Peluang “Kosong”, Apa Artinya?

Oleh: Al Jupri

Ketika Gus Pur ditanya oleh sekretaris Republik Mimpi Anya Dwinov tentang kabarnya dia menjawab bahwa kabarnya selalu baik. Cuma kabar yang tidak baik itu, katanya, adalah nasibnya PSSI*. Ya nasib PSSI yang dihajar 4-1 oleh Suriah pada pertandingan sepakbola pra-piala dunia 2010 di Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu. Setelah dihajar Suriah, sang pelatih PSSI mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas dinyatakan oleh seorang pelatih profesional. Apa itu?

“Masa pelatihnya ngomong, peluang kita kosong!” begitu kata Gus Pur, menirukan kata-kata Kolev sang pelatih PSSI yang tertulis pada judul berita di harian Tempo 11 November 2007 lalu.

“Tentunya kita nanya. Kalau peluangnya kosong, ngapain sampai sekarang masih kita pakai beliau sebagai pelatih? Gitu aja kok repot!” begitu kata Gus Pur dalam acara Newsdotcom yang saya saksikan lewat dunia maya ini.

Pernyataan Gus Pur tersebut sangatlah menarik untuk diperhatikan. Secara tak langsung dia telah menggunakan prinsip matematika dalam menanggapi pernyataan pelatih PSSI, Ivan Kolev, yang menyatakan bahwa peluang kita “kosong”. Ya peluang untuk lolos ke babak berikutnya pada putaran pra-piala dunia mendatang.

Lalu, secara matematis apa arti dari peluang “kosong” itu?

Kata “kosong” secara matematis bisa diartikan sebagai nol. Sedangkan peluang suatu kejadian itu “kosong” atau peluang suatu kejadian itu nol artinya adalah bahwa kejadian itu TIDAK mungkin lagi terjadi alias mustahil terjadi.

Dalam matematika, peluang suatu kejadian terjadi biasa dinotasikan dengan P(A), sedangkan peluang suatu kejadian tidak mungkin terjadi biasa dinotasikan dengan P(A^c). Bila kedua nilai peluang ini dijumlahkan maka selalu hasilnya 1 (satu). Pernyataan ini ditulis seperti berikut.

P(A) + P(A^c) = 1

Di mana kisaran nilai peluang masing-masing kejadian adalah 0 < P(A) < 1 begitu pula 0 < P(A^c) < 1, dengan syarat P(A) + P(A^c) = 1.

Suatu kejadian yang PASTI TERJADI mempunyai nilai peluang 1 (satu), contohnya kejadian bahwa setiap manusia akan mati. Sedangkan suatu kejadian yang PASTI TIDAK TERJADI mempunyai nilai peluang 0 (nol), contohnya kejadian bahwa ada manusia yang bisa hidup kekal (tidak mati). Sehingga untuk kejadian-kejadian yang tidak pasti terjadi atau tidaknya (alias kita TIDAK tahu kepastiannya), maka nilai peluangnya selalu berkisar antara 0 dan 1, artinya ada peluang untuk terjadi begitu pula ada peluang untuk tidak terjadi.

Karena itu dalam kasus lolos tidaknya PSSI ke babak berikutnya, kita bisa menuliskan begini. Misalkan A = kejadian PSSI lolos; dan A^c= kejadian PSSI tidak lolos. Maka P(A) + P(A^c) =1. Nah, karena dua kejadian ini TIDAKLAH PASTI, maka tidaklah tepat bila kita mengatakan bahwa peluang PSSI lolos adalah nol (ditulis P(A) = 0). Tepatnya 0<P(A) < 1, yakni peluang PSSI lolos itu bernilai antara 0 dan 1, yang berarti bahwa masih ada peluang bahwa tim PSSI kita lolos ke babak berikutnya.

Jadi, bila sang pelatih PSSI menyatakan bahwa peluang kita kosong ini berarti dia menyatakan bahwa peluang bahwa PSSI lolos ke babak berikutnya adalah nol (ditulis P(A) =0). Padahal kejadian lolos tidaknya PSSI itu bukanlah kejadian yang pasti (kita tak dapat memastikannya sebelum kejadian benar-benar terjadi). Sehingga bisa saya katakan bahwa pernyataan dari sang pelatih adalah salah, tidak sesuai konsep peluang dalam matematika begitu pula tidak sesuai konsep keoptimisan dalam kehidupan manusia pada umumnya.

Bisa jadi, pernyataan sang pelatih PSSI itu menunjukkan ketidak-PD-an darinya. Bisa jadi pula menunjukkan rasa pesimis sang pelatih yang berlebihan, rasa pesimis yang keterlaluan. Bahkan (hampir) bisa dikatakan bahwa sang pelatih tidak ada rasa optimis sama sekali!!! Hmmh, tapi bisa jadi pula sang pelatih mengeluarkan pernyataan tersebut karena terbawa emosi kekecewaan atas kegagalan tim asuhannya.

Kalau sang pelatihnya saja sudah tidak yakin, bagaimana dia akan melatih tim asuhannya dengan baik? Bagaimana dia membawa tim asuhannya berhasil? Bila demikian, saya setuju dengan pernyataan Gus Pur di atas, buat apa kita pakai pelatih macam itu? Buat apa mempekerjakan pelatih yang tidak punya rasa optimis, pelatih yang punya rasa pesimis yang keterlaluan!!! Buat apa? Mendingan ganti dengan yang lain! Ucapkan terimakasih banyak pada Kolev atas ilmu yang telah diberikannya. Dan kita persilakan dia pulang ke kampung halamannya, tentunya jangan lupa beri dia pesangon yang layak. :mrgreen: (Tentunya kita sebagai penggemar sepakbola Indonesia kecewa dengan pernyataan sang pelatih tersebut!) :D Setuju?

========================================================

Ya sudah segitu dulu ya perjumpaan kita kali ini, mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya. Amin. Sampai jumpa di artikel berikutnya. :D

Catatan: *PSSI = Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia

About these ads

39 Comments

Filed under Cerita Menarik, Indonesia, Iseng, Matematika, Matematika SMA, Matematika SMP, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sastra

39 responses to “Peluang “Kosong”, Apa Artinya?

  1. Bahasan menarik. Saya paham Pak. Cuman, dalam buku ESQ Power, Ary Ginanjar, mengatakan justru kosong (berserah diri) kepada Allah SWT membangkitkan energi sempurna.

    Laa Illahillah … jua Laa Waulawallakuataillah … dalam rumus, percaya (berserah diri) pada Allah (1), kemudian menyerahkan diri secara total (0), maka hasilnya tidak terhingga. Apakah secara matematika ketemu tu rumusnya?

    Dalam menulis saya mempraktikkan begini: Menulis tidak berpikir, tapi tulis aja apa yang ‘mau ditulis’ lalu bahan-bahan pada gumpul, jadilah tulisan. Dahsyat … kayaknya.

    Ingat teori relativis mBah Einstein, jangan2 ada benar realistiknya. Saya ngak paham tapi kog cocok dengan menulis ala saya. Bukankah dalam fisika, semakin kecil materi energi semakin mencuat?

    Kalau menulis dipikir-pikir, ingin nyerang orang (melibatkan emosi), kog mandeg gitu. Tapi, bila kosong —tanpa beban— tangan saja yang ngak kuat menuliskan apa yang dipikirkan. Ada penjelasan matematikanya ngak Pak?

    A

  2. Maksih Kang Jupri dan Mas Adi … saya semakin doyan yang beginian. Sekali lagi,makasih pencerahannya.

  3. Kalau begitu kita balas……
    Berarti peluang dia untuk meneruskan pekerjaannya sebagai pelatih tim PSSI adalah kosong….
    Biar nyaho manèhna, kok gampang banget sih ngomong peluang kita kosong. Itu sama saja dengan lempar batu sembunyi tangan! :mrgreen:

  4. Haaalaaah…. kok manèhna seh! :D

  5. mcs1103

    Pak Jupri ini… !!! meskipun konsen ke matematik tetep aja masih nyempetin ngupas matematikanya di bola (sepak bola). gimana kapan mau main bola lagi?
    oh iya, saya punya saran (kalo belum dibahas) gimana kalo di-“kupas” tuntas antara nol dan kosong, trus nol antara ada dan tiada, trus “hubungannya” Allah sama nol atau nol sama Allah. dari dulu saya tertarik sama nol.

  6. Mungkin cak Kolev belum mahir dengan bahasa Indonesia…. Jadi perkataannya tidak sesuai dengan yang dipikirkan :)
    Btw, orang yang sering menghitung-hitung peluangnya bisa disebut sebagai si Manusia Probabilitas :D

  7. Kang Jupri, kalau misalnya peluang kemungkinan yang pasti itu diwakili oleh SATU, bisakah kemudian bagi yang tidak percaya itu dianggap NOL. Di sini berarti tingkat kemungkinan itu hanya dimiliki bagi yang percaya saja.
    Bagaimana kepastian sebuah kemungkinan itu bisa diterima oleh semua kalangan.

    Hal lain misalnya, Tuhan itu ada, bagi yang percaya namun bagi yang tidak percaya kemungkinannya masuk ke angka NOL. :)

  8. Kosong sama dengan “pasrah” :)
    Salam dari Perhimpunan Mahasiswa Bandung

  9. little_@

    ini toh pak lanjutan posting tentang hidup=mati, tentang pemisalan2 yang dulu aku buat tapi pak jupri gak se7, bahwa ku bilang hidup dan mati tidak saling berkomplemen. peluang mati adalah 1, dan peluang hidup siapa tahu?
    walah… kok gak nyambung sama tulisan di atas ya komentku? kan sedang ngomomgin bola
    sori bukan bola mania

  10. berarti pertandingannya harus tidak terjadi, biar peluangnya kosong…

  11. Peluang kosong. Pesimis sekali. Bukankah orang tua sering berkata selalu ada harapan meski di sisa-sisa tenaga terakhir sekali pun.

    Peluang kosong? Bagi saya peluang itu tidak pernah kosong kalau kita bisa mengali peluang lainnya.

    Score 4-1, peluang kosong yang di maksud di sini mungkin tidak ada harapan lagi untuk mengejar ketertinggalan score.

    Walah, sok tahu nih kayanya, he he he.

  12. Makin menarik nih ulasan-ulasan matematikanya. Mungkin akan bertambah menarik kalau dikisahkan dalam cerita kehidupan sekali-kali. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak luput dari matematika lho. Okey deh. Sampai ketemu di postingan berikutnya.

  13. Ternyata hampir semua peristiwa dan kejadian bisa dikalukulasi dengan matematik, ya, Pak Jupri. Makin dahsyat aja nih postingannya. Sudah layak dibukukan nih, Pak.

  14. Maaf, Pak Jupri ralat dikit. Mengejar point atau nilai maksud saya. Terketik score, he he he.

  15. jidoet

    jadi inget film numb3r….

  16. TGH.Nizar AL-Kadiri

    ya.. iayalah begitu.. dalam matematiak memang berbeda antar NOL dan KOSONG. perbedaannya dimana? tidak semua yang tau kan, kecuali mereka yang tiap hari bergelut dengan angka. tapi begitu saja kok repot, untuk mengetahui perbedaan tersebut saya tidak menyarankan anda untuk menjadi mahasiswa jurusan matematika. dengan pemahaman dari gus pur aja saya rasa cukup.
    itu.. diatas sudah ada.

  17. Hasil blogwalking, ternyata bagus juga.
    Hehehe, nggak nyangka seperti ini bisa masuk Post yang sering dilihat.
    Keep posting Guys!

    Salam,

    Ivan Wangsa.

  18. The LeGaLlll

    Saya lagi belajar mat nih……..
    Tapi malah disuruh buka ini sama guru saya….
    Emang sih saat ini lagi belajar kepastian dan kemustahilan…… Jadi ngerti deh…..
    Thx ya atas bahasannya

  19. Mr***

    Menarik dan menyenangkan. Ternyata prediksinya benar krn PSSI dihjr Suriah 7-0 di Suriah .????

  20. Bagus en menarik, karena bisa menggabungkan antara mat dan kejadian yg lucu.
    Kita jdi dpt lbih ngerti ttg peluang kosong melalui artikel tdi.

  21. Handsome Man

    Ya sudah mungkin WC abis ini PSSI mungkin bisa lolos.

  22. Gun Theng

    Makasih y atas ilmu yang diberikannya, kebetulan saya juga sedang belajar tentang peluang.

  23. Artikelnya bagus. Lumayan menarik.

  24. Mr***

    Saya disuruh membaca blog ini oleh guru mat saya ternyata memang menarik dan dihubungkan dengan kenyataan . Tx

  25. Cool-E

    Makasih y atas ilmu yang diberikannya, kebetulan saya juga sedang belajar tentang peluang.

  26. Handsome Man

    oH makasih yah tentang penjelasan peluang kosong pas materi.

  27. Kump Phoong

    Makasih y atas ilmu yang diberikannya, kebetulan saya juga sedang belajar tentang peluang.

  28. Too- Cool

    Makasih y atas ilmu yang diberikannya, kebetulan saya juga sedang belajar tentang peluang.

  29. Wong NDEESOOO

    Makasih yah saya jadi ngerti

  30. Toom-Pool

    Makasih y atas ilmu yang diberikannya, kebetulan saya juga sedang belajar tentang peluang.

  31. Mun-Dool

    Makasih y atas ilmu yang diberikannya, kebetulan saya juga sedang belajar tentang peluang.

  32. Blow-On

    Makasih y atas ilmu yang diberikannya, kebetulan saya juga sedang belajar tentang peluang.

  33. ManDoel

    Makasih y atas ilmu yang diberikannya, kebetulan saya juga sedang belajar tentang peluang.

  34. tea kou

    Makasih y atas ilmu yang diberikannya, kebetulan saya juga sedang belajar tentang peluang.

  35. zona90

    testtesttesttesttesttesttest

  36. mitha_doenk

    walah2……peluang tu makanan pa toh,,,??susah banget ya gak???mitha ja mpe pusing tujuh keliling gra2 ne bab….mna gtu gurunya mitha galak bgt n bnciiiiiiiiiii bgt ma mitha…..lengkap deh pendritaan ne…(koq jadi curhat se..^_^). tapi…berkat ne website mitha jadi g’ pusing2 amat tuh…thank’zzz bwgt…!!!lgian hidup kan indah ngapain dbkin susah….ya g’?????????setuju g’???

  37. terima kasih atz ilmunya ea….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s