Aa Gym dan “Kupu-kupu Impian”

Oleh: Al Jupri

Siapa yang kenal Aa Gym? Saya yakin sedikit yang tak mengenal beliau. Ya, beliau adalah kyai kondang dari kota kembang Bandung. Seorang kyai yang ceramah dan petuahnya digemari banyak orang. Tak hanya orang Islam yang menyukainya, kaum dari umat agama lain pun katanya banyak yang suka. Tutur katanya yang lembut dan tertata apik, dengan pilihan kata yang menarik, tak pelak lagi memukau jutaan pendengarnya. Ceramahnya sederhana, mudah dipahami, enak didengar, dan tentunya menyejukan hati. Dengan konsep Manajemen Qolbu-nya, siapapun yang mendengar ceramahnya, hampir bisa dipastikan akan tertarik. Faktanya, hampir bisa dipastikan bila beliau berceramah maka akan banyak yang mendengarnya. Saya sendiri termasuk contoh pendengar yang tertarik akan ceramahnya.

Satu hal yang paling bikin saya tertarik adalah karena seringnya Aa Gym menggunakan “rumus-rumus” untuk menyikapi atau bahkan menyelesaikan permasalahan hidup. Contohnya: “rumus” 5S, yakni sama artinya dengan Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun; “rumus” 3M yang berarti Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal-hal yang kecil, dan Mulai saat ini juga. Dan tentunya masih banyak lagi “rumus-rumus” yang dibuat dan diturunkan oleh Aa Gym. Kenapa saya tertarik dengan “rumus-rumus” Aa Gym itu?

Ada beberapa alasan kenapa saya tertarik dengan “rumus-rumus” buatan Aa Gym tersebut. Pertama, dari segi pilihan kata, kata-kata yang dipakai itu terpilih dan enak dicerna. Kedua, rumusnya terdengar sederhana dan mudah (walau saya sendiri sering kali sukar menerapkannya, mungkin orang lain mah mudah menerapkannya). Dan yang ketiga, saya dengan sekenanya sedikit dapat mengartikan “rumus-rumus” Aa Gym tersebut dari sudut pandang matematika. Seperti apa sih pengertian saya terhadap “rumus-rumus” buatan Aa Gym itu?

Contohnya begini. Ambil contoh “rumus” 5S. Secara matematis 5S artinya 5 X S (baca: lima dikali S). 5 X S juga berarti S + S + S + S + S, atau secara sederhana bisa ditulis begini, 5S = 5 X S = S + S + S + S + S. Sehingga apa yang dikatakan Aa Gym itu cocok secara matematis bahwa “5S = Senyum + Salam + Sapa + Sopan + Santun”. Cocoknya paling tidak karena serupa dengan konsep perkalian dalam matematika.

Konsep perkalian dalam matematika, sederhananya dapat dijelaskan seperti ini. Perkalian dua buah bilangan adalah bentuk dari penjumlahan yang berulang dari salah satu bilangan tersebut. Contohnya: (1) 3 x 2 = 2 + 2 + 2; (2) 4 x 3 = 3 + 3 + 3 + 3; dan lainnya. Contoh yang paling sering kita alami adalah perkalian 3 x 1. Ingat ketika kita sakit, terus berobat ke dokter dan dokter memberi obat dengan aturan 3 x 1, yang biasanya berarti minum obatnya sehari itu tiga kali masing-masing satu (sendok, kaplet, butir, dll) setiap minumnya. Secara matematis ditulis 3 x 1 = 1 + 1 + 1.

Hal-hal lain yang bikin saya tertarik dengan ceramah agama yang disampaikan Aa Gym tentu banyak. Di antaranya, Aa Gym sering memberi ceramah yang isinya memotivasi para pendengarnya. Dengan kecemerlangan penalarannya, beliau mampu memberi ilustrasi-ilustrasi yang sangat masuk akal, inspiratif, dan “efektif?” dalam hal memotivasi. Satu contoh yang sering beliau katakan ketika berceramah adalah tentang bagaimana menjadi pribadi yang unggul. Untuk menjadi pribadi yang unggul, salah satunya beliau memotivasi dengan memberi analogi yang sederhana. Analogi yang bagaimana? Analogi sederhana tersebut tak hanya lisan, pun beliau tulis dalam salah satu karyanya, nih dia analogi yang beliau buat.

Konsep menjadi unggul adalah memasuki sistem yang unggul. Logikanya ibarat dua kupu-kupu yang mengalami pengalaman berbeda. Kupu-kupu yang satu terbang sendiri menyusuri jalanan, sedangkan kupu-kupu satunya terbang di dalam sebuah mobil yang melaju kencang dan lancar di jalan yang sama. Tentunya, akan cepat sampai adalah kupu-kupu yang masuk ke dalam sistem (mobil) tadi.

Analogi yang dibuat Aa Gym ini sangat masuk akal. Penalaran kita yang sederhana pun bisa menerimanya. Terasa enak didengar, mudah difahami, dan tentunya mudah dibayangkan. Namun demikian, boleh dong saya mempertanyakannya? Apakah Aa Gym pernah mencobakannya? Maksud saya, bila analogi tersebut dipahami secara tersurat, apakah Aa Gym pernah memasukan kupu-kupu ke dalam mobil yang melaju kencang dan melihat apa yang terjadi? Saya mempertanyakan analogi ini tentu ada alasannya.

Dulu, sewaktu sekolah di SMP kemudian SMA, hampir tiap hari saya naik angkot (angkutan kota) untuk sampai ke sekolah. Suatu waktu, ketika angkot yang saya tumpangi berhenti, saya pernah melihat kupu-kupu yang terperangkap masuk ke dalam angkot. Setelah angkot melaju dengan kencang, apa yang terjadi? Benar bahwa kupu-kupu itu bisa cepat sampai ke tempat yang jauh, tapi saya melihat kupu-kupu itu kepayahan dan terlihat sekarat sebab terhempas dan terbentur ke dinding bagian dalam angkot, tak bisa mengimbangi kecepatan mobil (angkot) yang saya tumpangi. Sang kupu-kupu malah tak jadi unggul, malah penderitaan yang didapat. Kejadian ini, seingat saya, tak hanya sekali saja.

Dari pengalaman nyata saya itu, dapat dikatakan, analogi yang dibuat Aa Gym tersebut keliru alias tidak tepat, tidak realistis, bila dimaknai secara tersurat. Lalu, apakah analogi tersebut menjadi benar bila dimaknai secara tersirat? Saya belum tahu! Atau, kupu-kupu yang dimaksud beliau dalam analogi tersebut itu berbeda ya? Mungkin kupu-kupu yang dimaksud Aa Gym itu adalah kupu-kupu hayalan yang hanya ada dalam pikiran saja, alias “kupu-kupu impian”.

Catatan:
Mohon maaf bila ada pihak-pihak yang tak sependapat atau kurang berkenan dengan tulisan ini. Anggap saja tulisan ini hanya secuil ocehan saya yang tak perlu didengar (karena memang tak bisa didengar), tapi cukup dibaca saja.

 

 

About these ads

16 Comments

Filed under Cerita Menarik, Matematika, Matematika SD, Renungan, Sastra

16 responses to “Aa Gym dan “Kupu-kupu Impian”

  1. Ya..analogi dengan menggunakan kupu-kupu memang sepertinya tidak tepat karena dengan terbangnya si kupu2 di dalam mobil maka itu berarti si kupu2 tidak ada PADA mobil tetapi hanya melayang dalam ruang di mobil sehingga dia harus senantiasa mengimbangi kecepatan mobil. Coba kalau pintu belakang mobil dibuka maka dijamin si kupu2 tdk akan ada dalam mobil lagi (faktor angin diabaikan sekalipun).
    Mungkin akan lebih tepat jika menggunakan analogi semut. Semut yang berjalan di atas angkot tidak akan pernah terpengaruh berapa kecepatan mobil karena si semut sudah ada PADA mobil, sehingga kecepatannya si semut pada akhirnya akan ada dua yaitu kecepatan relatif semut itu sendiri thd mobil dan juga kecepatan mobil yg ditumpangi si semut relatif thd bumi.

  2. Bagaimana logika matematikanya sehingga beliau berpoligami yah, bisa dijelaskan? :D

  3. @deKing:
    Mungkin Aa Gym waktu bikin analogi tersebut belum kepikiran sama semut. Mungkin yang dipikirkan Aa Gym adalah keindahan kata-kata, makanya lahirlah analogi kupu-kupu tersebut. (ini perkiraan saya saja, kalau salah sih, ya ga apa-apa, iya engga?)

    @Pak Urip:
    Iya nih Pak, saya juga lagi mikir-mikir kaitan matematika dan poligami (baca ayat Al Qur’an sepertinya cocok, ada penjumlahan (1 + 2 + 3 + 4 = 10) segala iya engga?). Ada saran Pak?

  4. kalo rumus cari istri lebih dari satu terus bisa adil gimana rumus matematikanya ya?

  5. Kenapa juga kupu-kupunya tidak “nemplek” saja di angkot. Kalo sudah sampai, baru terbang lagi….

  6. kan yang dijadikan ukuran “cepat sampainya”, masalah kupu itu di dalam mobil terguncang-guncang atau gimana, itu konsekuensi yg harus ditanggung.

    justru di sini ada pelajaran tersembunyi lainnya yg bisa dipetik yaitu bahwa masuk ke dalam sebuah sistem yg bagus bukan berarti kita bisa berleha-leha di dalamnya dan ongkang2 kaki menunggu hasil yang bagus keluar dengan sendirinya. tetap saja perlu usaha dan kerja keras.

    nah kalau kupu2nya bodoh, ya siap-siap saja termehe-mehe. hehehe…

  7. super kecil

    wadhuh wadhuh…
    opo meneh kie???

    abott e poll

  8. Catatan: dan saya membaca :)

  9. Gak jadi ngasih pernyataan ah… takut dibilang gak Gw gak logis :))

    Al Jupri says: Ga apa-apa teh…di sini bebas bicara (lewat tulisan tentunya). Blognya aja slogannya: bicara…

  10. klo dilihat dari proses pencapaian 2 kupu itu,menurutq yg lebih unggul adl,kupu2 yang mencapai dengan jerih payahnya sendiri, banyak pengalman yg diperoleh dr proses itu. Dan kupu2 yg hny nempel dimobil malah tdk bs maksimal dlm berusaha, Manja..gitu

  11. nugroho

    Aku sungguh kacihan dg kupu yang ada di benak aak , menarik komentarnya dan onok ae

  12. yang saya bayangkan malah si kupu-kupu nempel di kursi mobil misalnya, jadi ya dia bisa ikut kecepatan mobil mungkin? akhirnya jadi relatif juga, krn mengandalkan kecepatan sendiri mengimbangi mobil itu impossible.., tapi ada pilihan toh.

    salam kenal ya, sering melihat sampeyan komen di blog pak ewa, baru sempat mampir…:)
    ________
    Al Jupri: Ya salam kenal juga… :D

  13. Analogi aa gym bisa benar bisa salah, kupu2 itu bisa saja digantikan dengan binatang lain, misalnya tawon. saya pernah melihat tawon bisa menyesuaikan diri dan terus bisa terbang di dalam kendaraan/mobil yang sedang melaju, dari puluhan atau ratusan tawon mungkin saja ada satu dua yang terhempas dan menabrak dinding dalam mobil, artinya tidak semua tawon bisa menyesuaikan dengan kondisi mobil yang sedang melaju.

  14. oya lupa, salam kenal dari saya
    tulisan anda bagus-bagus lho…

  15. rastika

    Analogi aa Gym cukup menyejukan hati setiap orang yang mendengarkan ceramah yang di keluarkan dalam ucapan yang sangat kental, tapi kalau bisa di ganti dengan binatang yang pernah di sejarahkan oleh Nabi kita Mussa yaitu Ular

  16. ehm….mungkin lebih tepatnya merupakan pencerahan paradigma dan penyejuk kalbu. salam ukhwah dari ana,ismi siti ahadiyyat min rangkasbitung-banten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s