara furu’iyyah rugi banget he2 he
___________
Al Jupri: Terimakasih tambahan info dan anlaisisnya.
February 3, 2008 at 6:07 pm
Wah … semingguan nich ngak diapdet
________
Al Jupri: Udah di-update tuh Pak!
February 7, 2008 at 9:41 am
Mas, kalo yang didiskon shalat tarawihnya ya bener tho. NU lama 20 rakaat shalat tarawih + 3 Witir. Diskon 60% jadi 0.4 x 20 = 8. Witirnya tetap 3, jadi 11 jumlah totalnya.
Gus Dur itu memang pintar, makanya bisa jadi Presiden. Ngga ada Presiden Indonesia yang bodoh. Kalo rakyatnya ………..
wah ngga tau deh, soalnya saya juga rakyat Indonesia koq.
_________
Al Jupri: Oh, iya ya. Bener juga kalau begitu. Terimakasih tambahannya.
February 7, 2008 at 6:07 pm
wah, mas iwan kayaknya ada yang salah…’Diskon 60% jadi 0.4 x 20 = 8′ kan kalo tarawihnya saja 60% jadi 0.6×20=12…..
buat mas jupri…be the best yach….^-^….
February 8, 2008 at 5:38 am
hehehe, gimana sih. Kalo diskon 60% berarti tinggal 40%, 0.4. Kalo saya beli baju yang berharga 100 ribu, diskon 60% saya kan tinggal bayar 0.4 kali 100 ribu, 40 ribu.
Ah sudahlah, ngga penting.
February 10, 2008 at 1:28 am
konon….kalau bertemu dengan pelawak, jangankan mendengar humornya….lalu tertawa dan atau tersenyum………tetapi melihat postur figurnya saja kita bisa ketawa……..namun Gus Dur tentu saja bukan pelawak…….
__________
Al Jupri: Iya betul Prof ! Gusdur memang bukan pelawak, tapi kalau bikin lelucon (hampir) pasti orang lain bakal ketawa. Humornya lebih hebat dari pelawak.
February 19, 2008 at 2:14 am
gus dur bisa juga berhitung selain berpolitik waduh bener-bener deh
:d
May 10, 2008 at 6:41 am
aku heran
kenapa mesti gusdur
masih banyak yang lainkan
May 25, 2008 at 9:03 am
Sebetulnya sih nggak perlu seserius itu nanggepinnya, namanya juga humor. Tapi itu humor yg cerdas lho.
Sebetulnya, yg “didiskon” oleh Gus Dur itu bukan sholat tarawih dan witirnya, tetapi sholat tarawihnya saja. Sebab, yg sering jadi perdebatan ini justru di sholat tarawihnya. Misalnya, kalau orang NU menganganggap sholat tarawih yg benar itu 20 rakaat (jadi 23 rakaat kalau ditambah witir 3 rakaat), orang Muhammadiyah menganggap yg benar itu 8 rakaat (jadi 11 rakat kalau ditambah witir 3 rakaat). Karenanya, 20 rakaat didiskon 60% ya jadi 8 rakaat seperti tarawihnya orang Muhammadiyah, atau kalau menurut Gus Dur NU baru…
August 23, 2008 at 9:44 am
lelucon Gus Dur benar diskon 60% x 20 rokaat = 12 rokaat. Jadi NU baru hanya melaksanakan 20 – 12 rokaat atau 8 rokaat.
Atau bisa dihitung setelah didiskon 60% maka NU baru hanya melaksanakan 40% dari 20 rokaat = 8 rokaat