Oleh: Al Jupri
“Anak-anak, tugas untuk minggu depan adalah membuat karangan. Kalian boleh mengarang apa saja sesuka kalian. Nanti karangan kalian akan ibu nilai dan kalian harus menceritakan karangan masing-masing di depan kelas!” demikian perintah Bu Jerry pada siswa-siswa kelas 5 SD Negeri Seribu-satu Dongeng, pada saat pelajaran bahasa Indonesia. Tom salah seorang siswa di kelas itu sedikit menggerutu. “Bu guru ini bagaimana sih, padahal minggu depan rencananya saya mau bolos, engga mau masuk kelas, eh ada PR lagi. Males deh….,” demikian gerutuan yang ada di pikiran Tom waktu itu.
Walaupun sedikit bandel, kadang-kadang suka bolos tanpa alasan yang jelas, Tom tetap saja seorang siswa yang cukup rajin bila diberi PR, khususnya untuk pelajaran bahasa Indonesia.
Di rumah, sepulang dari sekolah, Tom segera mulai menulis karangan. Tapi, ia bingung mau menulis apa. Karangan-karangan yang sudah biasa ia buat, topiknya itu-itu saja, membosankan. Tiap kali menulis sebuah kalimat, lagi-lagi Tom kebingungan melanjutkan cerita untuk karangannya. Akhirnya, ia pun tak bisa menyelesaikan tugas karangannya hari itu.
Hari-hari terus berlalu. Tom masih saja belum membuat karangan untuk pelajaran bahasa Indonesianya. Sehari menjelang PR karangan itu akan dikumpulkan, Tom mulai berpikir keras. Sulit rupanya Tom memulai menulis karangannya. Padahal biasanya, Tom itu pandai mengarang. Kali ini, ia kesulitan.
Sore hari, seperti biasanya Tom nonton film kartun di TV ditemani kakeknya. “Kek, saya susah nih mau bikin karangan, PR pelajaran bahasa Indonesia besok. Kek bantuin dong…,” ujar Tom ke kakeknya. Kakek Tom, yang merupakan seorang mantan guru besar matematika itu pun berkata, “Boleh, ntar kakek bantuin. Tapi, ntar dulu ya…, kakek lagi mikirin teka-teki nih…!” “Bagaimana teka-tekinya kek?” tanya Tom ke kakeknya itu. Dan terjadilah diskusi antara Tom dan kakeknya itu.
Kakek: “Teka-tekinya begini. Kawan kakek punya ternak ayam dan domba. Katanya, banyaknya kepala ayam dan kepala domba yang ia miliki 50, dan banyaknya kaki ayam dan kaki dombanya 140. Terus, berapa banyak ayam dan domba yang dimilikinya? Kakek masih bingung nih….” (Saya tidak tahu, apakah kakeknya Tom ini pura-pura saja, untuk mengetes cucunya itu? Atau beliau memang benar-benar kebingungan, belum tahu jawaban teka-teki tersebut)
Tom: “Kayaknya, saya bisa deh kek ngejawab teka-teki itu….., bentar ya…?” (Tom tampak berfikir serius)
Kakek: “Ok deh….”
Sementara waktu, sekitar 30 menitan, terjadilah tanya-jawab yang sangat hangat antara Tom dan kakeknya itu. Hingga akhirnya, Tom berhasil menjawab teka-teki tersebut seperti berikut ini.
Tom: “Karena ada 50 kepala. Tak mungkin semuanya kepala ayam. Kalau semuanya kepala ayam, maka jumlah kaki yang ada pasti 50 x 2 = 100 kaki. Tak mungkin juga semuanya kepala domba. Kalau semuanya kepala domba, maka jumlah semua kaki yang ada pasti 50 x 4 = 200 kaki.” (Tom kembali berfikir)
Kakek: “Ya betul, kakek setuju….”
Tom: “Kalau begitu begini saja. Misalkan ada 25 kepala ayam dan 25 kepala domba. Maka jumlah kaki yang ada adalah 25 x 2 = 50 ditambah 25 x 4 = 100, jadinya ada 150 kaki….”
Kakek: “Setuju….” (Kakek tampak ikut-ikutan berfikir seperti yang dilakukan Tom)
Tom: “Berarti kalau saya misalkan banyaknya kepala domba lebih banyak daripada kepala ayam, ini berarti banyaknya kaki lebih banyak. Berarti, supaya cocok ada 140 kaki, saya harus pilih kalau banyaknya kepala ayam itu lebih banyak daripada banyaknya kepala domba.”
Kakek: “Tom, coba kamu pilih banyaknya ….” (belum sempat kakek melanjutkan kata-katanya, Tom langsung menyela)
Tom: “Saya tahu Kek jawabannya…, saya pilih saja banyaknya kepala ayam itu 30, berarti banyaknya kepala domba itu 20. Karena ada 30 kepala ayam berarti ada 30 x 2 = 60 kaki. Karena ada 20 kepala domba, berarti ada 20 x 4 = 80 kaki. Jadinya, semuanya ada 60 + 80 = 140 kaki. Betul kan Kek?”
Kakek tampak berusaha memahami penjelasan cucunya itu.
Tom: “Jadinya, ada 30 ayam dan 20 domba.”
Kakek: “Oh iya ya…, betul! Sekarang Kakek ga bingung lagi nih….”
Tom: “Kek, katanya mau bantuin bikin karangan? Ayo dong gimana nih kek?”
Kakek: “Gini aja, tadi kan kamu sudah bisa ngejawab teka-teki dari Kakek. Nah, coba deh kamu ceritakan diskusi kita tadi dalam bentuk tulisan. Kamu tuliskan ke dalam karangan. Bisa kan?”
Akhirnya, Tom pun kegirangan. Ia punya ide untuk menulis karangannya itu. Malam hari, setelah sholat maghrib dan baca Qur’an Tom pun dengan lancar bisa menuliskan karangannya. Judul karangannya: “Teka-teki dari Kakek”, sama persis dengan judul artikel ini. Selamat membaca!
Catatan:
Untuk para pembaca, coba deh gunakan cara-cara berbeda untuk menjawab teka-teki di atas. Masih banyak cara-cara lain tentunya. Sengaja tak ditampilkan di tulisan ini, silakan beri tahu saya bila sudah ketemu cara-cara lain tersebut! Kesudian Anda memberi tahu saya, akan merupakan kebahagiaan bagi saya tentunya dan juga bagi pembaca lainnya. Betul?
Untuk para pembaca yang sudah “merasa cerdas”, mohon jangan menganggap remeh teka-teki di atas. Berarti, teka-teki ini bukan untuk Anda. Terimakasih.
19 Comments
April 14, 2007 at 9:41 pm
Kalau ada ayam atau kambing yang salah satu kakinya buntung sejak lahir gimana ya?
Al Jupri says: Klo ada ayam atau kambing yang salah satu kakinya buntung sejak lahir biasanya akan gempar, ribut, banyak orang yang pengen nonton, bisa masuk acara aneh tapi nyata, dll
April 15, 2007 at 4:09 am
Mau ngajarin anak-anak ah…
Banyaknya kepala ayam dan kepala domba yang ia miliki 50, dan banyaknya kaki ayam dan kaki dombanya 140.
a= ayam
b= kambing
ayam punya kaki 2, kambing punya kaki 4, jadi persamaannya :
2a + 4b = 140
2(a + 2b)= 140
a + 2b = 70….(1)
ayam punya kepala 1, kambing punya kepala 1, jadi persamaannya:
a + b = 50
a = 50 – b….(2)
Kita masukkan persamaan (2) ke persamaan (1)
(50-b) + 2b = 70
50 – b + 2b = 70
-b + 2b = 70 – 50
-b + 2b = 20
b (-1 + 2 ) = 20
b (1) = 20
b = 20….(3)
Jadi Kambingnya ada 20
Bagaimana dengan ayam?
masukin saja persamaan (3) ke persamaan (2)
a = 50 – b
a = 50 – 20
a = 30
Jadi jumlah ayamnya 30
OK adek-adek…sudah tau caranya?
Bagus…..
Ajari anak-anak dengan proses! Bukan hasil akhir!
Halah…sok keminter!
Al Jupri says: Cara untuk menjawab teka-teki yang dilakukan oleh MasIndra sudah benar prosesnya dan hasilnya. Cara ini dengan memanfaatkan konsep sistem persamaan linear dua variabel, menggunakan metode substitusi (penyulihan = penggantian). Konsep sistem persamaan linear dua variabel mulai diperkenalkan di level SMP (sudah mulai berfikir abstrak). Dan memang teka-teki ini sebenarnya ditujukan untuk level siswa SMP. Saya senang dengan jawaban seperti ini. Ini menandakan bahwa matematika ternyata tetap diminati oleh pembaca. Terimakasih atas jawabannya.
Dalam kasus ini, saya mencoba mengajukan teka-teki ini untuk siswa SD. Dan saya yakin siswa SD pun, dengan kemampuan berfikirnya/taraf berfikirnya, bisa menjawab teka-teki ini. Siswa-siswa SD, menurut teori pembelajaran dan pengalaman, masih dalam taraf berfikir konkret (akan sangat kesulitan bekerja dengan hal-hal yang sangat abstrak, seperti bekerja dengan menggunakan berbagai variabel tersebut).
Bagi pembaca yang lain, jangan berkecil hati untuk mencoba dengan cara lain. Masih banyak lho cara-cara lain yang relatif lebih konkret dan tentunya mudah dipahami.
April 17, 2007 at 12:41 am
Halah…. wis keduluan sama MasIndra… setuju saja ah… wong sudah terbukti. Salam kenal Mas Jupri.
Al Jupri says: Salam kenal juga.
April 17, 2007 at 7:24 am
dulu waktu SD tahu sekarang lupa.
Coba gini:
1 ayam + 1 kambing = 50
2 ayam + 4 kambing = 140
nah, gimana cara ngilangin ayamnya? Baris pertama dikali 2
2 ayam + 2 kambing = 100
2 ayam + 4 kambing = 140
————————- -
-2 kambing = -40
1 kambing = 20
Ayamnya?
1 ayam + 1 kambing = 50
1 ayam + 20 = 50
ayam = 30
Kalo nggak salah persamaan kayak gitu udah diajarin waktu kelas 4 SD.
QED.
Al Jupri says: Terimakasih atas jawabannya. Cara ini relatif lebih konkret, saya suka pengkonkretan seperti ini. Sepertinya, mirip cara yang dilakukan oleh MasIndra (dengan mengganti variabel a, b, dengan ayam dan kambing). Saya fikir begitu…?
April 17, 2007 at 7:54 am
Anak SD kan seneng maenan, jadi ya Tom dibawa aja ke peternakan temannya kakek, trus disuruh ngitung ayam dan dombanya sambil lari-lari, ntar kan ketemu berapa jawabannya.
Baru setelah itu diberitau cara persamaan linier itu, baik dengan substitusi ataupun eliminasi. Sehingga mereka akan senang, eh ternyata ada cara yang lebih mudah (tidak perlu pake lari-lari) untuk menjawab pertanyaan kakek.
Kemudian lek sanggup, sekalian aja si Tom diminta lari-lari, sambil ngerjakan persamaan linier, dan sekalian nyiapkan kerangka karangan untuk tugas Bhs Indonesa
Al Jupri says: Kasihan dong si Tomnya kecapean kalo disuruh lari-lari. Thank’s for your answer, I like this way.
April 17, 2007 at 9:33 am
ayam + kambing =50
2ayam + 4 kambing = 140
————————X
140 ayam + 140 kambing = 100 ayam + 200 kambing
140 ayam – 100 ayam = 200 kambing – 140 kambing
40 ayam = 60 kambing
==> ayam = 1 1/2 kambing
Lanjutin aja yagh sendiri…
Yang jelas jawabannya pake trial n error
kalo kambingnya 20 berarti ayamnya 1 1/2 X 20 = 30.
Bener ga sih?
Al Jupri says: Bagus Mas, cara ini cukup elegan, dan benar. Thank you banget atas jawabannya.
April 17, 2007 at 11:08 am
ayamnya di sayur
kambingnya disate
dimakan enak
ngak usah pake matematika
Al Jupri: Nyate yuuuuk… hehe..
April 22, 2007 at 12:40 pm
Kalau AYAM dan KAMBING dikawinkan ada tidak hitungan secara MATEMATIKA nya..?
Menunggu jawabannya … wargabanten.wordpress.com
Al Jupri says: Ada hitungannya kok. Mau tahu kan? Sayang, saya tak akan kasih tahu di sini.
April 28, 2007 at 6:48 am
Tunggu ya jawabannya akan saya temukan pasti!!!hehehe
Al Jupri says: ya saya tunggu nih…
April 28, 2007 at 10:26 am
enak juga bacanya menggugah selera” he,,,,tapi humornya lebih seru lagi,,ya. cerita ini merupekan suatu cerita yang bersifat bendidik walaupun kelihatannya humor!!!!!!!!!!!!
Al Jupri says: Thank you. Oh iya, supaya lebih seru lagi gemana ya?
May 1, 2007 at 9:35 am
kalo menurut saya, soal tersebut ditujukan untuk anak sd sehingga penyelesaiannya pun harus sesuai tingkat pemikiran mereka. Menurut saya lebih cocok kalo menggunakan jawaban seperti :
A = banyak ayam
B = banyak kambing
A B Jml kaki
1 49 198
2 48 196
3 47 194
4 46 192
…. …. ….
30 20 140
Ketemu deh !!!
Al Jupri says: Thank you ya Mr. Andy atas jawabannya. Cara seperti ini, walau sedikit melelahkan, saya fikir akan dapat dengan mudah difahami oleh anak SD. Salam kenal aja deh klo gitu
June 6, 2007 at 5:39 am
kalo ayam kawin sama domba anaknya berapa ya……….
December 20, 2007 at 12:32 am
sebetulnya cara si Tom itu udah mantep. polanya trial and error, tapi teratur. caranya dengan hitung-hitung langsung untuk nilai maksimal tiap hewan, lalu ke pertengahannya, dan ke kelipatan 10 dan 5 ang terdekat.
sederhananya begini saja:
=====================================
ayam | kambing | jumlah kaki | kesimpulan |
=====================================
50 | 00 | 100 + 000 = 100 | salah |
00 | 50 | 000 + 400 = 400 | jauh |
25 | 25 | 050 + 100 = 150 | deket |
20 | 30 | 040 + 120 = 160 | salah arah |
30 | 20 | 060 + 080 = 140 | pas! |
=====================================
January 26, 2008 at 6:05 am
kaki ayam dan kaki dombanya 140.
a= ayam
b= kambing
ayam punya kaki 2, kambing punya kaki 4, jadi persamaannya :
2a + 4b = 140
2(a + 2b)= 140
a + 2b = 70….(1)
ayam punya kepala 1, kambing punya kepala 1, jadi persamaannya:
a + b = 50
a = 50 – b….(2)
Kita masukkan persamaan (2) ke persamaan (1)
(50-b) + 2b = 70
50 – b + 2b = 70
-b + 2b = 70 – 50
-b + 2b = 20
b (-1 + 2 ) = 20
b (1) = 20
b = 20….(3)
Jadi Kambingnya ada 20
Bagaimana dengan ayam?
masukin saja persamaan (3) ke persamaan (2)
a = 50 – b
a = 50 – 20
a = 30
Jadi jumlah ayamnya 30
nah otakku terbats jadi pusing neeh jdi lanjutin aja yah sama om al jupri
makasih udah ngasih kesempatan mikir walau pusing doain lulus un 2008 ya….
September 14, 2008 at 7:56 pm
kalo saya begini :
a = ayam
b = kambing
1. a + b = 50
2. 2a + 4b = 140
dari persamaan 1, didapat bahwa :
a = 50 – b …..(i)
sehingga dari persamaan 1 digabung dengan persamaan (i)
2 a + 4b = 140
2(50-b) + 4b = 140
100 – 2b + 4b = 140
2b = 40
b = 40/2 = 20
dapat deh jumlah kambing nya
sekarang jumlah ayamnya :
a + b = 50
a = 50 – b
a = 50 – 20 = 30
December 14, 2008 at 5:00 pm
kalau pake metode sakamoto begini:
asumsikan banyaknya ayam = banyaknya kambing = 25
sehingga diperoleh:
kaki ayam + kaki kambing = 50 + 100 = 150
ternyata jumlah kakinya kelebihan, berarti banyaknya kambing dikurangi dan banyaknya ayam ditambah.
nah, pada setiap pengurangan satu kambing/penambahan satu ayam, jumlah kaki akan berkurang 2.
berarti supaya jumlah kaki menjadi 140, harus dilakukan pengurangan kambing/penambahan ayam sebanyak 5 kali.
sehingga hasil akhirnya:
banyaknya ayam = 25 + 5 = 30
banyaknya kambing = 25 – 5 = 20
March 27, 2009 at 9:11 am
Jawaban Mr. Andy sangat menarik.
Kita menemukan sebuah pola yang membentuk deret aritmatika.
B A Jml Kaki
1 49 102
2 48 104
3 47 106
dst
Sehingga diketahui :
a = 102
b = 2
Jika :
Un = a + (n-1) b
Maka :
140 = 100 + 2 n
n = 20
Jadi :
Kambing = 20
Ayam = 30
Semoga Bermanfaat.
Salam Kenal.
September 22, 2009 at 5:22 am
2×50=100
140-100=40
40:2=20 kambing
October 4, 2009 at 4:56 am
kita bayangkan aja ayam dan kambing sama-sama memiliki dua kaki, jadi 2×50=100 lalu 140 kita kurangi dengan hasil ini jadi 140-100=40 karena si kambing kakinya masih kurang 2 kita kasih ke dia deh dua kaki lagi 40:2=20 jadi kambing yang ada =20 dan ayam nya sudah pasti 30